Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 36


__ADS_3

Walau bilang secepatnya kembali ke tokyo, membutuhkan waktu lima bulan untuk persiapan kembali ke tokyo, pertama yang di lakukan setelah bertemu dengan Manabu, memperkenalkan aku dan Hikari sebagai kepala keluarga ke semua pelaku bisnis di aomori, kemudian untuk yang di fukuoka dan tokyo semua di undang ke aomori dan di akomodasi untuk mengadakan rapat besar. Seminggu kemudian, berdasarkan kesepakatan semua pihak, rapat besar di adakan, Manabu dan Youko memperkenalkan pergantian nama ku dan Hikari kepada semua pelaku bisnis di fukuoka dan tokyo. Terakhir, kita mengundang Reiji dan mama nya untuk datang ke aomori dan menjelaskan semuanya, mereka dengan senang hati menerima nya dan memang sudah bergabung dengan kita sebelum nya.


Bisnis bisnis baru di kembangkan di segala sektor, seperti perusahaan pengembangan elektronik, perusahan jasa pengiriman barang dan distribusi, perusahaan pengembangan software dan operating sistem, entertaiment production (perekrtutan idol, aktor dan memanajemen mereka) dan lain sebagainya, tentu saja semua serba online dan full menggunakan promosi dari internet, sosial media dan pesan berantai dengan design iklan seperti tahun 2023 yang saat itu masih belum sampai kesana dan kalaupun ada harganya mahal. Aku dan Hikari mengeluarkan semua ingatan yang ada di kehidupan pertama. Cheat ? tentu dong, mana bisa mengalahkan dua keluarga besar itu pakai cara normal hehe. Setelah lima bulan, barulah semuanya berjalan, ijin sudah keluar dan semuanya di kelola di bawah nama Yashiro group yang sudah resmi di dirikan dan legal dengan nama perusahaan masing masing. Desa iga dan desa Haruka di itoshima, di kontak untuk bergabung dengan kita, hasil panen mereka dan produk mereka di pasarkan melalui supermarket dan super grosir milik Yashiro group di tokyo. Malam sebelum berangkat,


“Besok kita kembali ke tokyo Hichan....” Ujar ku sambil merangkul Hikari di sebelah ku.


“Akhirnya pulang lagi ke tokyo, sudah lama juga kita pergi dari sana Ma kun, sejak liburan musim panas haha.” Balas Hikari.


“Iya benar, awal nya hanya liburan malah keterusan jadi kabur haha.” Balas ku.


“Kita sudah melewati banyak hal, dari hampir mati sampai menikah...aku harap selamanya kita bersama Ma kun.” Balas Hikari sambil meletakkan kepalanya di pangkuan ku dan dia tiduran.


“Benar Hichan, di kehidupan ini, jangan sampai ada penyesalan, jujur saja, aku masih menyesal melupakan mu di kehidupan lalu.” Balas ku.


“Hehe tidak penting sekarang Ma kun, yang penting sekarang kita bersama.” Balas Hikari.


“Sekarang dan selamanya Hichan....kita akan selalu bersama.” Balas ku.


Aku mengelus rambut Hikari yang berbaring di pangkuan ku, kita berdua memandangi bulan yang terlihat besar di langit dan bintang bintang di langit yang jernih, berdua saja, tanpa di ganggu siapapun. Keesokan pagi nya, aku, Hikari, Keiko, Manabu dan Youko pergi menuju tokyo naik mobil. Perjalanan akan memakan waktu 8 sampai 9 jam, malam nanti kemungkinan kita bisa sampai kalau tidak ada halangan.


Di tengah perjalanan, ketika sudah sampai prefektut miyagi, Haruka menelpon Keiko, dia memberitahu Keiko kalau Ryota sudah di temukan dan sudah di bawa pulang ke tempat nya. Tapi kondisi Ryota kehilangan ingatan nya, dia tidak ingat siapapun dan hanya mengingat Keiko, dia bertanya kepada Haruka, apa Keiko selamat dan masih hidup. Karena Keiko nee san menangis dan tidak bisa menjawab lagi, aku mengambil alih telepon nya,


“Haruka chan, maaf seperti nya Keiko nee san shock. Bisa tidak kamu pergi ke tokyo bersama Shindo dan membawa Ryota, aku akan kirimkan alamat nya.” Ujar ku.


“Maaf Masa, aku tidak bisa, aku baru melahirkan minggu lalu dan kondisi ku sendiri masih lemah, butuh waktu sekitar 3 minggu lagi baru kita bisa kesana. Coba bicara dengan Shindo kun.” Haruka memberikan telepon nya kepada Shindo.


“Halo aniki, ini aku Shindo.”


“Halo, Shindo kun, selamat ya atas kelahiran anak pertama kalian....” Ujar ku.


“Terima kasih aniki, maaf aku belum mengabari sebelum nya, mengenai Ryota aniki, aku akan minta tolong seorang penduduk desa untuk mengatar nya ke tokyo, mungkin sebulan lagi, aku dan aneki akan menyusul kesana membawa anak kita, karena anak kita baru lahir seminggu lalu, kita masih belum bisa bergerak sebab masih rawan untuk berpergian.”  Balas Shindo.

