
Mereka telah menyelesaikan makan malam, kedua pengantin baru itu kembali ke kamar mereka. Mereka kemudian menonton Tv sambil menunggu adzan isya. Ketika Tv sudah dinyalakan Annisa fokus melihat drama korea kesayangannya diputar disalah satu stasiun televisi indonesia. Sedangkan suaminya malah sibuk memperhatikan wajah sang istri dari samping. Karena terlalu fokus pada drama yang di tonton di televisi, Annisa tak menyadari tatapan lapar suaminya. Zaid sedikit kesal merasa diabaikan, dan Nisa lebih memilih asyik dengan drakor kesayangannya.
Zaid kemudian menggenggam tangan istrinya kemudian mengecup lembut.Hal itu membuatnya menyadari bahwa suaminya sedang memandangnya sedari tadi. Refleks ia menarik tangannya karena terkejut, yang membuat kekecewaan nampak di wajah Zaid mendapatkan penolakan dari istrinya. Padahal yang sebenarnya adalah istrinya hanya terkejut tidak berniat menolak malah ia merasa bahagia atas perlakuan lembut suaminya. Akhirnya dengan lirih ia minta maaf dan menjelaskan bahwa ia terkejut. Zaid menanggapi dengan senyuman, namun masih ada gurat-gurat kekecewaan diwajahnya.
Adzan Isya berkumandang, kemudian Annisa mematikan Tv dan mengajak suaminya sholat Isya. Mereka mengambil wudhu kemudian melaksanakan sholat dengan khusyu'. Selesai sholat Annisa meraih tangan suaminya dan mengecupnya lembut. Setelah itu mereka memanjatkan doa dan puji syukur kepada Allah dalam keheningan.
"Mas.. maafkan Nisa ya.. Nisa nggak bermaksud untuk menolak tadi..Nisa hanya terkejut.. " Nisa mencoba menjelaskan kepada suaminya setelah selesai membereskan tempat sholat mengenai kejadian tadi karena wajah suaminya masih terlihat masam. Tak terasa air mata membanjiri wajah cantiknya.
"Hei... kenapa menangis? Aku nggak marah kok sayang... " jawab Zaid lembut seraya mengusap air mata diwajah istrinya, ia merasa bersalah telah membuat istrinya menangis, sedangkan Nisa masih terisak isak. Seketika Zaid merengkuh Nisa kedalam pelukannya, menyesal karena telah membuat istrinya bersedih. Rasanya hatinya seperti ditusuk dengan pisau melihat tangisan istrinya.
" Sudah ya sayang,, aku minta maaf jangan nangis lagi ya..Masa pengantin barunya malah menangis.. " kata Zaid sambil memegang kepala istrinya kemudian mengecup kedua mata Nisa yang masih menangis secara bergantian.Diperlakukan semanis itu membuat Nisa seketika menghentikan tangisannya. Ia luluh seketika kemudian menghambur memeluk dada bidang suaminya.
" Sayang, apakah malam ini boleh meminta hakku?? " kata Zaid dengan nada menggoda yang terdengar sangat seksi di telinga Annisa. Annisa hanya bisa mengangguk malu dengan muka merah merona, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam menyembunyikan wajahnya . Jantungnya berdegup kencang, seakan-akan mau melompat keluar. Zaid pun sebenarnya merasakan hal yang sama. Ini yang pertama baginya, jantungnya juga berdegup kencang tapi ia menyembunyikan kegugupannya karena ia seorang lelaki harus gentle.
Zaid segera mematikan lampu kamar mereka. Hanya tersisa lampu meja yang temaram menambah keromantisan malam itu. Zaid menggendong istrinya ke ranjang dan menidurkan istrinya dengan pelan-pelan. Ia merangkak ke atas tubuh istrinya.Ia mulai mengecup kening istrinya, kemudian mata, hidung dan berakhir dibibir merah istrinya. Berawal dari kecupan lembut menjadi ciuman yang panas penuh nafsu,menghisap menggigit dan terkadang Zaid memainkan lidahnya di dalam mulut Annisa. Mereka saling memagut, dan mengecap rasa manis dari pasangannya. Setelah lama berciuman dan hampir kehabisan nafas,mereka terengah-tengah dengan kening yang menyatu dan saling bertatapan.
