Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 61


__ADS_3

Keesokan harinya, aku sudah boleh keluar dari rumah sakit, aku langsung mengundang Xin liang datang ke rumah ku, sebab aku ingin membicarakan tahap selanjutnya. Aku ingin cepat menyelesaikan masalah ini, sebab perut Hikari semakin besar, aku ingin semua selesai sebelum anak ku lahir. Ayame ikut dengan ku pulang ke rumah bersama dengan Ryota dan Keiko. Baru saja sampai di rumah, Touka langsung menemui ku, dia bilang mendapat pesan dari Motoya, kakak sepupunya yang mengharuskan dia untuk pulang atau dia mengancam akan membunuh kakak nya sendiri yaitu mama dari Touka.


“Kapan dia mengirim pesan padamu ?” Tanya ku.


“Tadi pagi onii chan.....” Jawab Touka.


“Um...onii chan, dia siapa ya ? aku melihat dia di pemakaman Shizuka....tapi aku belum kenal.” Tanya Ayame.


“Oh kenalkan, dia Touka, adik angkat ku dan Hikari.” Jawab ku.


“Begitu ya, salam kenal Touka chan....” Ujar Ayame.


“Um...salam kenal onee san....onii san, onee san ini siapa ?” Tanya Touka.


“Dia adikku, Odasiga Ayame.” Jawab ku.


“Oh...” Balas Touka.


Hikari langsung menyikut ku, ah benar juga aku lupa, Touka punya masalah dengan Isami yang tergabung di Odasiga waktu itu, wajar saja reaksinya seperti itu. Kemudian Touka memperlihatkan pesan di handphone nya padaku. Aku membacanya, ternyata yang di katakan benar, aku tidak tahu apa tujuan nya dia meminta Touka kembali, Ayame juga ikut menjulurkan kepalanya untuk membaca pesan itu dan dia langsung tahu apa tujuan nya,


“Aku tahu tujuan nya.....” Ujar Ayame.


“Kamu tahu sesuatu ?” Tanya ku.


“Dia mau membunuh pewaris sah clan nya.....”


Ayame bercerita kalau Motoya pernah minta kepada Shizuka untuk mencari kakak tertuanya yang bernama Kotogaki Minako. Tujuan nya adalah untuk membunuh nya, sebab kakak tertuanya itu adalah pewaris yang sah clan Kotogaki. Tapi karena dia melarikan diri dari clan dan menikah, hak waris nya di cabut, sedangkan Motoya hanyalah anak angkat di clan itu. Ketika ayah mereka meninggal, surat warisnya tertulis nama Kotogaki Minako adalah pewaris yang sah.


“Mama....nama mama Minako.....” Ujar Touka.


“Itulah makanya kamu di incar Touka chan...” Balas Ayame.


Touka diam saja, tapi dia menampik tangan Ayame dan melihat ku, aku tahu persis pandangan itu, pandangan yang mengingatkan kejadian yang dulu pernah aku alami selagi berumah tangga dengan nya. Aku langsung merangkul Touka dan mengajak nya ke dalam, sedikit menjauh dari Ayame. Aku minta dia duduk di sofa dan aku jongkok di depan nya sambil memegang tangan nya,


“Touka, dengarkan aku, aku akan melindungi kamu dan mama mu dengan sekuat tenagaku, kamu tenang saja, aku tidak minta kamu bisa menerima Ayame, tapi lihatlah aku dan Hichan....kita berdua pasti akan membela mu....kamu mengerti kan ?” Tanya ku.


