Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 39


__ADS_3

Suasana apa ini, semua terdiam tanpa ada yang bicara apa sepatah kata pun, semua hanya melihat Ayame yang duduk dengan arogan sambil merokok dengan Hana berdiri di belakang nya. Acara makan malam dengan para kolega ku jadi berantakan, makanan di meja utuh, tidak ada yang makan.


“Wah kenapa pada bengong begitu, ayo dimakan.....” Ujar Ayame membuka pembicaraan.


“Mr Lie fong, Miss Karen, Mr Joo won, mohon maaf, adik ku datang tiba tiba, mungkin untuk malam ini kita akhiri dulu, aku benar benar mohon maaf atas ketidak nyamanan nya.” Aku berdiri dan berbicara dalam bahasa inggris, aku menunduk di hadapan para tamu asing ku.


“Baiklah, aku mengerti Mr Masamune, tidak perlu di pikirkan, aku sangat mengerti, kesepakatan kita tetap berjalan. Baiklah, aku permisi dulu.” Lie fong berdiri dan menjabat tangan ku kemudian keluar bersama dengan penterjemah nya.


“Sama seperti Mr Lie fong, aku tidak apa apa Mr Masamune, tenang saja, investasi anda di perusahaan kami dan perjanjian kerja sama kami tetap. Baiklah, aku permisi dulu, nanti aku akan undang anda ke seoul untuk berlibur di sana. Terima kasih Mr Masamune.” Joo won menjabat tangan ku kemudian keluar.


“Terima kasih Mr Masamune, tidak perlu sungkan dengan ku, mengenai pembicaraan kita sebelum nya tetap akan kita jalankan, untuk resmi nya nanti dari perusahaan ku akan mengirim kontrak kerja sama dan untuk investasi anda sebagai pemegang saham. Aku permisi dulu Mr Masamune, terima kasih atas keramahan dan makanan nya. Sampai jumpa lagi.” Karen menjabat tangan ku kemudian keluar.


Setelah ketiganya keluar, aku kembali duduk dan Hikari duduk di sebelah ku. Kita berdua berhadapan dengan Ayame yang duduk persis di sebrang dan Hana berdiri di belakang nya.


“Nah sekarang para pengganggu sudah keluar, apa yang mau kamu bicarakan ?” Tanya ku pada Ayame.


“Kamu masih bersama dia onii chan ?” Tanya Ayame sambil menunjuk Hikari pakai rokok nya.


“Tentu saja, dia sekarang sudah resmi jadi istriku, ngomong ngomong mana suami mu ?” Tanya ku.


“Wah dia sedang ada urusan nya sendiri, aku sengaja datang kesini menemui mu.” Jawab Ayame dengan dingin dan tersenyum.


“Baiklah, aku paham, senang bertemu dengan mu Ayame chan.” Aku membalas senyuman dingin Ayame dengan tersenyum juga.


Kembali diam, ruangan kembali hening, terdengar tamu di sebelah ruangan kita sedang berpesta, suasana kembali canggung. Ayame terus menatap Hikari yang sekarang membalas menatap tanpa berbicara sepatah kata pun. Oi oi kenapa sasaran mu selalu Hikari, apa kamu masih dendam karena aku memilih Hikari, kamu kan sudah menikah juga dengan pilihan mu.


“Lalu kenapa tidak pulang selama ini ? aku benar benar menyangka kamu sudah mati onii chan.” Ujar Ayame.


Tentu saja aku diam, aku tidak bisa menjawab pertanyaan Ayame, sebab alasan ku tidak pulang karena aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan sebelum nya. Tapi aku ingat kenapa aku pergi meninggalkan Ayame waktu itu,


“Karena kamu mau membunuh Hikari....” Jawab ku.


“Sudah ku bilang kan, aku tidak punya niat seperti itu....” Ujar Ayame.


“Dengan makan siang bersama pembunuh dan kemudian pembunuh itu kembali datang ke apartemen.....benar kan.” Tambah ku sebelum Ayame menyelesaikan alasan nya.

