Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 58


__ADS_3

Pemakaman Shizuka di lakukan di kyoto, aku dan Ayame membawa jenazah nya untuk di semayamkan di sebuah rumah duka milik keluarga Jinjugi. Di sinilah Ayame baru mengetahui kekuatan ku di kyoto yang sesungguh nya, semua yang datang adalah petinggi petinggi clan di kyoto yang tergabung bersama keluarga Jinjugi. Aku memakamkan Shizuka sebagai sanak saudaraku dan adik dari Keiko, jadi hampir semua clan itu juga menghormati Shizuka. Setelah pemakaman selesai dan seluruh tamu sudah pulang,


“Baiklah onii chan, aku pulang ke tokyo...” Ujar Ayame.


“Sementara jangan pulang dulu ke sana, tinggal di sini dulu, pengkhianat yang membunuh Shizuka sudah tahu seluk beluk kalian, selama kalian di sini kepala ular di tokyo aman, mengerti ya...” Balas ku.


“Tapi onii chan....aku sudah banyak berbuat yang tidak baik......semua yang ada di sini pasti dendam padaku....” Balas Ayame.


Aku langsung menyuruh Ayame melihat ke belakang ku. Di belakang ku ada Hikari, Ryota, Keiko, Haruka, Shindo, Manabu dan Touka.


“Apa ada yang benci kamu ?” Tanya ku sambil tersenyum.


Keiko mendorong kursi roda Haruka langsung mendekati Ayame, Haruka langsung memegang tangan Ayame walau dia duduk di kursi roda, Ayame juga langsung jongkok di depan Haruka.


“Ayame chan....kita bisa bersama lagi sekarang, seperti dulu....” Ujar Haruka sambil tersenyum.


“Ma...maafkan aku Haruka chan.....maafkan aku.....” Balas Ayame.


Haruka langsung memeluk Ayame yang menangis tersedu sedu di pelukan Haruka. Keiko, Ryota, Shindo yang berada di belakang nya tersenyum melihat keduanya. Setelah itu Ayame meminta maaf kepada Keiko, Ryota dan Shido yang berada di belakang Haruka, tapi semuanya bilang tidak ada yang perlu di maafkan lagi karena mereka sudah memaafkan Ayame. Setelah semuanya menyingkir, barulah aku, Hikari dan Touka maju bersama Manabu di belakang ku.


“Hikari chan.....aku....aku.....”


Belum selesai Ayame bicara, Hikari sudah maju memeluk nya, Ayame langsung memeluk Hikari dengan erat dan keduanya menangis tersedu sedu. Aku, Manabu dan Touka melihat nya dengan senyum. Aku maju ke depan dan memeluk keduanya sekaligus,


“Jadi seperti masa sma ya...dulu kita juga seperti ini kan....”


Keduanya langsung merangkul ku dan menangis di dada ku yang memeluk mereka berdua. Setelah mereka tenang, barulah Ayame bicara dan menunduk di depan Manabu yang membuat Manabu menjadi risih. Kemudian aku dan Hikari mengenalkan Touka kepada Ayame dan mereka langsung akrab. Akhirnya Ayame dan Naoto bersedia tinggal sementara di kyoto.


Malam nya, aku, Manabu, Ryota, Shido, Takeyoshi, Xin liang, Jirou mengadakan rapat di sebuah restoran di kyoto. Sudah saatnya kita menyerang balik, tidak bisa diam saja seperti ini. Aku minta Manabu selidiki bisnis apa saja yang bos besar itu tanam di jepang, setelah itu aku berencana masuk ke hongkong untuk menjejakkan kaki di sana, Xin liang setuju dan siap membantu ku. Dia juga akan mengerahkan semua dari taiwan dan menyerang dari sana. Aku usul kepada Xin liang, kalau kita perkuat taiwan dulu dan sekalian dari sana serang bersama, aku akan mendanai nya tapi aku tidak mau muncul di permukaan sampai saat terakhir. Untuk yang lain, aku minta semua waspada sebab bos itu sudah bekerjasama dengan clan ninja yang ada di jepang, clan yang terbesar, yaitu kouga. Tentunya hal ini membuat bos itu mudah bergerak di jepang dan mudah mencari info tentang kita,


“Aku mengerti, kita tidak bisa membiarkan negeri kita di acak acak orang asing yang hanya mementingkan dirinya.” Ujar Takeyoshi.


