
Aku pergi ke tokyo bersama dengan Shizuka, Naoto, Manabu dan Xin liang. Begitu mendarat, kami memanggil taksi untuk pergi ke tempat Ayame menunggu. Kupikir Ayame bersembunyi di suatu tempat di tokyo, ternyata taksi malah mengarah ke saitama, jauh juga pikir ku. Tapi ini gawat juga, dari kita berlima, hanya aku dan Xin liang yang bisa bertarung kalau ada apa apa. Diam diam aku membisiki Manabu untuk mengirim pesan kepada anak buah nya di tokyo untuk mengikuti kita dari belakang dan diam diam, kalau bisa jangan sampai Shizuka tahu, apalagi Ayame yang akan kita temui. Selama Shizuka masih di posisi diam saja seperti yang sekarang di depan ku, ku rasa tidak masalah, dia tidak akan sadar kalau kita di ikuti anak buah ku. Taksi terus berjalan sedikit keluar kota, akhirnya kita sampai di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi sepertinya nyaman di lihat. Lokasinya sedikit terpencil, memang cocok untuk jadi tempat persembunyian.
Shizuka turun dan langsung masuk ke dalam. Naoto mempersilahkan ku, Manabu dan Xin liang masuk. Baru saja masuk ke dalam pagar, aku sudah mendengar suara ribut di dalam, sepertinya Ayame dan Shizuka berdebat kencang di dalam, hanya saja, terdengar seperti orang yang sedang marah marah sendiri, karena suara mereka sama, jadi aku tidak tahu siapa yang bicara atau siapa yang membalas nya. Aku, Manabu dan Xin liang sementara menunggu di luar saja dulu dan membiarkan Naoto masuk untuk melerai mereka. Keributan terus berlanjut, akhirnya nama ku di bawa bawa juga oleh mereka, kira kira seperti ini,
“Kamu benar benar ga punya malu ya. Ga punya harga diri, kamu pergi ke kyoto menemui onii chan....memohon bantuan sama dia....aku tidak mau berhutang budi lagi pada nya...kamu paham ga Shizuka chan. Aku tidak akan mau menemui nya, suruh mereka pulang ke kyoto.” Teriak Ayame.
“Kamu jangan keras kepala Ayame, kamu malah menghubungi bos gila itu dan mau menemui nya tanpa bilang pada ku, sekarang aku sudah melibatkan Masa kun, kenapa sih kamu tidak mau mengalah saja sebentar. Harga diri mu terlalu tinggi Ayame chan.....” Teriak Shizuka.
“Sudah sudah.....Masa kun sekarang ada di depan.....” Belum selesai Naoto bicara.
“Diaaaam....” Teriak Shizuka dan Ayame bersamaan.
Walah ga akan selesai kalau seperti ini. Tapi paling tidak aku masih di panggil onii chan oleh Ayame walau sepertinya dia tidak mau menemui ku hehe.
“Saudaraku.....sepertinya kita kedatangan tamu....” Ujar Xin liang.
“Ya, aku merasakan nya......bersiaplah saudaraku....” Balas ku.
Perasaan kita ternyata benar, beberapa mobil datang dan parkir di depan pagar, seseorang turun dari dalam mobil dan aku tahu siapa orang itu.
“Lama tak jumpa Mr Lie fong...” Sapa ku dalam bahasa inggris.
“Kenapa anda ada di sini ? kurang ajar kita di jebak.” Tanya Lie fong dalam bahasa inggris.
“Masih ingat aku Lie fong ?” Tanya Xin liang dalam bahasa mandarin.
Wajah Lie fong langsung berubah ketika melihat Xin liang, dia langsung bicara dengan anak buah nya dalam bahasa mandarin dan dia masuk ke dalam mobil. Anak buahnya keluar, lumayan banyak juga, mungkin ada sekitar 20 orang, karena ada 3 mobil yang parkir di depan pagar. Mereka tidak memakai senjata api, tapi mereka memakai parang, golok, pisau dan sejenisnya.