Zaid melepaskan kancing baju istrinya sehingga terpampang lah payudara putih istrinya yang cukup besar masih terbalut bra berwarna hitam. Annisa merasa malu dan refleks menyilangkan tangannya di dada.
"Manisku, apa yang coba kamu tutupi? semua bagian tubuhmu adalah milikku sayang, jadi tidak perlu malu, dan aku juga sepenuhnya milikmu sayang, tubuhku hatiku jiwa ragaku hanya milikmu "Kemudian Zaid melepaskan sweeter yang membalut tubuh kekarnya. Sehingga Annisa dapat melihat tubuh sempurna milik suaminya. Ia mengagumi betapa menggiurkannya badan suaminya itu.
__ADS_1
Zaid kembali memagut bibir Nisa, ia mengangkat sedikit tubuh istrinya dan dengan lincahnya meloloskan pengait branya. Kemudian ia menariknya membuang ke sembarang tempat, sehingga menyembullah dua buah bukit kembar istrinya yang sangat indah. Annisa memejamkan mata malu, Zaid menyuruhnya menatap mata suaminya dan mengatakan agar istrinya tak perlu malu. Ia ingin sama-sama menikmati dan mengingat momen indah ini. Wajah Annisa semakin memerah dan panas menatap kedua manik laki-laki yang dicintainya.
Kembali ia memagut bibir istrinya dengan lembut, Sedangkan satu tangannya membelai bagian sensitif tubuh istrinya. Yang membuat istrinya menggelinjang entah karena geli atau nikmat. Satu tangan lagi mulai memainkan payudara indahnya.Membelai, *** dan sesekali menarik putingnya. Dalam ciumannya yang panas sesekali terdengar lenguhan dan desahan yang coba di tahan wanita itu. Zaid tersenyum puas melihat istrinya yang sangat sensitif.
Kemudian Zaid membuka kain penutup yang tersisa di badannya dan juga badan istrinya. Keduanya kini sama-sama polos tanpa sehelai benangpun. Annisa terkejut melihat milik suaminya yang gagah perkasa. Ia sedikit bergidik ngeri karena miliknya akan dimasuki kejantanan suaminya yang sebesar itu. Zaid juga terkesima melihat tubuh polos istrinya yang indah dan seksi. Kemudian Zaid melanjutkan kegiatan panas mereka. Zaid terus mencumbu istrinya, mengecup leher istrinya sampai meninggalkan banyak bercak merah disana. Kemudian beralih ke arah bukit kembar yang menjadi area favoritnya. Ia memainkan lidahnya disana, menyapu ** kecil milik istrinya dengan lidahnya. sesekali ia menghisap dan menggigit kecil. Hal itu membuat Annisa semakin tak terkendali.
"Emmhhh.. "Satu desahan lolos dari mulut Annisa. Tak sadar ia mendekap kepala suaminya erat agar tak berhenti memberikan kenikmatan di dadanya itu.Sedangkan satu tangannya mulai bermain di selangkangan istrinya membelainya dengan lembut. Kemudian membelai lembut bagian kewanitaan istrinya dan memainkan **** istrinya sampai area itu menjadi sangat basah. Seluruh tubuhnya merinding karena perbuatan suaminya itu,dan desahan lenguhan yang tak dapat ia tahan lagi lolos dari mulutnya. Kemudian paha Annisa menjepit erat tangan suaminya yang bermain diarea sensitifnya itu ketika ia mendapatkan pelepasannya yang pertama. Zaid tersenyum melihat istrinya sudah klimaks.
Kemudian Zaid sudah memposisikan miliknya di depan ** istrinya. Ia berbisik agar Annisa menahannya sebentar karena akan terasa sedikit menyakitkan. Annisa yang sudah diselimuti gairah mengangguk pasrah. Ia kemudian mendorong miliknya untuk masuk pelan -pelan dan lembut. Miliknya sudah masuk separuh, tapi ia belum berani untuk menenggelamkan miliknya sepenuhnya karena takut istrinya kesakitan.
