
Aku, Hikari, Keiko dan Youko memulai perjalanan menuju aomori untuk menjemput kembali Manabu san, Haruka dan Shindo meminjamkan mobil mereka dan Youko nee san yang menyetir. Selagi berjalan, aku terpikir yang pernah Manabu bilang mengenai clan Amagaoka, mengenai anak kembar nya yang di pisah dan di ambil oleh kedua keluarga besar.
“Keiko nee san, kamu tau tidak mengenai cerita anak kembar Amagaoka ? Aku penasaran kenapa mereka di pisah dari kecil.” Tanya ku.
“Aku tidak bisa menjelaskan nya secara detail karena yang tahu mengenai itu baasan, tapi baasan pernah memberitahu ku, mereka tidak boleh bertemu. Alasan nya apa aku sendiri tidak pernah di jelaskan oleh baasan.” Jawab Keiko.
Tiba tiba Hikari mengambil handphone nya dan dia mengetik sesuatu. Aku melihat dia serius sekali, sempat berhenti berpikir sebentar dan mengetik lagi dengan cepat. Tapi ketika aku melihat handphone nya karena penasaran, dia berbalik, sepertinya rahasia, apa sih, masa kamu mau merahasiakan sesuatu dari ku. Sepertinya dia sudah selesai, kemudian dia memberikan handphone nya pada ku, wow dia menuliskan semuanya tanpa mengirim nya. Menurut tulisan yang di tulis Hikari, di kehidupan lalu, ketika dia sedang menyelidiki Ayame, dia menemukan catatan yang di tulis kepala clan Amagaoka, menurut mereka putri mereka yang melahirkan Ayame dan Shizuka memiliki cerita yang cukup aneh saat kelahiran nya.
Ceritanya adalah kepala clan saat itu belum memiliki keturunan dan pewaris. Kepala clan itu sudah ke dokter untuk memeriksakan diri nya dan istri nya, hasilnya sangat mengecewakan karena keduanya mandul. Kepala clan berdoa kepada kepada dewa supaya di berikan keturunan dalam keadaan kecewa. Malam itu, selesai kepala clan berdoa, perut istrinya tiba tiba mengeluarkan cahaya terang, keesokan nya ketika di periksa ternyata dia hamil dan setelah 9 bulan melahirkan anak perempuan yang lucu, kepala clan senang sekali, dia merawat anak itu sampai berumur 18 tahun dengan penuh kasih, tapi suatu hari, anak itu tiba tiba hamil. Clan langsung geger, kepala clan dan istrinya bersedih, mereka merasa gagal mendidik anak nya. Tapi anak itu meyakinkan mereka kalau dia tidak berbuat apa apa dan tidak melakukan hubungan dengan lawan jenis sama sekali. Untuk mengkonfirmasi cerita anak nya, kepala clan memanggil bidan untuk memeriksanya, hasil nya anak nya itu masih perawan, kepala clan kaget, bagaimana bisa hal seperti itu terjadi dan berarti yang di katakan anak nya benar, saat itulah dia dan istrinya mulai menjaga dan merawat anak nya yang hamil secara tiba tiba.
Selanjutnya, anak itu melahirkan, karena dia masih perawan dan operasi sesar belum ada saat itu, dia meninggal tapi melahirkan sepasang anak kembar perempuan yang lucu. Desas desus mulai menyebar di dalam tubuh clan, kalau kedua anak yang lahir ini adalah anak iblis karena merenggut nyawa ibunya. Ada juga yang mengatakan kalau kedua anak itu hasil dari kotoran (kegare) yang bisa menciptakan malapetaka. Tapi kepala clan dan istrinya percaya kalau kedua anak itu adalah titipan dewa, kenapa, karena mereka tahu ibu nya lahir dengan cara tidak biasa. Akhirnya semua mengecam kepala clan untuk membunuh kedua anak kembar itu dan memberontak, bahkan ada juga yang melaporkan ke pemerintah dengan kisah yang di tambah tambah. Kepala clan langsung menitipkan satu kepada kepala keluarga Odasiga dan satu kepada kepala keluarga Fujikata, kemudian dia berpesan kepada mereka supaya jangan di satukan sebab kalau di satukan akan mengalami hal yang sama seperti clan nya, yaitu kehancuran.