“Manabu san, masuk ke dalam dan beritahu mereka, seperti nya aku dan saudaraku akan berpesta sebentar.” Ujar ku.
“Hati hati bocchan...” Ujar Manabu sambil berlari ke dalam.
“Mari saudaraku....” Ajak Xin liang yang langsung berlari maju.
Aku juga berlari maju menyusul nya, paling tidak mereka tidak melewati gerbang, aku dan Xin liang melompat keluar pagar dan langsung menghantam beberapa orang ketika kita turun. Langsung saja, tanpa jeda, ketika mendarat, aku dan Xin liang menghajar semua yang kelihatan di depan kita tanpa pandang bulu. Setelah anak buah nya hampir habis, mobil yang di kendarai Lie fong mulai berjalan, aku mencabut shuriken ku dan melemparkan nya ke roda belakang mobil. Mobil menjadi oleng karena roda belakang yang kempes mendadak, membuat mobil menabrak pembatas jalan dan berhenti.
“Dor...dor....” Terdengar suara tembakan dari dalam rumah, aku dan Xin liang langsung berlari masuk ke dalam rumah, ternyata ada beberapa anak buah Lie fong masuk ke dalam dan berhadapan dengan Manabu. Sepertinya yang menembak barusan adalah Manabu karena aku melihat dua orang yang terkapar di ruang tamu sambil memegang kaki mereka. Kemudian handphone Manabu berbunyi, anak buah nya yang di panggil oleh nya tadi sudah datang dan mengepung mobil yang menabrak pembatas jalan tadi. Aku dan Xin liang kembali keluar, ternyata pintu mobil itu dalam posisi pintu terbuka, Lie fong sepertinya melarikan diri,
“Dia kabur saudaraku.” Ujar ku.
“Sayang sekali.....” Balas Xin liang.
__ADS_1
“Oh ternyata tidak.....tunggu....” Balas ku.
Tiba tiba seorang kunoichi muncul di depan ku, dia membawa Lie fong yang sudah dalam keadaan terikat. Tentu saja aku mengenal dengan baik siapa kunoichi itu.
“Apa kabar Hana senpai....” Ujar ku.
“Baik, apa kabar Masa kun....” Balas Hana.
“Maaf, tapi boleh serahkan dia padaku ?” Tanya Xin liang sambil menunjuk Lie fong.
Hana melemparkan Lie fong di jalan persis di kaki Xin liang yang langsung jongkok melihatnya. Kemudian mereka bicara dengan bahasa mandarin, setelah itu, Xin liang mengambil handphone Lie fong dari saku nya dan dia membukanya. Xin liang langsung menelpon dan percakapan mereka dalam bahasa mandarin. Tiba tiba handphone nya di serahkan padaku, aku mengambil nya.
“Masamune....jangan macam macam dengan ku, masalah ku dengan Ayame tidak akan selesai begitu saja, camkan itu.” Ujar bos menggunakan bahasa inggris.
“Baik, ku tunggu serangan mu dan jangan pikir aku akan diam saja, tunggu balasan ku.....” Balas ku dalam bahasa inggris.
Telepon langsung ditutup, aku melemparkan handphone itu kembali kepada Lie fong. Hah gila juga bos itu, mau coba coba mengancam ku. Setelah itu aku dan Xin liang berbalik untuk masuk ke dalam, Lie fong ku kembalikan kepada Hana dan terserah dia mau di apakan. Menurut cerita Xin liang karena dia berbicara dengan Lie fong barusan, Lie fong menyangkanya aku yang menjebak dia dan menyuruh Ayame menelpon bos besar berpura pura menyerah. Lah aku saja baru datang kok, berarti semua ini hanya kebetulan, aku kebetulan saja berada di tempat yang salah haha. Tapi justru, perkembangan ini malah bagus.
