
Kapten Saras duduk di atas ranjang sementara
boy melangkah menuju sebuah sofa panjang
yang terdapat di dekat jendela kamar .
" Apakah kapten tahu salah satu sosok yang menyelinap masuk ke kamar anda ? " tanya Boy
penuh selidik .
Kapten Saras berdiri dari ranjang dan berjalan ke arah Boy, setibanya di hadapan Boy yang masih berbaring di sofa kapten Saras kemudian berkata
" Sosok bayangan yang pertama masuk ke
kamar tidak saya tahu sama sekali ,
Namun sosok bayangan yang kedua yang
telah membantu mengusir sosok bayangan
pertama saya kenal dengan baik " Ujar kapten Saras sambil tersenyum .
" Benarkah ? Siapa orangnya kapten ?" tanya
Boy dengan pura-pura terkejut .
Kapten Saras kemudian memegang kedua bahu Boy lalu mengangkatnya ke atas hingga mereka berdiri dan saling berhadapan .
" Saya adalah seorang polisi dan juga sebagai
seorang ahli strategi , Jadi kamu jangan
mencoba mengelabuhiku Boy " Ujar kapten
Saras sembari memegang lengan kiri Boy .
" Ahkrrrr..., au..au..au..." Jerit Boy menahan rasa sakit.
Rupanya kapten Saras sudah mengetahui bahwa Boy sebenarnya juga terluka akibat
berkelahi dengan sosok bayangan tersebut, namun Boy berusaha menyembunyikannya
agar kapten Saras tidak curiga bahwa dia adalah salah satu sosok bayangan hitam yang
berhasil mengusir sosok bayangan hitam yang
mengganggu .
" Gimana Boy ? Apakah kamu masih mau
tahu siapa sosok bayangan hitam yang berhasil
mengusir sosok bayangan yang pertama ?" tanya kapten Saras selanjutnya .
Boy tidak menjawab , akan tetapi balik bertanya
" Jadi kapten Saras sudah tahu bahwa itu saya ? "
" Sebenarnya sejak pertama saya menangani
kasus Anggy saya sudah curiga sama kamu ,
namun karena tidak cukup bukti , maka saya
tidak bisa berbuat apa-apa "
__ADS_1
" Namun sekarang hal ini terjadi di depan mata saya dan memiliki cukup banyak bukti , salah satunya adalah ini " jawab kapten Saras dengan
gemas sambil menekan kembali lengan Boy
yang bengkak dan memar akibat perkelahian
Boy tadi .
Kembali Boy meringis kesakitan
" Akhrrrr... " teriak Boy .
Namun bersamaan dengan itu suara erang kesakitan Boy tiba-tiba lenyap berganti dengan suara ******* dan isapan.
Rupanya kini bibir Boy sudah di sumbat oleh bibir Kapten Saras , Boy yang masih kaget serta keheranan dengan tingkah kapten Saras yang berubah drastis hanya bisa pasrah dan membiarkan kapten Saras melepaskan semua
hasratnya .
Walaupun kapten Saras baru melakukan ini untuk pertama kalinya namun kemampuannya sudah seperti orang yang sangat berpengalaman hingga membuat boy mulai ikut terangsang .
" Boy ...kamu tadi telah membuat kesalahan besar , jadi sekarang saya akan menghukummu " Kata kapten Saras dengan napas yang memburu , kemudian melanjutkan lagi aksinya
menyerang Boy dengan lebih ganas .
Boy yang tambah kebingungan kemudian melepas lumayan bibir Saras lalu berkata
" kesalahan apa kapten ? " tanya Boy dengan wajah bengong .
" kamu telah melihat mahkotaku tadi , dan aku
sudah berjanji bahwa barang siapa yang melihatnya untuk pertama kali maka dia berhak
untuk memilikinya " jawab Saras sembari kembali beraksi .
Boy yang tadinya tidak berani berbuat lebih jauh
Setelah bertarung dengan sangat sengit dalam waktu yang cukup lama , akhirnya senjata pamungkas Boy menghujam ke dalam rongga tubuh kapten Saras hingga membuatnya
berteriak
" Akhhh...uh..ah..uh..."
Menahan rasa sakit dan nikmat yang telah bercampur menjadi satu , namun lama kelamaan rasa sakit itu menghilang dengan
sendirinya hingga hanya menyisakan rasa
nikmat yang tak terhingga .
