
Keesokan paginya, para petugas hotel heboh melihat tiga mayat di kamar yang berada di sebrang ku, aku dan Hikari berpura pura bertanya kepada petugas hotel, mereka malah minta maaf yang sebesar besarnya karena menyebabkan kita tidak nyaman dan mengganggu ketenangan kita haha. Aku langsung mengajak Hikari, Keiko dan Youko pergi keluar hotel. Karena naik transportasi umum agak berbahaya karena Keiko di ikuti, sebaik nya kita menyewa mobil dan pengemudi nya untuk mengantar langsung ke kota itoshima. Setelah lama mencari akhirnya ada seorang ossan yang bersedia sebab dia juga mau berkendara ke pulau kyushu. Tapi masalah nya dia minta Hikari atau Keiko yang duduk depan, dasar ossan aneh. Tapi karena tidak ada lagi, ya sudah lah.
Akhirnya kita berangkat, sepanjang perjalanan, ossan itu bicara terus dengan Hikari. Kita memutuskan Hikari yang duduk depan, seandainya ossan itu seorang pembunuh kita bisa mengantisipasi nya dan tidak menyodorkan Keiko yang jadi incaran nya. Walau aku tahu tidak akan terjadi apa apa, karena selain hawa mesum aku tidak merasakan hawa apa apa dari ossan itu. Yah kalau hanya melihat tidak masalah lah, aku tahu kok, istriku itu sekarang cantik, beda waktu dia masih berumur 14 tahun, sekarang tubuh nya lebih berisi, tanda dia bahagia hehe. Aku malah penasaran, seperti apa Ayame sekarang, yah, setelah 4 tahun hidup terpisah dari dunia, semua dendam dan pikiran yang tidak perlu sudah tidak terlalu sering hinggap di pikiran ku.
Singkat cerita, seletah beberapa jam, akhirnya kita sampai kembali ke fukuoka, tapi kita langsung menyetop taksi dan meluncur ke itoshima tanpa jeda. Kota yang pernah ku hinggapi dulu itu ternyata sekarang sudah berkembang dan bagus di banding 4 tahun lalu. Aku memandangi nya dari dalam jendela, bersama Hikari yang duduk di sebelah ku. Akhirnya aku sampai kembali di rumah Haruka, setelah membayar taksi, kita semua berdiri di depan gerbang nya. Jujur saja, aku sedikit ragu apa mereka akan menyambut ku dengan baik atau malah marah pada ku.
“Aneki...aku pergi dulu.” Terdengar teriakan dari balik gerbang yang ku kenal.
“Iya, hati hati ya....” Terdengar juga balasan nya yang juga ku kenal.
Pintu gerbang di buka, terlihat seorang pria gagah yang menggunakan jersey olah raga keluar dari pintu. Melihat aku, Hikari, Keiko dan Youko berdiri di depan, orang itu kaget dan memperhatikan kita. Tiba tiba dia langsung berteriak,
“Aniki ? benar aniki kan ? aniki masih hidup ?” Teriak nya.
“Halo Shindo kun, apa kabar....” Balas ku dengan wajah kaku.
Shindo langsung masuk ke dalam pagar dan terdengar suara ribut di dalam, lalu terdengar suara langkah kaki yang sedang mendorong sesuatu dan pagar terbuka kembali. Sekarang giliran aku dan Hikari yang kaget, Shindo keluar mendorong Haruka yang duduk di kursi roda. Sekarang dia sudah tidak bisa berdiri dan sepertinya sedang hamil. Dia memicingkan matanya dan membetulkan kacamatanya sambil melihat kami. Wajah nya langsung berubah seperti sedih tapi senang, air matanya keluar membasahi kacamata nya dan dia menutup mulut nya dengan tangan sambil tertunduk. Aku dan Hikari langsung jongkok di depan nya, Haruka langsung memeluk kita berdua. Tentu saja aku dan Hikari balas memeluk nya.
“Aku pikir kalian sudah mati....aku benar benar bersyukur kalian masih hidup....” Ujar nya sambil menangis tersedu sedu.
“Maafkan kami Haruka chan.....kami terlalu lama pergi.” Balas ku.