Touka tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan langsung memeluk ku yang jongkok di depan nya. Setelah itu aku langsung menelpon Makoto untuk selalu siap menjaga Touka baik di sekolah atau di rumah. Satu persatu musuh muncul dan mengusik ketenangan ku, kali ini aku tidak akan memalingkan kepalaku dan berjalan meninggalkan semua, kali ini semua akan aku hadapi. Kalau Motoya bisa mengirim pesan kepada Touka, aku tahu sumbernya dari mana, sudah pasti dari makhluk di kursi roda kemarin, sebab ayah angkat Touka adalah kakak nya. Tapi untuk hal ini Touka tidak perlu tahu. Tak lama kemudian aku mendapat telepon dari Megumi yang memang aku tugasi untuk memantau kondisi mama nya Touka. Dia mengatakan ada beberapa orang yang berusaha masuk ke dalam rumah sakit tadi pagi tapi sudah di bereskan. Aku mulai berpikir, bagaimana dia bisa tahu lokasi rumah sakit tempat aku memindahkan mama nya Touka. Aku minta kepada Megumi untuk menyelidikinya ke pihak rumah sakit dan langsung kabari aku.


Malam nya, ketika sedang makan malam bersama, suasana menjadi sangat kaku, karena Ayame yang semeja dengan Touka. Aku harus mengatasi masalah ini, sebelum semua nya jadi kacau nanti.


“Ayame bisa bicara sebentar ?” Tanya ku.


Aku mengajak Ayame keluar sebentar, aku melihat wajah Touka yang sedikit tidak senang melihat ku keluar, tapi Hikari bisa membujuk nya dan dia kembali makan. Ketika aku dan Ayame sudah di luar, aku menceritakan semua nya tentang Touka dan apa keterlibatan dia dengan Kirishima Isami. Ayame sedikit kaget sebab sebelum nya dia mengira kalau Touka hanyalah pewaris Kotogaki yang di rekrut oleh Shizuka sebelum nya.


“Berarti yang membocorkan semuanya pada Motoya adalah Suzuki, aku yakin itu.” Ujar Ayame.


“Benar, itulah makanya dia waspada pada mu juga, dia tidak mengerti, dia hanya tahu kamu adalah bos dari Isami, papa angkatnya wajar kalau dia menganggap kamu yang membocorkan tentang dirinya juga mamanya pada Motoya karena dia tidak mengenal Suzuki.” Balas ku.

__ADS_1


“Aku mengerti, aku akan coba bicara dengan nya....” Balas Ayame.


Aku dan Ayame kembali masuk ke dalam ruang tengah, Touka sudah selesai makan dan ingin beranjak pergi, tapi aku mencegahnya dan akhirnya Touka duduk kembali. Lalu aku mengajak Hikari yang sudah selesai juga ke kamar supaya tidak mengganggu pembicaraan Touka dan Ayame.


“Kenapa Makun ?” Tanya Hikari di dalam kamar.


“Tidak, aku hanya tidak mau ada selisih paham yang bisa membahayakan urusan kedepan nya, aku mengenal Ayame dan aku juga mengenal Touka, bahaya kalau sampai mereka berkelahi.” Jawab ku.


“Benar juga, dua duanya keras....aku mengerti....tapi aku masih lapar nih...bisa tolong ambilkan makanan ku dan bawa ke sini Ma kun ?” Tanya Hikari.


“Beres Hichan...sebentar ya....” Jawab ku.


Aku keluar kamar dan turun ke bawah, ketika aku baru mau membuka pintu ruang tengah yang kututup untuk memberi privasi, aku mendengar suara mereka masih bicara di dalam, duh bagaimana ya, aku mau ambil makanan lagi, akhirnya aku memutuskan untuk masuk diam diam tanpa di ketahui dan langsung ke dapur. Aku sedikit mendengar pembicaraan mereka, aku tersenyum sendiri sebab mereka sepertinya sudah akur dan sedang membicarakan ku. Tapi ada sesuatu di pembicaraan mereka yang cukup membuat ku tercengang,


“Kamu tahu ga Touka chan, kamu kan dulu istri Masa kun....kalian punya anak dua kalau tidak salah, namanya Takeru dan Hinako hahaha....” Ujar Ayame.


“Um...onee san bicara apa ?” Tanya Touka dengan wajah bingung.


“Oh...maaf bukan apa apa, aku salah bicara....” Ujar Ayame menjawab.


