
Jhon beranjak dari kasur, dia langsung membuka pintu dengan bertelanj4ng dada.
Dia membuka sedikit pintu kamar, dan melihat seseorang yang sudah berdiri di balik pintu.
"Kenapa kau mengganggu ku?" Jhon kesal saat melihat raut wajah Zack yang tersenyum kepadanya.
"Bos, Anita datang mencari mu." Zack berkata pelan.
Jhon mengerutkan keningnya, "untuk apa dia kemari?" tanya Jhon, bingung.
"Aku tidak tau bos." Jawab Zack sambil mengangkat sedikit pundaknya.
"Baiklah, katakan padanya aku akan menemuinya." Jhon pun menutup kembali pintu kamar.
Saat dia berbalik, terlihat Dinda yang sudah merapikan kembali pakaiannya.
Jhon berdiri menatap lekat raut wajah Dinda yang menatapnya dengan tatapan sinis.
"Pergilah temui dia." Ucap Dinda malas, berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.
Jhon menyunggingkan senyum tipisnya sejenak, dia tidak menyangka jika Dinda mendengar ucapan Zack yang tadi.
Dinda berdiri, masih menatap sinis kepada Jhon sambil melipatkan kedua tangannya menyilang diperut.
Jhon melangkah mendekat, lalu merangkul pinggang ramping Dinda.
"Kau tidak perlu cemburu, karna aku tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu." Jhon merayu, diakhiri dengan ciuman lembut dibibir Dinda namun tak begitu lama.
Dinda terdiam, masih merasa sedikit kesal.
Jhon pun meraih bajunya dan mengenakannya kembali. "Jika kau tidak percaya, ayo ikut aku." Jhon langsung merangkul pundak Dinda dan segera keluar dari kamar.
Dinda menuruti dan berjalan bersama Jhon untuk menemui wanita yang dimaksud Zack tadi.
__ADS_1
Akhirnya Jhon dan Dinda sampai di aula tempat acara yang telah di persiapkan, terlihat seorang wanita yang berpakaian se*i di sana.
Jhon mendekat tanpa mau melepas rangkulannya di pundak Dinda.
Anita menatap Dinda dengan tatapan sinis, namun Dinda bersikap santai saat berhadapan dengan Anita.
"Katakan, untuk apa kau datang mencari ku?" ucap Jhon tanpa mau berbasa-basi saat sudah berhadapan dengan Anita.
"Jhon! apa dia wanita yang akan kau nikahi?" Anita tak menjawab pertanyaan Jhon, dia terus saja menatap sinis kepada Dinda.
"Iya." sahut Jhon singkat.
"Hahahaha.." Anita tertawa geli mendengar pengakuan Jhon, sementara Jhon mengerutkan keningnya melihat reaksi Anita.
"Jhon.. Jhon, apa kau tidak salah memilih calon istri? di lihat dari penampilannya saja kampungan, sangat tidak cocok dengan mu." ucap Anita mengejek.
"Apa maksudmu? jika dia tidak pantas, lalu siapa yang lebih pantas? diri mu kah?" Jhon menyunggingkan senyum tipisnya, "jangan bermimpi Anita, kau lebih tidak pantas untuk ku." lanjut Jhon dengan lantang.
Dinda mengulum senyum, menahan tawa sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
Anita semakin kesal melihat raut wajah Dinda.
"Hey kau, dasar kau wanita sialan, bisa-bisanya kau merebut Jhon dari ku." Anita membentak Dinda sembari mendorong kasar tubuh Dinda, namun tubuh Dinda tertahan oleh Jhon, sehingga dia tidak terjatuh.
"Hey Nona, apa maksud mu? aku tidak merebut Jhon dari mu." Dinda balik membentak sambil melepaskan rangkulan Jhon dari pundaknya.
Peraduan mulut antara Anita dan Dinda membuat seisi ruangan menjadi heboh, semua pasang mata mengarah kepada mereka.
Jhon tersenyum tipis menanggapi ucapan Dinda yang begitu berani melawan Anita.
"Ha ha.. sudah jelas-jelas kau merebutnya dari ku, masih saja mengelak. Apa orang tua mu begitu miskin..?! sehingga kau mencari laki-laki kaya untuk mengubah keadaan?" Anita semakin mengejek.
Tentu saja hal itu membuat Dinda semakin geram, sehingga darah emosinya memuncak, kepalan tangan menggenggam erat dan gertakan gigi yang semakin kuat.
__ADS_1
"Kau.." dengan cepat Dinda mencengkram leher Anita hanya dengan sebelah tangan, dan satu tangan yang lain menarik kerah baju Anita.
"Jangan berani-berani menyebut kedua orang tua ku, karna aku tidak akan segan untuk merobek mulut mu yang kurang ajar." Dinda melepas cengkraman nya dan mendorong kasar tubuh Anita.
Anita terjatuh kelantai, "aaagghh" "uhuk uhuk uhuk.." ia terbatuk merasa sakit di bagian lehernya.
"Asal kau tau, seburuk-buruknya aku.. setidaknya aku lebih baik dari mu, aku tidak pernah mengemis cinta dari seorang laki-laki."
Dinda pun pergi dengan raut wajah memerah karna terlalu emosi.
Dinda pergi kembali menuju kamar hotel, ia tidak memperdulikan seisi ruangan yang menatapnya dengan terperangah.
"Singa betina, aku semakin menyukainya." gumam Jhon dalam hati sambil tersenyum puas, baru kali ini ia melihat sisi lain dari Dinda. Dinda yang awalnya terlihat seperti wanita lemah, ternyata bisa menjadi singa betina saat seseorang menghina kedua orang tuanya.
Sementara Anita, ia pun juga tidak menyangka bahwa Dinda begitu berani kepadanya.
Dengan perlahan ia bangkit berdiri, "Jhon, kau keterlaluan.. kau membiarkannya menghina diri ku.." Anita menatap kesal kepada Jhon, air matanya mulai menggenang.
"Bukan kah kau yang lebih dulu menghina nya? sudahlah Anita.. pergilah dari sini, jangan coba-coba menghalangi pernikahan ku." Jhon berbalik arah, ia beranjak meninggalkan Anita.
"Jhon..!! Jhon jangan tinggalkan aku..!!" Anita memeluk tubuh Jhon dari belakang, ia berusaha menghentikan langkah Jhon.
"Singkirkan tangan mu.." Jhon membentak, ia melepas pelukan Anita dengan kasar.
"Urus dia, usir dia dari sini." perintahnya kepada beberapa orang anak buahnya di sana.
Dengan cepat mereka pun menahan Anita dan segera membawa Anita keluar dari hotel.
Anita terus saja meronta dan menjerit, "kau memang brengsek, kau brengsek Jhon.."
Jhon tidak memperdulikan, ia terus saja melangkah menjauh dari Anita, semakin jauh hingga suara Anita yang masih berontak itu, terdengar semakin kecil sampai tak terdengar lagi.
Bersambung epd 59
__ADS_1