“Siap Masa aniki, semua akan turun untuk mengamankan wilayah kita. Kita tunjukkan siapa kita kepada mereka.” Tambah Jirou.


“Hasil laporan ku nanti ku beritahu pada mu bocchan, anak buah ku sudah bergerak sejak kemarin, karena aku tahu kamu pasti meminta nya.” Tambah Manabu.


“Jirou san, kita latih anak buah dari clan clan di bawah mu, kita tidak bisa main main menghadapi mereka, aku siap melatih semuanya.” Tambah Ryota.


“Baik aniki, nanti aku kumpulkan semua nya, terima kasih aniki....” Balas Jirou.


“Aku juga akan bantu Ryo aniki.....” Tambah Shindou.


“Ya, memang kamu harus bantu....” Balas Ryota.


“Aku dan Xin liang akan mulai menyusun rencana dan strategi untuk mulai memperbesar di tawan dan diam diam mengambil alih hongkong. Kita kubur bos itu hidup hidup.” Ujar ku.


“Setuju saudaraku, tetua ku juga pasti akan setuju, tapi sebaik nya kamu terbang ke sana bersama ku dan bertemu mereka.” Balas Xin liang.

__ADS_1


“Baik, kapan bisa berangkat.” Balas ku.


“Secepatnya, ijinkan aku pergi dulu untuk mengatur semuanya di sana, nanti aku kembali menjemput mu.” Balas Xin liang.


“Silahkan saudaraku, aku tunggu kabar mu. Kapan berangkat ?” Balas ku sekaligus bertanya.


“Dua hari dari sekarang, aku masih ada urusan yang harus ku selesaikan di sini.” Jawab nya.


Setelah itu, kita mulai membahas macam macam, dari segi pengamanan dan lainnya, aku juga menceritakan kepada semuanya yang selama ini ku alami, seperti orang asing yang datang ke rumah ku dan langsung menyerang, juga hal hal lainnya. Selain masalah itu, kita juga membahas prospek bisnis ke depan yang bisa mengambil alih bisnis bisnis yang di miliki bos itu. Setelah dapat data dari Manabu san nanti, kita sudah siap.


****


Sebulan berlalu sejak pemakaman Shizuka, selama sebulan tidak ada pergerakan dari pihak bos itu, tapi rencana ku terus berjalan, besok aku akan pergi menuju taiwan bersama Xin liang dan Ryota aniki. Untuk sementara, Ayame dan Naoto tinggal di rumah ku. Untuk urusan kantor yang baru ku dirikan dan baru beberapa hari di resmikan, ku serahkan sementara kepada Manabu san. Naoto memiliki kantor sendiri di gedung yang sama bersama Ayame di lantai persis di bawah kantorku. Aku tidak menggabungkan diri kembali dengan Ayame dan Naoto, biarkan saja mereka berjalan sendiri mengurus bisnis nya. Aku mengatakan kepada Ayame kalau kita tetap bersaudara walau bersaing dalam bisnis, yang penting persaingan kita tidak menimbulkan pertengkaran dan perseteruan, persaingan yang sehat dan sportif, Ayame mengerti alasan ku, dia juga tidak memaksakan ku untuk kembali menyandang nama Odasiga.


Sebenarnya bisa saja sih aku ajak mereka melebur padaku, tapi seperti yang pernah ku katakan, bos itu tidak tahu kalau Ayame itu kembar dengan Shizuka, dia hanya tahu Ayame sudah meninggal, karena Hana pasti akan melaporkan seperti itu demi mempertahankan posisi nya, jadi apa yang akan terjadi kalau Ayame muncul lagi, dia pasti akan mengincar Ayame lagi, nah di saat itulah aku bisa menghajar dia balik dan menguburnya. Jadi salah satu alasan aku tidak mau melebur Odasiga karena ini. Tapi bukan berarti aku melepaskan Ayame dan Naoto begitu saja, tentu saja aku menjaga mereka. Memang terkesan jahat, tapi saat ini tidak ada pilihan lain, lagipula semua penyebab masalah ini adalah Ayame kan, jadi apa boleh buat. Ayame juga bersedia menjadi umpan,


“Aku mengerti onii chan, aku akan mengumumkan kalau aku sekarang pemegang saham tunggal untuk semuanya. Biar dia mendengar nya dari Lie fong yang masih hidup.” Ujar Ayame.