__ADS_1


Ayame langsung terdiam, dia hanya menarik rokoknya dan melepaskan kacamata hitam nya. Dia menarik nafas panjang dan kemudian melihat ku lagi,


“Jadi hanya karena perempuan itu, kamu mengkhianati keluarga, mengkhianati ku dan sekarang kamu memakai harta keluarga untuk kejayaan mu sendiri.” Ujar Ayame marah.


“Sebentar, kamu bilang aku berkhianat ? biar aku jelaskan supaya kamu mengerti, pertama, aku memang bukan asli keluarga Odasiga, kedua, kamu yang mengkhianati ku dengan mau membunuh Hikari dengan mengirim pembunuh ke sekolah, ketiga, semua bisnis yang kujalankan 4 tahun lalu, sudah ada pembagian untuk Odasiga. Kamu tentu ingat bagaimana aku membagi nya dulu. Jadi kalau boleh ku katakan, bukan akulah pengkhianat nya. Melainkan kamu yang seenaknya memindahkan keluarga kita ke osaka.” Ujar ku dengan santai.


Mendengar kata kata ku, Ayame langsung terdiam, wajah nya terlihat sangat geram, tentu saja, karena yang ku katakan memang benar, semua ini terjadi semenjak dia dekat dengan Naoto kun kan, sebelum nya tidak ada masalah, Hikari juga tidak akan mengatakan yang sebenarnya kalau Ayame tidak berubah. Ya, dengan melihat reaksinya aku mengerti, yang mengirim pembunuh ke apartemen untuk membunuh Hikari saat itu adalah Ayame atas bantuan Sakuragi yang sudah dia bungkam dan kalau aku beberkan di sini, sudah pasti Hana akan menyayat leher Ayame yang duduk di depan nya. Hana yang melihat Ayame marah, mulai bersiaga, melihat Hana bergerak tentu saja Hikari yang duduk di sebelah ku juga bergerak. Tapi Ayame mengangkat tangan nya dan menghentikan Hana. Hikari juga kembali tenang duduk di samping ku. Tapi Ayame masih diam dan tidak bicara apa apa, aku mengawali nya.


“Kenapa kamu diam Ayame, apa perkataan ku tidak bisa kamu bantah ?” Tanya ku, sekalian saja ku tantang dia.


“Baiklah onii chan, kamu menang, benar, aku menyimpan dendam dengan Hikari chan dan aku yang meminta supaya dia di bunuh, aku tidak mau kamu pergi dari sisiku onii chan, tapi kamu lebih memilih dia di banding aku. Jangan pikir semua berakhir sekarang onii chan, justru sekarang baru di mulai, kamu siap kan onii chan.” Ujar Ayame yang sudah kembali dingin.


“Ya, aku tunggu. Oh salam juga untuk Shizuka chan.” Ujar ku menjawab tantangan Ayame.


“Haha, baik, aku sampaikan salam mu, selamat tinggal onii chan, pertemuan kita berikutnya, aku atau kamu yang mati.” Ayame berdiri dan berbalik, dia langsung keluar bersama Hana dan membanting pintu nya.


Aku menarik nafas lega, terus terang saja, aku terus memegang kunai ku di bawah meja, Ayame tidak ku khawatirkan, tapi orang di belakang nya dan yang berada di ruang sebelah kita. Ayame datang tidak sendiri, aku mendengar samar samar suara Shizuka di sebelah, itulah sebab nya aku memberi salam haha. Akhirnya perang di mulai, Ayame sudah mendeklarasikan nya dan aku akan menjawab nya dengan sepenuh hati. Dendam apa yang di miliki Ayame kepada Hikari sampai dia mengutus pembunuh untuk membunuh nya dulu, apa hanya sekedar cemburu, aku rasa tidak, pasti ada hal lainnya yang aku belum tahu, aku menoleh pada Hikari.


“Hichan, boleh kamu ceritakan apa yang terjadi dengan mu dan Ayame, kenapa dia sampai se dendam itu, masa hanya gara gara cemburu, aku rasa lebih besar dari itu.”


