
...Beberapa jam kemudian, Jhon kembali kerumah bersama Zack....
..."Setelah ini kita mau kemana lagi bos?" Zack mengarahkan pandangannya menatap punggung Jhon....
..."Aku bawa mobil sendiri saja, kau pergilah kemanapun kau suka." Tanpa menoleh, Jhon terus saja melangkah masuk kedalam rumah....
..."Yuhuu.. bisa santai sekarang." Sorak Zack, kegirangan. Dengan senang hati, Zack pun memutuskan untuk kembali ke markas, bergabung dengan teman-temannya di sana....
...Jhon melangkah masuk menuju ruang tengah, mengarahkan pandangannya lurus ke depan....
...Tanpa sadar, Dinda sudah berada tepat di depan pintu kamar utama yang kebetulan berada di ruang tengah....
..."Upsh" Jhon sedikit terkejut, "hai sayang." Dengan cepat ia menyapa Dinda yang menatapnya dengan tatapan membunuh....
..."Baru pulang..?! katanya cuma sebentar doang, ternyata lama." Dinda memalingkan wajahnya dan melipatkan kedua tangannya di perut....
...Jhon tersenyum menatap dengan penuh kelembutan, langkahnya terus mendekati Dinda. "kenapa marah-marah gitu sih?! kan tadi aku udah bilang, ada urusan yang harus aku kerjakan."...
..."Bodo.. aku gak mau fitting baju." Dinda merajuk, lalu masuk kedalam kamarnya meninggalkan Jhon....
...Raut wajah Jhon seketika berubah, yang tadinya terlihat manis sekarang berubah masam. "Kenapa?!" dengan cepat dia menyusul Dinda masuk ke dalam kamar....
..."Bicara dong sayang, aku gak ngerti.. emang salah aku apa?" bujuk Jhon saat sudah berada di dalam satu kamar....
...Dinda duduk di sisi kasur dan menangis di sana. "Batalin pernikahan kita." pintanya menatap Jhon dengan derai an air mata....
..."Batalin..?! kenapa harus di batalin?" Jhon semakin tidak mengerti dengan sikap yang di tunjukkan oleh Dinda, ia mendudukkan bokongnya di sisi Dinda. Ia menatap dengan tatapan lekat bola mata Dinda....
..."Huuhh" hela Dinda. "Jhon! ada berapa banyak perempuan yang sudah kau tiduri hem? kau punya banyak uang kan? tentu saja kau bisa membeli perempuan dengan mudah, termasuk aku." Tanpa bertanya lagi Dinda langsung menuduh Jhon, hati Jhon bagai tersambar petir saat mendengarnya....
..."Apa maksud mu Adinda?" Jhon masih tidak mengerti....
..."Jangan berlagak bodoh Jhon.. kau ingin menikahi ku karna aku hamil, iya kan?! lalu bagaimana jika perempuan lain bernasib sama dengan ku? apa kau juga akan menikahi mereka? pikir Jhon.. ada berapa banyak istri mu nanti..?!!" emosi Dinda pun meledak, dengan nafas yang tidak beraturan, ia menatap jengah kepada Jhon sambil menyapu air matanya....
...Jhon terpancing, ia mulai emosi. "Cukup Adinda, siapa yang sudah menghasut mu? katakan, siapa yang menghasut mu..." bentak Jhon, desiran darahnya meluap sehingga menampakkan raut wajah yang memerah....
...Tuduhan yang bertubi-tubi di lontarkan oleh Dinda, membuat emosi Jhon memuncak....
__ADS_1
...Dinda terhentak, dia terdiam tanpa melanjutkan perkataannya....
...Jhon mendekatkan wajahnya dan memegang kedua pundak Dinda....
..."Apa kau sadar dengan tuduhan mu, hem?! sepertinya kau belum mengenal ku Adinda, aku tidak seburuk itu..!!"...
..."Apa yang ingin kau tau sekarang? kau ingin tau apa aku meniduri mereka, hah?!"...
...Dinda menundukkan wajahnya, ia masih saja terdiam sambil terisak pelan....
...Jhon mengangkat dagu Dinda, mengarahkan pandangan Dinda menatapnya. "Asal kau tau, aku tidak pernah tidur dengan mereka, kecuali kau. Aku tau siapa mereka, mereka selalu meminta lebih dari ku, tapi aku tidak pernah tertarik. Mereka menjual diri demi uang, hanya untuk memuaskan dunia mereka....
...Tapi kau, kau berbeda dengan mereka..!! untuk itu aku memutuskan berhubungan dengan mu Adinda. Karna aku yakin, dengan menanam benih di perut mu, itu akan membuat kita bertemu lagi, dan itu terjadi." Dengan perasaan kecewa, ia menjelaskan apa yang di tuduhkan Dinda tidaklah benar....
...Dinda menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia menangis hingga tubuhnya bergetar....