...Kapten Saras kini mulai kewalahan menahan setiap serangan Boy , Bahkan dirinya sudah beberapa kali muntah-muntah hingga membuat tubuhnya menjadi lemas namun Boy tetap menyerang Bahkan dalam berbagai pola serangan ....
Kini kapten Saras hanya bisa pasrah serta mengikuti keinginan Boy hingga pada akhirnya Boy pun melepaskan peluru pamungkasnya
" Akhhh....." pekik Boy yang seketika membuat tubuhnya mengejang hingga akhirnya terkulai lemas tanpa tenaga di sebelah tubuh Kapten Saras .
Keduanya kini tertidur pulas karena kecapaian
setelah bertarung sengit sepanjang malam .
Waktu terasa begitu cepat berlalu , kegelapan
malam pun telah berganti dengan cahaya mentari pagi yang menghangatkan tubuh .
Boy terbangun lebih dulu , dan segera membangunkan kapten Saras agar tidak terlambat masuk kantor .
Kapten Saras menyeka kedua matanya agar
__ADS_1
pandangannya jelas , dia sedang melihat Boy sedang mengguncang-guncang tubuhnya agar
terbangun , namun kapten Saras tidak peduli .
Bahkan kapten Saras menarik tangan Boy hingga terjerembab menimpa tubuhnya .
Kapten Saras kembali mengulum bibir Boy
dengan lembut .
Pertempuran sengit pun telah di mulai kembali ,
Namun kali ini kapten Saras berbisik ke telinga
Boy bahwa dia menginginkan suasana yang baru .
Dengan tersenyum Boy menggendong tubuh
kapten Saras dengan posisi bibir masih saling beradu sementara di bagian bawah , kedua kaki
kapten Saras melingkar di pinggang Boy sehingga senjata pamungkas Boy yang telah siap tempur tanpa ampun langsung menghujam masuk ke dalam Liang mahkota milik kapten Saras yang tepat berada diatasnya .
Seketika bokong kapten Saras terangkat keatas
di sertai suara pekikan
" Akhrrrr...uh..ah..uhhh.. "
Yang keluar dari mulut mungil kapten Saras . Mendapat serangan yang tak terduga seperti itu , kapten Saras segera membalas dengan melakukan gerakan memompa turun naik, namun bukan membuat Boy terdesak malah justru membuat matanya merem melek serta mulutnya yang terus mendesis tidak jelas .
Boy kian lama juga merasakan efeknya , segera berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi sambil menggendong kapten Saras yang masih terus melakukan gerakan memompa .
Kedua tubuh mereka yang polos kini telah basah di bawah guyuran air sambil terus bertempur dan saling balas menyerang .
Sesekali terdengar suara pekikan serta rintihan
kapten Saras di tengah suara guyuran air yang membuat suasana semakin erotis .
Tanpa terasa hari sudah siang. , keduanya pun segera menghentikan pertempuran sengit setelah mereka sudah mencapai ******* beberapa kali .
Mereka bergegas meninggalkan hotel , kapten Saras terlebih dahulu mengantar Boy ke rumah kost lalu kemudian pulang ke rumahnya .
Suasana rumah kost terasa sangat sepi, sepertinya semua penghuni sedang tidak ada di tempat .Boy melangkah masuk ke dalam rumah kost dan langsung masuk. ke kamar .
Namun betapa terkejutnya Boy Ketika melihat
seorang wanita sedang terbaring di atas ranjangnya
Perlahan Boy mendekati wanita tersebut , Dan ternyata dia adalah Tante Mia . Boy tidak ingin membangunkannya , dia langsung mengganti
pakaian yang tengah di kenakan nya .
Sebenarnya Tante Mia sudah terbangun dan
sudah mengetahui kedatangan Boy , namun dia segera berpura-pura tidur .
Boy tidak mengira bahwa Tante Mia telah memperhatikannya dari balik selimut , Dia sekonyong-konyong melepaskan semua pakaian yang dikenakannya dengan posisi
tubuhnya menghadap ke tante Mia tanpa
terbalut oleh sehelai benangpun.
Seketika Tante Mia mengigit bibirnya sendiri
sambil menelan ludah ketika melihat dengan jelas senjata pamungkas Boy yang begitu besar, kokoh dan panjang .
__ADS_1
Dia cuma bisa memandanginya sampai akhirnya Boy mengenakan kembali pakaian
yang lain .