
Hari-hari penuh warna kini mereka jalani. Kehidupan rumah tangganya kini sangat harmonis.Sudah lima bulan sejak kecelakaan terjadi. Kondisi Annisa sudah pulih seperti sedia kala.Namun, ia belum bisa mengingat apapun. Ia hanya berpasrah. Meskipun tak ingat apapun, kasih sayang dan cinta yang diberikan Zaid sudah cukup untuk membuatnya bahagia.
Kini ia mempunyai kesibukan baru, yaitu berbisnis pakaian secara online. Sehingga ia tak merasa bosan lagi karena ada banyak hal yang ia dapat kerjakan. Namun ia tak pernah melupakan jati dirinya sebagai seorang istri.Ia selalu melakukan tugasnya dengan baik. Memasak mengurus suami dan rumah ia kerjakan sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga.
Hari itu seperti biasa ia sedang mengemas pakaian pelanggan. Hari masih agak siang sekitar pukul dua. Terdengar suara bel berbunyi membuat ia berhenti dengan kegiatannya. Annisa heran, tak mungkin Kurir karena kurir datang sore hari. Apalagi suaminya pasti masih sibuk bekerja. Ia melangkahkan kaki membukakan pintu untuk tamunya.
"Maaf, mau cari siapa? "
"Annisa, "wanita itu menghambur memeluk Annisa dan menangis.
"Maaf, anda siapa? "
"Aku Nis.. Aku sahabatmu Maya. Kamu tidak mengingatku? "Maya kini yakin Zaid tak berbohong soal Annisa yang amnesia.
"Coba kamu lihat ini Nis.. foto kita berdua kalau kamu tidak percaya, "kata Maya menunjukkan foto di galeri ponselnya.
"Maaf, aku tidak bisa mengingat apapun. Aku kecelakaan dan tak mengingat apapun Tapi kita bisa kan memulai persahabatan lagi? "kata Nisa lembut.
"Tentu Nis. . tentu, "Maya memeluk Annisa erat-erat dan menyeringai.
Dari dulu sampai sekarang kamu sama saja bodoh.
Mereka akhirnya ngobrol bersama. Annisa tak merasa curiga atau apapun itu. Ia percaya Maya adalah sahabat baiknya. Lama Maya berada di rumahnya, ia baru pulang ketika sore hari tiba. Begitu setiap hari ia lakukan.Ia mengunjungi Annisa di siang hari dan meninggalkan tempat itu sebelum Zaid pulang.
"Nis, boleh aku minta satu permintaan? "tanya Maya sebelum pulang.
"Apa? katakanlah.. "
"Jangan pernah cerita apapun tentangku di depan suamimu, juga kedatanganku kemari. Kamu mau kan membantuku? "
"Tapi kenapa? "
"Suatu saat akan aku jelaskan, bisakah kamu mengabulkannya? "Annisa hanya mengangguk dengan sejuta tanda tanya dikepalanya.
__ADS_1
Flash back on
"Mas, kapan kamu menikahi aku? lama-lama perutku akan kelihatan dan aku akan menanggung malu, "Maya yang siang itu mengajak Zaid bertemu segera menyatakan keinginannya.
"Tunggu ingatan Annisa kembali May.. Kamu sabar lah.. "
"Sampai kapan mas? kapan Annisa sembuh? "
"Mas juga nggak tahu,tunggu aja "
"Mas, kamu ini ada niatan menikahi aku nggak sih? "
"Nggak "
"Apa maksudmu mas? "
"Sudah jelas kan? Aku tak pernah mencintaimu May.. Dihatiku hanya ada Annisa seorang. Aku menikahimu karena terpaksa. Jadi nanti ketika kamu menikah denganku kamu hanya akan mendapatkan tubuhku saja. Tidak dengan hatiku, "kata Zaid.
"Terserah, "jawab Zaid kesal.
"Aku kasih waktu sebulan mas hanya sebulan.. tinggalkan istrimu dan nikahi aku. Atau aku akan bicara sendiri dengan Annisa, "ancam Maya.
"Kamu jangan macam-macam atau aku tak akan pernah menikahimu, "ancam Zaid dan meninggalkan Maya sendirian.
jangan pikir aku mudah kamu bodohi mas, tunggu saja aku akan segera menjalankan rencana terakhir. Kalau semua ini gagal aku akan menemui mamamu. Aku yakin beliau tidak mungkin menolak kehadiran calon cucunya yang sudah lama diharapkan.
Flashback off
"Maaf May, apa kamu sudah menikah? " tanya Annisa. Maya menggeleng sedih.
"Tapi May, maaf ya kamu jangan tersinggung. Perut kamu kenapa besar seperti sedang mengandung? "tanya Annisa pelan takut Maya tersinggung oleh ucapannya.
"Iya Nis, aku hamil.. Tapi ayah dari bayi ini tak mau bertanggung jawab, "kata Maya menangis.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? bagaimanapun lelaki itu harus bertanggung jawab. Kasihan anak kamu nanti, "Nisa mencoba memberi kekuatan untuk sahabatnya itu.
"Dia menolakku Nis.. Dia tak mau menikahi ku.. "
"Dasar laki-laki brengsek. Mau enaknya saja, "
"Apakah kamu berjanji suatu saat nanti akan membantuku? "tanya Maya.
"Tentu Maya.Aku akan membantumu agar laki-laki itu bertanggung jawab. Sabar ya Maya, "Annisa memeluk erat sahabatnya dan dalam hati berjanji akan membantu sahabatnya itu. Maya tersenyum puas melihat reaksi Annisa.
Bagus Nis.. kamu lah yang akan membuat mas Zaid jatuh kepelukanku. Tanpa harus menunggu ingatanmu itu kembali aku akan segera menikah dengan suamimu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dukung dengan like vote dan kasih komentar ya!!!
__ADS_1