
Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah, kembali aku melihat inchou di bawa oleh sensei menggunakan mobil. Aku berdiri di depan gerbang karena menunggu Manabu san yang katanya mau memberikan hasil penyelidikan nya. Ayame dan Haruka masih di kelas membantu persiapan acara kelas di festival budaya. Ketika sedang santai, sambil melihat jam ku, aku melihat Hikari sedang menuntun seseorang keluar dari gerbang.
“Hei, ada apa ?” Tanya ku menghampiri Hikari.
“Ma kun, ini Shouko chan.....” Jawab Hikari.
Aku langsung melihat orang yang di tuntun dan di papah oleh Hikari, rupanya dia adalah Shouko, wajahnya mirip dengan Kaede hanya saja dia terlihat lebih kurus dan rambutnya lurus sampai sepunggung, berbeda dengan inchou yang rambutnya di kepang besar di belakang. Aku melihat kondisi Shouko mirip dengan Kaede waktu itu.
“Ada apa Hikari chan ?” Tanya ku sambil memeriksa Shouko.
Hikari langsung menjelaskan kalau tadi Shouko di paksa untuk ikut oleh sensei tadi di dekat gerbang dan Kaede mencegah nya, kemudian dengan sukarela Kaede ikut pergi dengan nya meninggalkan Shouko yang menjadi seperti ini. Tiba tiba pundak ku di tepuk, Manabu san ada di belakang ku, membawa amplop coklat. Aku minta Hikari membawa Shouko ke ruang kesehatan dulu, setelah Hikari pergi, aku membuka amplop coklat nya, ternyata Akira berasal dari nara dan merupakan penasihat spiritual (dukun atau semacam paranormal) yang di sewa oleh Godou Kaneshiro, dengan tujuan untuk menyakiti Godou Ichiro melalui jalur gelap. Halah, masih ada saja hal hal seperti ini di jaman sudah maju ini. Dia menjadi guru seni di sekolah ini baru 6 bulan, dengan tujuan mengawasi dan mencelakai Naoto yang merupakan pewaris sah Godou Ichiro. Dia dalang di balik insiden Jirou kemarin.
“Lalu, apa hubungan nya dengan keluarga Kaede dan Shouko ?” Tanya ku pada Manabu.
“Baca kelanjutan nya bocchan.” Balas Manabu sambil menunjuk berkas nya.
Saikoji Kaede dan Saikoji Shouko adalah anak dari seorang pendeta pengurus sebuah kuil kecil di wilayah kyoto, sebelum ayah mereka menikah lagi dan pindah ke osaka, mereka tinggal di kuil dan menjadi miko di sana yang biasanya menarikan tarian untuk pemujaan di kuil nya. Tapi yang jadi masalah di sini adalah, ternyata keduanya anak angkat dan di temukan di hutan dekat kuil mereka, dengan kata lain, mereka tidak punya orang tua sebab orang tua mereka tidak di ketahui siapa. Menurut keterangan orang yang tinggal di sekitar kuil, yang di tanya oleh anak buah Manabu, kedua anak pendeta kuil adalah penjelmaan dari inari atau arwah rubah suci, sehingga tarian mereka bisa merubah cuaca.
“Hmm....aku tidak melihat ada hubungan nya Manabu san.” Ujar ku karena memang aku tidak mengerti.
“Bocchan, mungkin kamu tidak mengerti, kamu masih muda, tapi kisah kisah seperti ini banyak terjadi, bahkan di itoshima saja banyak kok. Kalau Akira itu bisa mencelakai menggunakan sihir gelap, berarti dia tidak bisa beraksi karena ada kedua anak ini.” Balas Manabu san.
“Wow, Manabu san percaya dengan hal hal seperti ini ?” Tanya ku untuk mengetes.
“Tentu saja, kita orang jepang tidak bisa lepas dari hal hal seperti ini, walau pengetahuan dan teknologi semakin berkembang.” Jawab Manabu san.