Jujur saja aku malah punya rencana ke hongkong kok untuk menghabisi langsung bos itu, makanya aku sempat menyuruh Manabu menyiapkan paspor ku. Kalau dia yang datang ke sini, aku malah senang sekali, aku akan mengadakan pesta besar menyambutnya. Aku dan Xin liang masih berdiri di depan halaman, selain berjaga jaga, aku sebenarnya agak malas masuk ke dalam, sebab baru saja aku membereskan masalah yang di buat Ayame. Karena kebetulan anak buah ku sedang berkumpul di depan rumah, aku minta tolong bereskan semuanya, jangan sampai ada bekas sama sekali. Aku tidak melihat Hana dan Lie fong, biar saja itu urusan Hana. Kalau Lie fong sampai lolos pun, dia tidak akan bisa berbuat apa apa.
Tak lama kemudian, Naoto dan Manabu memanggil ku masuk, Xin liang tidak mau masuk dengan alasan tidak mau ikut campur urusan keluarga orang lain, benar juga sih, dia tidak ada sangkut pautnya dan urusan nya sudah selesai. Akhirnya diam diam aku minta Manabu menemani Xin liang di luar, sementara aku masuk ke dalam. Begitu di dalam, aku melihat Ayame dan Shizuka duduk saling membelakangi tanpa mau menoleh satu sama lain dengan wajah terlihat masih geram. Aku mengambil kursi makan dan membalik nya di depan keduanya, aku duduk di depan mereka. Ayame melirik padaku,
“Yo...apa kabar.....” Sapa ku.
“Mau apa kamu ke sini onii chan....” Ayame bicara dengan nada super ketus.
“Naoto kun, jelaskan....” Aku minta tolong sama Naoto sajalah, malas harus menjelaskan semuanya, lagipula aku kan di ajak ke sini.
Naoto langsung menjelaskan pada Ayame panjang lebar, dia sedikit marah dan mengatakan kalau kejadian barusan akibat dari ulah Ayame dan lagi lagi aku yang membereskan nya. Ayame menunduk, tubuh nya terlihat gemetar, dia berusaha menahan tangis nya.
“Lalu, kamu mau aku berterima kasih padamu ?” Tanya Ayame.
“Pertanyaan ku hanya satu dan kamu belum jawab, apa kabar ?” Tanya ku sekali lagi.
Ayame langsung diam, dia menoleh lagi dengan tubuh gemetar, aku tahu, kalau kejadian ini dia alami waktu dulu dimana aku masih dekat dengan nya, dia pasti langsung menerjangku dan memeluk ku haha. Segitu nya dia bertahan untuk menahan diri supaya tidak berpaling pada ku.
“Melihat aku yang seperti ini, kamu puas kan....?” Tanya nya lagi.
Kalau saja boleh jawab, sangaaaat puas, tapi tidak mungkin aku mengatakan itu, aku menjawab lagi pertanyaan nya.
“Hmm...yang kutanya hanya satu, apa kabar ?” Tanya ku lagi.
__ADS_1
Mungkin karena kesal dan menganggap aku mempermainkan nya, Ayame langsung berdiri di depan ku. Kedua tangannya mengepal, dia menangis tapi masih menahan nya.
“Sekarang kamu lihat aku baik baik saja ga ?” Tanya nya sambil berteriak histeris di depan ku.
“Ga tau, yang aku tanya, apa kabar ?” Tanya ku lagi.
“Kamu lihat kan, kamu tanya kabar ku, lihat, aku hancur, aku kacau, jelas aku tidak baik baik saja.” Bentak nya di wajah ku.
Itu yang ku tunggu dari tadi, akhirnya keluar juga kalau dia sebenarnya tidak baik baik saja. Dan kalau sudah tahu kabarnya, aku kembali bertanya,
“Lalu kalau tidak baik baik saja. Aku tanya lagi, apa yang terjadi ?” Tanya ku.
Whoaah, seperti keran bocor, semua yang ada di hatinya keluar dari A sampai Z. Aku tidak bisa mendengar semuanya, urusan Hikari lah, urusan aku menghilang lah, dari dulu sampai sekarang. Biarin saja sampai puas, hehe. Setelah hampir 15 menit bicara dan berteriak tanpa henti, akhirnya konsernya selesai juga, aku melihat Ayame terengah engah,
“Ok aku sudah dengar, trus ada yang bisa ku bantu ?” Tanya ku sambil tersenyum.
