Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 45


__ADS_3

Aku langsung kembali ke rumah sakit karena khawatir, sampai di sana aku melihat Shindou yang tidur di kursi di depan kamar, aku masuk ke dalam dan melihat Touka tidur di bawah, sebelah tempat tidur Hikari. Aku menugasi dua orang ninja ku untuk berjaga di luar dan mengawasi bagian luar rumah sakit. Aku membangunkan Shindo dan meminta dia pulang kembali kepada Haruka, biar aku yang menggantikan nya di rumah sakit. Shindo bangun dan dia langsung pergi pulang ke rumah ku, karena untuk sementara aku minta tinggal di rumah ku. Aku masuk ke dalam kamar dan duduk di kursi sebelah tempat tidur Hikari. Aku bepikir dan terus berpikir, bagaimana cara ku untuk mengatasi persoalan ku dengan kedua anak kembar itu. Tiba tiba seorang ninja ku masuk ke dalam kamar dan berbisik,


“Bos, ada gerakan di sebelah barat....sepertinya geng berkumpul dan bukan geng kita, mau di apakan bos ?” Tanya nya sambil berbisik.


“Pantau saja dulu, kalau mereka mendekat, habisi.....” Jawab ku.


“Baik bos, permisi.....”


Ninja itu menghilang kembali dan jendela kembali tertutup. Selagi kembali bersender, tiba tiba tangan ku di genggam oleh Hikari yang membalas genggaman tangan ku. Aku langsung tersentak dan menoleh, aku melihat Hikari masih terpejam, aku mengelus kening nya dan mencium nya. Melihat wajah Hikari yang tidur dengan damai seperti ini, membuatku ingin cepat menyelesaikan masalah ini. Saat ini mungkin Ayame dan Shizuka belum tahu kalau markas mereka di chiba sudah hancur. Untuk sementara aku biarkan dulu, mengenai ginza biarlah mereka memiliki tanah itu, aku akan menutup kerugian ku dengan membuka beberapa bisnis lagi di sana, besok akan ku diskusikan dengan Manabu san, begitu pikir ku. Aku harus bangkit dan menang, demi Hikari dan semua orang yang kusayang. Tiba tiba handphone ku berbunyi, aku keluar kamar untuk mengangkatnya,


“Halo ?” Aku mengangkat nya.


“Halo Masa kun, ini aku Keiko.....Ryo nii mau bicara....” Keiko memberikan teleponnya kepada Ryota.


“Masamune kun ? ini aku Ryota, ingatan ku sudah pulih....” Ujar Ryota.


“Aniki ? syukurlah, aniki sudah pulih, ada apa aniki ?”


Ryota mulai bercerita, sewaktu dia berpisah dari Keiko, dia sempat tertangkap oleh orang bawahan Shizuka, lalu dia di bawa ke hadapan seorang yang sepertinya pendeta tapi memakai jubah serba hitam. Nama pendeta itu Todou Motoya, pendeta itu mencekoki Ryota dengan obat racikan nya dalam sebuah ritual dengan tujuan Ryota mengatakan di mana Keiko, hal itu dilakukan selama beberapa hari, tapi karena Ryota menahan obat itu dengan kekuatan dirinya sendiri, bahkan sampai menggigit bibirnya, setelah berkali kali di cekoki dia menjadi hilang ingatan dan hanya ingat kepada Keiko karena nama itu yang selalu di sebutkan oleh pendeta itu dan di tambah hatinya sudah terpaut oleh Keiko. Setelah itu, Ryota berhasil meloloskan diri karena tidak ingat apa apa lagi kecuali Keiko. Tapi dia kaget ketika dia berhasil keluar, ternyata dia ada di kota nara dan mulailah dia berjalan menuju tempat Keiko yang dia ingat selama lebih dari sebulan. Sekarang dia mengingat semua yang terjadi dan mengatakan nya pada ku. Setelah itu, aku minta dia dan Keiko tetap berada di korea dan jangan kembali demi anak mereka nanti, walau keduanya memaksa ingin menyelesaikan urusan dengan Shizuka. Lagipula ingatan Ryota belum sepenuhnya pulih, dia masih melupakan mengenai keluarganya dan desa nya. Setelah aku menutup telepon, aku kembali ke kamar, aku melihat Touka terbangun dan sedang duduk di sebelah Hikari. Aku kembali keluar, duduk di kursi yang berada di depan kamar dan memejam kan mata untuk istirahat.