“Huuuu aku benar benar berpikir kalian sudah mati, kemana saja selama ini....aku kangen tau huuuu.....”
“Haruka nee san....maaf ya.” Tambah Hikari.
Youko terlihat menangis dan membersihkan air matanya, Shindo berdiri di samping Keiko yang berusaha menahan tangis nya. Setelah Haruka tenang,
“Baiklah, kita masuk dulu, aneki aku akan telepon sekolah, hari ini aku absen dulu. Aniki baru kembali, tidak mungkin aku pergi bekerja.”
“Iya, Shindo kun.......” Balas Haruka sambil membersihkan matanya.
__ADS_1
Di dalam, aku melihat dojo mereka di segel oleh garis kuning polisi dan ketika di dalam rumah, terlihat sangat berantakan, apa yang terjadi, empat tahun lalu aku kesini tidak seperti ini keadaan rumah ini. Setelah membawa Haruka masuk ke dalam, Shindo mengambilkan minuman untuk kita semua sambil menelpon sekolah tempat dia mengajar kalau dia tidak datang hari ini. Setelah semua berkumpul di ruang tamu,
“Masa, aku mohon, selamatkan Ayame chan.” Ujar Haruka.
“Apa yang terjadi setelah aku dan Hichan pergi ?” Tanya ku.
Haruka mulai bercerita, kalau semenjak aku pergi, Ayame seperti orang kehilangan arah apalagi begitu mendengar kalau aku dan Hikari sudah meninggal karena handphone ku dan Hikari di temukan dalam keadaan hancur di pinggir sungai, Naoto terus berada di samping nya dan mendukung nya, sampai mereka lulus dan akhirnya menikah setelah lulus. Tapi setelah menikah, Sakuragi mengambil alih semuanya, Naoto hanya di tempatkan sebagai boneka dan pengikat dengan Odasiga, tentu saja Ayame menjadi marah, di sinilah sifatnya langsung berubah drastis, dia membunuh Sakuragi dan mengatakan kalau Sakuragi di bunuh oleh Kaneshiro yang saat itu buron dan belum tertangkap walau sudah dua tahun. Dia minta Hana melatih semua mantan murid sekolah khusus pria di osaka yang menjadi bawahan Haruka saat itu. Dia langsung menggabungkan Godou dengan Odasiga dan menjadikan osaka sebagai tempat yang baru bagi Odasiga.
Pada saat Ayame mau memindahkan rumah inti ke osaka, Manabu menentang nya dan mengatakan kalau bocchan masih hidup, tapi Ayame tidak mau mendengar nya dan kalau pun aku masih hidup dia tidak mau aku kembali, dia malah minta Manabu memberikan semua yang di kerjakan dirinya dan aku selama ini sebab dia mau menghabisi Kirishima di tokyo. Manabu sempat menasihati nya dan berkata pada nya jangan gegabah, tapi Ayame mengacuhkan nya, Ayame malah ke tempat Shizuka yang saat itu menaruh dendam pada baasan karena di kurung di rumah nya, Haruka tidak mengerti bagaimana ceritanya, tiba tiba saja keduanya bersekutu dan pelan pelan meracuni baasan sampai baasan tidak bisa berbuat apa apa lagi. Mereka langsung menghabisi Kirishima di tokyo dan mengambil alih ginza. Semua terjadi begitu cepat, Manabu yang tidak tahan melihatnya mengajak Haruka pergi dan melarikan diri, tapi Ayame marah dan mengejar mereka. Walau begitu, Haruka berhasil pulang ke rumah nya dengan selamat.
Setahun kemudian, Shizuka datang ke rumah Haruka untuk mencari Manabu, karena ossan dan obasan tidak mau memberitahu nya, Shizuka membunuh semuanya termasuk murid murid dojo. Ryota baru pulang saat itu, langsung pergi untuk menuntut balas dan tidak terdengar lagi kabarnya. Haruka sendiri tidak tahu Ryota masih hidup atau sudah mati. Sasaran Shizuka berikutnya adalah Kyogoku, dia bekerja sama dengan Kotogaki dan membunuh semua nya kecuali Shindo yang saat itu sedang berkuliah di tokyo. Haruka selama ini sendirian di rumah sampai Shindo pulang awal tahun kemarin dan mereka menikah, sekarang mereka sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka.