Aku membacanya dengan bulu kuduk berdiri, aku menoleh kepada Hikari yang melihat ku juga dengan pandangan serius. Aku menghapus tulisan nya dan menuliskan pesan baru di handphone nya, lalu mengembalikan nya. Aku bertanya, “Di kehidupan lalu, kamu tidak ada kerjaan ya ?” sambil bercanda. Hikari langsung tersenyum dan cemberut sambil melipat tangan di dada nya. Aku mengambil handphone nya lagi dan menuliskan sesuatu kembali.
“Maaf Hichan, aku hanya bercanda....berarti di kehidupan sebelum nya aku benar benar buta hahaha.” Tulis ku dan memberikan nya kembali pada Hikari. Dia membacanya dan tersenyum, kemudian dia mengetik sesuatu lagi.
“Hehe aku tahu, tapi kita berdua bisa mengulang hidup seperti ini saja juga sudah aneh kan.” Tulis nya dan memberikan nya pada ku.
“Ya, jutru itu, aku percaya cerita itu. Kita harus mencegah nya.” Tulis ku dan memberikan nya kembali pada Hikari.
Hikari tidak menjawab, dia hanya tersenyum sambil mengangguk dan melihat lagi keluar jendela. Perjalanan menuju aomori memakan waktu 18 jam, aku dan Youko nee san bergantian menyetir. Kita sempat berhenti dulu di niigata dan kemudian di akita, barulah keesokan harinya kita sampai di kota hirosaki karena sempat menginap dulu di akita, begitu sampai, kita langsung menuju hotel untuk menginap beberapa hari sampai kita menemukan Manabu san. Aku melihat beberapa orang yang sepertinya sedang mengintai dan mencari orang di kota dan sepertinya bukan hanya mereka, ada beberapa geng juga yang berkeliaran di jalan dan aku yakin mereka bukan penduduk lokal, sepertinya mereka adalah orang orang Ayame atau Shizuka yang melacak keberadaan Manabu san. Langsung aktifkan skill penyamaran no jutsu, masker dan topi haha, khusus Keiko di tambah kacamata hitam.
“Baiklah sekarang kita ke alamat yang di berikan oleh Haruka.” Ajak ku.
“Ok, kita naik mobil saja supaya tidak mencolok.” Balas Keiko.
Aku langsung memacu mobil kembali keluar dari hotel dan menuju alamat yang di catat menggunakan gps mobil. Setelah 3 jam mencari dan berkeliling kota, akhirnya kita tiba di sebuah toko pembuat tato.
“Eh benarkah Manabu san ada di sini ?” Tanya ku sambil melihat lagi alamat nya.
“Hanya ada satu cara mengetahui nya bocchan, biar eike yang turun dulu.” Youko turun dari mobil dan masuk ke dalam toko itu.
Tak lama kemudian, karena merasakan sesuatu, aku melihat spion mobil, aku melihat ada beberapa gerombolan geng di belakang sedang mendekat dan di depan ku ada beberapa orang mengintip dari balik bangunan. Aku langsung menoleh pada Hikari yang duduk di depan.
“Mereka datang, rupanya kita di ikuti...sebaik nya kita turun dan masuk ke dalam menyusul nee san.” Ujar ku.
__ADS_1
“Iya benar.” Balas Hikari.
“Aku setuju, ayo kita turun saja....” Tambah Keiko.
Akhirnya kita bertiga turun dari mobil dan masuk ke dalam toko tato menyusul Youko yang sudah di dalam dan belum keluar. Begitu sampai dalam, wow banyak sekali design tato tertempel di dinding, dari yang sederhana sampai yang rumit, dari hitam putih sampai berwarna warni, luar biasa.
“Ada yang bisa saya bantu ?” Seorang pria dengan tubuh penuh tato dan kurus, wajah penuh paku dan anting, berambut jabrik tajam tajam berdiri, menyapa kita.
