SATU HATI SAMPAI MATI

SATU HATI SAMPAI MATI
Benar-benar manja


__ADS_3

Dua hari Zaid dirawat dirumah sakit. Annisa awalnya ingin mengamuk karena sikap suaminya yang berubah selama satu bulan ini. Namun Zaid akhirnya menjelaskan semua yang dilakukannya demi rencana bulan madu mereka kepada Annisa. Antara marah dan terharu mendengar penuturan suaminya. Ia ingin marah karena hanya demi memberinya keindahan bulan madu suaminya mengabaikannya dan juga mengabaikan kesehatannya sampai jatuh sakit. Tapi rasa terharu lebih mendominasi hatinya, suaminya rela bekerja begitu keras hanya demi memberinya kebahagiaan. Padahal asalkan selalu bersama Zaid, Annisa senantiasa merasakan artinya kebahagiaan . Annisa sudah tak mau menuntut apapun asal bisa hidup bersama dan saling setia.


Setelah dua hari dirawat akhirnya dia diizinkan pulang kerumah, namun Zaid harus istirahat total tidak boleh beraktivitas diluar rumah. Akhirnya rencana honeymoon gagal karena Zaid harus bed rest setidaknya seminggu penuh. Zaid sangat kesal dengan keadaannya yang tak memungkinkan untuk beoergian,tapi Annisa malah berlapang dada tidak mempermasalahkannya. Dia malah mengatakan kepada suaminya mungkin mereka bisa merencanakan honeymoon lagi pas aniversary mereka nanti. Zaid sedikit terhibur oleh kata-kata sang istri yang sangat bijak.


Dan apa yang dibilang mama Rahma benar adanya. Suaminya ini kalau sakit berubah menjadi sosok yang sangat manja. Nisa sampai kewalahan.Ketika tidur ia akan minta Nisa untuk memeluknya mengelus kepalanya, bahkan juga punggungnya seperti anak balita. Sejak sepulang dari rumah sakit, Zaid tak mengizinkan barang sebentarpun istrinya hilang dari pandangannya. Ketika ia mandi atau pergi buang air, maka dari dalam kamar suaminya tak henti memanggilnya.Seakan-akan Annisa akan meninggalkannya. Ketika Zaid makan Nisa lah yang harus menyuapinya, juga ketika mandi dia pula yang membantu suaminya mandi.Padahal untuk sekedar mandi suaminya sudah cukup kuat. Pun Sekedar membersihkan rumah atau memasak pun ia tak memperbolehkannya. Alhasil selama seminggu penuh asisten rumah tangga yang mengerjakan semua pekerjaan rumah.Nisa benar-benar harus 24 jam disamping suaminya yang seperti bayi itu. Mama mertua Annisa yang mengetahui kebiasaan Zaid langsung mengirimkan seorang asisten runah tangganya untuk mengurus mereka. Annisa sebenarnya malu kepada mertuanya tapi apa hendak dikata tanpa pembantu ia sungguh kewalahan. Akhirnya ia menerima asisten yang dikirimkan, namun setelah satu minggu Annisa akan menyuruh asisten rumah tangga itu kembali ke kediaman mertuanya. Atau setidaknya sampai Zaid pulih, karena sebenarnya ia lebih nyaman mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.


Rahma tidak sekalipun mengunjungi putranya, karena sudah mempercayakan putra kesayangannya kepada menantunya. Ia hanya sesekali menelepon mereka menanyakan kabar.


Seperti sore itu, Annisa ingin membeli bahan makanan karena stok di kulkas sudah menipis. Namun batal gara-gara rengekan suaminya yang mengganggunya terus menerus.


"Mas, adek pergi bentar ya.. stok makanan kita di kulkas hampir habis.. "kata Nisa yang sudah bersiap dengan tas tangan kecilnya tersampir di bahu.


"Nggak boleh, suruh aja bi mina... aku kan lagi sakit masak tega mau ninggalin aku dirumah sendirian? " kata Zaid cemberut kayak anak TK lagi ngambek. Annisa menghela nafas frustasi.


" Mas, kan kasihan bi minanya.. udah capek kerjain semua pekerjaan rumah sendirian gara-gara kamu nggak ngijinin aku bantuin, masak masih kusuruh ke supermarket juga.Kan kasihaan.. Lagian barang keperluan pribadi kita juga udah pada habis.. " Nisa membujuk suaminya.


" Kalau gitu aku ikutt.. " tingkah Zaid yang manja semakin menjadi-jadi.Membuat Annisa gemas dan Ingin Nisa mencubit pipinya dan menggigit bibirnya yang monyong-monyong.


