
Beberapa hari kemudian, kita semua melakukan pemakaman untuk mama Touka di rumah duka. Touka terus menangis tanpa henti di pelukan Hikari, aku sangat mengerti, aku keluar sebentar dari rumah duka untuk menelpon Youko nee san.
“Nee san, tolong cari dan bunuh Kotogaki Motoya, selidiki dulu dimana dia berada...”
“Ara...siap bocchan....”
Aku menutup telepon ku, sudah saat nya aku main kasar, selama ini aku terlalu lunak. Xin liang juga keluar dari rumah duka dan menemui ku, dia memperlihatkan pesan gambar yang di kirim kan padanya dari anak buah tetua Tian di hongkong, aku melihat mereka sedang menangkap beberapa orang, 3 wanita dan 2 remaja pria. Menurut Xin liang, mereka adalah keluarga dari bos Wu shang. Karena saat ini hati ku sedang panas, aku tersenyum melihat nya,
“Mereka akan kita eksekusi hari ini saudaraku, Wu shang tidak mau mendengarkan permintaan kita supaya menyerah dan mengaku ke polisi.”
“Terima kasih sudah memberitahu ku saudaraku.” Balas ku.
Menurut Xin liang, mereka sedang dalam perjalanan ke tengah laut membawa semua orang itu untuk di eksekusi tengah lautan. Sementara itu para anak buah sedang bersenang senang dengan semuanya, aku tertawa mendengar nya, bagus sekali, memang sudah saat nya ku bereskan semuanya. Xin liang juga mengatakan kalau bisnis mereka di osaka sudah rampung dan sudah mulai berjalan. Selagi aku berbincang bincang dengan Xin liang di luar, tiba tiba telepon ku berbunyi, aku mengangkatnya,
“Masa aniki, aku sudah tahu ninja yang menyerang rumah sakit kemarin dari clan mana, malam ini aku dan Megumi bersama Kyoya aniki dan Natsume aneki akan memimpin pasukan untuk menghabisi desa mereka, mau ikut ?” Tanya Kenzo.
“Tentu saja, aku ikut.....”
Akhirnya aku masuk kembali ke rumah duka dan mengatakan aku akan pergi sebentar hari ini kepada Hikari dan Touka, tentu saja Hikari mengerti apa maksudku dan mengijinkan nya asal aku harus kembali dan berhati hati. Touka yang tidak mengerti sempat mencegah ku, tapi ketika di bisiki oleh Hikari, dia mengangguk dan malah minta aku membalaskan dendam nya. Aku langsung keluar dari ruangan dan menuju tempat perjanjian ku dengan Kenzo.
****
Malam nya di sebuah desa kecil yang berada di prefektur saga, desa para ninja yang menyerang rumah sakit di kyoto, aku dan sekitar 30 ninja iga di tambah 10 ninja kagenuma bawaan ku sudah mengelilingi desa. Tepat jam 12 malam,
“Masuk.....:” Ujar ku.
Para ninja iga dan kagenuma langsung melompat masuk ke dalam desa, membunuh semua penjaga yang berjaga dan masuk ke setiap rumah menghabisi siapa saja yang ada di dalam rumah. Para ninja di penduduk desa mulai melakukan perlawanan, maka terjadilah perang ninja di desa yang tidak di ketahui nama nya itu. Aku bersama Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi langsung masuk ke rumah kepala desa dan menemui nya sudah siap untuk bertarung,
“Majulah kalian....” Ujar orang tua yang terlihat perkasa di depan ku.
Ketika aku mau maju, tiba tiba Megumi dan Kenzo mencegah ku, Megumi minta dia yang maju menghadapi mereka,
“Aku saja aniki, aku marah, gara gara mereka aku jadi lalai melaksanakan tugas dan mereka sudah melihat wajah ku....” Ujar Megumi yang melompat maju menghunus katana nya.
Adu pedang antara Megumi dan kepala desa itu terjadi, keduanya menjadi bayangan yang saling berbenturan, kalau orang biasa pasti tidak akan bisa melihat gerakan mereka, tapi aku dan yang lain bisa melihat dengan jelas, aku melihat Megumi sedikit terdesak,wajar saja, yang dia lawan adalah guru besar dan pemimpin clan ninja yang ada di desa itu. Tapi ketika Kenzo mau bergerak untuk membantu nya, Megumi tidak mengijinkan nya. Dia malah mengatakan kalau dia tidak apa apa, memang sih, kalau di lihat Megumi masih bisa mengimbangi nya, walau belum bisa menekan nya, sekarang tinggal di lihat masalah stamina, siapa yang kehabisan tenaga duluan, sementara itu, aku, Kyoya, Natsume menghadapi para ninja musuh yang masuk ke dalam rumah kepala desa supaya tidak menganggu pertarungan Megumi.