***


Keesokan harinya, aku langsung menghubungi Manabu dan memintanya datang ke rumah sakit bersama Youko. Singkat cerita, ketika keduanya datang, aku menceritakan apa yang aku temukan semalam pada mereka, aku memperlihatkan handphone yang berisi foto catatan yang ku temukan semalam kepada mereka. Manabu dan Youko sedikit terkejut, sama seperti ku, mereka langsung tidak menganggap sepele persoalan ini. Aku menanyakan kepada mereka, kira kira tahu tidak kenapa jisan berbuat seperti itu, Manabu dan Youko tidak mengerti, rupanya kejadian itu terjadi sebelum keduanya masuk ke clan Odasiga. Aku langsung menerangkan rencana ku, aku minta Manabu mengembangkan bisnis di wilayah ginza secara besar besaran, mari kita hidupkan ginza menjadi meriah dan ramai, Manabu mengerti maksud ku dan hari ini juga dia akan berkeliling ke sana untuk mencari lahan. Sedangkan aku minta Youko mengutus anak buahnya ke nara untuk menyelidiki orang bernama Todou Motoya. Alasan nya karena cerita dari Ryota dan ada hubungan nya dengan sensei yang menyebabkan Hikari menjadi seperti ini dulu. Lalu aku ingin menyelidiki hubungan Todou Motoya dengan Ayame dan Shizuka. Youko langsung menyanggupinya, dia akan memimpin sendiri operasi ini bersama anak buahnya, aku mengatakan padanya untuk membuka sebuah toko untuk markas mereka di sana seperti di fukuoka, Youko setuju, kemudian mengatakan siang ini juga dia dan anak buah nya berangkat ke nara.

__ADS_1


Setelah keduanya pergi, aku kembali ke kamar Hikari, aku melihat Touka sudah bangun dan sudah memakai seragam sekolah nya, aku memintanya pergi ke sekolah dan biarkan aku yang menjaga Hikari.


“Tapi onii chan kan belum tidur ? aku bisa bilang kepada sekolah kalau aku absen dulu hari ini.” Tanya Touka.


Wah dia tahu rupanya, aku semalaman di luar. Yah melihat Touka yang perhatian seperti ini, aku merasa kembali ke kehidupan sebelum nya, tapi berbeda dengan dulu yang selalu menerima tawaran nya, kali ini aku menolak.


“Jangan, kamu harus sekolah, aku tidak apa apa....pergilah.” Ujar ku.


“Tidak, paling tidak onii chan tidur dulu sejam atau dua jam, aku tidak masalah datang siang ke sekolah, lagipula pagi ini hanya olah raga, aku bisa tidak ikut.” Balas Touka yang mendorongku duduk di kursi.


“Ya sudah lah, bangunkan aku setelah dua jam.”


