
Akhirnya kelas menentukan untuk membuat acara ninja house, yaitu aneka permainan yang meniru aktifitas ninja seperti melempar shuriken, melompati satu rintangan ke rintangan lain, cosplay dan foto, entah siapa yang memasukkan ide ini tapi seluruh kelas setuju dan akhirnya terjadilah haha, Haruka yang kebetulan duduk di sebelah ku melirik ku terus sambil tersenyum senyum, apa maksudnya coba, jangan punya pikiran aku pakai pakaian ku lalu bercosplay ya. Aku milih tidak hadir kalau sampai terjadi seperti itu.
“Kenapa keringatan Masa hehehe.” Ledek Haruka.
“Iya nih Masa kun, kok wajah nya gitu...hehe...payah nih onii chan.” Ledek Ayame.
“Haha puas ya kalian.” Balas ku.
Siapa yang sangka coba di kelas ini ada ninja beneran, tapi jangan harap aku menunjukkan nya. Aku benci jadi mencolok dan bisa di getok shishou kalau aku pamer. Akhirnya aku tahu siapa yang mengusulkan nya,
“Maaf Masamune kun, kayaknya kamu tidak senang ya dengan usul ku.” Ujar Naoto.
“Ah biasa saja, hanya bingung saja musti ngapain dan tolong ya, kamu sudah tahu yang sebenarnya, tolong rahasiakan.” Balas ku.
“Tenang saja mulut ku rapat.” Balas Naoto.
“Kalau gitu kenapa kamu mengusulkan yang seperti itu ?” Tanya ku.
“Karena aku sudah lihat yang asli nya.”
Aw jadi malu, hah bikin repot saja, walau sedikit senang sih. Tapi tetap, tujuan ku di sini bukan main main, tujuan ku menjadikan kamu pewaris tunggal keluarga Godou, Naoto kun dan kita berkerja sama hehe. Sepertinya Ayame tahu isi kepala ku, dia menggelengkan kepalanya dan memalingkan wajah nya. Akhirnya, pelajaran olah raga di mulai yang di dampingi oleh Hiruma sensei yang berbadan besar dan kekar. Aku berusaha tidak mencolok, malah kalau bisa aku sebenarnya malas pelajaran ini. Aku duduk di pinggir dan aku melihat ketua kelas juga duduk di pinggir, sepertinya perutnya sakit sebab dia terus memegangi nya.
“Kenapa inchou ? tidak enak badan ?” Tanya ku hanya untuk basa basi. Tidak enak dong masa duduk bersebelahan tidka bicara sama sekali.
“Ti..tidak apa apa...” Ujar nya.
Hey, kenapa wajah nya pucat, kenapa ya, sebenarnya aku tergelitik ingin bertanya, tapi wajah nya menunjukkan “jangan tanya aku.” Begitu katanya. Akhirnya aku berdiri dan menghampiri sensei untuk minta ijin membawanya ke ruang kesehatan karena tidak tega melihatnya hampir pingsan begitu. Sensei mengijinkan nya, aku langsung berbalik dan berjalan ke arah inchou.
“Inchou, ayo aku antar ke ruang kesehatan, wajah mu pucat.” Aku mejulurkan tangan ku.
Tapi, tangan ku di tepuk kencang dan dia melihat ku seperti mengatakan “tolong.” Inchou langsung berdiri dan berjalan tertatih tatih menuju kembali ke dalam gedung, aku langsung menghampiri nya dan memapah nya dengan melingkarkan tangan nya ke pundak ku.
“Higashira kun.....”
“Sudah aku antar saja....kamu sempoyongan inchou.” Balas ku sebelum dia membantah lagi.
Aku memapah nya masuk ke dalam gedung dan menaiki tangga untuk menuju ke ruang kesehatan. Ketika sampai atas, kami bertemu dengan seorang sensei yang memakai vest, kemeja lengan panjang dan kacamata. Dia adalah guru pria yang mengajar kesenian yang bernama Todou Akira.
