Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 52


__ADS_3

Sebulan berlalu sejak kejadian malam itu, Gen dan Makoto sudah menghancurkan komputer milik pria yang datang itu dan ossan sudah membawakan komputer milik Daiki juga kepadaku. Semenjak itu, Rin menjadi sering main ke rumah ku dan hubungan ku dengan keluarganya menjadi jauh lebih akrab dari sebelum nya. Jirou menghubungi ku, dia sudah mengatur pertemuan ku dengan pihak dari keluarga Jinguji karena mereka yang meminta nya. Akhirnya, setelah menunggu selama sebulan, aku bisa bertemu dengan wakil dari keluarga itu, tapi ada yang aneh, mereka meminta aku membawa Hikari bersama ku, padahal sebenarnya aku enggan mengajak Hikari yang perutnya semakin besar. Tapi ternyata Hikari malah senang dan sangat bersedia untuk menemani ku bertemu dengan mereka.


“Tidak apa apa Ma kun, dokter juga menyarankan aku banyak bergerak kan.” Ujar Hikari.


“Iya Hichan, kalau kamu tidak apa apa, tidak masalah, tapi jangan memaksakan diri ya.” Balas ku.


“Tenang saja Ma kun, aku tahu kok.....” Balas Hikari.


“Ok, aku percaya pada mu Hichan.” Balas ku.


Malam itu, dengan di temani Ryota aniki, aku dan Hikari bertemu dengan perwakilan dari clan Jinjugi yang sedikit misterius, kenapa, karena mereka tidak pernah muncul di permukaan tapi bisa mengatur semua clan yang ada dari belakang layar. Menurut ku hal seperti itu luar biasa. Aku, Hikari dan Ryota sudah sampai di sebuah restoran yang cukup mewah dan kita duduk di sebuah ruangan vvip yang terpisah dari restoran utama. “Sreeg.” Pintu di buka, Jirou masuk bersama seorang pria yang sudah paruh baya dan berpakaian pendeta seperti seorang pendeta kuil shinto, walau sepertinya dia memiliki sekte sendiri. Tapi yang menarik perhatian ku adalah orang asing yang masuk bersamanya, seorang pria yang masih relatif muda, gagah dan tubuh penuh tato. Ketiganya duduk di depan ku, Hikari dan Ryota.


“Masamune aniki, perkenalkan, beliau Jinguji Takeyoshi dan di sebelah nya Fang Hok Liang dari taiwan.” Jirou memperkenalkan ku dengan keduanya.


“Salam kenal Jinguji Takeyoshi san dan nice to meet you Fang Xin Liang...” Aku berdiri memperkenalkan diri.


“Hahaha pakai bahasa jepang saja, tidak usah pakai bahasa inggris....salam kenal Masamune san.” Balas Xin Liang sambil tertawa kencang.


Rupanya dia sangat fasih dengan bahasa jepang, maklum ya, aku tidak tahu, melihat orang asing bahasa ku otomatis keluar.


“Senang bisa bertemu dengan mu Masamune san dan nyonya....” Takeyoshi menyapa Hikari yang duduk di sebelah ku.


“Aku perkenalkan, ini istri ku Hikari dan di sebelah nya aniki ku Ryota.” Balas ku memperkenalkan Hikari dan Ryota.


“Ah salam kenal Hikari san, Ryota san....” Takeyoshi membungkuk memperkenalkan diri.


Jirou menepuk tangan nya dan para pelayan membawa masuk minuman ke dalam. Pembicaraan di mulai, Takeyoshi langsung menyampaikan maksud pertemuan nya tanpa menunda lagi. Dia bermaksud bergabung dengan ku, bukan hanya sekedar bekerja sama, alasan nya cukup mistis, menurut nya, anak ku yang di kandung Hikari adalah berkah langsung dari para dewa dan menandakan kebangkitan keluarga omnyoji kuno yaitu Yashiro. Kalau saja sekitar 6 bulan lalu aku bertemu dengan nya, pasti aku akan keluar ruangan karena tidak percaya, tapi sekarang aku mulai mengerti karena beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali hal hal yang di luar akal sehat terjadi di sekeliling ku. Untuk itulah, clan Jinguji akan melebur ke clan Yashiro dan menjadi titik balik perlawanan, menentang kekotoran (kegare) yang mulai menjalar ke seluruh jepang. Karena dia mengerti soal mistis seperti ini, sekalian aku bertanya mengenai pertemuan ku dengan jisan yang berada di kuil, juga tentang Kaede dan Shouko. Takeyoshi mendengarkan dengan seksama dan mengatakan kalau jisan yang kutemui itu adalah tengu, sedangkan ada sepasang inari selalu bersama diri ku kemanapun aku pergi.


