SATU HATI SAMPAI MATI

SATU HATI SAMPAI MATI
Pertengkaran Dua Keluarga


__ADS_3

Zaid masih setia menemani Annisa yang belum sadarkan diri. Sudah dua hari sejak operasi Annisa belum membuka mata. Bahkan tak nampak pergerakan dari wanita itu. Hanya sesekali wanita itu mengeluarkan air mata.Mungkin dalam alam bawah sadarnya wanita itu menangis. Hanya air mata yang mengalir dari kedua kelopak mata yang tertutup. Tanpa suara.


Mungkin wanita itu merasakan kesakitan yang sangat dalam baik fisik dan jiwanya. Sehingga Annisa seolah-olah enggan bangun dari mimpi panjangnya. Wanita itu mungkin lebih nyaman dalam tidurnya daripada ketika terbangun nanti hanya sakit yang ia rasakan.


Zaid tetap bersabar dan memiliki keyakinan bahwa istrinya akan sadar dan baik-baik saja. Ia menunggu Annisa seorang diri. Ayah dan bunda tak dapat menunggu putrinya karena kondisi ayah yang lemah dan mudah sakit .


Zaid sudah mengambil cuti panjang sampai istrinya sembuh agar dapat selalu berada disisi Annisa.


Ayah dan bunda Nisa datang sehari sekali di siang hari. Ayah dan bunda akan berada dirumah sakit dalam satu dua jam dan menyuruh menantunya istirahat sebentar sementara mereka menunggu putrinya yang belum juga sadarkan diri. Mereka juga selalu membawakan makanan untuk menantunya setiap kali datang. Hal yang bahkan tak dilakukan mama papanya. Jangankan menengok entah orangtuanya itu tahu atau tidak menantunya ada dirumah sakit. Tak ada kerabat lain yang datang, hanya ayah bunda yang rutin datang dan Ferdi yang hanya datang sesekali. Ferdi selalu berusaha untuk menghibur dan memberi semangat pada sahabat karibnya itu.


Zaid selalu berada disamping istrinya. Ia hanya akan meninggalkan istrinya sebentar untuk pulang mandi dan mengganti pakaian. Untung saja Annisa sudah dipindahkan ke rumah sakit di pusat kota. Sehingga Zaid bisa menghemat waktu untuk perjalanan pulang dan kembali ke rumah sakit.


Raut wajah Zaid sayu dan pucat karena kelelahan. Namun ia tak menghiraukannya. Asal ia tetap berada di sisi sang istri. Dia selalu memanjatkan doa kepada Yang Maha Pengasih agar memberikan kesembuhan untuk orang yang paling ia sayang.


Namun sudah seminggu Annisa tertidur dan masih belum mau bangun juga. Dokter juga sudah menyerah.Memang secara fisik, kondisi wanita itu sudah menunjukkan banyak perkembangan. Luka ditubuhnya sudah mengering namun entah apa kabar dengan luka dihatinya. Dokter bilang kesadaran Annisa hanya akan terjadi jika wanita itu mempunyai gairah dan keinginan untuk hidup.


"Sayang, Bangunlah.. Aku mohon, aku akan melakukan apapun demi kamu. Kalau kamu mau aku menceraikan kamu aku akan lakukan asal kamu buka matamu.. Lihat aku sayang, wajah yang membuat kamu benci dan jijik ini.. Pukul aku kalau semua bisa meluapkan semua kesakitanmu..Balas semua yang aku lakukan padaku, jadi bangunlah sayangku belahan jiwaku" ujar Zaid menangis putus asa.


Wanita itu tetap terlelap seakan tak mendengar ucapan suaminya dalam tidur panjangnya yang mungkin terasa sangat nyaman.


Setiap hari Zaid selalu mengajak Annisa bicara.Ya, pembicaraan satu arah tentunya. Ratusan kali ia mengucapkan kata maaf, juga memberikan kata-kata semangat untuk istrinya.


***


Siang itu Zaid tertidur dengan posisi duduk dikursi disamping ranjang tempat tidur Annisa. Sudah sembilan hari Annisa belum sadar juga. Zaid sangat kelelahan karena selalu menjaga istrinya, sehingga sehingga tanpa sadar tertidur lumayan lama.


kriettt

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka mengagetkan Zaid yang tak sengaja tertidur lelap.


"Wow... jadi selama seminggu lebih kamu mengorbankan waktumu hanya untuk menunggu perempuan tak berguna ini? " Suara Rahma sangat sinis terdengar di telinga putranya.


"Zaid, papa harap kamu pulang saja lah kerumah. Papa akan segera mencarikan istri untukmu tidak usahlah kamu menunggu wanita ini sadar, jangan melakukan hal yang sia-sia " perintah papa.


"Maaf mama papa, Annisa sudah menyuruh Zaid agar anak kalian ini bersikap sopan dan tidak mendurhakai kalian.Jadi daripada Zaid menjadi terbakar emosi karena kata-kata kalian dan mengatakan hal yang tak seharusnya, Zaid minta dengan hormat kalian segera meninggalkan tempat ini. "jawab Zaid mencoba mengendalikan diri.


"Kamu beraninya mengusir papa dan mama hanya demi wanita yang tak bisa memberi kamu keturunan ini? papa perintahkan kamu untuk meninggalkan dia. Papa tidak menerima penolakan atau kamu akan kami coret dari ahli waris"bentak papa kasar. Zaid kaget karena belum pernah papanya bicara kasar apalagi membentaknya.


