SATU HATI SAMPAI MATI

SATU HATI SAMPAI MATI
Teman Curhat


__ADS_3

Zaid POV


Aku tak mengira kebahagiaanku bersama istriku akan lenyap secepat ini. Hanya bertahan setahun tidak lebih. Bukan aku yang berubah atau mencintai wanita lain. Tapi dia yang sudah berubah. Ia berubah 180 derajat menjadi seseorang yang tidak kukenal. Ia menjadi Annisa asing yang begitu dingin.


Ia berubah sejak perayaan anniversary kami yang pertama. Hari dimana aku melihat senyumannya untuk terakhir kalinya. Hari dimana ia masih menatapku dengan cinta, bermanja-manja denganku dan dengan mesra dia mengecup pipiku penuh sayang. Hari terakhir kami bercinta dengan jiwa raga kami. Karena setelah hari itu ia tak pernah tersenyum padaku lagi, tak ada lagi peluk mesra, cium sayang bahkan sikap manjanya padaku hilang bagai diterpa angin.


Aku akui ia memang menjalankan perannya sebagai istri dengan baik. Ia selalu menyiapkan segala kebutuhanku,mengurus rumah dengan baik, ia tak pernah absen memasakkan makanan untukku, dan juga tak pernah menolak ketika aku mengajak dia bercinta dengan ku.


Tapi ada yang berubah dari dirinya. Dia yang acuh tak acuh sekarang tak lagi menyambutku ketika aku pulang kerja. Ia yang selalu menghindar dariku. Dan ketika ia bercinta denganku rasanya ia seperti mayat hidup.


Annisa yang kukenal dulu adalah wanita cantik yang murah senyum. Tapi kini ia menjadi gadis yang murung. Wajahnya begitu pucat. Aku sangat ingin menanyakan keadaannya, jujur aku mengkhawatirkannya tapi bagaimana bisa aku bertanya jika ia selalu menghindariku.


Hubungan kami semakin parah, sejak ia sering keluar rumah tanpa izinku. Aku semakin murka ketika ia bahkan beberapa hari tidak pulang kerumah.Dan hal itu terjadi beberapa kali. Pernah suatu ketika aku berkunjung ke rumah mertuaku ingin mencarinya siapa tahu ia berada dirumah orangtuanya, berbasa basi menanyakan kabar mereka dan aku berbohong mampir karena ada pekerjaan didekat rumah metuaku. Namun dia juga tak berada dirumah orang tuanya. Malah mereka menanyakan kabar anak mereka kepadaku, mereka bilang Annisa tak pernah menghubungi mereka. Hal itu semakin membuatku merasa ada janggal, tapi aku tak tahu apa itu.


Dan malam ketika ia pulang setelah beberapa hari pergi, ia terlihat kusut wajahnya pucat dan terlihat sedikit tirus. Ingin rasanya aku memeluknya melihat ia yang begitu lemah. Namun egoku mengalahkan hati kecilku agar mengabaikannya yang juga mengabaikanku.


Kecurigaanku bertambah ketika ada sebuah nomor menghubunginya ketika Annisa sedang mandi. Terpampang jelas nama RYAN di layar ponsel. Aku terbakar oleh cemburu karena orang itu memanggil bahkan sampai lima kali. Kuraih ponsel istriku kujawab panggilan telepon itu, kudengar suara lelaki menyapa dari seberang sana. Namun ketika aku menjawab telepon seketika dimatikan. Aku semakin dilanda cemburu dan curiga gara-gara panggilan telepon tadi. Aku semakin berprasangka buruk padanya. Aku yakin istriku sudah berselingkuh.


Aku yang galau dan dilanda cemburu menjadi sensitif. Di kantor tak segan-segan aku melampiaskan kemarahan ku kepada pegawai yang berbuat kesalahan. Aku sering marah-marah tak jelas.


Masalah bertambah ketika mama datang kerumah mendesakku menikah lagi agar mendapatkan cucu karena kami belum juga dikaruniai keturunan. Meskipun rumah tanggaku dalam keretakan aku masih sangat mencintai istriku jadi aku menolak mentah-mentah ide konyol mama. Emosiku meluap sehingga aku dengan tega mengusir mama karena tak tahan dia mendesakku terus. Karena aku tidak akan pernah menikah lagi apalagi menceraikan istriku tersayang.


Ada sedikit rasa bersyukur dengan kedatangan mama kerumah. Aku yakin Annisa mendengar semuanya. Karena aku melihat ia menangis sesenggukan di wastafel dapur, Aku jadi tahu bahwa pasti Annisa masih mencintaiku.Hatiku jadi bahagia melihat dia menangisiku. Ya aku mengintip dia dari balik tembok. Ketika ia membasuh wajah aku berlari ke kamar dan pura-pura tidur.


Dan siang itu aku tak menduga kalau ia akan memelukku yang sedang tidur membelakangiku, hal yang sudah setahun ini tidak dia lakukan. Akhirnya kami berbaikan dan bercinta dengan panas seperti setahun yang lalu. Aku menikmati percintaan kami karena aku begitu merindukannya. Sepertinya ia juga merindukanku melihat ia juga bergairah dibawah kungkunganku. Sungguh aku sangat bahagia.

