SANG PENAKLUK HATI

SANG PENAKLUK HATI
Episode 10


__ADS_3

Sesampainya di kafe Tama dan Manda pun langsung turun dari mobil lalu masuk kedalam kafe.Setelah mereka duduk seorang pelayan pun datang membawa buku menu dan menawarkan menu-menu paling favorit di kafe tersebut.


Setelah cukup lama melihat-lihat buku menu Manda pun membelalakkan matanya melihat harga makanan yang ada di kafe tersebut yang harganya cukup mahal, meskipun orang tuanya berasal dari kalangan atas tapi dia tidak pernah makan makanan semahal itu karna sedari kecil Manda di ajarkan untuk tidak boros apalagi makan di tempat yang menguras kantong.


Dia pun meminta kepada Tama agar mereka mencari tempat yang lain saja.Tetapi Tama menolaknya.


" Gue mau ke toilet sebentar kak Tama pesan saja dulu".ucap Manda sembari bangkit dari duduknya dan pergi menuju toilet.


Tama pun langsung memesan makanan.Dia memesan dua porsi steak dan dua jus mangga makanan yang paling favorit di kafe tersebut.


Tak lama kemudian Manda pun kembali dari toilet "Kak Tama yakin kita mau makan di sini?.tanya Manda sekali lagi setelah duduk.


Tama pun mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Manda."Yakin lah memangnya kenapa toh juga kita sudah pesan kan".


"Tapi kan harganya cukup mahal".


"It's okay itu tidak masalah yang penting gue bisa makan berdua sama loe kan sudah lama kita tidak makan berdua kayak gini".ucap Tama dan langsung menutup mulutnya karna hampir saja dia keceplosan.


"Maksud kak Tama apa? emang kita pernah makan bersama gitu sebelumnya".tanya Manda heran dengan perkataan Tama.


"Nggak apa-apa lupain ajah loe salah dengar kali".


Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.Manda langsung menyantapnya karna merasa sangat lapar dan perutnya meronta-ronta untuk di isi.Sedangkan Tama tersenyum simpul begitu melihat Manda makan dengan lahap nya.


Sumpah steak nya enaknya bangat parah pantesan mahal sebanding dengan harganya sih.


*****


Sementara itu di kafe tersebut juga ada Bryan bersama teman-temannya.Mereka biasa menghabiskan waktu di kafe tersebut setiap akhir pekan karna suasananya begitu nyaman.Tentu saja karna hanya anak orang kalangan atas yang sering ke kafe tersebut.


"Bro gue ke toilet bentar dulu ya gue kebelet bangat".ucap Bryan sembari berdiri dari duduknya dan langsung di angguki oleh temannya.


Bryan pun langsung pergi meninggalkan teman-temannya dan pergi ke toilet.Tidak lama kemudian dia pun kembali dari toilet.


setelah kembali dari toilet Tanpa sengaja matanya tertuju kepada sosok yang tidak asing baginya.

__ADS_1


Bukannya itu Tama anak baru itu dan dia bersama siapa.tunggu dulu itu kan Manda cewek yang waktu itu gue tabrak di koridor.


Bagaimana mereka saling mengenal dan sepertinya mereka sangat akrab sekali.


Setelah cukup lama memperhatikan kedua sejoli tersebut Bryan pun langsung pergi.


"Lama bangat habis dangdutan loe di toilet?"celetuk Reyhan melihat Bryan yang sudah duduk di depannya sedangkan Bryan hanya terdiam tidak menjawabnya.


Sementara itu di tempat terpisah Manda dan Tama sudah selesai dengan makanan mereka.Tama pun pergi ke kasir untuk membayarnya.Setelah itu mereka pun keluar dari kafe tersebut.


Dalam perjalanan pulang yang cukup padat karna sudah menjelang sore jadi semua keluar untuk menikmati malam minggu tidak ada pembicaraan antara mereka sampai pada suatu tempat yang begitu indah dimana Tama akan menceritakan siapa dia sebenarnya.


Manda pun merasa takjup melihat tempat tersebut."Wow ini keren bangat bagaimana kak Tama temukan tempat seindah ini".


Tempat tersebut adalah pantai nan indah di sore hari saat menampilkan sunset yang begitu indah.Siapa pun akan takjup saat melihatnya.


"Ini adalah tempat favorit gue saat lagi suntuk gue sering kesini sendiri setiap malam minggu".ucap Tama dan Manda hanya manggut-manggut mendengar cerita Tama.