“Benarkah itu Takeyoshi san ?” Tanya ku.


“Benar sekali, kedua inari itu sudah bersama mu sejak lama, bahkan dari kehidupan mu sebelum nya.” Jawab nya.


Aku dan Hikari tersentak kaget, apa dia tahu ya aku dan Hikari mengulang hidup kita berdua. Tapi ternyata setelah dia menjelaskan maksudnya kehidupan yang di masa lampau, bukan kehidupan yang ku ulang. Fiuuh, bikin kaget saja nih ossan, pikir ku. Aku sendiri juga baru tahu saat ini, kalau silsilah keluarga ku itu sebenarnya berasal dari kyoto, entah apa yang terjadi dulu sampai kita terlempar ke tokyo. Setelah itu, barulah Takeyoshi minta kita sama sama menandatangani perjanjian penggabukan Jinguji ke Yashiro. Aku menelpon pengacara ku untuk menyiapkan suratnya, dengan bergabung nya Jinguji dengan ku, maka seluruh clan clan yang tergabung di dalan clan Jinguji sekarang menjadi bawahan ku. Wow, dalam semalam aku menjadi penguasa kyoto, benar benar keajaiban. Setelah itu, barulah aku bebincang dengan Xin Liang yang berkerjasama dengan Jinguji sebelum nya, ternyata dia adalah triad dari daratan besar dan musuh dengan triad dari hongkong. Dengan kata lain dia adalah musuh dari Lie Fong yang sekarang mungkin bergabung dengan kedua anak kembar itu. Sangat bagus, langsung saja aku membahas soal kerjasama dalam banyak bidang dengan nya. Tentu saja pembicaraan semakin seru sampai kena sindir oleh Takeyoshi yang mengatakan dia lapar haha. Jirou bertepuk tangan dan makanan mulai di hidangkan oleh para pelayan yang memang sudah menunggu di depan pintu.


“Demi bergabungnya kita menjadi satu dan kerjasama kita ke depan nya, bersulang.” Ujar ku sambil mengawali mengangkat gelas.

__ADS_1


“Bersulang...” Balas semuanya sambil mengangkat gelas.


Singkat cerita, pertemuan malam itu sukses besar, semuanya mulai berbeda sekarang. Tapi ketika aku sedang di jalan menuju pulang ke rumah, Touka menelponku dan minta aku segera pulang. Suaranya terdengar panik dan telepon terputus. Tapi tiba tiba handphone ku berbunyi dan kali ini yang menelpon ku Megumi.


“Masa kun, Kenzo kun dan Makoto kun kalah, kita berada di depan rumah mu, ada tamu tidak di undang datang ke rumah mu.” Ujar nya.


“Baik, aku segera kembali.....” Balas ku.


Aku minta pengemudi supaya cepat pulang ke rumah. Begitu sampai, aku melihat Megumi di luar rumah dan ketika aku turun, dia masuk  bersama ku ke dalam. Aku langsung berlari ke ruang tengah dan aku melihat Kenzo, Makoto sudah tergeletak di lantai, Megumi langsung menghampiri keduanya, aku melihat ada seorang wanita duduk di sofa dan dia merangkul Touka di sebelah nya, aku juga melihat Rin juga tergeletak di bawah Touka yang terlihat sangat ketakutan. Aku mengenali wanita itu dan aku langsung menyapa nya,


“Apa yang kamu lakukan di sini Hana senpai ?” Tanya ku.


Hana langsung menoleh dan tersenyum melihat ku, dia langsung berdiri dan melepaskan Touka yang langsung menolong Rin di bawah nya.