Kemudian Ayame mengalihkan cerita dengan mengalihkan cerita waktu kita sma. Tunggu, tunggu, tunggu, kenapa Ayame bisa tahu soal itu, bukankah yang tahu soal kehidupan masa lalu ku hanya aku sendiri dan Hikari yang dulu adalah Misaki ? Kenapa Ayame bisa tahu, kepalaku langsung berputar, aku ingat Hikari pernah curiga kalau Ayame juga mengulang kehidupan nya. Tapi masa sih, akhirnya aku memutuskan untuk keluar. Keduanya langsung kaget melihat ku ada di belakang,


“Maaf aku hanya mengambilkan makanan untuk Hichan....” Ujar ku tersenyum.


Tapi Ayame langsung salah tingkah dan dia langsung menghampiri ku, kemudian menarik ku keluar dari dalam ruangan.


“Onii chan dengar tidak yang ku bilang barusan ?” Tanya Ayame.


“Ah jadi onii chan dengar ya.....” Ujar Ayame.


“Kamu itu jangan mengada ngada, Touka chan itu masih di bawah umur, bisa di tangkap polisi kalau aku macam macam dengan nya.” Balas ku masih pura pura tidak tahu.


“Iya maaf, tapi onii chan tidak mengerti kan maksudnya ?” Tanya Ayame.


“Memang ada maksud apa ?” Tanya ku.


“Um...gimana ya bilang nya, onii chan ga merasa pernah mengulang kehidupan atau apa gitu ?” Tanya Ayame lagi.


“Bicara apa kamu, yang benar saja, jangan aneh aneh.” Ujar ku.


“Syukurlah kalau begitu....”


Ayame merasa lega, tapi aku sebalik nya, jelas sudah, dia juga mengulang hidupnya dan dia tidak tahu kalau aku juga mengulang hidup ku, baiklah jangan di teruskan, sebab kalau di teruskan, Misaki yang bereinkarnasi di masa lalu menjadi Hikari juga akan ketahuan dan akan repot urusan nya. Ayame kembali masuk ke dalam ruang tengah dan kembali berbincang dengan Touka, aku naik ke atas dan membawa kan makanan untuk Hikari. Di kamar, aku langsung menutup pintu rapat rapat dan duduk di sebelah Hikari, aku mengambil handphone ku dan mulai mengetik sesuatu setelah memberikan makanan untuk Hikari yang isinya seperti ini,


“Ayame mengulang kehidupan, barusan dia tidak sengaja bilang Touka adalah istri ku di kehidupan masa lalu.” Aku memberikan handphone nya kepada Hikari.


Wajah Hikari langsung berubah begitu membaca pesan nya, dia langsung menoleh pada ku dan aku menyuruh nya diam jangan berbicara sebab dinding bertelinga. Aku menunjuk handphone ku dan meminta nya kita bicara melalui pesan. Akhirnya Hikari mengetik sesuatu di handphone dan memberikan nya padaku.

__ADS_1


“Sudah ku duga....” Begitulah isi pesan nya.


Aku langsung mengetikkan sesuatu juga pada nya dan aku melihat Hikari tidak makan sebab dia melihat ku,


“Kita harus hati hati, saat ini Ayame tidak tahu kalau aku dan kamu juga mengulang hidup kita berdua.”


Setelah membaca pesan itu, Hikari mengangguk dan dia meneruskan makan nya. Aku terus berpikir, penyebab aku mengulang hidup ku karena waktu itu Misaki berdoa, sedangkan kalau Ayame apa ya, aku sama sekali tidak bisa menemukan jawaban nya. Setelah Hikari selesai makan dan ingin beristirahat, aku membawa piring nya turun ke bawah dan berniat mengawasi Ayame sedikit lagi, mungkin aku akan bergabung sebentar di ruang tengah. Ketika aku ingin membuka pintu, tiba tiba pintu terbuka dan Touka berdiri di depan ku dengan wajah panik,


“Onii chan....mama....mama....mama sadar......” Teriak Touka.


“Hah...kamu tahu dari mana ?” Tanya ku.


“Barusan rumah sakit telepon dan dia ingin bertemu dengan ku.” Ujar Touka.


“Ok tunggu aku di depan, Ayame, kamu juga ikut....” Balas ku.