Ah, aku memang tidak bisa melawan nya, dari kehidupan lalu sampai sekarang, sama saja rupanya, dia mulai bersikap seperti istri yang perhatian sama suaminya dan membuat hati ku kacau, tapi mungkin dia benar juga, aku kacau karena belum tidur beberapa hari belakangan ini, aku selalu tegang, apalagi setelah kejadian kemarin. Tiba tiba pintu di ketuk, Touka membukakan pintu, padahal aku tidak tidur dan hanya pura pura saja. Ternyata yang datang perawat membawakan bunga, Touka membaca kartunya dan meletakkan nya di meja persis di sebelah ku. Aku melirik kartunya dan tertulis dalam bahasa inggris. Ternyata yang mengirim nya adalah Lie fong, tapi masalah nya di sini, kenapa dia bisa tahu kalau Hikari di rawat di rumah sakit ini. Aku terbangun dan langsung mengambil kartunya dan melihat bunga nya. Aku minta Touka menjauh dari bunga itu, aku minta dia berdiri di belakang ku dan di depan Hikari. Aku membuka kartunya dan membacanya, di dalam nya ada tulisan “Goodbye.”, dengan cepat aku mengambil buket bunga nya dan berlari ke jendela, kemudian aku melemparkan bunga itu keluar, kemudian aku menutupi Touka dan Hikari dengan tubuh ku, ternyata benar, bunga itu meledak di udara menimbulkan suara keras yang memecahkan kaca rumah sakit. Aku memeluk Touka dan Hikari yang terbaring di tempat tidur selama ledakan dan supaya mereka tidak terkena pecahan kaca, akibat nya lengan dan punggung ku sedikit terluka karena terkena pecahan kaca jendela.


“Ti..tidak apa apa onii chan....onee chan juga tidak apa apa...” Ujar Touka sambil menoleh melihat Hikari.


Aku melihat dan merasakan tubuh Touka gemetar, dia ketakutan, wajah nya juga pucat, saat itu aku berpikir, Lie fong sudah menjadi musuh ku berarti sekarang lawan ku bukan hanya Amagaoka, triad dari hongkong juga sudah jadi musuh ku, walau aku belum tahu ada apa di balik bom ini. Setelah itu, perawat datang dan memeriksa kami, mereka langsung membawa ku untuk berobat karena melihat luka di lengan dan punggung ku. Mereka juga memindahkan Hikari ke kamar yang tidak menghadap jendela dan lebih aman. Setelah semua tenang dan aku sudah di perban, aku mengajak Touka bicara,


“Touka, kalau kamu bersama ku dan Hichan, kamu tidak akan aman, kamu bisa terbunuh, aku mengusulkan kamu sekolah di kyoto, aku ada teman di sana dan kamu bisa tinggal bersama mereka, bagaimana ?” Tanya ku.


“Tidak mau, aku mau tetap di sini, selain bersama onii chan dan onee chan, mamaku juga ada di sini. Aku tidak mungkin pergi dari tokyo.” Jawab nya.


“Soal mama mu, aku bisa pindahkan perawatan nya ke sana, bukan nya aku mengusir mu, bagiku kamu sudah keluarga, aku tidak mau kamu kenapa napa, demi keamanan mu, sebaiknya kamu pindah sekolah ke kyoto.” Aku berusaha membujuk Touka.

__ADS_1


Di luar dugaan, Touka malah memeluk ku dan langsung mecium ku. Otak ku langsung memutar balik ciuman pertama ku dengan Touka di kehidupan masa lalu. Ini gawat, sangat gawat, perasaan ku malah jadi kacau, jangan sampai cinta lama bersemi kembali. Aku mendorong tubuh nya dan dia menangis di hadapan ku, aku jadi serba salah. Senjata utama Touka, dari dulu sampai sekarang, menangis hadeh.


“Jadi kamu mau tetap di sini ?” Tanya ku pada Touka.


Dia tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan kemudian dia malah memeluk ku lagi dengan tangan gemetar, dia takut di usir rupanya, walau tujuan ku hanya untuk keamanan, mungkin pengalaman waktu di usir dari rumah Kirishima dan apartemen nya menghantui hatinya, aku mengerti, maaf aku kurang peka dan tidak menyadarinya. Aku berpikir dan berpikir, kalau aku maju terus, maka yang menderita adalah orang sekeliling ku. Aku menoleh dan melihat Hikari, kemudian aku melihat Touka di pelukan ku. Kepala ku berputar, entah kenapa aku malah teringat sebuah anime yang pernah ku tonton di kehidupan lalu sewaktu kuliah, tentang seorang raja yang hanya di dampingi oleh seorang penyihir dan merubah tragedi menjadi kemenangan lalu menyatukan semua bangsawan dan menjadi raja tunggal, setelah menikahi penyihir yang selalu mendampinginya, dia kembali ke kampung nya. Benar juga, belakangan ini, aku terlalu bernafsu menang dari Ayame dan Shizuka, lalu menguasai tokyo, aku sedikit lupa diri dan lupa melihat sekelilingku lagi. Aku tahu aku harus apa sekarang,


“Touka, kamu mengatakan kamu tidak mau pindah ke kyoto kan ? kalau kita sementara di kyoto bagaimana menurut mu ?” Tanya ku.