“Oh kita datang bersama dengan nee san yang barusan masuk.” Jawab ku.
“Ah Youko san ? dia ada di dalam.” Balas pria itu sambil menunjukkan sebuah ruangan menggunakan jempol nya.
“Boleh kita masuk ?” Tanya ku.
“Silahkan....” Balas pria itu.
Aku masuk ke dalam bersama Hikari dan Keiko. Tapi ketika berdiri di depan pintu, aku merasakan ada yang ingin menjebak ku supaya masuk ke dalam. Aku melirik ke depan dan melihat pria itu sedang memperhatikan kita. Aku melirik ke Hikari dan mengangguk, Hikari mengerti maksud ku, dia langsung berdiri di depan Keiko. Aku membuka pintu nya dan di dalam sangat gelap. Aku melangkah masuk ke dalam, ternyata benar, di kanan kiri pintu ada orang menunggu dan langsung mengayunkan pemukul baseball. “Bletak.” Pukulan mereka mengenai sesuatu, tapi sayang nya bukan diriku, melainkan hanya bayangan ku dan pemukul mereka menghantam lantai. Aku ? aku ada di atas mereka dan langsung turun sambil menginjak pemukul mereka. Keduanya kebingungan, ketika aku mau menghajar mereka,
“Stoooop....yadaa bocchan, mereka teman.” Teriak Youko.
“Maksudnya apa ini nee san ?” Tanya ku.
Youko mendorong dinding dan dinding itu terbuka, ternyata ada lorong rahasia di dalam ruangan itu. Aku, Hikari dan Keiko masuk ke dalam mengikuti Youko. Ternyata lorong itu menuju gedung di belakang toko itu, begitu sampai, aku melihat sebuah gedung seperti markas ganster. Banyak sekali gangster dengan berbagai gaya rambut, pakaian dan aksesoris, hampir semua wajah nya seram dan tidak bersahabat memandang kita bertiga. Sebagian malah memiliki pandangan mesum melihat Hikar dan Keiko. Tapi semua hormat kepada Youko,
“Siapa mereka nee san ?” Tanya ku.
“Pasukan kita.” Jawab Youko singkat.
Youko mengajak kita semua ke lantai 2 menaiki tangga, kemudian berjalan lagi di lorong, diujung ada sebuah pintu besar yang memiki dua daun pintu. Youko mendorong pintu nya.
“Bocchan ? Kamu masih hidup bocchan.” Terdengar suara yang sangat ingin ku dengar dari balik pintu.
“Aku kembali Manabu san.” Balas ku.
Manabu langsung menghampiri ku dan memeluk ku. Dia berkata kalau dia yakin aku dan Hikari masih hidup, sebab tidak mudah bisa membunuh ku dan Hikari.
__ADS_1
“Aku penasaran, siapa yang mengatakan aku sudah mati ?”
“Waktu itu Sakuragi yang mengatakan nya, dia sengaja mengatakan nya di depan ojouchan dan diriku, tujuan dia adalah mengambil ojouchan dari Naoto kun. Tapi rupanya dia salah perhitungan, ojouchan malah mengamuk, dia mengambil pistol penjaga dan langsung menembak Sakuragi di kepala. Itu semua terjadi di depan ku.” Jawab Manabu.
“Hmm begitu ya.....” Balas ku.
“Benar, tapi sayang nya ojouchan percaya omongan Sakuragi, padahal aku mengatakan kepada nya kalau tidak mungkin bocchan mati semudah itu dan aku mengerahkan orang untuk mencari kalian, tapi semua di hentikan oleh ojouchan, dia malah membohongi Hana yang tidak ada di sana saat itu, kalau yang membunuh Sakuragi adalah Kaneshiro. Hana langsung pergi dan kembali setahun kemudian membawa kepala Kaneshiro.” Tambah Manabu.
“Ayame....lalu bagaimana ?” Tanya ku.