“Jujur saja aku juga tidak mengerti, tapi ada satu hal yang membuat ku aneh, ingat tidak waktu aku baru pindah ke apartemen dan melepas penyamaran ketika jadi sensei, di kamar Ayame mengajukan pertanyaan aneh yang aku tidak mau jawab.” Gumam Hikari.


“Hmm jujur aku lupa, tapi rasanya memang kamu pernah bicara serius dengan Ayame...” Balas ku.


“Ya, dia bertanya seperti ini, kenapa kamu dulu mencegah ku mendekati Masa kun. Mendengar pertanyaan itu aku bingung, karena aku merasa tidak pernah mencegah apa apa di kehidupan ini. Tapi memang aku pernah mencegah dia mendekati mu ketika dulu kita sedang kuliah di kehidupan sebelum nya, alasannya karena kamu sudah mulai pacaran dengan calon istrimu yang masih kelas 3 sma.” Balas Hikari.


“Sebentar, di kehidupan lalu, kamu kenal Ayame ?” Tanya ku.


“Tidak, aku hanya pernah bertemu dia sekali, ketika mencegah nya mendekati mu, waktu itu dia baru kembali dari luar negeri.” Jawab Hikari.


Aku langsung berpikir, mungkinkah Ayame juga mengulang kehidupan ini. Aku mulai berpikir keras, awal pertemuan ku dengan Ayame ketika berumur 8 tahun, Ayame tanpa ragu menghampiri ku dan menarik ku keluar, dia juga mengelus ngelus kepalaku seperti yang selalu dia lakukan di kehidupan lalu kalau aku sedang sedih karena di bully atau karena hal lain dan setelah berpisah 7 tahun, walau tidak jarang juga dia menengok ku bersama jisan ketika aku sedang di desa, dia tidak lepas dari samping ku sama sekali, bahkan sempat cemburu dengan Haruka. Tapi yang aneh adalah, kenapa dia bisa tahu kalau Hikari adalah Misaki di kehidupan sebelum nya dan langsung mengajaknya berbicara bahkan menanyakan hal aneh seperti itu. Kepala ku rasanya mau pecah, pikiran ku tidak bisa mencerna nya. Sudahlah, sekarang Ayame sudah mendeklarasikan akan perang dengan ku, hal ini saja yang menjadi fokus ku sekarang. Aku harus bersiap siap menyambutnya.


***


Seminggu kemudian, aku menerima surat dari perusahaan Karen di california amerika, surat itu adalah surat kontrak kerjasama dan pengesahan investasi modal dalam bentuk saham yang di lampirkan bersama kontrak kerjasama nya. Setelah menandatangani nya, aku minta sekertarisku mengirimkan kembali kontrak nya kepada Karen yang sudah kembali ke amerika. Kemudian aku bersiap untuk pergi ke seoul untuk bertemu pimpinan perusahaan Joo won bersama dengan Hikari.

__ADS_1


“Bocchan, sekarang sudah harus berangkat, aku akan mengurus kantor selama kamu pergi selama 3 hari.” Ujar Manabu mengingatkan.


“Baik, Manabu san, aku pulang dulu ke rumah untuk menjemput Hikari dan langsung ke bandara.”


Aku langsung berdiri dan keluar dari ruangan. Singkat cerita, begitu sampai di rumah, Hikari sudah siap dan kita langsung berangkat menuju bandara.


“Eh Ma kun, kita mau menghubungi Keiko nee san ga ? Mereka di sana kan ?” Tanya Hikari yang duduk di sebelah ku.


“Ku rasa tidak usah Hichan, lagipula Keiko nee san kan sedang mengajak aniki untuk berlibur juga di kota lain, dia baru kabari kita dua hari lalu kan, jadi percuma kalau kita ke tempatnya nanti. Aku tidak mau mengganggu mereka.”


“Oh iya ya, dua hari lalu dia menelpon kita sekaligus mengabari kita kalau dia sekarang lagi hamil hehe.”