Yah aku sendiri bukan nya tidak percaya sih, aku dan Hikari pernah melawan kappa yang ternyata sangat kuat dan sangat di luar nalar. Dan karena tidak bisa menjalan kan aksinya, dia menekan keduanya, pertama menggunakan kakak nya dan karena kakak nya ku bunuh, sekarang dia turun tangan langsung. Hohoho menarik, sangat menarik. Aku langsung berterima kasih kepada Manabu dan menyuruhnya pergi duluan, aku masuk ke dalam dan keruang kesehatan smp untuk menemui Hikari. Di dalam, Hikari sedang bicara dengan Shouko yang duduk di atas tempat tidur.
“Halo Shouko chan, bisa ceritakan ada apa sebenar nya ?” Tanya ku.
“Anoo...onii chan siapa ?” Tanya Shouko.
“Ah kamu main langsung tembak saja, dia jadi bingung onii chan. Maaf Shouko chan, dia onii chan ku hehe.” Jawab Hikari.
“Oh iya, namaku Saikoji Shouko. Salam kenal Hikari onii chan.”
“Ah...namaku Masamune, boleh tahu kamu kenapa sebenarnya ?” Tanya ku.
__ADS_1
Sebelum Shouko menjawab, aku menjelaskan semua hasil temuan Manabu san, sebab wajah nya mengatakan “Jangan ikut campur.” Maaf saja, karena dukun mesum itu mau mencelakai Naoto, aku turun tangan. Wajah Shouko langsung berubah, dia melihat ku dan menunduk, kemudian dia melepas lensa kontak nya di mata kanan nya. Aku kaget melihat nya, ternyata mata kanan nya memiliki pupil seperti mata rubah berwarna kuning. Shouko memakai lagi lensa kontak yang baru dan matanya kembali normal, lalu dia mulai cerita kalau onee san nya memiliki mata yang sama tapi di sebelah kiri dan berwarna biru. Dia bercerita kalau Todou sensei mengancam keduanya semenjak onii chan yang selalu menyakiti keduanya nya terbunuh, dia mengancam akan menyebarkan hasil rekaman kamera yang di pasang Jirou ketika sedang menyetubuhi keduanya di rumah, kalau keduanya tidak menuruti nya. Awalnya Todou sensei menyuruh mereka membunuh Naoto, tapi keduanya menolak. Dan akhirnya Todou sensei membawa keduanya untuk menghancurkan mental mereka dan selama ini Kaede yang menghadapi nya untuk melindungi Shouko.
“Hmm kemana sensei membawa inchou ? apa kamu tahu Shouko chan ?” Tanya ku.
Tiba tiba Ayame, Haruka dan Naoto datang ke ruang kesehatan, sepertinya tadi Ayame mencariku dan bertemu dengan Manabu san di depan yang belum pergi. Dia menyusul ke sini dengan tergesa gesa. Kebetulan, memang aku harus jelaskan semuanya kepada ketiganya. Setelah semua kujelaskan, Naoto terduduk lemas, maaf saja, semua berkorban demi melindungi mu dan kamu malah tidak tahu apa apa, jadi kamu harus tahu perjuangan semuanya, dari Hana sampai Shouko. Ayame berusaha menghibur Naoto dan sedikit cemberut pada ku, tapi dia juga mengerti apa yang ku maksud, hanya saja aku terlalu keras menurut nya. Masa bodoh pikir ku, banyak orang celaka dan dia enak enak saja, mana boleh begitu. Aku minta tolong Haruka untuk pergi ke sekolah khusus laki laki itu untuk mencari keberadaan Kaede. Sebelum pergi aku bilang pada Haruka, bawa seorang atau dua orang anak buah Manabu sebelum kesana, untuk jaga jaga saja. Haruka mengangguk sambil tersenyum lebar, jelaslah, dia senang sekarang jadi ketua geng hehe. Tanpa menunda lagi dia langsung pergi.
“Jadi...aku harus bagaimana sekarang ?” Gumam Naoto.
“Sekarang kamu harus mengambil alih dan mengurusi keluarga mu, kamu harus membalas budi orang orang di sekeliling mu, paham kan.” Balas ku rada kencang.
“Masa kun, biar aku yang bicara, kamu terlalu galak...” Balas Ayame.
“Tidak apa apa Ayame chan...siapa kamu sebenarnya Masamune kun ?” Tanya Naoto.
“Teman....” Balas ku sambil berbalik.