“Ojouchan berubah total, Naoto tidak bisa apa apa dan sudah seperti boneka, dia menekan ku untuk memberikan semua laporan bisnis kita, tentu saja aku keberatan karena bisnis itu adalah hasil kita bocchan. Tapi ojouchan malah pergi ke saga untuk menemui Shizuka, padahal sudah ku cegah. Dia benar benar ingin menghancurkan Kirishima dengan alasan meneruskan pekerjaan mu bocchan.” Jawab Manabu.
“Selebih nya aku sudah dengar, tapi kenapa kamu pergi ?” Tanya ku.
“Karena ojouchan menyuruh orang untuk menangkap ku dan mengancam akan membunuh Haruka kalau aku tidak mau berkerja sama. Ojouchan benar benar sudah berubah, dia jadi kejam, lebih kejam dari bos dan kamu bocchan. Aku memutuskan untuk kabur bersama Haruka. Setelah aku lari sudah lumayan lama, baru aku dengar kalau ojouchan berkerja sama dengan Shizuka chan menghancurkan Kirishima dan menguasai ginza, tapi belakangan ini mereka sedikit berselisih gara gara tokyo.” Jawab Manabu.
“Hmmm...aku paham situasi nya, cerita mu, Haruka dan Keiko nee san sama. Berarti memang Ayame sudah berubah.” Balas ku.
“Kita harus menghentikan mereka bocchan, kalau sampai mereka perang, semua bisa hancur dan bisa terjadi perang saudara. Kalau hal itu sampai terjadi, maka negara ini benar benar hancur.”
“Aku mengerti, itu memang alasan ku muncul di saat ini. Lalu bisnis kita di tokyo dan lainnya yang menggunakan nama Mitsushino gimana ?”
“Beres bocchan, nanti ku kasih laporan keuangan nya.”
Kemudian aku mengabarkan kepada Manabu san, kalau aku dan Hikari sudah menikah dan kita berganti nama menjadi Yashiro. Manabu memberi ku selamat, tapi mengenai bisnis yang sudah menggunakan nama Mitsushino tidak bisa di ubah menjadi Yashiro, jadi penghasilan dari sana akan di alihkan ke Yashiro, anggapan nya Mitsushino berada di bawah nauangan Yashiro, tapi sebelum mendeklarasikan itu, clan Yashiro harus kuat dulu, mengenai pasukan dan pekerja, tidak usah khawatir, walau harus menambah personel. Setelah itu, kita membahas strategi bersama sama untuk mulai melawan balik. Aku mengatakan mengenai desa iga dan desa Haruka yang siap di ajak berkerjasama. Sebenar nya untuk awal, sudah cukup, tapi untuk melawan dua keluarga besar itu sekaligus, jumlah kita masih kurang untuk menyerang frontal dan segi keuangan juga masih kalah dari keduanya.
“Hmm begitu ya, baiklah kita harus membuat lagi dari awal kan ? kurasa tidak masalah, kita sudah ada modal cukup.”
“Aku disini sudah membagun nya, lebih baik kita kuasai saja prefektur aomori ini.” Balas Manabu.
“Boleh juga sih, tapi kalau sudah kuat, kita harus segera kembali ke tokyo dan menunggu keduanya di sana.” Balas ku.
“Tidak perlu khawatir bocchan, rumah Mitsushino masih ada. Kita bisa diam diam kembali ke tokyo dan tinggal di bekas rumah Mitsushino.”
“Kalau begitu baik, urusan di aomori, kurasa bisa kita tinggal untuk berjalan sendiri, kita kembali ke tokyo secepat nya.” Balas ku.
__ADS_1
“Setuju...” Teriak semuanya termasuk Manabu.
Di mulailah rapat untuk kembali ke tokyo dan merencanakan apa yang akan kita lakukan di tokyo ketika kita kembali ke tokyo. Saat ini, aku sedikit tidak percaya diri, bisakah aku menghalau kedua besar dan kuat itu, tapi Hikari memegang tangan ku dan terseyum, dia mengangguk, matanya penuh keyakinan. Dia menulis di handphone nya dan memberikan padaku. Isinya, “Kita berdua pasti bisa.” Kemudian ketika aku menoleh melihat dirinya, dia langsung tersenyum dan berkedip.