__ADS_1


“Baik Shindo kun, yang penting Haruka dan bayinya sehat dulu. Nanti aku kirimkan alamat nya habis ini, tolong antar aniki saja dulu tidak apa apa. Sekali lagi selamat ya, perempuan apa laki laki ?” Tanya ku.


“Laki laki aniki, Haruka aneki dan anak ku sehat, hanya saja masih beresiko untuk keluar, nanti di kirimkan alamatnya saja aniki, pertama biar Ryota aniki dulu yang kesana, tolong bantu dia aniki, dia tidak ingat apa apa kecuali Keiko aneki.” Balas Shindo.


“Iya Shindo kun, pasti...sudah dulu ya, salam buat penduduk desa.”


Telepon di tutup, aku mengembalikan handphone nya kepada Keiko yang masih menangis dan di peluk Hikari. Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku rasa aniki juga belum tentu bisa cerita, tapi memang sebaiknya dia ada di sebelah Keiko nee san kalau memang yang hanya dia ingat adalah Keiko nee san. Aku mengirim pesan kepada Shindo untuk alamat tempat kita nanti di tokyo.


“Dia masih hidup....syukurlah....syukurlah...” Gumam Keiko sambil menangis.


“Iya nee san, nanti Shindo kun akan meminta penduduk untuk mengantar aniki ke tempat kita di tokyo, kita bisa merawat dia di sana.”  Balas ku.


“Iya....aku nanti akan merawat dia.” Balas Keiko.


Keiko bercerita, kalau saja waktu itu Ryota tidak menerobos masuk ke kediaman Fujikata dengan tujuan membalas dendam sendirian, mungkin Keiko sekarang sudah mati di bunuh oleh Shizuka dan orang orang nya. Seperti yang dia katakan kepada Haruka waktu di rumah nya, Ryota membawa nya lari dan menyembunyikan nya di sebuah kota kecil di pinggir laut, selama dua bulan Ryota berkerja untuk kehidupan mereka, dia menjadi nelayan dan kadang membatu pekerjaan kasar di pelabuhan. Setiap pulang selalu membawa makanan dan mereka selalu makan berdua. Ryota melarang Keiko keluar untuk sementara, tapi karena Keiko yang sudah menaruh benih benih cinta terhadap Ryota ingin membantu nya, dia berkerja di sebuah toko dan ada yang melihat nya, kemudian melaporkan kepada orang orang suruhan Shizuka dan Ayame, karena mereka mengatakan siapapun yang bisa menemukan Keiko akan di beri hadiah. Keiko mengatakan dia menyesal, kalau saja dia menurut dengan perkataan Ryota dan tidak menuruti keegoisan nya, mungkin tidak akan menjadi seperti ini. Tapi aku membantah nya dan mengatakan jangan menyalahkan dirinya sendiri, sebab dia tidak tahu dan niatnya baik, kalau dia masih di sana, aku dan Hikari juga tidak akan tahu keadaan di luar. Keiko hanya mengangguk dan tidak berkata apa apa lagi.


***


Malam pun tiba, kami sudah masuk ke tokyo dan menuju rumah inti keluarga. Aku melihat sudah banyak sekali perubahan di tokyo. Kita sempat melewati rumah inti keluarga Odasiga yang sekarang sudah tidak ada hanya lahan nya saja yang tersisa di daerah shinjuku. Kemudian setelah melihat nya, kita langsung menuju nakano, tempat rumah keluarga inti yang baru. Setelah sampai, kita di sambut oleh para pengawal dan di bukakan gerbang untuk segera masuk ke dalam. Hikari langsung membawa Keiko masuk ke kamarnya dan menemani nya, sementara aku, Manabu san dan Youko nee san berdiskusi di ruang tengah bersama Reiji untuk menentukan langkah selanjut nya. Yah walaupun di sebut langkah selanjutnya, karena semua sudah berjalan, kita malah membahas total penghasilan selama 5 bulan terakhir dan berapa persen keberhasilan nya. Setelah itu membahas bagaimana cara meningkatkan nya. O ya, bisnis real estate dan peminjaman uang yang bertransformasi jadi bank juga sudah berjalan dengan baik. Bisnis malam juga sudah menjamur sebelum waktunya hoho. Pantas Ayame ngotot ingin mengalihkan semuanya kepada Odasiga, aku jadi mengerti alasan nya.


Keesokan pagi nya, mobil dari desa itoshima datang. Perjalanan dari itoshima ke tokyo seharus nya hanya 14 jam, tapi karena Kenzo dan Megumi ingin ikut ke tokyo karena sedang libur, aku minta tolong pada Shindo untuk melewati kyoto dan menjemput mereka. Shindo langsung menghubungi penduduk yang mengantar Ryota untuk melewati kyoto, aku mengirim alamat yang di berikan Kenzo untuk tempat penjemputan nya kepada Shindo yang meneruskan nya pada penduduk yang mengantar Ryota. Alasan Kenzo dan Megumi ingin ikut ke tokyo, karena Kyoya dan Natsume ada di tokyo, jadi sekalian mengunjungi mereka.


