
Pagi hari Manda bangun lebih cepat dari biasanya dan sudah berpakaian yang rapi untuk pergi ke sekolah.Dia bergegas keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama dan di meja makan tampak kedua orang tuanya sedang menyantap sarapannya.
"Morning Mami,Papi".Sapa Manda setelah sampai di meja makan seraya menarik kursi.
"Morning too sayang,Tumben anak Mami jam segini sudah rapi sekali".Goda Mami Dewi melihat anak kesayangannya sudah berada di meja makan menyantap sarapannya.
"Hari ini Aku ada ulangan Mami,jadi Aku bangun lebih cepat takut nanti telat lagi,belum lagi kalau terjebak macet".Ucap Manda menjelaskan sembari menyantap makanannya.
"Ah begitu. Kamu harus fokus sayang ingat apa yang telah kamu pelajari untuk persiapan ulangannya dan ingat satu lagi jangan pernah menyontek, hargai hasil usaha mu sendiri apapun itu hasilnya oke".Ucap Mami Dewi mengingatkan.
"Iya Mami Manda juga tahu itu kok, Manda tidak pernah menyontek sedikit pun, Mami tidak perlu kawatir soal itu.
"Oh iya sayang,Hari ini Papi tidak masuk kantor jadi Papi saja yang mengantar kamu kesekolah".Ucap Papi Herman menawarkan setelah selasai dengan sarapannya.
"Benarkah, Papi serius mau mengantar Aku kesekolah".
"Iya dong sayang memangnya Papi pernah bohong sama anak kesayangan Papi. Ya sudah cepat selesaikan sarapan mu nanti keburu telat lagi.Papi tunggu di ruang tengah.
"Iya Pi siap". Ucap Manda menjawabnya dengan penuh kegirangan.Karna sudah lama Dia tidak pernah lagi di antar Papinya kesekolah semenjak Perusahaan keluarganya berkembang dengan pesat.
Tidak lama kemudian Manda sudah selesai dengan sarapannya dan bergegas menuju ruang tengah dimana Papinya menunggunya.
"Ayo Pi kita berangkat nanti kita kejebak Macet lagi".Seruh Manda setelah sampai di ruang tengah dan melihat Papinya sedang membaca koran.
"Baiklah, ayo sayang".ucap Papi Herman beranjak dari kursinya dan metakkan koran di atas nakas.
"Eheemm". Mami Dewi berdehem yang sedari tadi diam melihat kekompakan anak dan suaminya yang sudah berjalan keluar menuju mobil yang terpakir di garasi ."Oh jadi Mami sekarang di lupain nih hemm".
"Ehh Mami maaf ya sampai lupa pamitan sama Mami".Ucap Manda terkekeh sambil mencium punggung tangan Maminya." Manda berangkat dulu ya Mi Dahh".
"Iyaa sayang hati-hati di jalan semoga ujiannya berjalan dengan lancar".Ucap Mami Dewi sembari melambaikan tangannya ke arah mobil yang sudah meninggalkan halaman rumah.
******
__ADS_1
Tidak lama kemudian Manda sudah sampai di sekolah.
"Akhirnya sampai.Makasih Papi sudah anterin Aku".Ucap Manda mencium punggung tangan Papinya.
"Iya sayang sama-sama Papi senang bisa anterin anak Papi seperti ini kan jarang sekali kan Papi anterin kamu.Ya sudah cepat masuk sana nanti pintu gerbangnya keburu di tutup sama satpamnya.
Setelah pamitan Manda pun turun dari mobil dan masuk ke dalam sekolah.
Gea yang melihat Manda memasuki gerbang sekolah tadi berusaha mengejar nya setelah turun dari mobilnya.
"Manda, manda tungguin gue".Suara seseorang terdengar samar-samar di telinga Manda
"Ehh siapa yang manggil-manggil nama gue.Hem tahu ah palingan juga orang iseng".seruhnya pada dirinya sendiri mencoba tidak memperdulikan sumber suara tersebut dan terus berjalan melewati koridor dan menaiki tangga menuju kelasnya.
Buset tuh anak apa dia budek masa tidak mendengar suara gue manggil-manggil dia awas saja loe nanti .Gea
"Loh Gea kenapa loe ngos-ngosan begitu kayak habis di kejar hantu saja?"Tanya Sandra setelah melihat Gea sampai di kelas dan langsung duduk dengan napas yang tidak beraturan.
"Ngapain juga loe kejar-kejar Manda?"Timpal Dian penasaran.
"Iya nih ngapain juga loe kejar-kejar gue kayak enggak ada kerjaan saja loe".Manda
"Gue kejar-kejar loe biar kita bisa bareng-bareng ke kelas tapi mala loe ninggalin gue,memangnya loe enggak dengar suara gue tadi manggil loe?.