“I...iya....” Jawab Ayame.


Ayame dan Touka langsung keluar dari rumah, aku menaruh piring dan naik ke atas sebentar untuk mengatakan kepada Hikari, lalu aku mengambil handphone dan langsung berjalan keluar. Di jalan, aku minta tolong kepada Ryota dan Keiko untuk datang ke rumah dan menemani Hikari. Ada alasannya aku mengajak Ayame, aku masih belum percaya dia 100% di tambah ternyata dia juga mengulang hidup nya, aku semakin takut meninggalkan dia bersama dengan Hikari. Aku memacu mobil ku menuju rumah sakit dan ketika sampai, kita bertiga langsung berlari menuju kamar mama nya Touka di rawat. Begitu masuk ke dalam, aku melihat wanita yang terbaring itu menoleh dan melihat ku dengan pandangan yang sayu,


“Mama.....” Touka langsung berlari menemui mama nya yang sedang terbaring tapi sudah membuka matanya.


“Touka...chan....” Ujar wanita itu perlahan.


Aku melihat wajah nya tersenyum dan menangis melihat Touka yang langsung memegang tangan nya dengan kedua tangan nya dan menangis sambil tersenyum. Tapi, ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman di ruangan itu, firasat ku ternyata benar, sebuah shuriken melayang ke arah Touka,


“Touka menunduk.....” Ujar ku sambil berlari dan menangkis shuriken itu dengan kunai ku.


Aku langsung bersiaga dan menyuruh Ayame maju mendekati ku, aku melihat sekeliling dan melihat ke arah datang nya shuriken, ada seorang ninja bersembunyi di dalam sini.


“Di sana....” Teriak ku.


Aku melemparkan kunai ku ke arah pintu dan kunai ku menancap di punggung ninja yang berniat melarikan diri keluar. Kemana Megumi pikirku, harusnya dia menjaga di sini. Ternyata ketika aku mencabut kunai di punggung ninja itu dan menoleh ke bawah ranjang, aku melihat Megumi terbaring di bawah ranjang, aku langsung menariknya keluar dan memeriksanya, ternyata dia di bius dan terluka di bagian lengan nya, aku langsung memanggil perawat dan meminta perawat untuk merawat Megumi. Aku langsung menelpon Manabu untuk mengirim tim pembersih ke rumah sakit.


“Kyaaaah....mama.....” Teriak Touka.


“Touka chan......” Teriak Ayame.


Aku menoleh dan melihat mama Touka yang sedang terbaring tiba tiba duduk dan menyilangkan pisau di leher Touka. Dia langsung merobek wajah nya dan ternyata dia juga seorang kunoichi yang menyamar menjadi mama nya Touka. Aku mengangkat tangan ku, tapi aku melihat Kenzo ada di luar jendela, aku mengganguk sedikit dan Kenzo langsung masuk menusuk leher kunoichi itu. Aku langsung maju dan menangkap Touka yang terlepas. Touka tidak terluka, tapi ada hal yang mengejutkan, Megumi masuk ke dalam bersama Kenzo,


“Megumi, bukankah kamu tadi terluka ?” Tanya ku.


“Maaf Masa nii san....aku mengejar yang lari tadi...wajah ku kelihatan.” Jawab Megumi.


“Oh tidak....Touka cepat ikut aku, kalian berdua tolong jaga Ayame....” Ujar ku sambil menarik Touka.


Aku langsung berlari keluar kamar sambil menarik Touka, untuk mengejar perawat yang membawa Megumi yang terbaring di bawah ranjang, aku langsung bertanya kepada perawat dan mengetahui kamar dimana Megumi palsu di bawa, aku langsung berlari ke sana dan membuka kamarnya, tapi ketika aku melihat ke dalam, semua terlambat.

__ADS_1


“Mamaaaaa.....” Teriak Touka.


Megumi palsu itu adalah mama dari Touka yang di samarkan dan begitu aku membuka pintu, aku melihat beberapa perawat terbunuh dan sebilah pedang sudah menancap di tubuh mama nya Touka.


__ADS_2