“Bersama onii chan dan onee chan ?” Tanya Touka kepada ku.


Aku mengangguk dan tersenyum kepada nya, lalu aku mengatakan akan memindahkan Hikari sementara ke rumah sakit di kyoto, setelah semua tenang, kita akan kembali lagi ke tokyo, jadi untuk mama Touka, biarkan dia disini dan aku akan menyuruh orang ku untuk menjaganya. Wajah Touka mulai kembali tersenyum medengar ucapan ku, dia berterima kasih pada ku dan kembali memeluk ku dengan erat. Setelah itu, aku langsung mengaturnya dengan pihak rumah sakit dan mengabari Shindo yang ada di rumah ku, aku minta dia dan Haruka bersama anak mereka tetap di rumahku. Shindo mengerti setelah aku jelaskan dan dia berjanji akan tetap di rumah ku. Setelah semua selesai, aku langsung menghubungi Kenzo di kyoto, aku menjelaskan semuanya pada nya dan minta tolong padanya untuk mencarikan rumah untuk ku, Hikari dan Touka di kyoto. Kenzo dan Megumi langsung bergerak membantu ku, sebab mereka juga khawatir dengan keadaan Hikari. Barulah setelah itu aku mengabari Manabu dan Youko. Menurut Manabu, langkah ku tepat, sebab musuh sekarang tahu Hikari sedang tidak berdaya dan itu menjadi titik lemah ku.


Dua hari kemudian, aku sudah dalam perjalanan menuju kyoto bersama Hikari dan Touka di ambulans. Aku minta beberapa anak buah ku untuk mengikuti ku naik motor dan membawakan aku sebuah motor untuk operasional ku di kyoto nanti, saat ini aku tidak mau mencolok dulu. Selain untuk menghindar, aku ingin mencari orang di kyoto yang sarat religi dan mistik untuk membantu ku mengahapi sesuatu yang sudah mulai di luar akal sehat ini. Untuk sementara aku mengalah, aku biarkan kedua anak kembar itu menang saat ini, aku akan susun kekuatan baru di kyoto sementara kekuatan ku di tokyo akan bertambah. Mau menguasai jepang, huh jangan mimpi di siang bolong, tidak akan ku biarkan. Ambulans terus berjalan dengan menyalakan sirine nya menuju kyoto, aku melihat Hikari yang terbaring dan Touka yang tidur di kursi di sebelah nya. Aku berjanji akan melindungi semua yang kusayang saat ini, tanpa terkecuali dan aku tidak mau ada penyesalan lagi. Selagi di jalan, Keiko kembali menelpon ku,


“Halo, Masa kun, aku dan Ryo nii akan tiba di kyoto besok....maaf, tapi aku dan Ryo nii tidak mungkin diam saja. Haruka san memberitahu kita barusan dan menjelaskan semua yang terjadi. Jadi jangan mengatakan kepada kami supaya diam ya.” Ujar nya.


“Tapi bayi mu nee san ?” Tanya ku.


“Tidak masalah, aku tidak mungkin membiarkan Ryo nii pergi sendirian, aku harus bersamanya.” Jawab Keiko.


“Baiklah Keiko nee san, Ryota aniki, terima kasih....aku tunggu di kyoto.”


Aku menutup telepon nya, aku melihat Hikari dan Touka yang sedang tidur sekali lagi, baiklah mari kita acak acak kyoto dan menguasai nya.

__ADS_1


__ADS_2