Ayame mengajak Naoto keluar untuk bicara. Aku benci melihat Naoto yang seperti itu, karena apa, karena dia mengingatkan ku pada diri ku yang dulu, diriku yang tidak melihat situasi sekitar, selalu beranggapan aku adalah korban, tidak melihat orang orang yang berjuang demi diriku di sekeliling ku dan sayang padaku. Sudah cukup aku sendiri saja, jangan sampai ada yang seperti ku lagi, yang sudah terlambat dan tahu akhirnya bagaimana, sesak dan sakit, mati sendirian di jalan. Sekalipun aku galak, sekalipun nanti dia marah dan benci aku, tapi selama dia masih sama dengan ku, aku tidak akan diam, karena aku lebih benci dengan diri ku yang dulu dan sekarang ada di Naoto. Tangan ku mengepal karena terkenang diriku yang ku benci dulu, Hikari memeluk ku dari belakang dan Shouko hanya menunduk sambil menitiikan air mata.
Tak lama kemudian, Naoto masuk ke dalam bersama Ayame. Naoto langsung berdiri di belakang ku. Dia menunduk minta maaf pada ku, aku berbalik dan mengatakan padanya, jangan minta maaf pada ku, minta maaflah pada Hana, Kaede dan Shouko. Langsung saja, dia menghadap Shouko dan minta maaf padanya, Shouko malah jadi bingung dan salah tingkah, jelas saja, orang sebenarnya dia tidak tahu apa apa, tapi dia adalah korban. Aku menepuk pundak Naoto, aku minta dia minta maaf sama Hana, sebab selama ini Hana yang berkorban, sampai dia juga rela di tangkap Jirou kemarin dan pasrah di apain saja, tapi Naoto malah menuruti Jirou dan membuatnya sedikit kecewa. Aku bisa melihat wajah geram nya ketika dia di gantung kemarin sewaktu melihat Naoto datang membawa Ayame dan Haruka. Tanpa menunda lagi, Naoto langsung lari keluar ruangan, Ayame ingin menyusulnya, tapi aku mencegahnya, biar mereka menyelesaikan nya sendiri.
“Baiklah, sudah saat nya bergerak, Hikari chan, Ayame chan dan Shouko chan. Kita bereskan masalah ini.” Ujar ku sambil tersenyum dan melihat semuanya.
“Eh...itu aku tidak bohong kok, aku memang mau memanfaatkan nya hehe.” Balas ku.
“Dasaaaar oniii chaaaan.” Teriak Ayame sambil memukul mukul ku dan tersenyum.
Dasar ojouchan aneh, di kasih yang ganteng dia milih yang wujudnya seperti ku dulu haha, tapi berkat Ayame chan aku sekarang selamat. Kalau di kehidupan lalu aku tidak bertemu dengan nya, mungkin di beri kehidupan kedua pun hasil nya akan sama. Terima kasih Ayame chan, pikir ku dalam hati ku.
“Hehe akhirnya beraksi....” Ujar Hikari semangat.
“Kalian...siapa sebenarnya kalian ?” Tanya Shouko.
Jelaslah dia bertanya, dia tidak tahu apa apa, tapi kita juga tidak mau membeberkan siapa kita sebenarnya dan untuk itu jawaban nya hanya satu,
“Teman.....” Jawab ku, Ayame dan Hikari kompak sambil tersenyum.
***
__ADS_1
Aku melihat dari jendela, Haruka datang bersama dua orang anak buah Manabu san, Manabu san sendiri dan beberapa anak sekolah laki laki bergakuren hitam. Aku langsung berlari keluar dan berpesan pada Ayame juga Hikari untuk berjaga saja di ruang kesehatan. Di bawah, Haruka dan Manabu san sudah mendapatkan petunjuk mobil yang kucari, rupanya Kaede di bawa sedikit keluar kota dan ada kuil rusak di sana, kebetulan salah satu anak sekolah yang di bawa Haruka mengetahui tempat nya dan sering melihat mobil sensei bolak balik ke sana membawa perempuan. Aku langsung minta di antar kesana sekarang juga. Akhirnya aku, Manabu san dan Haruka berangkat bersama anak laki laki yang mengetahui dimana tempat nya. Tapi sebelum berangkat, Naoto berdiri di depan mobil sambil merentangkan tangan dan Hana di belakang nya.