“Eh, ada apa Kaede san ?” Tanya nya sambil menaikkan kacamata nya dan tersenyum
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi badan inchou langsung gemetar dan wajah nya berubah, aku memperhatikan nya karena aku memapahnya, getaran nya berasa banget. Dia tidak menjawab dan gemetar.
“Maaf sensei, aku bawa dia ke ruang kesehatan dulu.” Ujar ku.
“Oh baik, silahkan.” Balas sensei.
__ADS_1
Aku berjalan melewati sensei dan aku merasakan sensei menatap ku dan inchou yang ku papah. Hmm apa lagi nih, pikir ku, karena aku merasakan ada yang tidak beres dan sesuatu yang lain. Aku mendengar langkah sensei mejauh, aku meneruskan pergi menuju ruang kesehatan. Setelah sampai, aku langsung membuka pintunya. “Sreeg.”
“Permisi.....” Ujar ku.
Kok tidak ada yang menjawab pikir ku. Ya sudah lah, aku membawa inchou masuk ke dalam dan membaringkan nya di tempat tidur yang sudah tersedia. Aku melepaskan kacamata nya dan meletakkan nya ke meja di sebelah nya. Aku ingin segera pergi, tapi kalau aku pergi dia sendirian dan kemana guru kesehatan nya. Toh aku juga ingin menghindari pelajaran olah raga, ya baguslah, aku membuka jersey ku dan bersender ke meja di sebelah tempat tidur. Aku melihat wajah inchou yang pucat dan berkeringat dingin, dia tidak sakit, dia takut akan sesuatu, aku yakin itu sebab aku pernah merasakan hal serupa ketika aku di bully di kehidupan lalu. Kejadian apa yang menimpanya, tapi tidak mungkin aku bertanya dan masalah ku saja sudah banyak jangan di tambah lagi.
Seperti biasa, calon istri ku yang centil tapi imut itu menyelinap masuk ke dalam ruang kesehatan dan duduk di pangkuan ku.
“Ngapain di sini Ma kun ?” Tanya Hikari yang seenak nya duduk di pangkuan ku.
“Bukan kah harusnya aku yang bertanya ya, kamu ngapain ke sini ?” Tanya ku
“Loh kamu ngapain sama onee chan nya Shouko chan ?” Tanya Hikari setelah melihat Kaede.
“Hah ? bukankah Shouko chan adik nya Jirou ya ?” Tanya ku heran.
Hikari langsung bercerita kalau Shouko bercerita kepada Hikari, nama keluarga Shouko dan Jirou adalah Saikoji, Kaede adalah anak di tengah tengah mereka, tapi sebenarnya orang tua mereka menikah lagi setelah bercerai sebelum nya dan menjadikan Jirou kakak angkat Kaede dan Shouko dari pihak mamanya, semenjak menikah lagi, papa mereka tidak pernah memperhatikan mereka dan Jirou kakak angkat nya menekan mereka di rumah. Yah ada bagusnya juga si Jirou ku tenggelamkan hehe. Kalau begitu pantas dia pucat dong, mungkin dia baru dengar orang tuanya meninggal seperti yang Hikari bilang tadi, pikir ku dalam hati.
“Tapi kok dia tidak ke rumah sakit ya ? kan orang tuanya meninggal.” Tanya ku.
“Shouko chan juga tidak, malah sepertinya dia tidak perduli gitu, tadi sempat keluar karena di panggil dan kembali lagi tuh ke kelas. Dia cuma bilang aneh kok meninggal nya bersamaan dan berjauhan.” Jawab Hikari.
“Hmm dia juga tadi di panggil guru sebentar keluar lalu masuk lagi. Aneh juga keluarganya. Tapi kamu belum jawab pertanyaan ku, ngapain ke sini ?” Tanya ku.
“Kangen, kamu ngapain sama dia....” Balas Hikari.
“Heee begitu ya.” Balas Hikari dengan pandangan meragukan ku.
“Dasar, kelitikin nih.” Balas ku lagi.
“Hehe bercanda...aku percaya kok tenang saja.” Balas Hikari sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher ku.
