
Malam hari Manda dan Mami nya pergi ke mall untuk berbelanja bulanan.Setelah selesai belanja mereka pun mampir court food untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.
Sehabis makan mereka pun hendak keluar dari tempat tersebut tiba-tiba Manda melihat sosok yang tidak asing baginya.
"Bukan kah itu kak Bryan? Dia sedang bersama siapa?".gumam Manda penuh pertanyaan di dalam kepalanya yang tidak bisa ia jawab.
"Manda sayang ayo ngapain bengong".ujar Bu Dewi yang melihat Manda termenung.Setelah itu Manda pun berjalan mengikuti Maminya dari belakang.
Hampir dua jam lebih mereka berada di dalam mall tersebut.Setelah itu mereka pun keluar dari mall dan berjalan menuju parkiran mobil dan menaruh belanjaan mereka di dalam bagasi.Setelah itu supir pun melajukan mobil keluar area parkir mall menuju rumah.
*****
"Bin makasih bangat ya kamu sudah mau sempatin waktu buat aku menemani aku belanja".Ucap Karen merasa sangat bahagia karna Bryan mau menemani nya.
"Uhmm sama-sama, lagian gue juga terpaksa.Kalau bukan karena Bunda yang maksa gue buat nemanin loe, gue juga ogah".ucap Bryan ketus sambil terus menatap hpnya."Dan satu lagi jangan pernah loe panggil gue Bin lagi gue nggak suka".
Bin adalah nama panggilan Karen kepada Bryan dulu sebelum mereka putus.
"Kamu ini kenapa sih jutek bangat sama aku sekarang, padahal dulu kamu sayang bangat sama aku ?".Tanya Karen dengan nada cemberut sedangkan Bryan tidak menjawabnya dan terus memandang hpnya.
"Itukan dulu sebelum loe bermain api dengan sahabat gue sendiri di belakang gue".kini nada suara Bryan mulai meninggi membuat orang sekitar meja mereka menoleh kepada mereka.
Kini Karen tidak lagi bisa berkata apa-apa.Ia terbungkam seribu bahasa.Ia tahu kesalahannya di masa lalu dimana Ia mengkhianati Bryan di saat Bryan sedang study tour di luar kota.
Tanpa merasa malu atau bersalah dia ingin kembali lagi kepada Bryan dengan menggunakan Bundanya Bryan, berharap Ia mendapat cintanya Bryan.
Bryan tidak bisa menolak permintaan Bundanya ketika meminta untuk menemani Karen karena Ia tahu Bundanya sangat menyayangi Karen seperti anaknya sendiri.
Bryan tidak pernah menceritakan semua perihal hubungannya dengan Karen yang telah kandas sejak lama kepada Bundanya.Sehingga Karen bisa dengan leluasa ke rumah Bryan seperti dulu saat mereka masih pacaran.
mungkin hari ini loe berhasil membujuk Bunda untuk menemani loe, gue ingin lihat sampai kapan loe bersandiwara di depan Bunda seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara kita.Sepertinya gue harus berhati-hati sama Karen dia sangat licik dan pintar memanfaatkan keadaan, sampai waktunya nanti gue akan bongkar semua kebusukan loe di depan Bunda.
Setelah makan di dalam keheningan kini mereka keluar dari mall tersebut dan Bryan mengantar Karen pulang ke rumah nya.Setelah itu Ia pun melajukan mobilnya melalui jalanan yang cukup padat.
Tidak lama kemudian Ia sampai di rumahnya.Ia pun dengan cepat memasukkan mobilnya ke dalam garasi.Setelah itu Bryan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Sesampainya di kamarnya Ia pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang begitu empuk menutup matanya perlahan, tiba-tiba Ia tergiang dengan wajah Manda yang sedang tersenyum padanya.
__ADS_1
Hufh gue kok sering kepikiran dia ya? padahal kan kami baru beberapa kali bertemu meskipun satu sekolah.gumam Bryan yang teringat dengan Manda.
*****
Pagi hari di apartemen Tama sudah bersiap dengan seragam sekolahnya.Ia pun mengambil hpnya yang berada di atas meja belajarnya dan menekan nomor telfon Manda.
kring kring
Manda:Halo kak Tama ada apa?
Tama:Hari ini gue jemput di rumah loe ya, sekalian berangkat bareng kesekolah.
Manda:Oke.
Tama:Sekarang gue otw ke rumah loe.Dahh
Setelah menutup telfon nya Tama pun tersenyum kegirangan karna sangat bahagia akan berangkat kesekolah bersama Manda.
Tama pun keluar dari apartemennya menuju parkiran motor.Ia dengan cepat melajukan motornya menuju rumah Manda.
Sesampainya di rumah Manda, Tama pun menelfon Manda untuk mengatakan bahwa Ia sudah berada di depan rumahnya.Tidak lama kemudian Manda pun keluar.