"Pasti kak Tama jomblo makanya malam minggu nya sering kesini sendirian kan kalau pergi ke mall atau kafe malah membuat hati panas melihat orang membawa pasangan masing-masing hahhaha".ucap Manda tertawa geli dengan perkataannya sendiri.


"Lalu apa alasan kak Tama datang sering kesini sendiri".Manda menghampiri Tama lalu berdiri di samping nya dan pandangannya terus menikmati pemandangan.


"Dulu gue punya sahabat dia orang yang sangat baik dan dia adik kelas gue tetapi dia bisa menjadi pahlawan gue.Saat itu gue sedang duduk dipojokan sekolah terus dia datang dan melihat gue sedang termenung.waktu itu gue sering di bully di sekolah karna penampilan gue yang buruk dan memakai kacamata tebal tetapi sahabat gue itu selalu membelaku setiap gue di bully.


Sejak saat itu gue pun berteman baik dengannya kami sering menghabiskan waktu bersama di setiap akhir pekan dan pergi ke pantai menikmati sunset.Tapi pada suatu hari kami pun harus terpisah karna dia harus ikut keluarga nya pindah ke kota X.Lalu setelah beberapa bulan dia pindah komunikasi kami pun terputus".


"lalu dimana dia sekarang mengapa kak Tama tidak mencarinya?".


"Gue selalu mencari nya setiap libur sekolah gue menyempatkan waktu ke kota X untuk mencari tahu tentang nya tapi gue tidak pernah berhasil menemukannya.Hingga pada akhirnya saat lulus SMP gue memutuskan untuk pindah ke kota X untuk mencarinya lagi dan usahaku akhirnya membuahkan hasil.Gue berhasil menemukannya tetapi gue menunggu waktu yang pas untuk menemuinya".


"Kenapa? bukannya kak Tama harus nya senang karna sudah menemukannya".


"Untuk apa gue mencarinya lagi kalau orang tersebut sekarang berada di samping gue".ucap Tama lalu membalikkan badan nya menatap lekat Manda.


"Maksud kak Tama apa mengapa menatap ku seperti itu?" seruh Manda masih belum paham dengan cerita dan tatapan Tama kepadanya.

__ADS_1


"Ini aku Ardi yang loe tolongin waktu SMP nama asli ku sebenarnya TAMA ARDIANSYAH Loe tidak mengenali ku".tanya Tama dengan tatapan yang semakin serius.


tidak mungkin dia kak Ardi kakak kelasku waktu SMP . Penampilannya sangat berbeda sekali.


"Tidak mungkin loe Kak Ardi loe pasti bohong kan".ucap Manda sembari beranjak dari tempatnya tetapi di tahan oleh Tama.


"Ini aku Ardi aku mengubah penampilan ku sejak loe pindah karna aku capek di bully terus dan setelah gue masuk SMA gue terus olahraga".Tatapannya semakin serius.


Setelah Tama menjelaskan sekali lagi panjang lebar akhirnya Manda pun akhirnya percaya.Mereka pun berbincang-bincang soal perubahan Tama dan Manda terus tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian masa lalu tentang penampilan Tama yang begitu cupu.


Di tengah keasikan mereka mengobrol tiba-tiba handphone Manda berdering dan Manda pun segera mengangkat nya.


Bu Dewi:Halo sayang kamu dimana kenapa belum pulang?" tanya Bu Dewi sedikit cemas di seberang telfon


Manda:Iya Mi sebentar lagi Manda pulang kok


Bu Dewi:Baiklah sayang Hati-hati di jalan.


Manda pun menutup telfon nya dan menyuruh Tama agar segera mengantarnya pulang.Setelah itu mereka pun pergi dari pantai tersebut dan Tama Langsung melajukan mobilnya menuju rumah Manda.


Setelah cukup lama di jalan karna jalanan begitu padat mereka pun sampai di rumah Manda.Manda pun segera turun dari mobil dan menyuruh Tama agar masuk bersama kedalam rumah tetapi Tama menolaknya.


"Nggak mau mampir dulu pasti mami senang kalau melihat kak Tama".ucap Manda


"Lain kali saja lah lagian sudah malam juga gue langsung pulang saja".


"Ya sudah kalau begitu gue masuk dulu hati-hati di jalan makasih sudah nganterin".


"Sama-sama tuan putri sudah sana masuk".


Manda pun langsung masuk rumahnya setelah itu Tama pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Manda melewati jalanan yang masih cukup padat menuju apartemennya.


Akhirnya Manda sudah tahu siapa aku sebenarnya perlahan-lahan tapi pasti gue bakalan mendapatkan hatinya lagi.


Terimakasih sudah mampir membacanya jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote jika kalian suka.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗


__ADS_2