"Hemm tadi sih gue sih mendengar suara kayak manggil-manggil nama gue ternyata itu suara loe.Ya mana gue tahu,ya gue kira itu orang suka iseng jadi gue pergi saja. Manda mencoba menjelaskan supaya Gea tidak ngambek.
"Orang iseng pala loe masa enggak bisa ngenalin suara gue"
"Sudahlah Ge kan Manda juga enggak sengaja".ucap Dian menghampiri meja Gea mencoba untuk menenangkan.
"Ya udah gue minta maaf ya jangan ngambek gitu dong nanti cantiknya hilang nanti kak Tama tidak ngelirik lagi".goda Manda.
Di tengah keseruan mereka mengobrol tiba-tiba saja Sandra mengatakan sesuatu yang begitu genting
__ADS_1
"Guys kalian sudah pada belajar belum,kemarin kan guru killer itu mengatakan kalau hari ini ada ulangan mendadak karena ujian minggu lalu banyak yang mendapat nilai merah.Ucap Sandra dengan serius sontak saja membuat Dian dan Gea panik.
"OMG....Gue lupa kalau hari ini ada ulangan mendadak, mana gue belum belajar apa-apa lagi.Gea
"Sama gue juga enggak belajar,gue pikir tu guru killer main-main doang cuman nakutin-nakutin kita.
"Manda loe kok keliatan tenang-tenang saja loe enggak tegang gitu".Ucap Gea melihat Manda terlihat santai.
"kenapa gue harus tegang,Kan gue sudah belajar ya gue enjoy saja.Mendingan loe pada belajar cepat sana sebelum bel masuk bunyi."
"Enggak keburu lah mana bisa Manda, kalau gue belajar sekarang enggak mungkin tuh pelajaran langsung nancap di otak gue.Kita-kita pada menyontek saja ke loe deh" .Sandra
"Oh no no tidak ada kata menyontek oke. Udah ah gue mau ke toilet sebentar keburu guru masuk nih.mendingan loe pada belajar sebentar siapa tahu kan ada pelajaran yang masuk sedikit,ingat tiba masa tiba akal hahaha.Ucap Manda terkekeh sendiri dan langsung keluar kelas untuk pergi ke toilet.
Tidak lama kemudian Manda pun kembali ke kelasnya.
Ting Ting Ting.
Suara bel masuk membuat ke tiga remaja itu keringat dingin seperti akan menghadapi bencana yang besar.Tentu saja bagi mereka itu adalah bencana besar karna akan menghadapi ulangan mendadak tanpa pembekalan apapun apalagi ulangan mata pelajaran Pak Muhadi guru yang terkenal killer di kalangan siswa kelas XI dan membuat nyali mereka kembali menciut,Ketiga gadis itu tidak ingin gagal di ulangan kali ini karena jika itu terjadi maka mereka akan ikut kelas les guru killer tersebut dan hal itu yang paling di hindari setiap siswa.
Sebenarnya Pak Muhadi orangnya baik tidak terlalu garang seperti dugaan-dugaan para siswa tetapi kalau di mata pelajaran Dia ada yang bolos atau pun yang ribut di kelas maka akan mendapat hukuman yaitu memberikan perpustakaan.
"Baiklah anak-anak Bapak kemarin janji kalian untuk ulangan kan sebelum kita mulai Bapak minta Sekarang bawah tas kalian ke depan masukkan semua barang kalian dan semua yang berbentuk elektronik bawah di meja Bapak.Tidak ada barang apapun di atas meja selain alat tulis menulis".Pintah Pak Muhadi dengan tegas dan langsung membuat murid menurut.
Setelah semua murid menaruh tas mereka didepan dan kembali ke meja masing-masing.Manda yang di tugaskan oleh Pak Muhadi untuk membagi kertas soal ulangan dengan segera ia membagikannya ke semua teman-teman nya.Setelah itu ulangan pun di mulai.Ulangan cukup berjalan dengan lancar tanpa ada suara-suara bisikan seseorang yang meminta contekan.
Setelah hampir dua jam mengerjakan soal ulangan.Ada beberapa siswa yang sudah mengumpulkan kertas ulangannya ada juga yang masih fokus mengerjakannya.
Hingga akhirnya suara bel pun berbunyi pertanda jam istrahat dan juga mengempulkan kertas ulangan dan sontak saja membuat beberapa murid tidak karuan karna belum selesai dengan ulangannya.
Terima kasih sudah mampir membacanya
🤗🤗🤗🤗
__ADS_1