"Jadi beginikah perlakuan kalian terhadap anak kami? "tanya ibu Annisa yang baru saja masuk mendengar semua ucapan besannya membuat Zaid yang awalnya ingin menjadi menjawab perkataan papanya mengurungkan kata-katanya.


"Maaf Mbak.. tapi anak mbak sendiri yang membuat kami tidak menyukainya. Anakmu tak bisa memberi kami keturunan mbak "jawab papa tanpa rasa bersalah.


"Mereka kan menikah juga baru mau 3 tahun, jadi wajar saja kalau anak kami belum dipercaya Allah untuk mengandung,mereka masih muda saya yakin suatu saat Annisa akan diberi kesempatan untuk mengandung .." bela bunda sambil terisak mendengar putrinya dihina besannya.


"Apa?? " bunda kaget. Ia tak percaya kata besannya.


"Kami kecewa jeng.. Kami menunggu untuk menimang cucu, tapi Annisa malah sengaja minum pil KB agar tidak hamil. "tambah mama. Zaid membelalakan mata terkejut bagaimana mama mengetahui aib rumah tangganya.


"Tidak mungkin.. "kata bunda tak percaya, suaranya sedikit bergetar terkejut mendengar ucapan besannya.Wajah bunda tiba-tiba memucat.


"Cukup mama, waktu itu Annisa pasti punya alasan sendiri melakukan itu, tapi kemarin-kemarin Annisa sudah bersedia untuk berusaha memberikan keturunan untuk kita ma bahkan Annisa sudah hamil.. Kalau saja kecelakaan ini tak terjadi bayi kami mungkin masih ada.. "Zaid ikut bicara sambil menangis.


Seluruh anggota keluarga yang ada disitu sangat terkejut shock dan kecewa dengan kenyataan yang menimpa anak dan menantunya.


"Ma, Pa.. Zaid mohon jangan buat kekacauan disini, Annisa butuh istirahat. Dan sampai kapanpun Zaid tidak akan menikah lagi. Zaid sangat yakin Annisa akan sembuh dan kami akan berikhtiar untuk memberikan cucu pada kalian.. Zaid mohon jangan memaksa Zaid untuk menikah lagi.. " Zaid mengatupkan kedua telapak tangan memohon pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


Akhirnya orang tua Zaid meninggalkan tempat itu tanpa kata.


"Nakk.. apa benar yang dikatakan mama kamu? "tanya bunda masih menangis.


"Sudah bunda, jangan dibahas lagi yang terpenting adalah kesembuhan Annisa istri Zaid bun..."Ucap Zaid menenangkan ibu mertuanya.


"Bunda, kamu masuk jaga anak kita. Ayah mau bicara dengan Zaid. "perintah ayah yang dari tadi hanya diam tak ikut campur pertengkaran dengan besannya. Bunda menurut dan masuk ke ruangan Annisa di rawat.


"Jelaskan segalanya pada ayah nak, "ayah buka suara setelah bunda masuk.


"Tapi rasanya tak pantas jika saya membuka aib rumah tangga kami yah.. "Jawab Zaid lembut.


"Tidak nak, Annisa anak ayah. Kalau ayah tak mengetahui perbuatan tidak baik anak ayah, ayah akan berdosa karena tidak menunjukkan jalan yang benar nak.. "kata ayah penuh permohonan.


"Annisa istri yang sempurna buat Zaid ayah, dia tak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja semenjak setahun usia perkawinan kami dia tiba-tiba berubah ayah. Zaid tak tahu salah apa, Annisa menjauh dan puncaknya kami bertengkar setelah Zaid mengetahui bahwa Annisa meminum pil KB yang Zaid tak tahu apa alasannya Annisa melakukan hal itu. Dan Zaid sebisa mungkin tak mengatakan pada orang lain tentang permasalahan kami, tapi entah mengapa mama mengetahuinya. "Zaid mengakhiri ceritanya tanpa mengatakan pertengkaran yang terjadi sebelum Annisa kecelakaan.


"Maafkan putri ayah nak... "kata ayah menangis.


"Tidak ayah, Zaid yakin Annisa punya alasan tersendiri."kata Zaid.


"Ayah ridho kalau kamu menceraikan anak kami dan memulangkan pada kami, kami ikhlas nak, dengan tangan terbuka kami menerima semua keputusanmu..silakan menikah sesuai permintaan orang tua kamu, "kata ayah putus asa.


"Ayah jangan berkata begitu karena sampai kapanpun Zaid tidak akan meninggalkan Annisa.Zaid mencintainya yah. Jangan pisahkan kami.. "Zaid kini memohon pada mertuanya.


"Terimakasih nak sudah memaafkan anak kami, terimakasih kamu sudah mencintainya. "ucap ayah memeluk Zaid erat-erat.


Hati Zaid hancur mendengar perkataan mertuanya yang tak mengetahui perbuatannya pada putri mereka. Ia terlihat kejam karena hanya menunjukkan kesalahan istrinya Saja.Bahkan ia yang menyebabkan keadaan putrinya seperti ini. Bukan ia tak ingin terlihat buruk , namun ia takut akan dipisahkan dengan putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2