...Jhon memeluk tubuh Dinda, dan mendekap kan kepala Dinda ke dada bidang miliknya....
..."Jangan pernah mendengarkan ucapan orang lain, karna itu hanya akan merusak hubungan kita. Percayalah, hatiku, tubuhku dan hidupku ini milik mu, kaulah wanita pertama ku." Jhon berkata dengan lembut, menenangkan Dinda....
..."Aku hanya tidak ingin kau berhubungan dengan wanita lain..!" Dinda berkata lirih....
...Jhon tersenyum lebar, sehingga menampakkan giginya yang putih dan rapi. "Kau cemburu?" Dinda mengangkat sedikit wajahnya, menatap Jhon dengan mata yang sembab. "Tidak! aku tidak cemburu." berusaha mengelak....
..."Ha ha.. terlihat jelas kau cemburu sayang..! percayalah, aku tidak akan melakukannya."...
Jhon mencium lembut bibir Dinda, begitu lama.
...Dinda memejamkan mata, merasakan kehangatan dari bibir Jhon. Suasana tadi yang penuh dengan emosi, kini berubah manis....
...Setelah beberapa lama mereka berciuman, Jhon menyudahinya. "Cepatlah bersiap-siap, karna sebentar lagi kita akan pergi. Jangan pernah berpikir untuk membatalkan pernikahan kita, aku mencintaimu saat ini dan sampai aku mati."...
...Dinda tersenyum, hatinya begitu lega setelah mendengar ucapan Jhon....
...Jhon melepaskan pelukannya dengan tersenyum manis, lalu ia beranjak dari duduknya. "Aku keluar dulu, aku juga ingin mandi karna tubuhku sudah terasa lengket." Jhon berbalik dan melangkah meninggalkan Dinda....
..."Iya.." Dinda berkata dengan menganggukkan kepala. Dinda menatap punggung Jhon hingga menghilang dari pandangannya....
__ADS_1
..."Dinda..!! kenapa penyakit Mario menular pada mu..!!" Dinda berkata dengan menepuk sedikit keningnya, lalu beranjak dari duduknya melangkah menuju kamar mandi....
...****...
...Beberapa saat kemudian, Jhon dan Dinda sudah tampak rapi dan dan bersiap untuk melakukan fitting baju pengantin....
...Jhon terlihat berbeda saat ini, dia memakai kaos simpel and basic berwarna abu-abu dengan style kasual, sangat cocok untuk Jhon, terlihat semakin keren dan fashionable....
...Demikian juga dengan Dinda, ia memakai kaos berwarna yang sama dengan Jhon, dipadukan dengan celana jeans hitam pendek di atas lutut, sehingga memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus....
...Dinda keluar dari kamarnya dengan rambut panjang tergerai rapi. Jhon dan Dinda keluar dari kamar masing-masing secara bersamaan, namun saat pandangan mereka saling bertatapan, langkah mereka terhenti....
...Jhon berdiri dengan memposisikan kedua tangannya masuk ke saku celana, ia mengamati Dinda dengan tersenyum lebar, merasa puas dengan penampilan Dinda yang terlihat modis....
..."Ha ha.. kok bisa kompak gini sih fashionnya?" Dinda tertawa menyadari pakaian yang mereka pakai ternyata berwarna yang sama....
...Jhon juga ikut tertawa, "iya ya! pada hal kan kita gak janjian!" katanya sambil mengamati pakaiannya dan Dinda....
..."Itu namanya kita sehati!" Dinda merasa senang, ia melangkah mendekati Jhon dan langsung merangkul pinggang Jhon....
...Jhon pun membalasnya dengan merangkul pundak Dinda....
...Senyum Jhon semakin mengembang seraya mengecup lembut pucuk kepala Dinda....
...Mereka berjalan begitu mesra hingga langkah mereka terhenti tepat di depan mobil hitam mewah milik Jhon....
...Jhon membukakan pintu mobil untuk Dinda, dan memasangkan sabuk pengaman untuk Dinda. Setelah itu, Jhon pun masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya....
...Jhon menjalankan mobilnya dan melaju dengan santai, menikmati pemandangan sore hari....
...Dinda merasa senang, menatap Jhon dengan bola mata yang berbinar, penuh kebahagiaan. "Jhon! apa kau tau?! aku sangat bahagia bersama mu. Aku mencintai mu Jhon!"...
...Jhon melirik ke arah Dinda dengan senyum manisnya, "Aku juga mencintai mu."...
...Tawa kecil kebahagian terdengar diantara mereka. Seakan dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak....
...Dinda mengarahkan pandangannya menatap Jalan, sesaat pikirannya tertuju kepada Mario. Dia tersenyum kecil, saat menyadari bahwa rasa cintanya kepada Mario sudah berkurang....
__ADS_1
Bersambung epd 54