"Arggghhh.. "Annisa meringis saat kejantanan suaminya masuk separuh.Zaid mengecup kening istrinya lembut, mencoba mengalihkan perhatian istrinya.
"Lakukan saja sayang, aku sudah siap.. Tidak apa-apa kok" kata Nisa kemudian mengecup bibir Zaid lembut dan membelai wajah suaminya. Zaid menganggukan kepalanya dan tersenyum ia kembali memagut bibir istrinya, tangannya kembali memainkan payudara milik istrinya sambil bergerak dibawah sana berharap mengurangi rasa sakit yang dirasakan istrinya dengan cumbuan-cumbuan nya.
Kemudian dengan satu hentakan ia menyatukan miliknya kedalam ** istrinya. Kajantanannya menancap dengan sempurna. Terlihat darah segar mengucur dari sana. Annisa meringis merasakan bagian bawahnya seperti terbelah, Ia menahan diri untuk tidak berteriak. Tak terasa air matanya meleleh tanpa izin. Zaid sedikit tegang karena melihat istrinya kesakitan.
"Maafkan aku sayang.. "kata Zaid sendu.
"Tidak apa sayang aku bahagia. " jawab Annisa sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Ia belum berani bergerak memandang sendu wajah Annisa dikecupnya lagi istrinya, diusap-usap airmatanya. setelah dirasa istrinya sudah tidak terlalu merasakan sakit dan mulai terbiasa dengan kehadiran benda asing di kewanitaannya , ia mulai bergerak dengan lembut.
Ia merasakan kenikmatan dibagian bawah tubuhnya yang dijepit erat oleh ** Annisa yang rapat. Ia merasa dimabuk kepayang oleh kenikmatan tubuh istrinya.Ia terus memaju mundurkan miliknya didalam istrinya. Menghentak-hentak menyalurkan nafsu birahinya.
"Shhh..ahhh.. ahh.. sayang aku mencintaimu" desah Zaid masih mencumbu istrinya sambil menggerakkan pinggulnya.
Annisa masih diam saja merasa kesakitan akibat pergerakan dari suaminya. Namun lama kelamaan ia mulai ikut merasakan kenikmatan yang diberikan suaminya.Ia mulai mendesahkan nama suaminya disela sela percintaan panas mereka.
"Ahh mass... aku juga sangat mencintaimu... " Nisa meracau menikmati penetrasi yang tengah dilakukan suaminya.Kadang ritmenya pelan kadang cepat dan dalam. Membuat seluruh tubuh Nisa bergetar hebat. Ia begitu menikmati servis dari suaminya sehingga tanpa sadar ia mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya agar bergerak lebih cepat dan lebih dalam.
Desahan demi desahan keduanya menyelimuti ruangan itu, Kenikmatan demi kenikmatan dirasakan keduanya. Zaid semakin bersemangat menghentakkan miliknya karena istrinya juga mulai menikmatinya.Setelah setengah jam bercinta mereka mendapatkan pelepasannya bersama-sama.
"Arggghhhh.. "desah Zaid dan Nisa bersamaan saat mengalami klimaks bersama-sama.
Tak berhenti di situ, Zaid meminta jatahnya lagi dan lagi sehingga Nisa merasa kelelahan akibat suaminya tak henti menggaulinya sampai dini hari. Selangkangannya juga terasa sangat perih akibat tumbukan-tumbukan tiada henti yang dilakukan suaminya.Namun ia tetap bahagia bisa memberikan mahkotanya yang dijaga selama 24 tahun kepada suami yang sangat menyayanginya.
bersambung
maaf kalau di part ini kurang bagus, atau kurang nyambung. kurang menjiwai atau terlalu hot, Sebenarnya saya ragu untuk posting tapi saya memberanikan diri untuk mencoba hal -hal baru dan hot seperti ini. Demi kesempurnaan novel yang saya buat ini.
__ADS_1
semoga pembaca tidak. kapok membaca karya saya. Tolong dikasih komentar dong kalo sekiranya tidak pantas untuk dibaca saya akan berusaha memperbaikinya. Terimakasih untuk yang sudi membaca karya saya jika suka tekan like yaaa... ❤❤❤