Tentu saja akhirnya terlihat siapa yang kehabisan stamina duluan, gerakan kepala desa mulai melambat dan Megumi malah semakin gencar menyerang dan melemparkan semua shuriken milik nya. Rupanya Megumi kalau marah seram juga ya, haha, aku tidak menyangka sama sekali, yang biasanya kalem dan jarang bicara bisa bertarung seperti ini. Akhirnya pedang Megumi berhasil melukai pundak kepala desa dan kepala desa menjatuhkan pedangnya, kemudian berlutut siap untuk di penggal.
“Aku kalah, bunuh aku.....”
Ketika Megumi mengangkat pedang nya untuk siap memenggal nya, aku dan Kenzo maju,
“Tunggu Megumi, sebelum nya ada yang mau aku tanyakan...” Ujar ku sambil memegang pundak Megumi.
“Huh...aku tidak akan bicara apa apa....” Jawab kepala desa.
__ADS_1
“Kyoya, bawa dia kesini.....”
Kyoya langsung menarik seorang wanita yang membawa bayi nya masuk ke dalam rumah kepala desa. Wajah kepala desa berubah melihat nya,
“Kamu kenapa kembali, sudah ku bilang keluar dari desa dan pergi ke kota.....” Teriak kepala desa.
“Clan mana yang menyuruh mu bergerak...kamu jawab, aku jamin keselamatan mereka.” Ujar ku.
Kepala desa melihat ku dan kembali melihat istri dan anak nya, dia menunduk dan kembali melihat ku,
“Koga.....” Ujar nya.
Aku langsung mengangguk, pedang Megumi langsung turun dan memenggal kepala nya. Tentu saja wanita itu langsung histeris dan berteriak teriak, aku minta Kyoya melepaskannya dan membawanya ke kota sesuai dengan keinginan kepala desa, tapi masalah dia di kota bagaimana bukan urusan ku. Hasil peperangan di desa itu, dari 30 ninja iga yang ikut menyerang, dua meninggal dan dari 10 ninja kagenuma yang menyerang 1 meninggal 2 luka luka. Tapi desa itu sudah tidak akan terdengar lagi di dunia ninja. Aku kembali ke fukuoka bersama Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi, kita menginap di bar nee san yang ada di sana bersama pasukan setengah pria nya. Selagi di sana, nee san menelpon ku, dia mengatakan sudah menemukan lokasi dimana Motoya berada,
“Dimana lokasinya nee san, aku kebetulan lagi di fukuoka, sekalian saja hari ini bereskan...” Ujar ku.
“Dia masih di kediaman Kotogaki di fukuoka, eike bergabung denganmu bocchan...” Ujar Youko.
Karena hari sudah pagi, aku minta supaya Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi beristirahat dulu, sebab aku juga perlu istirahat, nanti malam kita bergerak langsung mengepung kediaman Kotogaki.
****
Ketika sudah sampai pada waktu nya, aku dan para ninja lainnya termasuk nee san sudah mengepung kediaman Kotogaki, ternyata mereka bisa hidup tenang dan senang ya, sedangkan Touka menderita. Aku mengangkat tangan ku dan mengayunkan nya, para ninja mulai melompat masuk ke kediaman Kotogaki, melumpuhkan para penjaga, para anak buah yang cukup banyak di dalam dengan bersih, tanpa suara dan tanpa di ketahui siapapun. Tentunya, Motoya dan keluarga nya tidak sadar kalau rumah mereka sudah ku masuki, tapi untuk masuk ke dalam, alarm harus di matikan.
Youko sudah mengurus nya, kemudian aku melangkah ke pintu depan dan mengetuk pintunya. Seorang pelayan membukakan pintu, setelah dia mendengar aku mencari Motoya, dia langsung masuk ke dalam untuk memanggil Motoya. Setelah itu, pelayan itu mempersilahkan aku masuk dan mengantarku ke ruang tamu. Di dalam ruang tamu sudah ada Kyoya yang langsung membawa pelayan itu pergi keluar, karena dia tidak terlibat dan hanya berkerja di rumah itu, tapi kalau sampai membuka mulut, jangan salahkan aku kalau kepala nya juga ku ambil. “Sreeg.” Motoya membuka pintu dan masuk ke dalam dengan senyum yang menyebalkan,
“Aku hanya berkunjung saja sekedar basa basi, gimana bisnis ?” Tanya ku.
“Tolong langsung saja pada permasalahan nya, sudah malam....” Jawab nya dengan wajah serius tapi masih meremehkan ku.
“Baiklah, kita langsung saja, jujur saja, aku datang ke sini mau menagih hutang pada mu...bisa di bayarkan sekarang ?” Tanya ku.
