SATU HATI SAMPAI MATI

SATU HATI SAMPAI MATI
Jebakan Maya


__ADS_3

Zaid Pov


"Mas, besok temui aku di apartemenku jam 5 sore. Kalau tidak aku akan memberitahu Annisa perihal hubungan kita, Jangan kira aku diam saja kamu akan memperlakukan aku seperti ini.Maya. "


Begitulah bunyi pesan whatsapp dari nomor baru yang ternyata digunakan oleh maya karena nomornya yang lama sudah aku blokir.


Aku geram dan sangat marah membaca pesan yang dia kirimkan, berani-beraninya dia mengancamku seperti itu. Dan ternyata dia tak sebodoh yang aku kira. Ku kira dia sudah menyerah untuk mendapatkan hatiku, setelah aku menghindar dan mengabaikannya. Ternyata dia tak mau menyerah, kemudian dia mengganti nomor dan masih berusaha untuk menghubungiku setelah sekian lama aku memblokir nomornya dulu.


Semula aku ingin langsung memblokir nomornya lagi. Tapi membaca ancaman akan mengadukan semua pada istriku tersayang aku jadi mengurungkan niatku. Aku akan memblokir nomornya dan akan mengganti dengan nomor baru setelah menyelesaikan semua urusan kami.


Dan disinilah aku sekarang berada. Aku di apartemen Maya karena aku tak bisa mengabaikan seseorang yang akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.


"Mas, tunggu bentar aku ambilkan minum, pasti kamu capek dan haus kan" ucap dia manja kemudian segera melenggak lenggokan badannya menuju dapur sebelum aku buka suara untuk menolak.


Dia seakan tak punya harga diri. Di depanku ia berpakaian sangat seksi mempertontonkan lekuk tubuh indahnya dan tentu saja bagian dada dan paha miliknya juga terekspos. Aku menjadi semakin jijik melihat dia sengaja menggodaku. Aku tak sedikitpun bernafsu walau melihat dia berpakaian sangat minim. Karena di pikiranku hanya ada Annisa seorang.


"Mas, ini silahkan diminum. Aku sudah buatin kopi sesuai kesukaan kamu. Pake susu dan gulanya sedikit kan." katanya sok tahu.


"Sudahlah May, nggak usah berbelit-belit katakan saja apa mau kamu. "kataku cuek.


Dia mendekatiku, semakin aku menggeser badanku ia mengikuti semakin menempel padaku hingga membuat aku risih. Dia menggesek-gesekkan bagian dadanya di lenganku berharap aku tertarik dan mau menerkamnya.


"Cukup May, kamu bisa minggir nggak? Aku risih, Kalau kamu nggak menggeser tubuhmu aku lebih baik pergi dari sini" ancamku seraya bangun dari dudukku.


"Iya mas.. aku nggak akan menempel lagi asal kamu jangan pergi. "ucapnya mengalah dan sedikit menggeser tubuhnya.Namun jarak kami masih sangat dekat.


"Bicaralah.. "kataku ketus.


"Mas, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu mas, Kamu tinggalin istri kamu yang nggak bisa kasih kamu keturunan itu ya? Aku janji kamu mau sepuluh anak pun aku bersedia". katanya menggelayut manja di lenganku.


"Maya, hubungan kita ini salah. Dan aku nggak mau mengulang kesalahan bodoh ini. Kamu juga tahu bahwa hatiku cintaku hanya untuk Annisa. "ucapku berapi-api.


Aku meraih cangkir kopi yang dia hidangkan dan meneguknya untuk membasahi kerongkonganku yang terasa kering. Dia hanya tersenyum penuh arti entah apa yang direncanakan sekarang.

__ADS_1


"Nggak mas, sampai kapanpun aku nggak akan melepaskanmu, tak peduli jika hubunganku dengan Annisa hancur. Karena hanya kamu yang aku butuhkan. Sekalipun dunia memusuhiku aku rela asal selalu bersamamu." Ucap Maya berbinar.


"Gila kamu May, "ucapku kasar.


"Benar mas, kamu yang sudah membuat aku jadi gila. Apakah kamu tahu mas, aku lebih dulu menyukaimu dibanding dengan Annisa. Harusnya yang jadi istrimu adalah aku, bukan dia. Dia tak pantas menjadi pendampingmu. "katanya marah.


"Cukup Maya!! Aku salah menerima permintaanmu agar kesini, Lebih baik.... "Kataku marah.


Tiba-tiba kepalaku berkunang-kunang dan padanganku Menggelap. Tubuhku seakan lemas tak berdaya jangankan bangun untuk menggerakkan jari-jariku saja aku tak sanggup. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi padaku. Aku menyesali hari ini. Hari yang membuat pernikahanku di ambang kehancuran.


Zaid Pov End


Maya yang menyadari bahwa Zaid sudah terpengaruh oleh obat tidur segera menghubungi orang suruhannya. Beberapa saat kemudian orang suruhannya mengangkat Zaid ke kamar Maya dan membaringkan di ranjang Maya.