Wajah nya langsung berubah, dari marah marah, dari kesal dan geram, sekarang layu. Dia langsung berbalik dan membelakangi ku. Shizuka menoleh melihat ku dan dia tersenyum karena melihat wajah Ayame yang tidak bisa ku lihat karena dia membelakangi ku. Tiba tiba dia berbalik dan menunduk di hadapan ku,
“Maafkan aku.....” Teriak nya.
“Haaah...Ayame chan, yang kutanya itu, ada yang bisa ku bantu atau tidak, karena kalau tidak aku mau pulang, masalah memaafkan, aku sudah maafkan semenjak Shizuka datang ke rumah ku.” Balas ku sambil tersenyum melihat wajah nya.
Aku mengatakan itu, supaya mereka berdua akur lagi, jangan ribut, sedangkan aku tidak akan bergerak sebelum ada kata ‘tolong’ Tapi ternyata reaksi Ayame di luar dugaan ku. “Gedubrak...” Aku di terjang nya sampai kursi ku jatuh ke belakang,
“Huaaaaa....onii chan....maafkan aku....maafkan aku....huaaaaaaa....” Teriak nya histeris di pelukan ku.
“Hehehe kamu masih sama saja ya Ayame chan....adik ku.” Balasku sambil memeluk nya.
Aku melihat Manabu dan Xin liang masuk ke dalam karena mendengar suara benda jatuh yang kencang. Tapi keduanya langsung menarik nafas lega karena melihat Ayame yang menangis tersedu sedu di pelukan ku. Setelah Ayame tenang kembali, aku berdiri kembali dan membantu Ayame berdiri. Shizuka berdiri menghampiri kita berdua, tapi langkahnya terhenti,
“Halo lagi Masa kun.....” Hana muncul di belakang Shizuka dan menyilangkan katana nya di leher Shizuka.
“Apa yang kamu lakukan ini senpai ?” Tanya ku sambil melindungi Ayame di belakang ku. Xin liang dan Manabu juga bersiaga di belakang ku.
“Wah gimana ya, mungkin aku mengatakan aku berhenti, sebab aku pindah bos...jadi ini tugas pertama ku....bye bye....” Ujar Hana.
Katana Hana langsung menusuk Shizuka dari punggung tembus ke depan. Membuat Shizuka muntah darah. Kemudian Hana langsung menghilang,
“Shizuka....” Teriak ku, Ayame dan Naoto sambil berusaha meraih tubuh nya yang jatuh.
Shizuka terbaring di pangkuan Ayame dan Naoto, dalam keadaan sekarat, Shizuka menoleh pada ku dan mengangkat tangan nya. Aku langsung memegang tangan nya dan mengenggam nya dengan erat.
__ADS_1
“Ma..sa...kun....se..kali....lagi...aku...minta...maaf.....maaf...kan aku....to..long....sampai..kan...pada....Keiko...nee san....aku sayang dia....dan sayang keponakan ku.....to..long Masa...kun...terima..kas.”
Tangan Shizuka yang memegang ku terlepas jatuh, matanya terpejam untuk selama lamanya. Ayame langsung menangis histeris, dia minta maaf kepada Shizuka karena bertengkar dengan nya. Naoto juga menangis meratapi jasad Shizuka yang sudah tidak bergerak lagi. Aku menunduk, air mata ku menetes, tapi yang keluar di dalam diriku bukanlah kesedihan dan kehilangan, melainkan amarah yang meluap dan berapi api, baru saja kita kembali akur seperti dulu dan baru saja kita bisa bersama kembali, aku tidak akan memaafkan perbuatan nya ini, bos besar yang bernama Wu shang itu akan ku kubur hidup hidup sampai dia memohon untuk ku bunuh.