“Baiklah, tapi tenang saja Ayame chan, selama kamu di kyoto, kamu aman, jadi jangan sekali kali kamu nekat keluar kota selama aku pergi.” Balas ku.


“Kamu pergi berapa lama onii chan ?” Tanya Ayame.


“Aku tidak bisa pastikan berapa lama, tapi aku tidak mungkin meninggalkan kalian lama lama, apalagi Hikari sedang hamil kan.” Balas ku.


“Iya Makun, tenang saja, aku di sini aman, Ayame nee san juga aman, di sini juga ada Keiko nee san dan selama Ryota aniki pergi bersama mu, semua anak buah Ryota aniki di pegang oleh Keiko nee san, jadi tidak masalah.”


“Tapi Masa kun, kenapa bukan aku saja yang pergi ?” Tanya Naoto.


“Kamu harus menjalankan bisnis mu sendiri kan, nanti kedepan nya kita bisa kerja sama, tapi saat ini yang utama adalah menghapus ancaman yang merongrong kelangsungan hidup kita.....” Jawab ku.


“Baiklah, aku mengerti....” Balas Naoto.


“Titip jaga Ayame chan ya....” Balas ku lagi.


Tiba tiba pintu rumah ku di buka, ternyata Ryota sudah siap dengan barang barang nya sambil meggendong anak nya dan di dampingi Keiko.


“Masa kun, sudah waktunya pergi.” Ujar Ryota.


“Baik aniki.” Balas ku.


Aku langsung maju berjalan memeluk Hikari dan mencium kening nya,


“Aku pergi dulu Hichan.” Ujar ku.


“Iya Makun, hati hati dan cepat kembali.” Balas Hikari.


Kemudian aku merangkul Ayame dan Touka untuk berpelukan bersama Hikari, setelah itu aku berbalik dan keluar rumah bersama Ryota. Taksi sudah datang di depan pagar, aku dan Ryota naik ke dalam taksi sebab kita janji dengan Xin liang di stasiun, sebab untuk ke taiwan, kita harus ke osaka dulu dan perjalanan akan memakan waktu 8 jam. Hikari, Ayame, Touka, Keiko dan Naoto mengantar kepergian ku dan Ryota dengan melambaikan tangan, aku menoleh ke belakang dan melambaikan tangan.

__ADS_1


****


Setelah sampai di stasiun osaka dan naik taksi menuju bandara, aku melihat banyak sekali anak buah Ayame dan Shizuka yang berjaga di sekitar kota dan menjaga bisnis bisnis mereka, aku baru kembali lagi ke osaka setelah sekian lama. Taksi berjalan melewati daerah ramai, perjalanan kami agak tersendat, ketika sedang menoleh melihat keluar jendela, aku melihat ada dua anak smp yang sepertinya kakak adik, sedang di goda oleh sekelompok orang yang sepertinya orang asing. Aku meminta pengemudi taksi berhenti sebentar, aku dan Xin liang turun mendekat kelompok orang asing yang menggoda dua siswi smp itu. Xin liang langsung mengajak mereka bebicara bahasa mandarin dan mereka menoleh melihat Xin liang. Ternyata benar, mereka sepertinya imigran dan pekerja kasar. Aku menarik kedua siswi itu kebelakang ku, Ryota aniki turun menyusul kita dan berdiri di belakang ku, mengamankan kedua siswi itu. Xin liang berbalik  begitu selesai bicara dengan kelompok itu,


“Mereka mengatakan, mereka bekerja di perusahaan Lie fong, gimana saudaraku ?” Tanya Xin liang.


“Hmm apa bisnis mereka di sini ?” Tanya ku.


Xin liang kembali menanyakan kepada mereka bisnis apa yang mereka kerjakan di sini, menurut kelompok itu, mereka dari perusahaan konstruksi bangunan dan mereka semua adalah pekerjanya, tapi mereka mengatakan bos sedang tidak ada di kantor, mereka bilang bos mereka sedang pulang ke luar negeri. Hmm menarik, aku langsung mendekati Xin liang dan mengatakan kepadanya kalau dia buka saja perusahaan serupa di sini dan rekrut mereka semua, kita cabut dulu cakar di sini sekalian lewat. Xin liang langsung memperkenalkan kelompok orang itu kepada ku dan sekalian saja ku rekrut, Xin liang bertindak sebagai penterjemah sebab mereka tidak bisa bahasa jepang. Akhirnya aku minta tolong pada Manabu untuk menunda perjalanan ku ke taiwan dua hari dan aku langsung menelpon Endou ke osaka sekarang juga. Para pekerja itu langsung mau dan beralih kepada Xin liang, karena kita memberi bayaran lebih besar kepada mereka di tambah mengurus ijin mereka tinggal di jepang yang akan di urus oleh Xin liang yang memang punya nama dan sudah sering mengurus hal seperti ini, mereka menjadi pekerja resmi dan tidak perlu takut lagi di deportasi kalau ketahuan.


