
Ke esokan harinya, aku menjalani aktifitas ku yang seperti biasa, yaitu mengurus rumah tangga dan seperti biasa, Hikari memaksa untuk membantu ku, tapi karena anjuran dokter kalau Hikari harus banyak bergerak asal tidak berat berat, aku mengijinkan nya, tapi aku mengawasi supaya dia tidak terlalu cape. Siang hari, Manabu san datang ke rumah ku, seperti biasa, dia membahas bisnis dan perkembangan nya. Sama seperti ku, Manabu juga sekarang menetap di kyoto untuk membantu ku mengelola bisnis di kyoto. Setelah semua urusan rumah selesai dan Touka sudah pulang bersama Makoto, aku dan Manabu pamit pada Hikari untuk berkeliling kota mencari properti yang bisa ku jadikan kantor operasional yang baru untuk menjadi pusat yang mengatur semua bisnis di kyoto, mulai dari kuliner, hiburan, security, butik milik Hikari, persh penerbit ku dan elektronik. Aku di jemput oleh mobil limo hitam panjang dan duduk di dalam bersama Manabu san.
“Sudah dapat lokasi nya Manabu san ?” Tanya ku.
“Sudah bos, sekarang kita menuju ke sana dulu, sebenarnya ada 3 lokasi, nanti kita lihat sekalian.”
Oh ya sekarang Manabu san tidak memanggil ku bocchan lagi, tapi sudah naik pangkat jadi bos karena mau sampai kapan bocchan terus haha. Lagipula sekarang sudah bukan Odasiga lagi jadi semua sudah berubah. Setelah berjalan sejauh beberapa kilometer kita sampai di tengah kota dan menuju sebuah gedung kosong. Seorang agen marketing sudah menunggu di depan gedung itu dan siap menunjukkan kita bagian dalam gedung.
“Hei Manabu san, bukankah orang itu adalah orang yang dulu waktu di osaka ya ?” Tanya ku pada Manabu setelah melihat marketing itu dari dalam mobil.
“Iya benar, sekarang dia pindah ke kyoto dan masih bekerja di bidang yang sama.” Balas Manabu.
“Hmm....sikap nya masih sama ?” Tanya ku.
“Kamu pasti terkejut bos....” Balas Manabu.
Aku dan Manabu turun menemui nya, begitu melihat ku dia langsung menunduk dan memberi salam, wow ternyata tidak hanya wajah nya saja yang bertambah dewasa, cara bicara dan sikap nya juga sudah berbeda, ternyata dia berubah dan terlihat dia sudah sukses dengan jam tangan dan kalung yang di pakai nya. Tanpa basa basi lagi, dia langsung membuka pintu dan mempersilahkan kita masuk ke dalam. Setelah melihat seluruh lantai di gedung dan semua perabot yang ada di dalam milik pemilik sebelum nya, marketing itu mengajak kita meninjau dua lokasi lagi. Aku mengajaknya naik mobil ku sebab supaya menghemat waktu dan tidak saling tunggu di lokasi berikutnya, lagipula dia berguna sebagai penunjuk jalan.
“Nama mu siapa nii san, dulu rasanya kita belum berkenalan.” Aku membuka pembicaraan dengan agen marketing yang diam saja di depan ku.
“Nama ku Minami Endou tuan, boleh aku bicara sedikit tuan ?” Tanya Endou.
“Ya silahkan...” Ujar ku.
Kemudian dia membuka tas nya dan mengeluarkan sebuah berkas kemudian memberikan nya pada ku, ternyata berkas itu adalah konsep perumahan yang sedang dia kerjakan, tapi karen kekurangan dana maka proyek perumahan itu terhenti dan tidak di teruskan, dia mengatakan kalau proyek itu mau di jual semuanya. Aku langsung membaca konsep dan proposal nya, tapi ternyata ketika aku baca nama direktur yang menandatangani konsep itu bernama Minami Endou, aku langsung tahu kalau proyek ini adalah milik nya sendiri walau dia berusaha menutupi nya dengan tempelan kertas aku bisa membacanya.
“Ini semuanya mau di lepas ? keseluruhan sebesar 3 ha ini ?” Tanya ku.
“I..iya bos, semuanya....karena sudah tidak ada dana lagi untuk meneruskan nya.” Jawab nya.
“Baik, kalau aku danai dan aku sebagai pengelolanya, bisa kamu teruskan ?” Tanya ku langsung di depan wajah nya dengan senyuman yang manis menurut ku.
__ADS_1
“Eh...tapi....kita mau jual....” Ujar nya.
“Kamu, bukan kita, lihat nama direkturnya kamu kan.....makanya langsung ku tanya, jika aku danai tapi aku yang mengelola, bersediakah kamu meneruskan nya ? tentunya kamu berkerja padaku.” Jawab ku.
