SATU HATI SAMPAI MATI

SATU HATI SAMPAI MATI
Aku Ingat Semuanya


__ADS_3

Annisa segera menghentikan sebuah taksi yang melintas di depan kantor Zaid. Buru-buru ia masuk dan meminta supir taksi segera pergi dari tempat itu karena melihat suaminya mengejarnya. Terbayang kembali percakapan Maya dan Zaid di kepalanya. Ia sangat sakit dan kecewa. Ia jadi ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia kecelakaan. Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah perselingkuhan mereka sudah lama? Annisa menyadari bahwa Maya sahabatnya mengandung anak suaminya menjadi semakin sakit hati.


"Arghhh" Annisa memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.


"Anda tak apa-apa nyonya? "tanya supir taksi khawatir sesekali melihat dari spion.


"Ah tidak apa-apa pak.. " Annisa berusaha tersenyum pura-pura baik-baik saja.


"Mau saya antar ke rumah sakit? "tanya supir itu lagi.


" Nggak usah pak.. langsung aja ke jalan kamboja ya pak, "kata Annisa.


"Baik nyonya, "


Setelah membayar taksi, Annisa buru-buru masuk ke rumah dan mengemas barang-barangnya.


Zaid yang segera menyusul pulang mendapati istrinya mengemas koper ingin pergi segera menahannya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, ku mohon jangan pergi "Zaid memeluk Annisa erat-erat.


"Lepas mas "


"Nggak..aku nggak akan lepas "


"Aku mau kita pisah mas, silakan menikah dengan Maya, "kata-kata Annisa yang singkat menusuk pendengarannya. Kini ia benar-benar akan kehilangan Annisa. Zaid terdiam tak dapat berkata-kata. Seluruh dunianya hancur, ketakutannya kini menjadi kenyataan bahkan sebelum istrinya mengingat segalanya. Semua kesalahannya sendiri. Pernah menghianati hanya gara-gara emosi sesaat.


"Kalau kamu nggak mau ceraikan aku, aku yang akan menggugat, "kata Annisa bergetar menahan tangis.


"Terserah, aku sudah membuat keputusan "


"Arghhhhh.. sakit.. sakit..." Annisa tiba-tiba kesakitan. Kepalanya serasa dipukul-pukul.


"Sayang, kamu kenapa? "tanya Zaid panik melihat istrinya kesakitan dengan wajah yang pucat.


"Arggghh.. Annisa meringkuk dilantai menahan rasa sakit yang menderanya. Zaid segera memeluk istrinya erat berharap rasa sakit yang diderita istrinya akan menghilang. Namun karena terlalu sakit ia sampai tak mendengar apapun yang Zaid katakan. Sekelebat bayangan yang tidak jelas bermunculan di kepalanya. Satu per satu kenangan bersama suaminya muncul dalam ingatannya. Begitu juga kenangan sebelum ia kecelakaan.

__ADS_1


Pelan tapi pasti ia mengingat segalanya dalam kesakitannya. Ia mengingat penyakitnya, pertengkaran, kenangan honeymoon, pengkhianatan Maya dan suaminya hingga kecelakaan yang menimpanya. Ia mengingat segalanya. Kini ia hanya bisa tertawa menertawakan nasibnya yang begitu malang.


"Ha ha ha ha " Suara tawa menyeramkan pecah dari mulut Annisa.Air mata tak henti mengalir dari pelupuk matanya. Wanita itu tertawa dan menangis bersamaan seakan-akan kehilangan akal sehatnya.


"Kenapa sayang?Jangan bikin mas takut, "tanya Zaid ketakutan.


"Jangan sentuh aku ! " teriak Annisa meronta-ronta dari pelukan suaminya.Namun ia kalah tenaga dengan suaminya yang tak mau melepas barang sedikit pun.


"Aku mengingat semuanya mas.. Aku ingat semua tanpa terkecuali, "perkataan Annisa membuat ia lemas seketika. Hancur sudah harapannya untuk memperbaiki segalanya, ia semakin yakin tidak ada jalan lain yang diinginkan oleh istrinya selain berpisah. Tapi tak semudah itu ia menyerah. Ia ingin jujur dan menjelaskan segalanya.Semoga Annisa bisa memberinya ampunan walau sedikit saja.


"Sayang, semua bukan seperti yang kamu lihat..Waktu itu aku dijebak Maya sayang. Jujur aku sempat jalan bersama Maya saat kamu mengacuhkan aku. Saat aku pergi dari rumah. Tapi aku tak pernah menyentuhya Nis.. Percaya pada mas, aku tidak menghamilinya..Dan aku tak akan pernah melepaskan kamu, "Zaid menangis sesenggukan tak melepas pelukannya.


"Sudahlah mas, terlalu berat hubungan yang kita jalani. Terlalu banyak halangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Aku sudah tak sanggup lagi bertahan.Aku rasa mungkin lebih baik kita tak bersama dan lebih baik kamu kembali kepada Maya, biarkan aku pergi. Aku yakin mamamu akan bahagia mendengar kalian akan punya anak " kata Annisa tanpa ekspresi.Zaid hanya bisa menangis menyesali segalanya.


"Mas.. aku mau pulang ke rumah bunda. Please jangan ikuti aku. Aku mau menenangkan diri. Dan kita akan berjumpa saat persidangan nanti. Aku akan melayangkan gugatan cerai, "Annisa segera berdiri dan pergi meninggalkan Zaid yang sangat terkejut mendengar penuturan isterinya. Kini semua telah hancur menjadi debu.Tak ada yang bisa diperbaiki lagi.


Annisa segera menyeret kopernya keluar rumah. Tak ada jalan lain selain berpisah, begitu pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2