“Apa kabar Masa kun.....akhirnya aku menemukan mu.....” Ujar nya sambil menghampiri ku.


Tapi langkahnya terhenti karena melihat Hikari masuk bersama Ryota dengan perut yang sudah besar.


“Hooo....dia hamil....hebat Masa kun....tapi bukankah dia seharusnya tidak bisa hamil ?” Tanya Hana yang heran melihat Hikari hamil.


“Hmm...tidak mau bilang ya....ojouchan pasti marah besar nih kalau tahu saingan nya hamil. Oh ya, aku di minta menyampaikan kepada mu, keduanya sedang menuju ke sini. Dan ini salam dari mereka......” Ujar Hana sambil melemparkan dua buah shuriken ke arah Hikari.


Tentu saja aku langsung menangkis keduanya dan menangkap nya, kemudian dengan shuriken yang sama, aku melemparkan nya kembali ke Hana yang sudah menggunakan bom asap dan menghilang entah kemana.


“Ryota aniki, cepat cek Keiko nee san di sebelah....” Teriak ku.


Ryota langsung berlari dan menuju rumah nya di sebelah, aku langsung memeluk Hikari yang membalas memeluk ku, kemudian bersama Hikari, aku memeriksa keadaan Kenzo dan Makoto. Luka Kenzo tidak terlalu berat, tapi Makoto terluka berat dan harus di rawat. Tak lama kemudian, Ryota aniki kembali bersama Keiko nee san dan dia tidak apa apa, bahkan dia tidak tahu apa yang terjadi di sebelah. Aku menelpon ambulans untuk membawa Makoto kerumah sakit, Touka dan Rin yang sudah bangun menghampiri ku.


“Onii chan....aku dan Rin ikut mengantar Makoto kun ke rumah sakit. Kalau tidak ada dia, aku dan Rin sudah mati tadi.” Ujar Touka.


“Baiklah, tapi kalian harus hati hati, Rin chan minta tolong ke onii chan mu untuk menjaga mu.” Balas ku.


“Baik onii chan....” Jawab Rin yang masih sedikit shock dan terus melihat Makoto yang terbaring.


Aku langsung menghubungi Manabu dan Youko, aku minta semuanya berkumpul di kyoto, sudah saatnya kita bertahan dan menghalau Amagaoka masuk ke kyoto. Manabu mengatakan kalau semua yang ada di tokyo bisa di tinggal dan Youko mengatakan dia akan melaporkan temuan nya di nara. Keduanya langsung menuju kyoto. Masa masa damai ku sudah selesai, sudah saat nya menuntaskan semuanya sebelum anak ku lahir. Setelah itu, ambulans datang dan membawa Makoto ke rumah sakit, Tetsuya datang ke rumahku bersamaan dengan ambulans dan membawa Touka juga Rin mengikuti ambulan ke rumah sakit, aku minta tolong kepada Tetsuya memberitahu Jirou kejadian di sini dan mengenai Amagaoka yang akan datang ke sini, Tetsuya langsung menelpon sambil naik ke mobil nya. Kenzo dan Megumi menghubungi Kyoya dan Natsume di tokyo untuk datang ke kyoto membawa bala bantuan, sedangkan Ryota menghubungi Haruka dan Shindo untuk menggerakan desa mereka berkumpul di kyoto.

__ADS_1


Setelah itu, aku pergi ke rumah sakit bersama Hikari, Kenzo dan Megumi untuk melihat keadaan Makoto. Sesampainya di sana, ternyata Tetsuya dan Jirou sudah ada di sana, bahkan Takeyoshi juga ada  bersama Jirou di sana. Aku menceritakan semua yang terjadi di rumah ku barusan dan pesan yang di sampaikan oleh Hana kepada ku.


“Baiklah, aku mengerti, Jirou kun, tolong kabari semuanya, kita bersiap siap menyambut mereka.” Ujar Takeyoshi yang baru saja ku temui tadi.


“Baik oyaji.” Ujar Jirou.


