SANG PENAKLUK HATI

SANG PENAKLUK HATI
epd 21


__ADS_3

Setelah beberapa hari di Bandung.. Mario, Aldo dan Yudha akhirnya kembali ke Jakarta.


Sebelum pulang ke rumah masing-masing, Aldo dan Yudha mampir terlebih dahulu ke rumah Mario, berhubung langit masih tampak begitu cerah.


Sore hari, suasana rumah tampak ramai. Semua keluarga sedang berkumpul di ruang tv, gelak canda dan tawa mengiringi kebersamaan mereka.


"Taraaa.. pudingnya udah jadi.." ucap Karin sembari berjalan menghampiri mereka diruang tv sambil membawa piring yang berisi puding kesukaan keluarga.


"emmm enak nih! nobar sambil ngemil puding." ucap Hendra, senang.


"Mama mau Rin." ucap Mama. "Papa juga." "Aku juga ma.." sela Papa dan Vino.


Karin senang, mereka semua menyukai puding buatannya. Dan dengan senang hati, Karin membagi puding di atas piring kecil untuk mereka.


"Selamat menikmati..." ucap Karin dengan senyum yang mengembang.


*******


Mario, Aldo dan Yudha akhirnya sampai di rumah, "Assalamu'alaikum..." ucap salam ke tiganya bersamaan, sembari melangkah masuk.


"Wa'alaikumsalam.." sambut keluarga bersamaan.


"Hay Ma, Pa, cup" sapa Mario sembari duduk diantara Mama dan Papa seraya mengecup pipi ke duanya.


"Hallo tante, om, mas Hendra, kak Karin." sapa Aldo dan Yudha bergantian.


"Hallo ganteng.." lanjut Aldo menyapa Vino seraya mengusap lembut kepala Vino.


"Hallo juga.." ucap mereka kompak sembari tersenyum menyambut ke duanya.


" Nah... kebetulan nih udah pada ngumpul, makan puding dulu yuk.. gak buru-buru pulang kan?" ucap karin yang langsung menyiapkan puding ke dlm piring kecil.


"Kita kan baru datang kak... masa langsung pulang? hehe.." jawab Aldo sembari tertawa kecil.


Karin tersenyum, " nah.. gitu dong.. nih, dimakan pudingnya." ucap Karin sembari memberikan piring kecil yang berisi puding kepada Aldo dan Yudha.


Mereka pun meraihnya, "makasih kak.." ucap Aldo, Yudha bersamaan.


"Lho, punyaku mana kak?" tanya Mario yang tak sabar ingin mencicipi juga.


"Iya bentar...." saut Karin.


Karin juga memberikan puding kepada Mario.


Akhirnya mereka semua menikmati puding buatan Karin.


"Jadi gimana? masalah proyek yang dibandung?" Papa bertanya kepada Mario.


"Alhamdulillah.. bisa diatasi ko Pa!" jawab Mario sambil melanjutkan makannya.


"Alhamdulillah... bagus deh kalo gitu, Papa ikut seneng." ucap Papa sembari tersenyum kepada Mario, Aldo dan Yudha.


"Nak Aldo, nak Yudha, ayo nambah pudingnya.." sambut Mama.

__ADS_1


"Iya tante, makasih. Ini juga udah banyak ko tan.." jawab Aldo.


"Iya tan, makasih. Saya juga udah kenyang." sambut Yudha.


"emmm... yakin nih gak mau nambah? di dapur masih banyak lho!" saut Karin.


"Hehe... lain kali aja kak.. soalnya kita tadi udah makan, iya kan Yud? ucap Aldo sembari beralih kepada Yudha.


" Iya kak.. kita udah makan tadi, jadi masih kenyang." sambut Yudha.


"Oh gitu..." saut Karin singkat.


Tiba-tiba saja Mario melirik ke arah Hendra, "lho, tanganmu kenapa mas?" tanya Mario sembari mendekat ke arah Hendra.


Mendengar ucapan Mario, mereka semua mengalihkan pandangan ke arah Mario dan Hendra.


"Hem? oh ini.. cuma kecelakaan kecil." jawab Hendra enteng.


"Kecelakaan kecil?" ucap Mario bingung.


"Mas mu mau diramp*k Yo..." saut Mama yang membuat bola mata Mario, Aldo dan yudha membulat kaget.