Endou langsung terlihat berpikir, tidak mungkin dia tidak menerima tawaran menggiurkan seperti ini, percayalah aku paham, pekerjaan ku di kehidupan dulu tidak jauh berbeda dengan pekerjaan Endou, hanya saja mungkin dia baru 5 atau 6 tahun menggeluti bisnis ini, aku sudah puluhan tahun, jangan remehkan ossan umur 40 tahun hehe. Langsung saja dia menanyakan syarat dan ketentuan nya, lalu apa keuntungan nya. Proses negosiasi langsung di mulai di dalam mobil dalam perjalanan menuju lokasi berikut nya. Akhirnya kita sampai di lokasi kedua, yang sedikit berada di ujung kota tapi dengan bangunan lebih besar, tanpa masuk ke dalam, aku langsung minta di tunjukkan dengan lokasi ke tiga. Sepanjang perjalanan, kita meneruskan negosiasi kita. Gedung yang di tunjukkan berikutnya oleh nya benar benar membuat ku tertarik, berada di tengah kota tapi jauh dari keramaian, gedung nya tidak terlalu tinggi dan mudah di jangkau. Aku langsung melihat ke dalam bersama Manabu dan Endou. Setelah selesai, akhirnya aku putuskan untuk mengambil gedung ketiga. Setelah itu aku mengajak Endou makan malam bersama ku untuk meneruskan pembicaraan kita, dari malu malu sekarang Endou sudah semakin antusias. Kesepakatan akhirnya tercapai, dia setuju berkerja untuk ku dan aku yang memegang perusahaan nya yang sudah bergabung dengan grup ku. Aku minta Manabu langsung memanggil pengacara dan notaris malam itu juga untuk segera mengikat kesepakatan kerja sama ini. Di tambah aku minta Endou untuk langsung memproses pembelian gedung barusan.
Hari sudah semakin malam, setelah semua selesai, aku langsung terburu buru pulang karena aku meninggalkan Hikari cukup lama di rumah. Tapi begitu sampai di rumah, aku melihat ada sepatu wanita yang tidak aku kenal di depan pintu.
“Ada tamu ?” Tanya ku dalam hati.
“Aku pulang....” Aku langsung berteriak untuk memberitahu kalau aku sudah pulang.
Karena tidak ada yang menjawab, aku langsung masuk ke ruang tamu dan di dalam tidak ada orang, lalu aku menuju ruang tengah, aku melihat Hikari sedang duduk menonton televisi dan menoleh memanggil ku. Tapi aku sangat terkejut ketika melihat ada seorang wanita yang tidur di pangkuan Hikari.
“Shizuka chan....apa yang kamu kerjakan di sini.....” Ujar ku kaget.
“Oh...maaf Masa kun.....Hikari chan....aku permisi dulu, suami mu sudah pulang.”
Aku melihat Shizuka yang memakai busana tidak seperti biasanya langsung berdiri dan berjalan keluar, dia memakai topi dan masker yang menutupi wajah nya. Aku langsung menyusul nya dan menarik tangan nya,
“Maaf Masa kun, bukan urusan mu, permisi......” Shizuka melepaskan diri dari ku dan keluar dari rumah tanpa menoleh sedikit pun.
Apa sih yang terjadi, pikir ku dalam hati. Aku langsung berlari masuk ke ruang tengah dan memeriksa keadaan Hikari.
“Tidak apa apa Makun, tadi Keiko nee san juga di sini kok....” Balas Hikari yang melihat ku cemas.
“Ada apa sebenarnya, kenapa dia bisa ke sini ?” Tanya ku.
“Sebentar, tunggu Keiko nee san kembali, dia sedang ambil makanan di rumah nya, nanti kita ceritakan, Ryota nii san juga sudah mengerti.” Jawab Hikari.
Hikari menyuruh ku duduk di samping nya dan meminta ku memegang perut nya, tentu saja hal itu adalah kebahagian ku, tapi tunggu dulu, jangan mengalihkan apa yang baru saja aku lihat barusan. Tak lama kemudian, Keiko nee san datang ke rumah ku dan langsung masuk ke ruang tengah.
__ADS_1
“Shizuka chan mana Hikari chan ? oh kamu sudah pulang Masa kun.” Tanya Keiko.
Sepertinya Keiko sudah tahu alasan Shizuka tidak ada di ruangan, karena ada diriku yang duduk menggantikan nya di sebelah Hikari. Keiko langsung menaruh makanan di meja dan duduk di sofa. Aku langsung minta keduanya bercerita ada apa sebenarnya, Keiko nee san bercerita kalau Shizuka sudah dari pagi di rumah nya bersama Ryota aniki, dia bercerita dari hati ke hati kepada Keiko, kalau sekarang dia sedang kabur dengan menyamar menjadi Ayame. Alasan nya karena bos dari Lie fong yang bermarkas di hongkong datang ke tokyo dan langsung melamar Ayame untuk memperat persaudaraan.
Tentu saja Ayame menolak nya dan bos itu marah besar. Akhirnya kerja sama di batalkan dan sekarang pihak dari Lie fong malah berbalik mengincar mereka karena di anggap menyalahi perjanjian. Shizuka yang sudah menduga akan menjadi seperti ini dari awal, meminta Hana untuk menyelidiki keberadaan ku, itulah alasannya waktu itu Hana datang ke rumah ku dan karena waktu itu di serang oleh Makoto dia jadi melawan dan berniat mencelakai Hikari. Tapi menurut Shizuka, Ayame tidak tahu keberadaan ku di kyoto.
