Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 31


__ADS_3

Setelah Hikari tenang, dia mengajak ku pergi ke tempat yang sepi dan tidak ada siapa siapa, ketika aku usulkan ke apartemen, dia menolak, akhirnya aku mengajak nya ke kuil yang merupakan tempat persembunyian jisan waktu itu. Sepanjang perjalanan, Hikari tidak bicara apa apa, dia hanya memegang lengan ku dengan tubuh gemetar. Setelah turun dari kereta dan keluar stasiun, kemudian naik bis sebentar, kita sampai di kuil, tapi Hikari malah mengajak ke rumah kosong yang merupakan jalan tembus ke istana osaka. Dia benar benar mengajak ku ke dalam ruangan tempat jisan meninggal di istana osaka. Apa maksudnya, aku sama sekali tidak mengerti. Setelah di dalam ruangan, dia mengunci pintu nya dan berdiri di hadapan ku.


“Apa yang akan aku ceritakan ini, aku yakin kamu tidak akan percaya, setelah ini terserah kamu.” Ujarnya dengan wajah serius.


“Aku dengarkan...” Jawab ku singkat, jujur saja aku bingung apa yang akan di katakan nya.


Ternyata benar yang Hikari katakan, aku sulit sekali mempercayai apa yang dia ceritakan. Hikari sama dengan ku, dia juga mengulang hidup nya dan mengingat semua kehidupan lalu nya dan dia mengatakan beberapa kejadian di kehidupan lalu yang umum sehingga aku mau tidak mau percaya. Hikari bercerita, kalau pertama kali dia bertemu dengan ku di kehidupan masa lalu adalah ketika aku masih berumur 8 tahun, di saat papa ku meninggal, ketika aku berada di rumah sakit melihat jenazah papa ku, dia juga ada di rumah sakit itu karena sedang di rawat. Alasan dia mau dekat padaku karena waktu itu aku masuk ke kamarnya ketika dia menangis akibat perkelahian orang tua nya, aku memang merasa aku masuk ke kamar rumah sakit setelah dari toilet dan menghibur seorang anak perempuan yang menangis dan menyalahkan dirinya. Dia melihatku dan tahu aku satu sekolah dengan nya. Saat itu Hikari tidak terlibat sama sekali dengan clan Odasiga dan bukan ninja, dia ada terus di samping ku dari kecil dengan nama Kujou Misaki. Begitu nama itu di sebut, pikiran ku langsung memutar balik, benar aku memiliki teman masa kecil yang bernama Michan di sekolah dan kita selalu bersama, tapi di pertengahan kelas 2 smp dia pindah dan kita tidak pernah bertemu lagi.


Tapi, aku salah, semua karena aku yang tidak melihat sekeliling dan terpaku pada diriki sendiri, Misaki terus ada di samping ku, dia sebenarnya satu sekolah dengan ku dan merubah penampilan juga namanya, dari Kujou menjadi Takahashi, karena alasan dia pindah kelas 2 smp adalah ibu dan ayah nya bercerai, lalu ibunya menikah lagi dan dia berganti nama. Saat itu, kelas 1 sma dia satu sekolah dengan ku, bahkan sekelas dengan ku dengan penampilan berbeda. Saat itu dia tidak berani mendekati karena aku sedang dekat dengan Ayame di perpustakaan, juga karena aku terlihat bahagia dan melupakan dirinya, kemudian saat Ayame di nyatakan meninggal, dia mencoba mendekati ku tapi diriku malah mengira dia mau membully ku karena penampilan nya dan gaya bercanda nya. Akhir nya dia hanya bisa melihat ku dari kejauhan dan terus mengikuti ku sampai ke universitas. Barulah dia menyingkir ketika aku menikah dengan Touka, tapi diam diam dia menyelidiki, alasan kematian papa ku, mama ku dan Ayame.


“Aku memang bingung, di awal kamu bertemu dengan ku ketika di desa, kamu langsung memeluk ku.” Ujar ku menunduk.


“Itu karena kamu sama persis seperti yang aku kenal Ma kun. Aku selama ini memanggil mu Ma kun, masa kamu tidak ingat panggilan itu.” Balas Hikari.


“Iya, aku ingat, hanya Michan yang memanggil ku Ma kun....maaf aku lupa, bukan lupa, aku memang tidak perduli apa apa sejak Ayame meninggal.” Balas ku.


“Mengenai Ayame, Ma kun, ada sebuah kebenaran yang kamu harus tahu. Aku harus menceritakan nya, setelah ini kamu mau percaya atau tidak atau bahkan membenci dan membunuh ku aku rela.”


“Ceritakan saja.....” Ujar ku pasrah.