“Hahaha hutang apa, sejak kapan aku berhutang pada bos besar di kyoto.” Ujar Motoya.
“Sejak kamu menyentuh keluargaku, apa kamu tahu ? Kotogaki Touka adalah adikku ?” Tanya ku.
Mendengar perkataan ku, wajah nya langsung berubah, dia berdiri dan langsung mengambil pistol dari pinggang belakang nya dan menodong ku.
“Hahaha...kamu datang sendiri ke sini, bicara seperti itu pada ku, kamu pikir aku tidak bisa melawan hah.....hei....masuk.....” Teriak Motoya.
Tapi tidak ada satu orang pun yang datang masuk ke dalam ruangan, aku santai saja sambil tersenyum dan melihat tingkah nya yang sedikit panik.
“Coba cek, mungkin anak buah mu pada tidur.....” Ledek ku.
Dia membuka pintu nya dan berteriak di luar, dia juga memanggil pelayan yang membukakan pintu, tidak akan ada yang menjawab panggilan nya. Dia kembali masuk ke dalam dan menutup pintunya sambil terus menodong ku dengan pistol.
__ADS_1
“Apa yang sudah kamu lakukan di rumah ku ?” Tanya Motoya.
“Sama seperti yang kamu lakukan di rumah sakit.....sekarang bayar hutang mu.” Jawab ku.
Aku menjentikkan jari ku dan dua orang ninja keluar dari persembunyian nya langsung menangkap kedua lengan Motoya dan menjatuhkan pistol nya. Aku berdiri, berjalan mendekati nya dan mengambil pistol yang jatuh.
“Hah...kalaupun kamu membunuh ku, keluarga ku akan tetap ada dan kolega ku di tokyo akan menghabisi mu.......”
“Hei...bawa masuk....”
Seorang ninja mengangguk dan melepaskan Motoya, dia keluar ruangan dan tak lama kemudian 3 orang ninja masuk ke dalam membawa nampan.
“Letakkan di meja......” Ujar ku.
Ketiga ninja itu meletakkan ketiga nampan di atas meja yang berisi kepala seorang wanita dan dua anak laki laki. Motoya yang melihatnya langsung ternganga dan kaget,
“Kamu...apa yang kamu perbuat.......keluarga ku.......” Teriak nya dengan air mata bercucuran.
“Sama kan, kamu juga berbuat begitu tapi hutang belum lunas, masih kurang satu kepala.” Ujar ku.
Motoya langsung menunduk dan tidak bicara apa apa lagi, tapi ketika ninja ku mau mengeksekusi nya,
“Tunggu, aku bisa berguna padamu, aku bisa memberikan kamu informasi mengenai Suzuki......”
Aku mengangkat tangan ku dan ninja itu menurunkan pedangnya, aku berjalan dan jongkok di depan nya,
“Info apa ? cepat katakan.”
Motoya langsung mengatakan, kalau Suzuki berniat membunuh Ayame dengan menyandera Naoto yang sekarang berada di tokyo, dia meminta ku mengambil handphone nya dan aku meminta seorang ninja mengambil nya dari saku nya. Dia memperlihatkan sebuah foto yang di dalam nya Hana sedang duduk di sebelah Naoto di salah satu hotel di tokyo. Setelah itu, Suzuki berniat mengambil alih semua bisnis Odasiga dan menguasai tokyo. Jadi itu info nya, lumayan lah, aku jadi tahu sekarang musuh ku sudah bergerak.
“Biarkan aku bekerja untuk mu, aku akan berbakti pada mu bos....” Ujar Motoya.
“Baiklah, kamu bisa berbakti padaku....”
Aku menganggukkan kepala ku, ninja di depan ku langsung mengangkat pedang nya dan dengan sekali tebasan kepala Motoya sudah bergulir di hadapan ku.
“Dari alam sana......” Aku menyelesaikan ucapan ku yang aku tahu dia tidak akan mendengarnya lagi.
“Bersihkan semuanya, anggap malam ini tidak terjadi apa apa....”
“Baik bos....” Ujar kedua ninja di depan ku.
Aku berjalan keluar dari ruangan dan keluar dari rumah untuk bertemu Youko, Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi. Aku langsung menelpon Ayame untuk mengatakan jangan berbuat apa apa sampai aku kembali dan jangan terlalu memikirkan Naoto, sebab Hana tidak akan berbuat macam macam pada Naoto dan target dia adalah Ayame. Tentu saja Ayame mengerti, tapi sebagai antisipasi, aku juga menelpon Ryota dan Keiko untuk membantu ku mengawasi Ayame, sampai aku kembali.
“Sekarang kita kemana bocchan....” Tanya Youko.
__ADS_1
“Tokyo......” Jawab ku.