Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Kecurigaan Kapten Saras


__ADS_3

Kapten Saras duduk di atas ranjang sementara


boy melangkah menuju sebuah sofa panjang


yang terdapat di dekat jendela kamar .


" Apakah kapten tahu salah satu sosok yang menyelinap masuk ke kamar anda ? " tanya Boy


penuh selidik .


Kapten Saras berdiri dari ranjang dan berjalan ke arah Boy, setibanya di hadapan Boy yang masih berbaring di sofa kapten Saras kemudian berkata


" Sosok bayangan yang pertama masuk ke


kamar tidak saya tahu sama sekali ,


Namun sosok bayangan yang kedua yang


telah membantu mengusir sosok bayangan


pertama saya kenal dengan baik " Ujar kapten Saras sambil tersenyum .


" Benarkah ? Siapa orangnya kapten ?" tanya


Boy dengan pura-pura terkejut .


Kapten Saras kemudian memegang kedua bahu Boy lalu mengangkatnya ke atas hingga mereka berdiri dan saling berhadapan .


" Saya adalah seorang polisi dan juga sebagai


seorang ahli strategi , Jadi kamu jangan


mencoba mengelabuhiku Boy " Ujar kapten


Saras sembari memegang lengan kiri Boy .


" Ahkrrrr..., au..au..au..." Jerit Boy menahan rasa sakit.


Rupanya kapten Saras sudah mengetahui bahwa Boy sebenarnya juga terluka akibat


berkelahi dengan sosok bayangan tersebut, namun Boy berusaha menyembunyikannya


agar kapten Saras tidak curiga bahwa dia adalah salah satu sosok bayangan hitam yang


berhasil mengusir sosok bayangan hitam yang


mengganggu .


" Gimana Boy ? Apakah kamu masih mau


tahu siapa sosok bayangan hitam yang berhasil


mengusir sosok bayangan yang pertama ?" tanya kapten Saras selanjutnya .


Boy tidak menjawab , akan tetapi balik bertanya


" Jadi kapten Saras sudah tahu bahwa itu saya ? "


" Sebenarnya sejak pertama saya menangani


kasus Anggy saya sudah curiga sama kamu ,


namun karena tidak cukup bukti , maka saya


tidak bisa berbuat apa-apa "

__ADS_1


" Namun sekarang hal ini terjadi di depan mata saya dan memiliki cukup banyak bukti , salah satunya adalah ini " jawab kapten Saras dengan


gemas sambil menekan kembali lengan Boy


yang bengkak dan memar akibat perkelahian


Boy tadi .


Kembali Boy meringis kesakitan


" Akhrrrr... " teriak Boy .


Namun bersamaan dengan itu suara erang kesakitan Boy tiba-tiba lenyap berganti dengan suara ******* dan isapan.


Rupanya kini bibir Boy sudah di sumbat oleh bibir Kapten Saras , Boy yang masih kaget serta keheranan dengan tingkah kapten Saras yang berubah drastis hanya bisa pasrah dan membiarkan kapten Saras melepaskan semua


hasratnya .


Walaupun kapten Saras baru melakukan ini untuk pertama kalinya namun kemampuannya sudah seperti orang yang sangat berpengalaman hingga membuat boy mulai ikut terangsang .


" Boy ...kamu tadi telah membuat kesalahan besar , jadi sekarang saya akan menghukummu " Kata kapten Saras dengan napas yang memburu , kemudian melanjutkan lagi aksinya


menyerang Boy dengan lebih ganas .


Boy yang tambah kebingungan kemudian melepas lumayan bibir Saras lalu berkata


" kesalahan apa kapten ? " tanya Boy dengan wajah bengong .


" kamu telah melihat mahkotaku tadi , dan aku


sudah berjanji bahwa barang siapa yang melihatnya untuk pertama kali maka dia berhak


untuk memilikinya " jawab Saras sembari kembali beraksi .


Boy yang tadinya tidak berani berbuat lebih jauh


Setelah bertarung dengan sangat sengit dalam waktu yang cukup lama , akhirnya senjata pamungkas Boy menghujam ke dalam rongga tubuh kapten Saras hingga membuatnya


berteriak


" Akhhh...uh..ah..uh..."


Menahan rasa sakit dan nikmat yang telah bercampur menjadi satu , namun lama kelamaan rasa sakit itu menghilang dengan


sendirinya hingga hanya menyisakan rasa


nikmat yang tak terhingga .