__ADS_1


Hikari bercerita kalau Alasan papa ku meninggal dulu bukan karena kecelakaan, tapi sama seperti sekarang, yaitu menyelamatkan jisan dan Ayame, sedangkan mama ku meninggal karena di bunuh jisan dengan alasan menolak aku di jadikan pewaris odasiga, karena memang jisan mencari pewaris dan mama ku menentang nya, lalu yang paling mengejutkan adalah Ayame tidak mati, dia di larikan oleh Helen sensei yang asli ke amerika dan tinggal di sana sampai berumur 20 tahun untuk kuliah menyusul ku. Tapi kemudian Ayame melihat aku sedang dekat dengan anak kelas 1 sma yaitu Touka dan dia cemburu, dia berusaha menghalangi aku dan Touka untuk bersama. Ketika aku dan Touka menikah, kemudian memiliki anak, dia mengirimkan anak buah nya untuk menggoda Touka dan menekan pekerjaan ku di black company itu. Dia juga menyuruh anggota geng nya menangkap anak perempuan ku, Hinako dan memperkosanya, lalu supaya video dan foto nya tidak di sebar, senpai itu mengancam nya untuk membayar sejumlah uang padanya. Yang mengetahui semua ini adalah anak ku yang pertama yaitu Takeru dan akhirnya di bunuh oleh orang orang suruhan Ayame. Setelah mengetahui nya, Hikari berusaha menemui ku, tapi ketika dia keluar rumah, dia di tembak oleh orang yang mungkin juga suruhan Ayame, saat itu umur nya persis 40 tahun, sama seperti diriku.


Ketika sedang sekarat, Hikari berdoa supaya dia di ijinkan lahir kembali, bertemu dengan ku dan menolong ku, karena dia tahu nya aku masih hidup saat itu. Dia kaget ketika membuka mata, dia jadi bayi dan berada di tempat asing yang tidak pernah dia temui sebelum nya, dia menjalani hidup selama 6 tahun sampai hari dimana dia melihat ku yang masih berumur 8 tahun, di situlah dia baru tahu kalau dirinya kembali ke masa lalu dan lahir di lingkungan berbeda, awalnya dia kaget karena Ayame yang masih kecil beberapa kali mengunjungi ku di desa bersama jisan, dia sempat berpikir kalau dia harus membunuh Ayame ketika ada kesempatan, tapi karena takut aku membencinya, dia mengurungkan niat nya, dia baru menyadari kalau aku juga kembali ke masa lalu dan bukan diriku di masa lalu, ketika kita berdua di lepas di hutan belantara. Disitulah keegoisan nya muncul, dia menyerahkan semua dirinya kepada ku tanpa memandang umur dan merahasiakan dirinya yang sebenarnya. Ini menjelaskan kenapa dia membunuh Helen sensei dan menyamar menjadi Helen sensei, menentang Ayame dengan mengatakan kalau dia adalah istri ku, dia tidak pernah mau ikut kalau aku bertemu jisan di kamar dan bahkan menentang shishou ketika di suruh pergi ke osaka melindungi jisan, Jadi boleh di katakan, hidup Misaki di kehidupan lalu dan Hikari di kehidupan sekarang, semuanya di habis kan untuk ku dan aku tidak melihat nya sama sekali.


Mendengar cerita Hikari, seluruh tubuh ku bergetar, kepala ku seperti tersambar ribuan petir yang menyambar dan membuat nya hangus sehingga otak ku mati, hati ku sakit, seakan akan puluhan ribu jarum menusuk nya. Lutut ku lemas, aku terjatuh, berlutut dan menunduk ke bawah, air mataku deras mengalir, gigiku beradu saling menggigit, tangan ku mengepal bergetar. Aku mulai memukuli tanah, penyesalan, kemarahan, sakit hati, kesedihan silih berganti di hati ku. Orang tua ku mati karena mereka, keluarga ku hancur juga karena mereka dan Misaki juga terbunuh oleh mereka.  Aku malah bertekad menolong keluarga musuh berbuyutan ku dan bahkan menganggap nya adik. Tapi rasa sayang ku padanya sekarang juga menghalangi ku, aku tidak tahu harus bagaimana menerima ini semua.


“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....” Aku berteriak, teriakan ku mengisi ruangan yang kosong dan terdengar seperti raungan binatang yang sedang sekarat dan penuh dendam.


Hikari hanya bisa berlutut di depan ku dan tidak memeluk ku, dia terlihat pasrah dengan apa yang akan kulakukan sehabis ini. Aku melihat nya menjulurkan tangan dan dia menarik nya kembali, lalu mendekap tangan nya di dada sambil menangis tersedu sedu.


“Ma kun.....” Ujar nya perlahan.


Aku menoleh dan melihat Hikari meletakkan pisau di depan ku, dia membuka kemeja seragam nya dan berniat harakiri untuk mengakhiri hidupnya karena dia mengatakan kalau dia merasa menyesal dengan kejadian di mobil tadi, seandainya dari dulu dia tidak ikut campur, mungkin aku akan bahagia dengan Ayame. Apa ? kamu mau bunuh diri, tidak boleh. Dalam sekejap aku sadar, Aku tidak boleh membiarkan nya mati karena menyesal dengan apa yang terjadi dengan Ayame barusan, aku langsung menerjangnya dan aku melihat nya terbaring di bawah ku. Aku menamparnya dan langsung mendekap nya.