“Benar, makanya jangan ganggu mereka, iya ga, anggap aja kita ke korea bulan madu haha.”


“Hehe benar Ma kun, kita belum bulan madu ya....”


Tiba tiba mobil berhenti mendadak, aku langsung melihat keluar, ternyata kita sudah di kepung oleh pasukan ganster. Mobil van mereka menghadang mobil kita dan kita di kelilingi sepeda motor. Tanpa basa basi, mereka langsung menembaki kita dengan senapan nya. Aku langsung menarik Hikari untuk menunduk dan berlindung, aku sudah tidak tahu nasib pengemudi mobil ku. Ketika tembakan berhenti, aku menoleh kepada Hikari dan mengangguk, kita berdua langsung menendang pintu mobil dan melompat keluar. Selagi melompat, kita berdua langsung melemparkan bom asap dan shuriken untuk membunuh para gangster itu. Karena semua orang yang mengepung kita tidak bisa melihat, aku dan Hikari menghabisi mereka satu persatu secara diam diam dan tidak bersuara sampai tidak ada yang tersisa satu pun. Setelah semua tumbang, aku memeriksa tubuh seorang gangster, aku melihat orang itu memakai topeng yang sama seperti waktu sekolah ku di serang dan seperti jisan dulu di serang.


“Topeng ini lagi.....Kirishima.” Ujar ku.


“Iya benar, Ayame menggunakan mereka untuk menghabisi kita.” Tambah Hikari.


“Pertanyaan nya kenapa dia bisa tahu kita lewat jalan ini, sama seperti seminggu lalu, kenapa dia bisa tahu kalau kita mengadakan pertemuan, aku rasa ada pengkhianat di kita.” Ujar ku.


“Benar Ma kun, pasti ada yang membocorkan.” Tambah Hikari.


“Baiklah, kita pulang, kepergian ke korea kita tunda sehari atau dua hari...aku akan memberitahu Joo won.” Ujar ku.


Akhirnya aku memanggil taksi dan berjalan kembali ke kantor. Sampai di kantor aku langsung mengontak semua berkumpul di ruang pertemuan untuk mengadakan rapat tertutup. Aku juga minta tolong kepada sekertarisku di kantor untuk mengundur janji pertemuan ku dengan kepala perusahaan Joo won di seoul korea. Mari kita cari siapa pengkhianat dan mata mata di sini, selain Manabu dan Youko tidak ada yang bisa ku percaya lagi. Tanpa menunda lagi semua naik ke ruang pertemuan, yang berada di luar langsung kembali dan masuk ke dalam. Setelah semua berkumpul, semua yang ada di ruangan bertanya tanya kenapa mereka di kumpulkan secara tiba tiba seperti ini. Orang yang awal nya ku curigai yaitu Reiji, ternyata juga bertanya dan sepertinya dia tidak tahu apa apa, tapi orang yang duduk di sebelah nya tidak bertanya dan hanya diam berpura pura mengantuk. Sikap nya juga sedikit berbeda dengan yang lain, terlihat dia sedikit khawatir dan yang paling penting kaget melihat ku dan Hikari. Aku berbisik pada Manabu supaya mengajak orang itu ke ruang sebelah dan aku memberi pengarahan untuk yang lain supaya mereka tidak curiga. Setelah semuanya keluar dari ruang meeting,


“Manabu san, bawa orang itu masuk.” Aku menekan intercom di meja besar yang ada di ruang meeting.


Manabu membawa masuk orang itu dan menyuruh nya duduk di depan ku. Manabu dan Youko nee san berdiri di belakang orang itu untuk mencegah nya berbuat macam macam. Aku berdiri dan menghampiri nya, kemudian aku medekatkan wajah ku ke wajah nya.


“Kaget ya melihat ku masih hidup...Todo senpai ?” Tanya ku.

__ADS_1


Wajah Todo langsung berubah menjadi pucat. Dia tidak berani melihat ku dan Hikari yang berdiri di depan nya.


__ADS_2