Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 27


__ADS_3

Akhirnya Naoto dan Hana berjalan menuju gerbang sekolah, aku dan Hikari bisa melihat mereka mendekat, tapi tidak mungkin Hana tidak merasakan bahaya. Selama dia tidak bergerak aku dan Hikari akan diam saja. Sepertinya, beberapa orang di dalam mobil melihat mereka, orang orang itu membuka pintu dan turun.


“Siap siap Hikari....”


“Baik Ma kun....”


Mereka menghampiri Naoto dan Hana, sedangkan Hana tidak bersiaga sama sekali seakan akan sudah tahu siapa yang datang. Aku dan Hikari berpindah pohon sehingga tepat di atas mereka. Dari belakang keduanya aku sudah bisa melihat Haruka dan Ayame berada di ujung jalan dengan pasukan anak anak sma begundal khusus pria. Tapi rupanya ke khawatiran ku berlebihan, para orang orang berwajah gara, memakai cincin batu akik di setiap jarinya dan perhiasan perhiasan lainnya dengan tato di dada dan lengannya, menunduk di depan Naoto yang di dampingi Hana.


“Bocchan.....” Teriak mereka.


Aku langsung lega dan duduk selonjoran di pohon, Hikari juga sama dengan bersender pada ku. Mereka mulai berbicara pada Naoto, tapi Naoto terlihat bingung dan sedikit ketakutan, Hana menenangkan nya dan menjadi penengah. Tiba tiba seorang pria dengan pakaian jas putih, rambut kribo dan terlihat ganas, maju menghampiri Hana dan langsung memeluk nya sambil mecium nya. Heee, masih pagi woi astaga, jangan kan aku, Naoto yang di sebelah nya terlihat shock dengan wajah memerah, barulah setelah itu Hana memperkenalkan nya pada Naoto, dia adalah suami Hana dan sesama ninja, tapi memang gaya nya itu loh, benar benar seventies haha. Masih ada yang yang bergaya angkatan bokap ku saat ini, begitu pikir ku. Namanya adalah Doumoto Sakuragi, dia anak universitas yang tergabung di dalam band dan pembunuh no 1 di keluarga Godou. Dia juga memanggil Naoto dengan sebutan bocchan. Setelah berkenalan dengan Naoto, akhirnya mereka mengutarakan tujuan mereka datang ke sekolah,


Clan Godou sekarang terbagi dua, yang setia dengan mediang Ichiro dan yang mengikuti Kaneshiro dan anak nya Kyusei yang masih berumur 12 tahun, lebih muda setahun dari Hikari. Walau dua hari lagi Hikari akan berulang tahun dan menjadi 14 tahun. Mereka saling berebut kekuasaan, dari segi bisnis, wilayah geng dan lain nya. Mereka menginginkan Naoto sebagai pewaris tunggal memimpin mereka. Aku melihat Naoto terdiam sesaat dan sepertinya dia sedikit ragu. Aku benar benar gerah melihat Naoto, tapi saat ini aku mengerti, dia masih muda dan tiba tiba dia tahu dirinya siapa, tentunya sangat berat baginya, aku berniat membantunya tapi kalau aku keluar sama saja aku ikut campur urusan keluarganya. Tiba tiba Sakuragi melemparkan pisau lipat ke arah pohon dan ku tangkap pisau nya. Haah kalau begini mau tidak mau aku harus keluar. Aku melompat turun dan berdiri di sebelah Naoto, semua yang ada di depan ku langsung mengeluarkan pistol dan menodong ku.


Hana mencegah nya dan langsung memperkenalkan siapa aku sebenarnya. Sakuragi melihat ku dari kaki ke kepala dan kembali lagi ke kaki.


“Odasiga ? ngapain odasiga ada di osaka ? kamu yakin Hana chan ?” Tanya Sakuragi.


“Ya anata, dia adalah penerus Odasiga dan karena ada beberapa masalah di tempat nya dia bersembuyi di sini.” Jawab Hana.


“Maaf aku harus memperkenalkan diri seperti ini, tapi yang di katakan Hana benar.” Tambah ku.