“Itu benar, Haruka san menyaksikan nya langsung, sama seperti ku, aku sempat bilang kan, mereka terlihat berseteru, tapi sebenarnya tidak, mereka berkerjasama di belakang.” Tambah Keiko.
“Sekarang Naoto kun malah jadi boneka buat Ayame chan, itulah sebab nya Masa, aku mohon selamatkan Ayame chan, bawa dia kembali ke sifat nya yang semula.” Ujar Haruka sambil memegang tangan ku.
Aku merasa serba salah, memang itulah Ayame, dari kehidupan sebelum nya, tapi kali ini berbeda, dia menjadi seperti itu, karena ulah Sakuragi yang mencoba memanipulasi suami nya. Aku menoleh kepada Hikari yang juga sedang menoleh pada ku. Hikari memegang tangan ku dan tersenyum, tapi senyum nya kali ini berbeda seakan akan mengatakan, “Selamatkan Ayame.” Hikari mengangguk. Aku langsung menoleh kepada Haruka dan tersenyum.
Haruka kembali menangis, sejak kapan dia jadi cengeng begini haha. Setelah Haruka tenang, giliran Keiko yang maju, bicara kepada Haruka, Keiko mengatakan, Ryota sempat menolong nya melarikan diri dan bersama nya selama dua bulan, sebelum dia ke tempat Youko, mereka tinggal di sebuah kota kecil di pinggir laut. Saat itu Keiko berpikir, sudahlah, ada Ryota, kita berdua hidup bersama saja di sini. Tapi semuanya berubah ketika orang orang Ayame dan Shizuka datang ke sana. Ryota yang sudah tahu siapa Keiko, langsung menjadikan dirinya sebagai umpan dan lari sehingga semua orang yang mencari Keiko beralih mengejar nya. Sebelum lari, Ryota sempat menyuruh Keiko mencari Youko di fukuoka dan memberikan alamat nya. Setelah itu Keiko belum mendengar kabar nya lagi dan malah mendengar kabar ku ketika di kyoto. Keiko minta maaf kepada Haruka sambil menangis, tapi Haruka mengatakan kalau itu adalah pilihan aniki nya dan bukan salah Keiko, malah dia heran aniki nya mau berbuat sejauh itu demi Keiko, sebab biasanya Ryota cuek dan tidak perduli dengan orang lain, apapun status orang itu penting atau tidak.
“Haruka chan, sekarang di mana Manabu san ?” Tanya ku.
Haruka menoleh kepada Shindo yang langsung mengangguk. Dia berdiri pergi ke meja telepon dan mengambil secarik kertas dan ballpoint, setelah itu memberikan nya pada Haruka yang langsung menuliskan sesuatu di atas kertas nya. Setelah selesai Haruka memberikan nya pada ku dan dia memberi kode supaya aku membacanya secara diam diam. Di bawah kertas di tulis, “Dinding punya telinga.” Aku paham maksud nya, memang benar, lebih aman di tulis di kertas. Sekarang aku tahu dimana Manabu san, dia ada di aomori bersama keluarganya dan dia memberitahu Haruka dimana dia berada.
“Ok aku mengerti, lalu kamu sekarang bagaimana ?” Tanya ku pada Haruka.
“Aku dan Shindo kun tetap di sini.” Jawab Haruka.
“Tapi bahaya kan di sini, kalian di awasi kan ?” Tanya Hikari.
Shindo menoleh kepada Haruka dan keduanya saling tersenyum, kemudian Shindo langsung mendorong Haruka masuk ke dalam dan memberi kode pada kita semuanya untuk mengikuti mereka. Mereka mengajak kita semua ke bagunan di belakang rumah yang bentuk nya mirip seperti gudang kecil. Begitu masuk, ternyata ada sebuah pintu di tanah. Shindo membuka nya, terlihat ada sebuah jalur untuk turun ke bawah dan sebuah tangga di samping nya.