...Kapten Saras kini mulai kewalahan menahan setiap serangan Boy , Bahkan dirinya sudah beberapa kali muntah-muntah hingga membuat tubuhnya menjadi lemas namun Boy tetap menyerang Bahkan dalam berbagai pola serangan ....


Kini kapten Saras hanya bisa pasrah serta mengikuti keinginan Boy hingga pada akhirnya Boy pun melepaskan peluru pamungkasnya


" Akhhh....." pekik Boy yang seketika membuat tubuhnya mengejang hingga akhirnya terkulai lemas tanpa tenaga di sebelah tubuh Kapten Saras .


Keduanya kini tertidur pulas karena kecapaian


setelah bertarung sengit sepanjang malam .


Waktu terasa begitu cepat berlalu , kegelapan


malam pun telah berganti dengan cahaya mentari pagi yang menghangatkan tubuh .


Boy terbangun lebih dulu , dan segera membangunkan kapten Saras agar tidak terlambat masuk kantor .


Kapten Saras menyeka kedua matanya agar

__ADS_1


pandangannya jelas , dia sedang melihat Boy sedang mengguncang-guncang tubuhnya agar


terbangun , namun kapten Saras tidak peduli .


Bahkan kapten Saras menarik tangan Boy hingga terjerembab menimpa tubuhnya .


Kapten Saras kembali mengulum bibir Boy


dengan lembut .


Pertempuran sengit pun telah di mulai kembali ,


Namun kali ini kapten Saras berbisik ke telinga


Boy bahwa dia menginginkan suasana yang baru .


Dengan tersenyum Boy menggendong tubuh


kapten Saras dengan posisi bibir masih saling beradu sementara di bagian bawah , kedua kaki


kapten Saras melingkar di pinggang Boy sehingga senjata pamungkas Boy yang telah siap tempur tanpa ampun langsung menghujam masuk ke dalam Liang mahkota milik kapten Saras yang tepat berada diatasnya .


Seketika bokong kapten Saras terangkat keatas


di sertai suara pekikan


" Akhrrrr...uh..ah..uhhh.. "


Yang keluar dari mulut mungil kapten Saras . Mendapat serangan yang tak terduga seperti itu , kapten Saras segera membalas dengan melakukan gerakan memompa turun naik, namun bukan membuat Boy terdesak malah justru membuat matanya merem melek serta mulutnya yang terus mendesis tidak jelas .


Boy kian lama juga merasakan efeknya , segera berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi sambil menggendong kapten Saras yang masih terus melakukan gerakan memompa .


Kedua tubuh mereka yang polos kini telah basah di bawah guyuran air sambil terus bertempur dan saling balas menyerang .


Sesekali terdengar suara pekikan serta rintihan


kapten Saras di tengah suara guyuran air yang membuat suasana semakin erotis .


Tanpa terasa hari sudah siang. , keduanya pun segera menghentikan pertempuran sengit setelah mereka sudah mencapai ******* beberapa kali .


Mereka bergegas meninggalkan hotel , kapten Saras terlebih dahulu mengantar Boy ke rumah kost lalu kemudian pulang ke rumahnya .


Suasana rumah kost terasa sangat sepi, sepertinya semua penghuni sedang tidak ada di tempat .Boy melangkah masuk ke dalam rumah kost dan langsung masuk. ke kamar .


Namun betapa terkejutnya Boy Ketika melihat


seorang wanita sedang terbaring di atas ranjangnya


Perlahan Boy mendekati wanita tersebut , Dan ternyata dia adalah Tante Mia . Boy tidak ingin membangunkannya , dia langsung mengganti


pakaian yang tengah di kenakan nya .


Sebenarnya Tante Mia sudah terbangun dan


sudah mengetahui kedatangan Boy , namun dia segera berpura-pura tidur .


Boy tidak mengira bahwa Tante Mia telah memperhatikannya dari balik selimut , Dia sekonyong-konyong melepaskan semua pakaian yang dikenakannya dengan posisi


tubuhnya menghadap ke tante Mia tanpa


terbalut oleh sehelai benangpun.


Seketika Tante Mia mengigit bibirnya sendiri


sambil menelan ludah ketika melihat dengan jelas senjata pamungkas Boy yang begitu besar, kokoh dan panjang .

__ADS_1


Dia cuma bisa memandanginya sampai akhirnya Boy mengenakan kembali pakaian


yang lain .


__ADS_2