“Apa kabar Masa kun ?” Sapa Kenzo ketika baru datang.


“Baik baik, kamu gimana ? sudah lama juga kita tidak ketemu ya.” Balas ku.


Megumi juga langsung menyapa Hikari dan kita berempat sempat bicara. Tapi yang utama adalah Ryota, dia terlihat seperti orang ling lung, dia sama sekali tidak kenal siapa siapa, wajah nya berubah, dia berjanggut lebat dan tampak lusuh.


“Ryota aniki, masih ingat aku ?” Tanya ku.


“Maaf aku tidak tahu....aku hanya ingat Keiko.....” Balas nya.

__ADS_1


Karena aku ingin tahu kemampuan nya hilang atau tidak, aku langsung menyerang nya dengan tinju dan tendangan. Ternyata walau dia hilang ingatan, dia masih bisa menghindari tendangan ku dan menangkap tinju ku. Tapi, dia marah kepada ku,


“Kenapa menyerang ku, mau apa kamu ? Mana Keiko katanya dia di sini, makanya aku ke sini.” Ujar nya sambil memasang kuda kudanya.


“Maaf aniki aku hanya mencoba mu.” Balas ku.


“Aku bukan aniki mu....”


Ryota langsung maju menyerang ku bertubi tubi, aku hanya menghindari nya saja tanpa bisa membalas, juga karena aku tidak mau membalas. Hikari, Kenzo, Megumi ingin membantu, tapi aku mencegah mereka dan berlari ke taman belakang dengan Ryota yang mengejarku dengan marah.


“Mana Keiko....jangan sakiti dia.” Teriak Ryota sambil mengejar ku.


“Ikut aku aniki....” Jawab ku sambil berlari.


Begitu sudah keluar di taman belakang, aku langsung berbalik dan berhadapan dengan nya. Dia langsung menyerang ku dan adu pukulan terjadi. Gila, lagi hilang ingatan saja seperti ini, apalagi sehat, tangan ku sakit menangkis pukulan nya yang membabi buta kesegala arah, benar benar luar biasa kuat aniki, pikir ku. Aku terpojok, karena memang aku tidak bisa serius melawan nya. Ketika Ryota maju meninju ke arah wajah ku dengan sekuat tenaga, tiba tiba Keiko melompat ke depan ku dan merentangkan tangan nya. Wajah Ryota langsung berubah menjadi kaget, dia menarik tinjunya dan membuang badan nya sehingga menghantam rumah burung yang berada di samping kolam kemudian tercebur ke dalam kolam, tapi dia langsung berdiri dan memandang Keiko dengan wajah bengong. Keiko langsung menghampiri nya kemudian memeluk nya, walau wajah Ryota masih terlihat kebingungan.


“Kei..chan ?” Tanya Ryota sambil tertegun.


“Iya, ini aku Ryo nii...ini aku.....Kei chan mu....” Ujar Keiko sambil tersenyum dan menangis.


Hee, Ryo nii ? Kei chan ? sudah sejauh apa ya hubungan mereka, aku sama sekali tidak menyangka, Ryota yang selalu berwajah kaku tanpa ekpresi dan Keiko yang perkataan nya selalu berbeda dengan isi hatinya, bisa saling memanggil satu sama lain seperti itu, hanya dalam dua bulan tinggal bersama ? Kupikir masih sama sewaktu dulu bertemu.


“Kei chan....” Ryota langsung memeluk Keiko, tangan nya yang kekar mendekap tubuh Keiko seakan tidak mau melepaskan nya lagi.


Keiko juga langsung menangis memeluk Ryota, ternyata benar, Ryota hanya ingat kepada Keiko, aku bertanya tanya, apa yang mereka alami sebenarnya, kenapa Ryota bisa kehilangan ingatan nya, tapi pertanyaan itu tidak penting, kita harus memulihkan ingatan nya, sebab kalau sampai terjadi dia mengamuk seperti barusan, tidak ada cara lain untuk menghentikan nya selain membunuh nya dan aku tidak mau hal itu sampai terjadi. Aku minta Manabu menghadirkan dokter terbaik untuk memeriksa nya dan mengobati nya.


“Sulit bocchan, kalau kehilangan pikiran seperti ini sulit menyembuhkan nya, dia harus bisa mengembalikan ingatannya sendiri dan yang bisa membantu nya saat ini hanya Keiko ojouchan.”


“Begitu ya, tapi coba hadirkan saja, siapa tahu bisa, sekalian hadirkan juga psikiater terbaik untuk menolong nya, uang bukan masalah.” Balas ku.


“Baiklah, aku akan menelpon beberapa kenalan kali saja mereka punya kenalan atau langganan.”  Balas Manabu.

__ADS_1


“Tolong ya Manabu san.” Tambah ku.


Akhirnya aku hanya bisa melihat keduanya dan meminta Keiko nee san untuk membawa Ryota aniki ke dalam kembali.


__ADS_2