__ADS_1


Kukira kebahagiaan akan berpihak pada kami setelah berbaikan. Namun semuanya hancur ketika aku tak sengaja menyenggol vas bunga dekat kamar mandi dan membuat vas tersebut jatuh. Mataku terbelalak melihat sederetan pil KB yang disembunyikan disitu. Kemarahanku memuncak. Sebegitu tidak inginnya ia mengandung anakku. Sebegitu tak sabarnya ia ingin cepat pergi meninggalkan ku dan hidup bersama pria bernama RYAN itu. Aku menangis seketika, menangisi nasib malangku yang mengharapkan hal yang mustahil. Karena hanya aku seorang yang menunggu hadirnya buah cinta kami. Karena hanya aku seorang yang bodoh tak mengetahui ia dengan jelas tak ingin mengandung anakku dan meminum pil terkutuk ini.


Aku membentak dengan keras Annisa yang baru keluar dari kamar mandi. Ia terkejut mendengar bentakanku, aku pun terkejut karena aku belum pernah sekalipun membentak atau memarahinya. Aku memaki dia sesuka hatiku meluapkan semua emosi yang sudah membakarku. Ia hanya terdiam dan menangis. Huhh.. air mata buaya.. begitu pikirku


Aku benci melihatnya, melihat tangisan palsunya itu. Ku sambar kemeja kerjaku, mengambil kunci mobilku dan meninggalkannya. Keterlaluan, dia bahkan tak mengejarku. Air mataku semakin menderas.


Zaid POV End


Disini lah Zaid sekarang,disebuah klub malam dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia terlalu mabuk, padahal selama hidupnya ia tak pernah menyentuh minuman haram itu. Tapi kini setan telah berhasil menghasutnya untuk menenggak minuman terkutuk itu.


Akhirnya Zaid dijemput Ferdi karena ditelepon oleh bartender club malam itu, karena hari sudah larut dan akan menutup klub. Ferdi Tergopoh-gopoh membawa sahabatnya ke mobil. Ia membawa Zaid kerumahnya karena tak mungkin ia mengantar pulang dalam keadaan seperti itu. Annisa akan terkejut dibuatnya.


Ferdi penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu. Pasalnya ia tahu Zaid tak pernah mau menginjakkan kaki ke tempat penuh dosa seperti itu. Ferdi yakin sahabatnya sedang ada masalah.


***


"Kalau ada masalah selesain, bukan lari ketempat laknat macam itu " Kata Ferdi lagi melihat sahabatnya diam saja.


" Makasih ya broo.. udah jemput gue tadi malem. untuk sementara gue tinggal disini dulu ya.. masalah uang sewa gampang nanti gue kasih. "Kata Zaid seenaknya ingin tinggal di apartemen Ferdi.


Ferdi menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang seenaknya. Bukan masalah ia ingin tinggal di apartemennya, masalahnya adalah Zaid punya istri bukan anak bujang lagi.


***


Zaid menikmati makan siangnya dikantin kantor dengan malas. Ia hanya mengaduk-ngaduk makanannya tanpa niat menyuapkan ke mulut. Ia tak berselera makan, mengingat semua yang terjadi kemarin. Hatinya sungguh hancur. Ingin ia berbagi keluh kesah tapi pada siapa.

__ADS_1


"Mas Zaid... kok makan sendirian..? Cuman diaduk-aduk lagi makanannya.. " Maya membuyarkan lamunan Zaid. Semenjak Zaid Menikah dengan Annisa, maya memanggil Zaid dengan panggilan santai. Zaid hanya tersenyum hambar.


" Lagi ada masalah ya..?? Cerita aja nggak papa Maya dengerin.. " kata Maya menyadari ada yang tak beres dengan Bosnya itu.


" Nggak papa kok May, hanya sepenggal kisah yang membosankan.. " kata Zaid sedih.


"Beneran lho mas aku ini pendengar yang baik.. Nisa aja kalau ada apa-apa curhat sama aku.. " Kata Maya Ramah. Zaid menatap Maya seketika mendengar nama pujaan hatinya disebut. Sebenarnya ia sangat merindukan istrinya itu.


Zaid pun akhirnya menceritakan kehidupan rumah tangganya dengan Annisa yang diambang kehancuran. Maya mendengarkan cerita Zaid dengan sabar dan telaten. Sesekali ia memberikan support kepada bosnya itu.


Akhirnya kini Zaid kini dekat dengan Maya. Maya selalu mendengarkan keluh kesahnya. Memberikan semangat untuknya yang bahkan tidak diterimanya dari sang istri. Semakin hari kini ia menjadi semakin dekat dengan Maya.


Hai.... terimakasiihhhh yang sudah mau singgah ke karya saya.. selain Satu Hati Sampai Mati ada dua novel lagi lhooo.. diantaranya


1 Cinta Tuan Sempurna


2 Bunga Bunga Cinta


btw menurut kalian novel satu hati sampai mati ini membosankan nggak sih? kalo emang membosankan aku mau cepet tamatin aja..


😥😥😥


ketik saran dan komentar dong readers yang. baik.. minta jempolnya juga dong.. jempolnya kan gratisss.. ( author yang miskin pembaca, miskin like juga miskin komentar jadinya ngemis ngemis)


Tetapi tetap saja kepada yang sudah singgah membaca saya ucapkan banyak terimakasiiihhh

__ADS_1


__ADS_2