
Disaat ada dua orang memadu kasih dan menikmati bulan madu di Swiss dengan bahagia, ada seseorang yang merasakan luka hati yang begitu dalam. Hatinya serasa dicabik-cabik karena habis manis sepah dibuang.Ketika lelaki itu membutuhkannya ia selalu ada, dan kini tanpa ragu ia dicampakkan begitu saja.
Ia begitu putus asa, semula ia menyangka akan segera menikah dengan kekasih pujaannya. Nyatanya ia malah kembali pada istrinya dan tak segan-segan membuangnya tanpa kata.
Maya Agustina POV
Aku selalu ada untuknya, aku menenangkan hatinya yang di landa kegundahan. Mengusap air mata yang menetes di wajah tampannya. Memberinya kekuatan agar tetap bersabar.
Aku lakukan semua itu karena aku sangat mencintainya. Tak sanggup aku melihat dia yang rapuh dan begitu putus asa hanya karena seorang wanita yang tak menghargai cintanya.Yaitu Annisa, sahabatku.
Semenjak sahabat baikku itu membuat kecewa hati laki-laki yang aku cintai, aku berjanji dalam hatiku akan merebut dia sekuat tenagaku. Aku hanya ingin membuat lelaki itu bahagia, jangan sampai aku membuat ia bersedih. Aku ingin selalu membuat ia tersenyum. Tersenyum karena cintaku.
Aku tahu aku wanita jahat, dengan sengaja ingin merebut suami sahabat karibku sendiri. Aku tak peduli dengan penilaian orang lain maupun penilaian Annisa jika ia tahu. Namun semua bukan seratus persen salahku bukan? dia sendiri yang sudah menciptakan celah untukku masuk diantara mereka. Dia yang membuat suaminya berpaling padaku.
Aku bahagia, bahkan sangat bahagia menjalani hubungan singkat dengannya selama sebulan lebih. Aku bahagia ketika ia menerima ucapan cintaku. Aku tahu ia masih ragu dan masih sangat mencintai sahabatku. Aku tak peduli, asal ia bersamaku aku tak peduli pendapat orang lain. Orang mengatakan aku pelakor pun aku sungguh menganggapnya hanya angin lalu.
__ADS_1
Berawal dari curhatan-curhatannya dia semakin dekat denganku. Kami mulai sering bertemu.Dan akhirnya kami terbiasa makan bersama, jalan-jalan bersama juga nonton bersama layaknya pasangan muda mudi.
Hubungan kami berjalan baik, kami semakin sering bersama. Tapi aku sedikit kecewa karena dia membatasi diri denganku. Kami hanya sekadar bergandeng tangan tak lebih. Pernah suatu ketika aku ingin menciumnya ia menghindar seketika.Hatiku mencelos melihat dia menolakku. Namun jangan panggil aku Maya jika aku semudah itu menyerah. Akan aku dekati dia terus sampai hembusan nafasnya hanya ada namaku. Ya namaku Maya seorang.
Hari itu malam minggu, seperti biasa kami berjalan bersama. Kami berkencan, dan akan menonton film. Karena masih awal sebelum film diputar untuk menghindari kebosanan menunggu aku mengajak mas Zaid ke kafe sembari menghabiskan waktu sampai film diputar.
Namun hari itu adalah hari yang paling aku sesali dalam hidupku. Kesalahan ku adalah ketika aku mengajaknya ke kafe. Karena disanalah kami bertemu dengan Annisa yang sedang bersama Ferdi. Semula aku bahagia mendapati sahabatku itu berkencan dengan sahabat suaminya sendiri. Aku yakin mas Zaid akan murka melihat istrinya menemui sahabat terdekatnya diam-diam di belakang. Dan dugaanku benar, Mas Zaid sangat marah, terlihat dari tatapan mata dan kepalan tangannya yang menampilkan otot-otot di punggung tangannya. Aku tahu ia sangat cemburu, dalam hati aku berdoa semoga setelah ia memergoki mereka berdua sedang berkencan, ia akan langsung menceraikan Annisa.
