SANG PENAKLUK HATI

SANG PENAKLUK HATI
epd 29


__ADS_3

Sesampainya Aldo dan Yudha di ruangan Mario, mereka masuk dengan nafas yang tidak beraturan.


Mario menatap aneh kepada mereka sembari mengerutkan kedua alis tebalnya.


"Huh huh huh huh..." Aldo dan Yudha mengatur nafas secara bersamaan.


"Apa yang terjadi?" tanya Mario tak mengerti.


Aldo menelan salivanya, "Yo, huh huh huh huh.."


ucap Aldo dan masih mencoba mengatur nafas.


Mario masih menatap, aneh.


Kemudian Aldo dan Yudha menghampiri Mario lebih dekat.


"Yo, ada masalah dengan perusahaan mu!!" ucap Aldo.


"Apa maksudmu?!!" tanya Mario, belum mengerti.


"Ada beberapa data telah dicuri." jawab Aldo.


Mario sangat terkejut mendengar hal itu, lalu segera ia memeriksa data-data perusahaan melalui laptopnya.


Praaakkk


Mario menampar meja dengan kedua tangannya, dengan sangat keras.


Membuat wajah Aldo dan Yudha memucat.


"Kurang ajar, siapa yang sudah bermain-main dengan ku!!" bentak Mario.


Emosi Mario kembali memuncak, raut wajah yang memanas bak singa jantan yang siap memangsa.


Kepalan tangan yang begitu kuat serta gerakan deretan gigi yang berirama bak gergaji tumpul yang dipaksa menggesek.


Seperti itulah kira-kira bunyinya.


Yudha tak berani bersuara.


Sedangkan Aldo, tiba-tiba saja ingatannya tertuju kepada Dinda, "tapi mana mungkin dia melakukannya." ucap Aldo dalam hati.


Mario mendekat kearah Aldo.


"Katakan, apa yang kau ketahui?!" tanya Mario dengan keras sembari menarik keras kerah kemeja Aldo.


"A_ aku_" ucap Aldo terputus.


"Apa yang kau sembunyikan dari ku hah?!! bentak Mario sembari menatap geram kepada Aldo.

__ADS_1


Lalu, dengan sangat terpaksa Aldo menceritakan semuanya kepada Mario.


Seketika Mario mengamuk, membuang semua yang ada dimeja kerjanya kelantai.


Tapi laptop ngga.. soalnya mahal.😁😁


Lanjut..


Dia begitu marah, teramat sangat marah kepada Aldo yang sudah ceroboh memberikan file itu kepada Dinda.


" Panggil perempuan itu kemari." ucapnya kepada Yudha dan segera Yudha melaksanakan perintah.


"Yo, kau tidak bisa menuduhnya tanpa bukti.." ucap Aldo mencoba melindungi Dinda dari kemarahan Mario.


Mendengar ucapan Aldo, Mario kembali meremas kerah kemeja Aldo.


"Jangan coba-coba membelanya.." gertak Mario dengan kasar.


Setelah beberapa menit kemudian, tampak Dinda yang menjurus dibelakang Yudha.


Mereka masuk keruangan Mario.


Dinda yang tampak kebingungan menatap ke arah ketiganya secara bergantian.


Dia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Pak Aldo, ada apa?" tanya Dinda dengan polosnya.


Mario menatap sinis kepada Dinda, penuh amarah.


"Apa yang sudah kau lakukan dengan perusahaan ku hem?!!" tanya Mario sedikit kasar.


Dinda tampak kebingungan, "apa maksud bapak, memangnya kesalahan saya apa?!" tanya Dinda tak mengerti.


Mario menyunggingkan senyum kecutnya.


"Jangan berpura-pura bodoh didepan ku..!!" bentak Mario.


Dinda terkejut, dia semakin tidak mengerti.


Mario mendekat kearah Dinda, lalu memegangi kedua pundak Dinda sembari membungkukkan sedikit tubuhnya agar sama rata.


"Apa kau puas?! kau puas sudah menghancurkan ku?!! kau puas menghancurkan hati ku dan pikiran ku?!! dan sekarang, apa kau puas karna sudah menghancurkan perusahaan ku dan hidupku hah?!!" tanya Mario yang bertubi-tubi dengan sedikit kasar.


Air mata Dinda mulai menggenang, dia benar-benar tidak mengerti apa yang diucapkan Mario.


" Tapi aku tidak melakukan apa-apa..!!" jawab Dinda dengan suara yang parau, menahan tangis.


Mario mendorong tubuh Dinda dengan kasar, hingga membuatnya terjatuh kelantai.

__ADS_1


Aldo dengan cepat membantunya berdiri, lalu Dinda menangis sembari menatap ke arah Aldo.


"Aku tidak melakukan apa-apa paaak.." lirihnya sembari menangis.


"Iya, aku percaya." jawab Aldo.


Aldo merasa terluka melihat air mata Dinda.


"Yo, hentikan amarahmu Yo." ucap Aldo yang sudah tidak sanggup menyaksikan emosi Mario kepada Dinda.


"Apa kau bilang?! hentikan?!! hhhhhhhhh"


"Perempuan ini sudah berhasil membodohi mu..!!"


"Dulu dia membodohi ku, dia membodohi ku dengan wajah polosnya, tapi ternyata!! dia tidak lebih baik dari wanita jala*g." ucap Mario dengan nada keras sembari menunjuk kearah Dinda.


"Cukuup, hentikaaan..!!" Dinda menangis lirih, hatinya begitu terasa sakit, sangat sakit.


Dinda menangis sejadi-jadinya hingga tubuhnya bergetar.


Mario masih saja menatapnya dengan penuh kebencian, ingin rasanya dia menghajar Dinda saat ini juga.


"Apa ini yang diajarkan orang tua mu hem?!! membodohi laki-laki dengan wajah polos mu itu?!"


"Cukup..! aku bilang cukuup!! hentikaaan..!!" Dinda memekik, dia sudah tidak sanggup mendengar hinaan dari Mario, apa lagi saat terdengar Mario menyebut kedua orang tuanya.


Amarah Dinda memuncak, desiran darah yang bergemuruh, semakin kuat.


Dinda mendorong kuat dada bidang Mario, "Kau boleh menghinaku, kau boleh merendahkan ku sepuas mu..!! tapi tidak untuk orang tua ku..!"


Plakkk!!!!


Satu tamparan yang sangat kuat mendarat di pipi Mario.


" Asal kau tau, aku memang miskin!! aku tidak sebanding dengan kalian, aku memang bodoh..!! aku bodoh telah mencintai laki-laki kejam seperti mu!" Dinda menangis lirih.


"Aku tidak melakukan apa-apaaa...!! " Dinda menangis semakin menjadi, lalu dia meninggalkan Mario yang masih saja menatapnya dengan penuh kebencian.


"Pergi kau dari sini..!, tinggalkan tempat ini secepat nya,dan jangan pernah kembali lagi."


teriak Mario dengan nada Tinggi.


Langkah Dinda terhenti saat mendengar perkataan Mario.


Dinda menoleh, seraya menghadapkan pandangannya ke arah Mario.


"Tanpa diminta pun aku akan pergi."


"Tapi ingat, sekali saja aku pergi!! aku tidak akan pernah kembali lagi." ucap Dinda dan segera keluar dari ruangan Mario.

__ADS_1


Bersambung epd 30


__ADS_2