Ketika aku berbalik ingin berjalan kembali ke taksi untuk pergi menuju tempat aku akan bertemu Endou, aku kaget karena melihat dua siswi itu belum pergi dan mereka masih bersama Ryota aniki. Lalu begitu melihat ku mendekat,


“Onii chan.....” Teriak keduanya dan langsung memeluk ku.


“Hah....” Aku kaget dan menoleh melihat Ryota aniki yang hanya bisa mengangkat pundak nya dan mengatakan dia tidak tahu apa apa.


Aku bingung, aku memperhatikan wajah keduanya dengan seksama, tapi aku sama sekali tidak ada bayangan siapa mereka, akhirnya aku bertanya kepada mereka,


“Um...apa kita saling kenal ya ?” Tanya ku.


“Kita sudah kenal lama onii chan....” Jawab seorang siswi yang sepertinya kakak dari siswi satunya.


“Iya benar onii chan....dulu onii chan juga pernah menolong kita dan onee chan...” Ujar siswi yang lebih kecil.


Hah dulu ? aku menolong onee chan mereka ? siapa ? kok aku tidak ingat ya, pikir ku. Aku menoleh kembali kepada Ryota, dia mengatakan kalau dia benar benar tidak tahu.


“Siapa onee chan kalian ? nama kalian siapa ?” Tanya ku.


“Namaku Nishino Eru dan ini adik ku Nishino Yuka. Masa lupa dengan kita onii chan ?” Tanya Eru.


Nishino ? hmm jujur aku lupa, tapi aku sedikit mengenali wajah keduanya walau aku lupa pernah lihat di mana,


“Nama onee chan kalian ?” Tanya ku lagi.


“Nishino Sayaka.....masa lupa onii chan.”


“Jeger.” Kepala ku langsung berputar kena sambar lagi, ternyata mereka adalah kedua adik Sayaka. Haha pantas mereka bilang pernah menolong onee chan nya, rupanya mereka dua bocah yang bertemu ku waktu aku menyelinap ke rumah Sayaka. Mereka masih ingat pada ku rupanya dan kebetulan sekali bisa bertemu seperti ini.


“Hahaha iya aku ingat kalian, ternyata kalian sudah besar ya...” Balas ku sambil mengelus kepala keduanya.


“Hehe wajah onii chan tidak berubah, makanya kita ingat.” Balas Yuka.


“Makasih ya onii chan, kita sudah di tolong lagi....mereka anak buah orang yang mau menjahati onee chan....” Tambah Eru.


“Hmm ? maksudnya ?” Tanya ku. Sepertinya menarik nih.


Eru dan Yuka mengatakan, waktu sebelum Sayaka pergi ke amerika untuk belajar acting, di pekerjaan nya yang lama, bos Sayaka memperkenalkan Sayaka dengan orang dari hongkong untuk menjadi artis di sana, kemudian Sayaka sempat pergi ke hongkong untuk menemui pihak perfilman di sana, tapi dia malah di pertemukan dengan seorang bos besar yang mau memperistrinya dan menjamin akan menjadikan dirinya terkenal di dunia perfilman, Sayaka menolak dan kembali ke jepang, kemudian sejak itu banyak sekali orang asing yang mengincarnya dan kedua adik nya, sampai akhirnya agensi nya memutuskan Sayaka pergi ke amerika untuk belajar acting. Selagi keduanya bercerita, tiba tiba Xin liang mendekati ku, kalau para pekerja itu di beri tugas untuk menekan dan menculik dua anak ini supaya kakak mereka kembali dan bertemu dengan bos itu.

__ADS_1


“Bagus, sangat bagus....makin semangat aku mengubur bos gila itu.” Ujar ku dengan senyuman yang lebar.


__ADS_2