Hah oyaji ? maksudnya apa, apakah Jirou anak dari Takeyoshi ? karena penasaran aku menanyakan maksudnya. Ternyata maksudnya semua clan di kyoto memanggil Takeyoshi oyaji, yang artinya ayah dari semuanya. Wow, aku baru tahu dan ayah ini bergabung dengan ku, tentu saja semua anak nya memihak ku. Jiroy menyuruh Tetsuya untuk mengerjakan nya, Tetsuya langsung pergi sambil menelpon tanpa menunda lagi.


“Kalau perlu bantuan ku, katakan saja....” Ujar suara di belakang ku.


Aku menoleh dan melihat Xin Liang berdiri di belakang ku, sepertinya dia baru datang ke rumah sakit. Aku langsung mengatakan nya dengan senang hati dan dia mengatakan akan mengerahkan semua anak buahnya di kyoto yang berasal dari daratan besar dan sekiranya kurang, dia akan mendatangkan anak buah nya yang lain.


“Terima kasih Xin Liang san....” Aku menunduk di depan nya.


“Ah...jangan begitu Masamune kun, bangunlah, kita keluarga, tentu saja aku membantu mu.” Balas Xin Liang.


Woah, baru bertemu hari ini sudah menjadi keluarga, bagaimana kalau di resmikan saja dengan bertukar cawan dan menjadi saudara angkat. Aku iseng saja mengusulkan nya, tanpa ku duga, dia ternyata malah setuju dan menganggap nya serius. Baiklah, mulai hari ini kita bersaudara, perayaan nya akan di gelar 2 hari lagi setelah menentukan tempat nya. Hikari merangkul lengan ku, seperti nya dia sudah capek, aku memintanya duduk dan menemani nya.


“Ma kun, aku tidak apa apa....” Ujar nya.


“Mana mungkin aku meninggalkan kamu sendirian di sini....tenang saja, tidak ada masalah.” Balas ku berusaha menenangkan Hikari.


“Aku khawatir dengan Makoto kun....” Balas Hikari menunduk, matanya mulai berkaca kaca, jelas saja, aku sendiri juga sudah menganggap Makoto adik ku sendiri, kita kenal dia sejak dia masih kecil. Aku mengerti perasaan Hikari, sangat mengerti.


“Tenang saja....Makoto kun kuat, dia tidak akan mati semudah itu.” Balas ku tetap berusaha menenangkan Hikari supaya dia tidak sedih karena bisa berpengaruh pada kandungan nya.


Tak lama kemudian, Touka dan Rin keluar menemui ku dan Hikari yang sedang duduk, mereka mengatakan Makoto tidak apa apa, tapi dia masih belum bisa bangun. Aku juga melihat Kenzo dan Megumi yang berwajah lega ketika keluar dari ruangan perawatan. Berarti memang Makoto tidak kenapa kenapa, aku menjadi sedikit lega. Aku menoleh dan melihat Hikari sudah lega, dia mulai tersenyum kembali sambil merebahkan kepalanya di bahuku.


“Syukurlah Makun....” Ujar Hikari sambil melihat ku.


“Iya Hichan...syukurlah....” Aku merangkul Hikari di sebelah ku sambil mengusap rambutnya.


“Ayame chan dan Shizuka chan datang Ma kun.” Ujar Hikari.


“Ya, mereka datang dan kita bersiap menyambut mereka dengan meriah. Sebentar lagi festival akan di mulai. Semua sudah bergerak.” Balas ku.

__ADS_1


Hikari terdiam dan hanya merebahkan kepala nya di pundak ku. Baiklah, aku anggap malam ini kalian menyapa ku dan aku menerima sapaan kalian berdua, berbeda dengan sewaktu di tokyo, aku kaget ketika kalian datang, sekarang aku sudah siap dan aku tunggu kedatangan kalian kesini. Ayame chan, Shizuka chan, aku akan menyambut kalian di sini dengan senang hati dan akan kutunjukkan keramah tamahan ku di sini, tapi jangan harap kalian bisa masuk ke sini dengan mudah dan kalau kalian berhasil masuk, jangan harap bisa keluar lagi dari sini. Kita selesaikan semuanya sebelum anak ku lahir.


__ADS_2