"Di ramp*k..?" ucap Mario, Aldo dan Yudha bersamaan dengan nada keras.


"Kok bisa? kejadiannya dimana mas? tanya Aldo.


"Jadi gini... ceritanya tu.. aku baru pulang ketemu klien, aku pulang udah sore banget sih.. udah hampir magrib. Tiba-tiba dijalan ban mobil aku kempes, _____________


Hendra menceritakan kepada mereka secara detail dari A sampai z.


Mereka menyimak cerita Hendra tanpa memutus ucapan Hendra sedikitpun.


" Nah.. gitu ceritanya.." ucap Hendra diakhir cerita.


"Waaahh.. hebat banget tuh cewek." ucap Yudha.


"Ceweknya cantik gak mas?" goda Aldo yang diakhiri dengan senyuman.


Semua memandang ke arah Aldo, sesekali beralih kepada Hendra.


Hendra tersenyum menyungging, " ya cantiklah.. namanya juga cewek.., kalo cowok tuh ganteng." jawab Hendra nyeleneh.


"Yah.. mas, aku serius..." ucap Aldo.


"Alaaahh... kalo urusan cewek paling cepet." sela Mario. "Giliran ngurus proyek gak becus." lanjut Mario lagi.


"iiisshh... gak becus gimana maksud loe, hem?" tanya Aldo kesal, mulai emosi.


"Udaahh.. gak usah berantem." ucap Mama menengahi.


Akhirnya mereka melanjutkan obrolan hingga tak terasa hari sudah semakin sore.


Aldo dan Yudha menyudahi obrolan mereka dan memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


******


Keesokan harinya


Dinda bersiap-siap hendak berangkat ke kantor, tetapi sebelumnya dia mengurusi ibunya terlebih dahulu, membuatkan sarapan, membereskan rumah, dan lain-lain.


Barulah setelah itu dia berangkat ke kantor.


Saat ini ibu Dinda sudah berada di rumah, karena semalam dokter sudah mengizinkannya pulang.


"Bu.. Dinda berangkat dulu ya bu.. nanti jam istirahat siang Dinda pulang." ucap Dinda.


"Ibu jangan banyak bergerak.. kata dokter ibu harus banyak istirahat.. gak boleh capek." lanjutnya sembari menghampiri ibu yang sedang terbaring di kamarnya sambil menenteng tas kecil.


"Iya, kamu hati-hati naik motornya Din.. jangan ngebut." ucap ibu.


"Iya bu.. Dinda berangkat ya! Assalamu'alaikum.. cup." ucap Dinda memberi salam sembari mengecup lembut pucuk tangan ibu.


"Wa'alaikumsalam.." jawab ibu.


Dinda pun segera berangkat menuju kantor.


******


Setelah Dinda sampai di kantor.. seperti biasa, dia selalu disambut oleh Ane sahabatnya.


"Hay Din... aduuhh.. aku kangen banget tau gak sama kamu..." ucapnya seraya memeluk tubuh Dinda.


Dinda tersenyum sembari membalas pelukan Ane, lalu menyudahi pelukannya.


Mereka berjalan menuju ruang kerja mereka bersama-sama.


"Kabar ibu loe gimana Din?" tanya Ane. "Maaf ya Din.. aku gak bisa jenguk ibu kamu, soalnya semenjak kamu gak masuk kantor, kerjaan aku jadi numpuk." lanjutnya.


"Iya gapapa.. maafin aku juga ya ne'.. udah bikin kamu repot." ucap Dinda.


"Ngga kok Din.. aku gak repot kok.. santai aja." ucap Ane dan diakhiri dengan senyum lebar ke duanya.


Ketika mereka hendak masuk ke ruang kerja..


"Dinda.." panggil Mario secara tiba-tiba.


Mario yang baru saja tiba di kantor langsung menghampiri Dinda.


Dinda dan Ane menoleh, "eh iya pak, bapak panggil saya?" tanya Dinda berbasa-basi.


Mario tersenyum kepada Dinda, "kamu udah masuk kerja lagi? ibu kamu gimana?" Mario balik bertanya.


"Ibu udah pulang kok pak, sekarang udah di rumah. Makanya saya masuk kantor." jawab Dinda diakhiri dengan membalas senyum Mario.


Sementara Ane, memandang ke arah Mario sesekali beralih kepada Dinda dengan tatapan curiga.


Bersambung epd 22

__ADS_1


__ADS_2