Hikari langsung membalas pelukan ku, dia menangis tersedu sedu dan membenamkan wajah nya,


“Ma kun....Ma kun....Ma kun...aku mencintai mu, dari dulu sampai sekarang, dari kehidupan lalu sampai kehidupan sekarang......waaaaaaaaaaa....” Teriak nya sambil menangis dan terus memanggil namaku.


“Maaf, aku memang melupakan Misaki dulu, tapi cinta ku pada Hikari sekarang benar dan aku akan belajar mencintai Misaki, dirimu yang dulu. Beri aku kesempatan...Hi chan.”

__ADS_1


“Iya Ma kun....aku senang sekali mendengar nya.”


Aku tahu, alasan kenapa Hikari mau bunuh diri, bukan karena dia menyesal melainkan dia lelah, dia begitu mencintai ku bahkan dari kehidupan nya yang dulu, bahkan selalu di samping ku, tapi aku malah lebih memperhatikan Ayame ketimbang dirinya, maafkan aku yang bodoh ini dan tidak menyadari nya dari dulu sampai sekarang. Maafkan aku yang hanya melihat apa yang ada di diriku selama ini dan di sini aku sadari, aku tidak berubah, aku sama saja, aku tidak melihat orang di samping ku yang sudah separuh hidup ku bersama ku. Aku mencintai nya karena kejadian di gunung kan, tapi dia jauh sebelum nya dan aku sama sekali tidak menyadari nya, sama seperti dulu, aku hanya terpaku pada Ayame. Sekarang tidak lagi, aku akan menjungkir balikkan ini semua. Aku langsun mencium Hikari yang juga menyambut ku. Kita langsung melakukan nya, karena sekarang berbeda, hati ku sudah full terhadap Hikari, aku malah ingin punya anak darinya dan aku juga lihat Hikari sama dengan ku karena dia juga lebih dari biasanya.


Setelah selesai, aku dan Hikari duduk bersama bersender di dinding. Pikiran ku mulai jernih, aku mulai bisa melihat sekelilingku, saat ini benar, aku marah pada keluarga ku sendiri, pada jisan, pada Ayame. Tapi saat ini aku ingin menghargai orang yang ada di sebelah ku ini, dia bisa berjuang sampai melintasi kehidupan semuanya demi diri ku yang seperti ini. Aku harus membalas nya, maaf saja jisan, janjiku pada mu tidak akan aku penuhi dan maaf Ayame, kita tidak bisa bersama lagi.


***


Aku kembali ke apartemen bersama dengan Hikari. Begitu sampai, Ayame dan Haruka tidak ada di rumah, berarti mereka ikut pulang bersama Naoto. Aku membiarkan Hikari beristirahat di kamar ku, aku tidak akan membiarkan nya tidur bersama Ayame dan Haruka, bayangkan dia selama ini menahan nya dengan tidur bersama dengan orang yang dia benci dari kehidupan yang lalu. Setelah menemani Hikari yang akhirnya tidur di kamar ku, aku keluar dan duduk di sofa sambil berpikir, tiba tiba, “Ding dong.” Bel ku berbunyi. Aku berdiri dan membuka pintu,


“Haloo......maaf aku datang ke sini tiba tiba.”


Ternyata orang di balik pintu adalah Shin, bagaimana dia bisa kesini dan bagaimana dia tahu aku dimana, aku tidak tahu, tapi pandangan ku di dirinya berbeda sekarang, aku menarik nya masuk ke dalam supaya tidak terlihat oleh siapapun.


“Wo..wo...kenapa buru buru begitu...” Ujar nya sambil tersenyum menyebalkan.


Aku mengajak nya masuk ke dalam dan menyuruh nya duduk di sofa, tapi di bagian yang berada di sebrang kamar ku, karena aku sedikit banyak tahu siapa sasaran nya karena melihat nya hari ini di sekolah. Pertama, untuk menghabisi Ayame dan Naoto tidak perlu susah payah mengajak ku ke atap. Kedua, ketika Hana dan Hikari datang, dia langsung bilang tiga lawan satu, ketika melihat ternyata Hana dan Hikari juga ninja. Ketiga sikap Ayame dan Naoto yang tenang tenang saja makan bersama nya waktu makan siang dan sikap Ayame di mobil. Penyebab nya ketika aku mengamuk kemarin dan berkata sesuatu pada Ayame, ada yang mendengar rupanya dan makhluk itu mengira bisa menekan ku dengan membunuh orang yang kukasihi, nanti dulu. Ya, sasaran Shin bukan Naoto atau Ayame, tapi Hikari. Itulah alasan dia kesini dan aku mengajak nya masuk, yang menugaskan makhluk di depan ku ini tidak lain adalah orang yang juga menembak Jinta.


“Maaf, tapi tidak akan kubiarkan kamu menyentuh nya.” Aku langsung menembak nya.

__ADS_1


“Wooo rupanya sudah tahu ya...hahaha....tapi jangan dendam pada bocchan dan ojouchan ya, sebab ini bukan perintah mereka.” Balas nya.


“Hahaha sudah tahu kok siapa yang memerintahkan...jadi kita mulai saja ?” Tanya ku.


__ADS_2