Setelah pekerjaan beres Maya memberikan sejumlah uang dan menyuruh orang itu segera pergi.


Dia segera Membuka sepatu dan kaos kaki Zaid. Dan diletakkannya di depan pintu kamar, demi rencana yang sempurna. Dia menanggalkan semua pakaian Zaid tak terkecuali. Dan dia juga membuka semua pakaian tipis yang dia kenakan. Kemudian dia melempar baju ke segala arah, agar terkesan dramatis. Seperti cerita novel-novel atau film-film agar penonton lebih percaya.


"jangan salahkan aku mas, kamu sendiri yang membuat aku terpaksa harus melakukan semua ini. " batin Maya sembari memejamkan mata ikut terlelap dalam mimpi yang indah.


***


Annisa Pov


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi suamiku belum pulang juga. Tak biasanya dia terlambat pulang tanpa menghubungiku terlebih dahulu. Aku juga sudah beberapa kali menghubungi nomor teleponnya namun tak sekalipun dia mau mengangkatnya.


Hatiku resah dan gelisah, ditambah dengan perasaan atau firasat tak enak yang mengganggu pikiranku sedari sore tadi. Ya Allah mas, kamu ada dimana? tanyaku kebingungan.


Aku mondar-mandir di depan pintu berharap dia segera pulang. Namun sampai kakiku pegal, batang hidungnya saja tak nampak.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, ia tak juga pulang. Karena khawatir aku mencoba menghubungi mas Ferdi dan menanyakan keberadaan suamiku. Namun hampa yang aku dapatkan mas Ferdi juga tidak tahu mas Zaid ada dimana?


Aku masih setia menunggu di sofa depan Tv. Namun karena aku penat aku membaringkan tubuhku di sofa. Akhirnya aku tertidur.

__ADS_1


Aku mengerjapkan mata, segera bangkit dari tidurku. Aku merenggangkan otot-otot tubuh yang terasa pegal karena aku tidur di sofa dengan posisi yang buruk.


Aku menengadah melihat jam di dinding waktu menunjukkan pukul 5 pagi namun suamiku tak kunjung datang. Akhirnya aku mandi dan mengambil wudhu kemudian menjalankan perintah Nya. Aku mengadukan segala kecemasanku dan memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa.


Aku teringat pada ponselku dan segera mengambilnya. Tak ada satupun panggilan atau pesan dari orang yang kutunggu kabarnya.


Aku melihat sebuah pesan whatsapp dari sahabatku Maya. Dia bilang dia sakit, dan menyuruhku membelikan bubur dan obat demam. Aku sadar setelah menikah aku tak sempat memberikan perhatian padanya lagi. Jadi aku putuskan untuk mengendarai mobil mas Zaid yang kebetulan tak dibawanya dan membeli apa yang dibutuhkan Maya kemudian menuju ke apartemennya.


Aku membuka pintu apartemen tanpa mengetuk pintu karena aku tahu passwordnya saking seringnya aku menginap disini dulu.Beruntung Maya juga belum menggantinya. Jadi aku bisa langsung masuk.


Begitu masuk, aku mendapati pemandangan yang sangat gelap. Aku meraba-raba dinding, karena aku hafal letak saklar lampu ada dimana. Lampu menyala seketika. Pandanganku mengarah ke sepasang sepatu yang aku kenal.


Hatiku berdegup kencang, aku mendekati pintu kamar Maya yang sedikit terbuka.Aku memberanikan diri membuka pintu, dan didalam sana aku melihat pemandangan yang tak ingin aku lihat sepanjang hidupku. Aku melihat suamiku tidur dipeluk oleh sahabatku sendiri dengan keadaan sama-sama telanjang.


Aku menjerit seketika, pasangan yang klop menhianatiku itu terbangun mendengar teriakanku. Bubur yang aku pegang tadi jatuh berceceran jatuh ke lantai. Air mata tak henti mengalir di pipiku.


Aku tak sanggup lagi melihat mereka, aku lari keluar dari apartemen dan ingin segera pergi dari sana . Sayup-sayup ku dengar suara suamiku memanggil. Namun tak ku hiraukan. Aku tak sudi lagi memandang wajahnya.


Annisa pov End


Ya ampuunn.. Author menulis part ini bertepatan dengan kegalauan yang melanda diriku.. Ups maaf kok malah jadi curhat.


Sakit banget rasanya menulis part ini. 😥😥


Semoga kalian suka ya, jangan kabur karena cerita gajeku..


Dukung story ini dengan memberikan Like dan komentar atau vote lagi bagus. hehe


dan buat yang sudah menjadi pembaca setia, aku ucapkan terimakasih. Sembari menunggu update singgah ya ke novelku yang lain "Cinta Tuan Sempurna"


Oh ya sebelum lupa, selamat tahun baru buat semuanya, semoga tahun ini menjadi lebih baik.


Salam sayang dariku untuk pembaca setia 😘😘

__ADS_1


__ADS_2