“Masamune kun, aku ikut, tolong ijinkan aku ikut.” Teriak Naoto.
Aku keluar dari mobil dan melihat Naoto. Wajah nya sudah sedikit berubah, dari korban menjadi pejuang, rupanya ga percuma aku marah marah. Hana di belakang nya tersenyum,
“Ayo, aku juga ikut...” Ujar nya.
“Tapi kalian tahu kan resiko nya, ini bukan main main.” Balas ku.
“Tenang saja, aku paham resikonya.” Balas Hana.
“Ok ayo masuk.”
Setelah keduanya masuk, mobil yang di kemudikan oleh Manabu san langsung berangkat menuju lokasi dimana Kaede di bawa dan sekalian menghentikan Akira. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dan akhirnya kita sampai di depan torii yang sudah tumbang separuh. Aku, Haruka dan Hana turun terlebih dulu karena tahu kita tidak sendiri, ternyata benar, beberapa bayangan hitam melompat turun dari balik atap, pohon dan keluar dari semak semak. Sekitar 10 ninja mengepung kita dengan membawa katana masing masing, bahkan ada beberapa yang membawa senapan mesin. Anak sekolah yang ikut sama kita, langsung keluar mobil dan melarikan diri, seorang ninja mengejarnya, aku tidak tahu nasib nya bagaimana. Aku bersiap untuk menghadapi mereka,
“Biar aku urus.” Ujar ku.
“Tidak, aku saja, kamu naik.” Balas Hana.
Aku langsung menoleh kepada Hana. Tiba tiba saja, Hana sudah menghilang dan langsung bergerilya sendirian menghadapi beberapa ninja menggunakan kunai. Loh dia kunoichi (ninja wanita), gaya dan jurusnya sedikit berbeda dengan ku dan Hikari, tapi dia ninja beneran. Wow, aku tidak menyangka sama sekali dan aku melihat Naoto yang sangat terkejut sampai ternganga melihat Hana bisa bergerak seperti itu. Sepertinya selama ini, Hana melindungi Naoto secara diam diam dan membiayai nya. Hebat, benar benar onee chan. Aku tidak mau kalah, aku langsung menghilang dan mengambil bagian menghajar para ninja itu. Haruka juga melawan satu dua orang ninja yang mendekat ke mobil. Tidak perlu berlama lama, semua ninja yang mengepung terkapar di tanah tidak bergerak.
“Kamu ninja Hana san ?” Tanya ku.
“Yah, kemarin kalau kamu tidak ada, aku mau tidak mau bergerak, untung kamu datang hehe.” Jawab nya.
Naoto keluar dari mobil dan membuat Hana salah tingkah melihat Naoto. Tapi Naoto malah langsung memeluk nya dan berterima kasih. Hana menitikkan air mata dan membalas memeluk Naoto.
“Baiklah, ayo naik, Haruka sama Naoto di sini saja. Biar aku dan Hana yang naik.” Ujar ku pada Haruka.
“Hei, mana mungkin aku membiarkan kepala clan maju sendirian, iya tidak ossan.” Ujar Haruka sambil melihat Manabu yang turun.
“Dia benar bocchan, mestinya kamu tidak boleh turun sendirian begini. Kalau sampai kenapa kenapa bagaimana.” Tambah Manabu.
“Clan ? bocchan ? siapa kamu sebenarnya Masa kun.....” Tanya Hana.
“Ah...” Balas ku tidak bisa menjawab.
__ADS_1
Akhirnya Haruka dan Manabu membocorkan identitas ku pada Naoto dan Hana. Keduanya langsung kaget dan meminta ku diam di mobil. Tapi aku tidak setuju dan memaksa ikut, hanya saja kali ini aku mengijinkan Haruka ikut. Aku juga berpesan pada Naoto dan Hana untuk merahasiakan identitas ku. Aku tidak mau di anggap ikut campur urusan keluarga lain. Akhirnya kita semua naik kecuali Naoto dan Manabu. Aku mempersiapkan diriku untuk menghadapi apa yang akan kita temui di atas sambil berlari naik tangga yang sudah sebagian hancur.