Namun khayalan tinggal khayalan, harapan tinggal harapan. Aku benar-benar menyesal telah mengajak kekasih rahasiaku ke kafe itu. Ketika mereka berdua pergi, mas Zaid pun pergi meninggalkanku sendirian. Itu adalah kali pertama ia meninggalkanku tanpa mengantarku pulang. Ketika ia beranjak dari duduknya entah mengejar istri atau sahabatnya itu, Aku memanggil-manggil namanya berharap ia kembali padaku. Namun ia sungguh tega mengabaikanku.
Tak berakhir disitu, ketika bertemu di kantor ia juga mengabaikanku. Seperti tak pernah mengenalku. Sakit sungguh sakit, Aku hanya bisa menangis dalam diam.
Kau tahu rasanya ketika kita jatuh cinta dan dia menyambut? rasanya seperti di melayang awan dikelilingi kupu-kupu yang beterbangan. Namun ketika aku terbuai dalam keindahan fatamorgana cinta dia tega menghempaskanku ke bawah jatuh sedalam-dalamnya. Dia kejam. Tanpa kata meninggalkan aku dan menjauhi aku.
Hatiku semakin hancur mendengar desas desus dikantor bahwa mas Zaid sedang mengajak Annisa berbulan madu ke Swiss. Aku nggak rela.. Seharusnya aku lah yang pergi dengannya bukan gadis bodoh dan sok itu.
__ADS_1
Ketika mereka menceritakan semua itu, dengan sinis aku ikut berkomentar, aku jelek-jelekkan Annisa di depan teman sekantor kami. Ya mereka kan juga pernah bekerja bersama Annisa sebelum akhirnya menikah dengan mas Zaid. Mereka yang percaya pada kata-kataku mulai menjelek-jelekan Annisa juga. Begitu lah manusia sangat suka dan antusias mendengar dan menceritakan keburukan orang lain.
Aku sudah menjelek-jelekkannya tapi tetap saja aku tak puas hati.Tak ada rasa bahagia ketika teman sekantor membicarakan hal buruk berkat hasutanku.
Namun kebahagiaan itu muncul, ketika ibu mas Zaid datang ke kantor dan mengenaliku sebagai teman Annisa. Beliau bertanya tentang Mas Zaid, pekerjaannya dan juga yang terpenting tentang rumah tangga mas Zaid. Tentunya aku sangat senang, ini kesempatanku untuk menjatuhkan Annisa dihadapan mertuanya. Aku menceritakan semuanya termasuk Annisa yang sengaja tak mau mengandung keturunan mas Zaid serta ku tambahkan sedikit bumbu-bumbu fitnah. Ya, setan telah berhasil menghasutku untuk berbuat sehina itu.
Beliau sangat marah, ia memintaku menceritakan secara rinci. Wahh, tentu ini kesempatan emas bagiku untuk semakin membuat Annisa semakin buruk. Aku juga bersikap sangat manis pada ibu mas Zaid. Berharap wanita tua itu akan menyukaiku dan mengambilku sebagai menantu. Aku rasa aku berhasil karena ia mulai menanyakan hal-hal pribadiku. Ia juga menatapku intens.Ia memuji ku cantik baik dan lainnya. Dalam hati aku berdoa semoga ibu mas Zaid tertarik padaku.
Ia memintaku datang ke rumah sekedar berkunjung,Dia mengatakan pintu rumahnya selalu terbuka untukku. Aku yang mendapat sinyal baik sangat bahagia.
Maya Agustina POV end
"Awas kamu mas.. Kamu tunggu saja tanggal mainnya, Aku akan segera mendapatkanmu."kata Maya sambil menyeringai.
"Terima kejutan dariku sepulang dari Swiss..Jangan pernah salahkan aku mas.. Salahkan dirimu sendiri yang tega menyakitiku dan lebih memilih istrimu yang tak berguna itu.. "Maya bermonolog dengan penuh dendam.
__ADS_1
Maya menghapus sisa-sisa air mata yang tadinya menetes di wajahnya.Dia harus menyusun banyak rencana untuk menghancurkan rumah tangga mas Zaid. Dia akan membalas perlakuan kejam mantan kekasihnya, yang sudah membuangnya demi kembali pada istrinya.