SANG PENAKLUK HATI

SANG PENAKLUK HATI
NB: Segera tayang SANG PENAKLUK HATI season ke 2


__ADS_3

Assalamualaikum...


Hay smua... salam kangen dari Sang Penakluk Hati.


Author cuma mau kasi tau kepada para pembaca setia Sang Penakluk Hati, secepatnya akan hadir kembali Sang Penakluk Hati season 2.


Season ke 2 ini akan menceritakan tentang pembalasan dendam Putra Jhonatan, dan pertemuan kembali Adinda dengan Mario.


Seperti apakah ceritanya?


~Cuplikan pendek~


Dinda apa kabarnya ya?!


Tap tap tap


Derap langkah sepatu seseorang terdengar sedang menuruni anak tangga. Dinda yang sedang sibuk di bantu oleh para asisten rumah tangganya menyiapkan sarapan, seketika mengarahkan pandangannya kearah tangga yang menuju ke lantai 2.


Adinda bersama putra semata wayangnya pindah ke luar negeri. Namun sesekali ia kembali ke tahan air untuk menjenguk rumah mendiang Jhonatan, serta ziarah ke makam.


Adinda tersenyum saat melihat sosok putra semata wayangnya menuruni anak tangga.


"Pagi Mah!" sapa sang putra dengan nada lembut.


"Selamat pagi juga sayang..!" sahut Dinda. "Udah mau berangkat? Sarapan dulu yuk," ujar Dinda lagi.

__ADS_1


"Iya Mah," sahut putranya dengan singkat namun sambil tersenyum kecil.


Di sela-sela makan, sang putra sesekali menatap raut wajah Dinda. Saat ini usia Dinda sudah tidak muda lagi, namun dia masih kelihatan cantik dan awet muda.


Sesaat putranya itu mengulas senyum lebar sambil mengunyah makanannya.


"Mah! Kenapa Mamah masih betah menyendiri? Kenapa nggak cari suami baru, biar ada temen,"


"Uhuk uhuk uhuk.."


Seketika Dinda tersedak mendengar ucapan putranya yang nyeleneh.


Sang putra tentu tidak serius dengan kata-katanya itu, dia hanya ingin tau seperti apa jawaban Adinda. Seperti itulah yang ada di pikirannya.


Adinda menyeruput air putih terlebih dahulu, sebelum ia menjawab.


"Tidak ada yang seperti Daddy mu," jawabnya kemudian. "Daddy mu lelaki yang luar biasa, sangat luar biasa, tidak ada yang seperti dia. Hiks hiks hiks!" Adinda menangis kala mengingat Jhon.


Masa lalu yang begitu sulit untuk di lupakan. Saat dimana seorang lelaki yang akan menjadi suaminya, telah rela menyerahkan nyawanya demi dirinya.


Bagi Dinda, perjuangan Jhon tidak bisa di bayar dengan apapun, untuk itu dia lebih memilih untuk tidak menikah.


Sang putra terharu mendengar ucapan Mamanya, dia meninggalkan makanannya lalu menggeser kursi yang ia duduki. Dia beranjak dari sana, melangkah menghampiri sang Mama yang sedang menangis pilu.


"Maafkan aku, Ma!" ujarnya pelan, sambil mengelus lembut punggung Adinda.

__ADS_1


Di rumah besar itu seorang pemuda tampan dan gagah sibuk menenangkan hati seorang wanita paruh baya.


Sementara di tempat lain.


"Yo! Sudah terlalu lama kau tidak pulang kemari, bagaimana dengan pekerjaan mu di sana?" ujar seorang lelaki paruh baya, yang tidak lain adalah Aldo, sahabat Mario.


Masih ingat dengan Aldo 'kan? Lelaki itu kini sudah memiliki seorang istri dan 2 orang putri.


Lalu, seperti apa kehidupan Mario beserta asisten pribadinya yang bernama Yudha?


Apakah Mario juga sudah memiliki seseorang yang baru di hidupnya?


Dan bagaimana dengan Yudha? Masihkah dia bekerja sebagai Asisten pribadi dari Mario Hadinata?


Kedua lelaki itu tentu sudah tidak muda lagi bukan?


Lalu bagaimana saat mereka semua di pertemukan dalam sebuah pesta besar yang di adakan oleh salah satu rekan bisnis mereka?


Adinda Larasati, Mario Hadinata, Aldo Prayudha, serta Yudha akan kembali bertemu.


Saksikan kelanjutan ceritanya ya!


Segera tayang SANG PENAKLUK HATI season 2 dengan judul 'DENDAM DAN CINTA SANG PEWARIS TUNGGAL'


Jangan lupa mampir juga di cerita author yang lainnya ya! # Terjerat cinta sang pembunuh bayaran# Ceritanya juga menarik😉

__ADS_1


__ADS_2