Tiba tiba pintu di buka, aku dan Hikari bersembunyi karena reflek, kita berdua bergulir ke kolong tempat tidur dan saling menutup mulut supaya tidak bersuara. “Cklik.” Sepertinya orang yang masuk itu mengunci pintu nya, dia berjalan menuju tempat tidur inchou dan membuka tirai nya. Eh, kenapa orang itu melepas sepatunya dan naik ke tempat tidur inchou ? pikir ku, aku juga merasa ada sensasi lain berada di atas ku. Hikari mengeluarkan cermin dan melemparnya ke sisi tempat tidur yang berada di sebelah tempat tidur inchou. Astaga, Todou sensei, mau ngapain dia naik ke atas inchou seperti itu. Sepertinya dia melihat wajah inchou dari dekat, mau apa dia menggulung kemejanya. Wow, lengan nya penuh tato, dia guru kesenian ? tapi tatonya bukan seperti tato milik yakuza yang berwarna warni. Tato nya hanya garis garis hitam melingkari lengan nya.
“Ah..sensei..jangan...” Teriak inchou.
Tempat tidur pun bergoyang, aku langsung menoleh kepada Hikari yang langsung mengangguk. Hikari mengabil beberapa bola asap dari kantung rok nya dan membanting nya, karena aku dan Hikari memakai kacamata, kita hanya menutup hidung saja dan keluar.
“Hei apa ini.” Teriak Todou sensei.
Dengan cepat, aku dan Hikari langsung menarik inchou keluar dari ruang kesehatan yang di penuhi asap tebal dan membawanya ke lab biologi. Aku langung mengunci pintunya dan Hikari membaringkan inchou lagi di meja panjang.
“Ma kun, guru tadi siapa ?” Tanya Hikari.
“Namanya Todou Akira, guru kesenian.” Jawab ku.
__ADS_1
“Tadi yang memanggil Shouko chan keluar juga dia....” Balas Hikari.
“Begitu ya, nanti pulang aku akan minta Manabu san menyelidiki siapa dia sebenarnya, tangan nya penuh tato aneh, dia bukan orang biasa.”
“Iya, tapi mau apa dia dengan onee chan nya Shouko chan ?” Tanya Hikari.
“Itu yang aku tidak tahu.” Jawab ku.
“Higashira kun ? eh kamu siapa ?” Tanya Kaede yang sudah sadar.
Aku mejelaskan semua yang terjadi di ruang kesehatan dan minta Kaede bercerita ada apa sebenarnya. Kaede diam saja, dia melihat ku dan Hikari di depan nya,
“Percuma Higashira kun, tidak apa apa, tinggalkan saja aku sendiri.” Ujar Kaede sambil menunduk.
“Tidak percuma kan onee chan, kenapa kamu tidak mau cerita ?” Tanya Hikari.
Aku memegang pundak Hikari dan mengajak nya keluar dari lab biologi, aku pamit dengan inchou.
“Baiklah inchou, aku mengerti, aku dan adik ku ini permisi dulu ya, jaga diri inchou.”
Aku keluar dari lab bersama Hikari, samar samar aku mendengar suara tangisan di dalam, tapi karena sepertinya dia tidak mau di tolong atau takut melibatkan orang lain, untuk sementara aku menurutinya dan aku akan minta Manabu san untuk menyelidiki Todou sensei. Aku kembali ke kelas bersama Hikari, karena kelas masih kosong dan semua masih olah raga hehe. Tapi ada satu hal yang membuat ku penasaran,
“Hikari, jawab serius, kenapa kamu ke sini ?” Tanya ku.
“Hehe..iya, sebenarnya ada yang mau aku pastikan sama kamu Ma kun. Selama kamu di sini, kamu terasa sesuatu ga ? sesuatu yang sama dengan waktu kita di lepas di gunung waktu itu.” Balas Hikari.