__ADS_1
“Ayo ikuti kami.” Ujar Shindo.
Kita semua masuk ke dalam, setelah sampai bawah ada sebuah lorong dengan lampu remang remang, kita berjalan menelusuri lorong yang cukup panjang, sudah berjalan jauh saja, ujung nya masih belum terlihat. Akhirnya sampai juga di sebuah tangga naik dan seluncur naik. Begitu Shindo membuka pintu di atas nya dan keluar, aku melihat sebuah desa yang penduduk nya membawa senjata dan ada juga yang sedang berlatih bela diri. Aku menoleh melihat sekeliling, loh ini daerah tempat kabin yang hancur dan dekat kuil yang sudah di tinggalkan waktu itu. Aku melihat anak anak kecil yang waktu itu di latih Ryota, sekarang mereka sudah remaja.
“Shindo kun, ini ?” Tanya ku.
“Ah, ini sebenarnya adalah desa kita, desa ini hanya di huni oleh 20 kepala keluarga dengan masing masing anggotanya 4 sampai 5 orang. Jadi, aku dan aneki selalu di sini, kita di rumah di hari hari tertentu saja dengan tujuan mengecoh mereka supaya mereka tidak mengetahui desa ini, tapi hari ini mereka tidak datang, baguslah.” Jawab Shindo.
“Benar Masa, jadi kamu tidak perlu khawatirkan kami, tapi Shindo dan aku akan mengikuti mu, jadi kamu sudah punya pasukan. Walau begini aku masih bisa berjuang hahaha.” Haruka tertawa dengan gaya khas nya seperti biasa. Aku lega melihat dia tidak hancur dan putus asa.
Aku dan Hikari langsung melihat satu sama lain, kita berdua langsung tersenyum. Bukan cuma Iga, desa ini juga akan membantu kita. Ternyata yang dulu katakan ada desa dekat sini dan kalau ada apa apa masuk lah ke gua di belakang kabin maksudnya adalah desa ini. Saat ini, aku sudah bulat, aku masih punya orang yang percaya dengan ku, aku tidak boleh mengecewakan mereka semua. Aku menggenggam tangan Hikari dan melangkah maju bersama Haruka, Shindo, Keiko dan Youko untuk menuju sebuah rumah besar yang berada di depan kita. Di dalam rumah itu yang ternyata adalah balai desa, Haruka memperkenalkan aku kepada para tetua desa dan mereka menyambut hangat aku dan lainnya. Setelah selesai memperkenalkan kami, Haruka meminta nomor kontak handphone ku supaya mudah untuk berkomunikasi, dia juga minta nomor milik Hikari dengan alasan yang sama dan kalau aku tidak bisa di hubungi mereka akan menghubungi Hikari.
“Oh aku lupa, aku dan Hichan sudah resmi menikah ya, nama keluarga kita Yashiro.”
“Haaah....selamat ya....sejak kapan ?” Tanya Haruka.
“Sudah se tahun lalu hehe.” Jawab Hikari.
“Wah berarti clan baru bernama Yashiro nih...boleh juga.” Tambah Shindo.
“Ah...belum terpikir sampai sana sih haha.” Balas ku.
“Tapi kenapa tidak, aku setuju kok.” Ujar Keiko.
“Ara...eike juga setuju bocchan....” Tambah Youko.
“Tuh semua setuju, berarti mulai sekarang kita semua clan Yashiro ya.” Ujar Haruka.
“Yap, hari ini di jadikan tanggal berdirinya saja.” Tambah Shindo.
Aku dan Hikari hanya diam, awalnya aku berencana untuk mengembalikan posisi Keiko di tengah kedua keluarga besar itu, sama sekali aku tidak berpikir akan menjadi clan baru. Tapi oke lah, kalau mereka memang mau nya seperti itu, aku tidak keberatan juga, hanya saja, nama keluarga yang bukan siapa siapa di kehidupan lalu, sekarang malah di jadikan clan yakuza. Dan hari ini adalah mulainya berdiri clan Yashiro yang akan menguasai seluruh nya di masa depan, masih lama haha.
__ADS_1