Sesampainya di sekolah Manda pun turun dari motor Tama dan menunggu Tama memarkirkan motornya.Tampak dari kejauhan ada seseorang yang terbakar api cemburu yang melihat sang pujaan hati membonceng cewek lain yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.Ya itu adalah Gea yang baru kembali dari toilet dan tidak sengaja melihat Tama dan Manda datang bersamaan.
"Loe mau nikung gue ya Man, jahat bangat loe jadi teman".Tanya Gea dengan nada sedikit emosi setelah Manda sampai di kelas dan duduk di kursinya sedangkan yang di tanya tampak kebingungan dengan perkataan Gea.
"Nikung gimana maksudnya Ge? Gue nggak ngerti maksud loe apa?.ujar Manda tidak mengerti dengan sahabatnya itu.
"Nggak usah pura-pura **** loe, Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, tadi loe datang bareng kak Tama kan pakek boncengan segala lagi".cetus Gea yang mulai terbakar api cemburu dengan sahabatnya sendiri sedangkan Manda yang sebagai tersangka menurut Gea hanya tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan sahabatnya.
"Kenapa loe ketawa memang nya ada yang lucu".kesal Gea yang melihat Manda menertawakannya.
"Ada, loe yang lucu hahahhaha".imbuh Manda
"lagian loe pakek cemburu berlebihan segala, Nggak mungkin dong gue berani nikung sahabat sendiri ada-ada saja".ujar Manda sambil terus tertawa.
"Gue pegang kata-kata loe, awas saja kalau loe berani nikung gue bakalan gue jadiin perkedel loe".ancam Gea sedangkan Manda hanya tertawa terus mendengar celotehan sahabatnya.
__ADS_1
"Iya iya nggak bakalan deh mana berani gue".
"Kenapa sih kalian pagi-pagi sudah ribut, seperti emak-emak komplek rebutin sayur saja ganggu gue tidur tahu nggak".timpal Sandra sambil mengucek matanya yang sedari tadi tidur di pojokan harus terbangun mendengar kedua sahabatnya ribut.
Manda yang mendengar Sandra sontak saja kaget dan langsung menoleh ke belakang"Buset ngapain loe pagi-pagi begini loe tidur di kelas"?.
"Gue ngantuk habis begadang semalaman".ujar Sandra sembari bangun dari kursi nya berjalan menghampiri meja Manda.
"Ngapain loe begadang, Hayoo ngaku habis ngapain loe semalam? jadi curiga gue".Selidik Gea fikiran nya mulai berterbangan kemana-mana memikirkan hal yang buruk.
"Loe ya kebiasaan selalu berfikiran buruk sama gue".ucap Sandra cemberut dengan perkataan Gea.
"Sudah,sudah jangan berantem".ucap Manda menghentikan kedua sahabatnya."Btw Dian kemana? kok belum datang sudah jam segini".tanya Manda khawatir tidak biasanya Dian datang terlambat.
"Tadi pagi dia nelfon gue katanya hari ini tidak masuk sekolah.Gue juga nggak tahu kenapa".ujar Sandra bohong
"Kenapa? apa dia sedang ada masalah? tanya Manda sekali lagi tidak puas dengan jawaban Sandra sedangkan Gea hanya mengangkat bahunya.
*****
Setelah pulang sekolah Manda,Gea,dan juga Sandra berniat untuk kerumah Dian ingin memastikan bahwa sahabatnya itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.Mereka mulai khawatir terjadi sesuatu sama Dian karena sedari tadi Gea terus menelfon nomor Dian tetapi tidak bisa dihubungi.
"Guys hpnya masih tidak aktif gimana nih".ujar Gea sedari tadi mencoba menghubungi Dian lagi.
"Tenang Ge jangan panik gitu dong".ucap Manda sembari menenangkan Gea yang mulai panik."Kita sekarang kerumahnya siapa tahu hpnya lagi lowbet".
Mereka pun ke rumah Dian dengan memakai mobil Gea dan Sandra yang menyetir.Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Dian tampak Manda,Gea,Sandra kaget melihat rumah Dian yang terpasang garis polisi dan tertera tulisan" Rumah ini di sita Bank".
*****
**Terimakasih sudah mampir membacanya ๐๐Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote ya kalau kalian suka๐
Terus dukung Author supaya tetap semangat lanjutin ceritanya๐๐๐๐
jangan lupa kasih masukan juga ke Author dong mengenai cerita ini apa ceritanya bagus, garing atau kurang greget supaya Author bisa memperbaiki nya๐ค๐ค๐ค
jangan cuma membacanya saja ๐๐kalian juga kasih masukan dong biar novel ini tambah maju jadi kan Author bisa lebih giat lagi update terus dan terus memperbaharui ceritanya supaya lebih menarik lagi.
__ADS_1
love you para Reader's nya ako.๐๐**