Aku mengangkat tangan dan memberi kode pada Haruka dan Ayame supaya mendekat. Keduanya langsung mendekat dan menyuruh pasukan nya kembali ke sekolah mereka. Hikari juga langsung turun ke bawah dan berdiri di depan ku. Sudah lah, sudah terbongkar dan ketahuan, mari diskusi, pikir ku. Manabu san dan beberapa anak buahnya juga datang, pemandangan di samping sekolah seperti dua gangster yang saling berhadapan dan siap menyerang haha. Akhirnya, aku mengajak mereka semua pergi ke tempat yang nyaman untuk bicara. Hari itu, aku, Hikari, Ayame dan Haruka absen dari sekolah, Naoto dan Hana juga tidak masuk. Sakuragi mengajak kita semua ke sebuah lounge yang di kelola oleh nya, dia menyiapkan ruangan vip khusus untuk kita.


“Baiklah, di sini kita bisa leluasa bicara.” Ujar Sakuragi.


Secara resmi aku memperkenalkan diri kepada Sakuragi dan dua orang lainnya, Sakuragi juga memperkenalkan diri nya, ternyata dia adalah anak dari tangan kanan Ichiro yang di percaya oleh ayah nya yang sakit untuk menggantikan nya dan dia juga ninja yang beraliran sama dengan Hana. Langsung saja Hana menceritakan  apa saja yang terjadi di sekolah, dari Naoto yang di bully sampai insiden dengan Toudo Akira yang melibatkan Kaede dan Shouko kepada Sakuragi, tentunya Hana juga menceritakan peran ku, Ayame, Hikari dan Haruka di dalam nya.


“Maafkan aku Odasiga dono....terima kasih sudah membantu menjaga bocchan dan menjadi teman nya.” Sakuragi langsung menunduk di depan ku.


“Tidak apa apa Sakuragi san, angkat kepala mu, kita sama sama saling membantu, aku malah berterima kasih karena bisa berteman dengan bocchan.” Jawab ku dengan senyuman dan hanya Ayame yang mengerti arti senyuman ku hehe.


Akhirnya mulailah pembicaraan serius, Sakuragi minta Naoto seperti ku, diam diam memimpin clan dan tanpa di ketahui oleh lawan, sehingga membuat lawan lengah. Naoto yang sepertinya mendapat tekanan dan beban yang sebelum nya dia tidak perkirakan, berdiri dan keluar ruangan dengan wajah kalut. Aku ingin berdiri mengejar nya,


“Onii chan, biar aku saja yang membujuk nya, boleh Sakuragi san ?” Tanya Ayame kepada Sakuragi.

__ADS_1


“Aduh, maaf menyusahkan ojouchan, tapi silahkan....” Jawab Sakuragi.


Ayame langsung berdiri dan keluar menyusul Naoto, aku membisiki Haruka untuk menjaga mereka dari kejauhan saja dan sekalian memanggil Manabu masuk ke dalam.


“Sementara menunggu Sakuragi san, selama ini semua Sakuragi san yang memegang bisnis dan wilayah kan ?”


“Benar Odasiga dono...” Jawab Sakuragi.


Aku mengatakan padanya, kalau strategi untuk membuat musuh lengah itu benar, tapi kalau musuh sudah menjadi terlalu kuat, walau lengah kita juga susah mengambil alih nya, jadi aku usulkan proposal ku seperti biasa. Ketika Manabu san masuk ke dalam, dia yang menjelaskan semuanya pada Sakuragi.


“Hmm boleh juga, tapi apa yang bisa menunjang nya ?” Tanya Sakuragi.


Karena bisnis malam di osaka sudah banyak dan menjamur, kita tidak bisa merambah sektor itu, lagipula 50% nya sudah di pegang oleh Sakuragi, jadi saat nya  mengambil binis lain, yaitu real estate dan perhotelan yang untuk menarik wisatawan di sektor pariwisata, sebab semakin banyak wisatawan datang, bisnis malam juga berkembang. Sakuragi mendengarkan dengan serius proposal ku, tapi dia sepertinya ingin tahu sepak terjang ku selama ini, karena melihat umur ku yang masih sama denga Naoto, hadeh lagi lagi kepentok umur, Manabu menjelaskan apa yang mereka perbuat di tokyo dan hasil nya, walau Manabu tidak menyebut jumlah penghasilan kita tapi dia menyebutkan jumlah pengikut dan anak buah, juga beberapa clan kecil yang tergabung di dalam nya. Setelah di jelaskan oleh Manabu barulah Sakuragi percaya. Sesudah itu, Naoto masuk kembali bersama dengan Ayame, gantian, aku dan Manabu yang keluar dan membiarkan Ayame di dalam bersama Hikari dan Haruka.