Akhirnya Annisa hanya bisa pasrah. Dia memilih membeli semua kebutuhan rumah tangga secara online. Gimana mau pergi ada anak kecil yang mau ngintilin terus kayak gitu. Kalau Nisa membiarkan suaminya yang super duper manja itu ikut, bisa-bisa Ia down lagi karena kecapekan. Benar-benar manja seperti kata ibu mertuanya.


"Ya udah deh.. nggak jadi.. ingat kan kata dokter apa...? " kata Annisa lemah. Ia meletakkan kembali tasnya di meja dekat tempat tidur.


" Ya udah sayang, kunci pintunya gih.. " kata Zaid sambil tersenyum nakal.


" Kok pake ngunci pintu emang mau ngapain coba" kata Nisa keheranan dengan tingkah suaminya. Namun akhirnya ia mengunci pintu juga ketika melihat wajah suaminya sedih yang dibuat-buat memelas.


"Sini sayang.. sini.. " kata Zaid menyuruh Annisa duduk disebelahnya sambil menepuk-nepuk kasur pelan.


" Iya.. ini udah duduk.. mau ngapain sih..? kata Nisa ketus karena mulai sebal dengan tingkah suaminya.Dia kan pengen juga keluar sekedar jalan di mall membeli kebutuhan mereka atau cuci mata.Ia mendudukkan dirinya diatas kasur disamping suaminya.


"Pijitin ya manis.. "kata Zaid lagi sambil senyum-senyum.


" Yaudah tengkurap gih, aku pijitin." Nisa mengalah.


Zaid membuka sweaternya kemudian malah terlentang.Hal itu membuat Nisa semakin geram.

__ADS_1


" Katanya mau dipijit..ayo cepet tengkurap? " perintah Nisa dengan nada sedikit emosi.


Zaid malah menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian ia mendekatkan bibirnya dan berbisik "Yang mau dipijit dedek aku sayang.." bisik Zaid sambil mengarahkan tangan istrinya ke arah miliknya.


Sontak wajah Nisa memerah,lagi sakit kok sempet-sempetnya mesum, batin Annisa. Karena tak direspon, Zaid menarik tangan istrinya hingga Annisa terjatuh di dadanya. Annisa meringis kecil ketika keningnya menabrak dada bidang yang dirindukannya selama sebulan ini.


Kemudian Zaid mendongakkan kepala Annisa untuk membalas tatapannya. Ia menatap istrinya dengan penuh kerinduan dan dipenuhi hasrat yang sudah ditahannya selama sebulan ini.Ia tak sabar ingin segera berada di dalam istrinya


" Sayang.. aku merindukanmu.. aku ingin kamu saat ini.. " kata Zaid kemudian mengecup bibir Annisa tak memberi kesempatan Annisa untuk menjawab kemudian melumat bibirnya, Annisa tak bergeming namun lama-lama ia membalas ciuman panas suaminya dan berlanjut saling menghisap penuh nafsu. Mereka memejamkan mata menikmati rasa masing-masing. Rasa yang sangat mereka berdua rindukan, Zaid mengarahkan tangan Annisa ke arah miliknya,dan dengan tanpa sadar ia membelai milik suaminya yang semakin menegang itu.Zaid pun menikmati permainan kedua tangannya yang bermain di kedua bukit istrinya itu. Keduanya terhanyut dalam kerinduan dan hasrat yang terpendam.Mereka terbuai dalam keromantisan sampai tak sadar tubuh mereka berdua sudah polos. Tanpa membuang waktu Zaid segera menyatukan tubuh mereka, kini hanya ada desahan dan erangan memenuhi kamar yang sudah sebulan lebih seperti tak ada kehidupan itu. mereka menikmati percintaan panas yang sudah menjadi candu bagi masing-masing.


DUA SEJOLI


Usap air matamu


Yang menetes di pipimu


Kupastikan semuanya


Akan baik-baik saja


Langit tinggi di angkasa


Takkan ada habisnya


Segala hasrat di dunia


Hawa tercipta di dunia


Untuk menemani Sang Adam


Begitu juga dirimu


Tercipta 'tuk temani aku


Renungkan sejenak

__ADS_1


Arti hadirku di sini


Jangan pernah ingkari


Dirimu adalah wanita


Harusnya dirimu menjadi


Perhiasan sangkar maduku


Walaupun kadang diriku


Bertekuk lutut di hadapmu


Hawa tercipta di dunia


Untuk menemani Sang Adam


Begitu juga dirimu


Tercipta 'tuk temani aku


Harusnya dirimu menjadi


Perhiasan sangkar maduku


Walaupun kadang diriku


Bertekuk lutut di hadapmu


Hawa tercipta di dunia


Untuk menemani Sang Adam


Begitu juga dirimu…

__ADS_1


__ADS_2