Sudah kuduga, selama hampir dua bulan aku berada di sekolah ini, memang ada sedikit yang mengganjal, tapi karena karena banyak nya urusan clan dan sekolah, aku tidak terlalu memperhatikan nya. Hikari benar, memang orang biasa tidak akan merasakan nya, tapi kita berdua sudah terlatih untuk peka, termasuk hal hal yang boleh di bilang mistis. Walau otak 40 tahun ku tidak bisa terima dan bilang mustahil karena sulit di cerna akal sehat, tapi hal hal seperti itu ada. Hikari lemah terhadap hal berbau mistis, walau dia lebih peka dari ku, jadi alasan dia ke sini adalah dia takut haha. Waktu kita berdua di lepas di dalam hutan gunung selama 2 minggu, ada satu hal yang kita temui di sana ketika kita berada di pinggir mata air, yaitu kappa, sejenis yokai yang hidup di sungai dan air, hawa keberadaan nya terasa sangat dingin mengerikan, kenapa kita bisa terluka dan hampir mati saat berada di gunung, ya karena kita menyerang kappa itu dan dia menyerang balik, sekarat deh kita berdua haha. Apa yang kurasakan di sekolah ini memang berbeda dan jelas bukan yokai melainkan sesuatu yang lain, sebab terasa lain dan tidak setajam waktu di gunung. Ada dua macam yang kurasakan, satunya mengancam tapi tidak mengarah kemana mana, seperti mengatakan "Jangan ikut campur." sedangkan satunya berusaha sembunyi dan menghilang.
“Ya, aku juga merasakan nya. Tau apa penyebab nya ?” Tanya ku.
“Aku tidak tahu juga, tapi sejak aku masuk kelas waktu itu aku merasakan nya.”
“Hmm ya sudah, lihat saja nanti. Jangan takut ya.....hehe.” Ledek ku.
“Huh siapa yang takut, aku cuma merasa kurang nyaman saja.....” Balas Hikari sambil manyun menggemaskan.
Singkat cerita, pulang sekolah aku minta Manabu san menyelidiki Todou Akira dan sekalian keluarga Jirou, yaitu Kaede dan Shouko. Ketika aku sedang berada di depan gerbang bersama Manabu san, aku melihat Kaede sedang berdebat dengan anak smp cantik yang menurut Hikari adalah Shouko. Kemudian Kaede masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh seseorang dan Shouko langsung berjalan cepat menuju ke dalam lagi, Hikari ingin menyusul Shouko yang masuk kembali ke dalam, tapi aku bilang jangan ikut campur walau Hikari bilang Shouko duduk di sebelah nya dan sering bicara dengan dirinya selama hampir 2 bulan ini, sebaik nya kita tidak usah terlalu ikut campur, kecuali masalah nya bersenggolan dengan kita dan merugikan kita.
“Sekarang kita tunggu Ayame dan Haruka yang masih sibuk di dalam membantu kelas untuk persiapan festival budaya saja. Kamu tidak bantu kelas mu ?” Ujar ku pada Hikari.
“Malas, aku tidak mengerti juga, mereka bikin rumah hantu.....”
“Oh...aku tahu kalau gitu alasan nya hahaha.” Ledek ku.
“Iiih....Ma kun....jahat.” Balas Hikari sambil memukul mukul ku.
__ADS_1
Yah salah satu alasan kenapa waktu di gunung aku mendekap dia ya karena hal ini juga, win win kan hehe. Tak lama kemudian, Ayame dan Haruka keluar bersama Naoto dan Hana. Ayame dan Haruka marah marah karena aku menghilang dan tidak membantu, wajar lah, ada yang lebih penting dari sekedar membantu membereskan kelas. Ketika Ayame dan Haruka naik ke mobil, aku melihat mobil yang di naiki oleh Kaede masuk kembali ke dalam gerbang sekolah dan di kendarai oleh Todou sensei, tapi Kaede tidak kembali bersama nya dan tidak ada di dalam mobil. Yap, jelas ini ada sesuatu yang salah, padahal hanya berdiri di depan gerbang dan ketika mobil itu melewati ku, aku merasakan ada sesuatu yang lain, sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa, ada kemungkinan penyebab aku dan Hikari merasa ganjil adalah sensei yang menyetir mobil itu.