“Manabu san, bisnis kita sudah berkembang sejauh itu ?” Tanya ku di luar.


“Haha bocchan, kenapa kaget, semua sudah melewati perkiraan kita, di tokyo kita sudah ada lima toko serupa dan semuanya full. Lihat laporan keuangan nya...dan ide mu barusan akan aku terapkan juga di tokyo.” Jawab Manabu sambil memberikan buku nya.


Begitu membacanya dan melihat pembagian nya, aku merasa nafas ku berhenti beberapa detik karena melihat jumlah nya. Untuk bagian ku dan Ayame yang paling kecil saja sudah jauh melewati jumlah yang pernah hinggap di rekening ku di kehidupan yang lalu. Lalu ketika melihat laporan dari Youko nee san di fukuoka dan saga, jantung ku yang berhenti beberapa detik haha. Aku jadi kaya, horeee, isi hati ku berteriak kencang dan sepertinya ada yang pesta di dalam hati ku. Kalau begini, beberapa bulan lagi aku bisa kembali ke tokyo dan menghabisi Kirishima sampai tuntas.


"Haha...baik bocchan, siap laksanakan." Balas Manabu san.


Setelah itu, karena di panggil Hikari masuk ke dalam, aku dan Manabu kembali masuk. Naoto akhirnya setuju dan menerima peran nya, dia juga minta bantuan ku untuk membimbing nya, tapi Ayame bilang dia yang akan membimbing nya. Kerjasama akhirnya terjalin antara Godou bagian Naoto dan Odasiga, perjanjian di buat dengan pembagian hasil 40% untuk Odasiga dan 60% untuk Godou. Akhirnya selesai urusan di osaka, sekarang tinggal menunggu semua berjalan dan perang terbuka dengan musuh.


“Kalau sudah begini, kenapa tidak sekalian kita satukan keluarga kita saja ?” Usul Sakuragi.


“Maksudnya ?” Tanya ku.


“Mungkin dari ketiga wanita di clan Odasiga bisa di jodohkan oleh bocchan haha.” Jawab nya.


Aku langsung merangkul Hikari dan bilang jangan yang ini karena sudah milik ku. Tapi sesuatu yang di luar dugaan terjadi,


“Boleh juga usulnya, aku tidak keberatan onii chan.” Ujar Ayame.


Apa ? yang benar saja ? berarti Ayame meninggalkan ku dong, waduh repot juga nih pikir ku. Tapi tidak mungkin aku melarang nya, benar juga kalau dia bersama Naoto lebih aman ketimbang bersama ku kan, tapi gimana ya, aku menjadi sedikit bingung.

__ADS_1


“Nah kan, kenapa diam saja ?” Tanya Ayame memecah pikiran ku.


“Uh, kamu suka dia ?” Tanya ku.


“Ini bukan masalah suka atau tidak kan ?” Tanya nya.


“Sudahlah bocchan, ojouchan juga mau senang kan.” Tambah Manabu.


“Iya Ma kun, kamu kenapa ragu ragu, kasihan kan nee san.” Tambah Hikari.


“Oi Masa, kenapa hal seperti ini kamu diam saja, payah kamu.” Tambah Haruka.


Hiyaa, semua menyerang ku, aku melihat wajah semua orang di sekelilingku dan aku melihat Naoto yang menunduk dan berwajah merah. Kenapa diskusi kerja sama jadi perjodohan begini, aku sama sekali tidak memperkirakan perkembangan ini dan wajar saja, walaupun di kehidupan lalu aku punya anak, tapi belum pernah ada yang melamar anak ku, jadi aku tidak mengerti harus bagaimana, lagipula, Ayame kan adik ku, bukan anakku, memang sih jisan sudah tiada, tapi bukan aku juga kan yang buat keputusan seperti ini. Eh mau tidak mau aku ya, hadeh. Tapi kemudian, aku melihat Naoto menatap ku dengan pandangan yang penuh percaya diri,


“Masamune kun, ijinkan aku menjaga Ayame chan, aku tidak akan mengecewakan mu.” Naoto menunduk di hadapan ku.


Sosok Naoto di depan ku mengingatkan ku pada sosok ku yang masih berumur delapan tahun dan meminta jisan untuk menjadi kuat demi menjaga Ayame.


“Hahaha....kalian kenapa bertanya padaku, semua keputusan di tangan Ayame chan, kalau adik ku memang mau dan bersedia, aku sebagai onii chan nya tidak akan menghalangi dan merestui nya.” Akhirnya aku mengemas pembicaraan ini dengan tertawa.


“Hehe terima kasih onii chan.” Ayame langsung melompat memeluk ku.


Semuanya bertepuk tangan dan akhirnya sekarang menjadi resmi, Ayame bertunangan dengan Naoto. Sakuragi langsung bertepuk tangan memanggil pelayan di luar untuk menghidangkan makanan yang cukup banyak bagi kita semua. Pesta kecil kecilan di adakan di dalam ruangan vip itu untuk merayakan kerjasama dan pengikatan dua keluarga. Semua orang di dalam ruangan ceria dan bersuka cita. Saat ini, aku belum mengetahui nya, kalau di masa depan pasangan Naoto dan Ayame akan menjadi rival dan saingan terberat ku, tapi kejadian itu masih lama.


***


Dua minggu setelah nya, festival budaya di adakan di sekolah, siswa sma dan smp bergabung untuk menggelar acara masing masing di auditorium yang sama. Kelas ku yang membuat ninja house sudah siap dan di kunjungi banyak murid dari sekolah yang sama juga dari luar. Kita semua bercosplay menjadi ninja ninja yang ada di anime dan manga, yang bercerita ninja jahil yang masih kecil dan bercita cita jadi hokage sebab baru ngetrend saat itu, hehe. Aku memerankan gurunya saja deh yang pakai masker dan membantu menyambut tamu tamu yang datang. Ayame, Kaede, Haruka bertugas melayani orang orang yang memesan minuman dan makanan seperti di cafe, sedangkan Naoto dan aku membantu orang orang yang ingin bermain atau berfoto. Lumayan menyenangkan juga membantu mereka, sekalian melepas lelah dengan urusan yang lain pikir ku. Hikari datang berkunjung ke kelas ku,


“Ma kun, sudah selesai belum ?” Tanya nya.


“Sebentar lagi aku istirahat, tunggu ya, masuk dulu saja, main main...eh jangan duduk saja.” Hampir saja aku meledakkan bom yang lagi diam.


Hikari masuk dan mengamati cosplay ku dengan mata di tutup sebelah oleh masker yang melintang di wajah dan lengkap dengan buku yang biasa di bacanya. Tiba tiba di tergeser oleh beberapa siswi yang ingin berfoto dengan ku. Teman sekelas ku yang mengambil foto polaroid nya dan memberikan nya pada siswi itu. Aku menoleh dan melihat wajah Hikari yang kecewa dan cemberut. Aku minta ijin untuk istirahat dan langsung membawa Hikari keluar, berkencan mengelilingi festival. Aku melihat Hikari senang dan membeli apa saja yang di lihat nya, baik makanan, gantungan kunci dan lainnya, kita juga menonton pertunjukan musik dan drama di auditoriun yang di gelar oleh senior sma dan siswa kelas 3 smp. Tapi sayang kesengan ku dan Hikari berakhir karena di depan gerbang sekolah datang beberapa mobil van dan orang orang bersenjata keluar dari dalam nya mengambil alih festival. Aku dan Hikari langsung melompat ke atas atap dan melihat ke bawah,


“Akhirnya mereka frontal juga, sama seperti di sekolah kita waktu itu.” Ujar ku.

__ADS_1


“Iya sama persis, selagi aku masih menyamar.” Balas Hikari.


__ADS_2