Shizuka mengambil alih semuanya dan menyembunyikan Ayame dengan menyamar menjadi Ayame, sebab Lie fong tidak tahu kalau mereka adalah anak kembar, waktu bertemu di acara ku dulu, Lie fong dalam keadaan setengah mabuk jadi dia tidak sadar kalau Ayame yang datang bersama Shizuka adalah anak kembar, dia tahunya mereka adik kakak biasa saja. Shizuka datang ke rumah Ryota kemarin sebenarnya dia tidak tahu kalau kita sedang berpesta kecil kecilan merayakan kelahiran anak Ryota dan Keiko, buket bunga itu sebenarnya bukan ucapan selamat kelahiran melainkan untuk perdamaian, alasan dia datang kemarin adalah karena dia sudah tidak tahan dengan sikap Ayame yang terus ngotot mau menyelesaikan semuanya sendirian dan menjadi berkelahi dengan nya. Hari ini dia kembali datang menemui Keiko, Ryota dan Hikari setelah aku pergi, hanya semata mata ingin cerita dan meluapkan semua isi hati nya dengan menyamar.
“Kenapa dia curhatnya kesini coba ?” Tanya ku geram.
“Yah mau bagaimana lagi, onee chan nya ada di sini....walau dia bertindak keterlaluan dan pernah mau mencelakai kita, aku tidak tega juga mendiamkan nya.” Jawab Keiko.
“Awalnya aku sama dengan mu Makun, tapi setelah melihat Shizuka yang seperti tadi, hati ku luluh juga.” Tambah Hikari.
“Jadi dia mengelabui Lie fong dan bos nya dengan menyamar menjadi Ayame sampai meminjam suami nya Naoto di bawa bawa.....pantas semalam Naoto tidak boleh bicara apa apa di depan ku.”
“Kira kira begitu.....” Balas Hikari.
“Hah....jadi kalau Lie fong tahu dia ada di kyoto bukan nya malah jadi kita yang kena getah nya, hebat juga caranya, mengadu domba kita dengan Lie fong.”
Jujur saja, sangat tidak masuk akal, bukan nya aku tidak berperasaan, tapi sudah beberapa kali mereka ingin mencelakai kita sampai kita harus menyingkir ke kyoto dan sekarang ketika kita sudah bangkit kembali sampai menguasai kota ini, mereka menggiring musuh mereka ke sini, bagus, bagus, aku suka caranya. Kedamaian ku mulai terusik lagi dan kali ini aku akan melawan balik.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan Masa kun, aku juga tidak bisa sepenuh nya mempercayai perkataan nya, tapi insting ku berkata lain dan aku lihat Ryo nii juga tidak bicara apa apa walau dia menghindar untuk bertemu dengan Shizuka dan akhirnya aku mengajak Shizuka ke sini. Maaf Masa kun....” Ujar Keiko pada ku.
“Ma kun, kamu tahukan, tidak semudah itu mereka bisa membunuh ku dan Keiko nee san, kita bukan wanita lemah yang harus di lindungi setiap saat, walau aku sekarang sedang hamil. Awalnya aku sendiri juga kaget, tapi aku bisa merasakan nya, dia jujur dan memang sepertinya dia sedang ada masalah dengam Ayame san.” Tambah Hikari.
“Ok ok aku mengerti insting Keiko nee san dan Hichan, tentunya walau sebejat apa pun dia masih keluarga kita, tapi coba pikir, kalau dia ketahuan ke sini kemarin, bukankah malah jadi mencelakai kita ?” Balas ku.
“Ding..dong..” Suara bel rumah ku berbunyi, jelas bukan orang yang ku kenal, karena orang orang yang sudah ku anggap keluarga ku tidak akan menekan bel melainkan langsung masuk. Aku langsung berjalan keluar dan membukakan pintu sambil bersiap siap. Aku merasakan hawa tidak enak dari balik pintu dan ternyata aku benar, yang datang dua orang berpakaian seperti pendekar dari film kungfu dan berbicara menggunakan bahasa inggris.
“Do you know this woman ?” Tanya nya sambil menunjukkan foto Shizuka yang mengenakan busana sama persis seperti semalam.
__ADS_1
“No....” Jawab ku singkat dan ingin menutup pintu ku.
Tiba tiba saja orang di depan pintu langsung menendang pintu ku dan seorang lagi melemparkan dua buah jarum kepada ku, aku sudah menduga hal itu, aku mengambil payung di sebelah pintu dan mengibaskan jarum jarum itu, langsung saja aku menyerang keduanya menggunakan payung yang ku pegang. Mereka menyerang ku habis habisan dengan tendangan dan pukulan, dari gaya bertarung mereka, jelas mereka menguasai kempo dari sebrang. Tapi jangan salah, aku tidak selemah yang kalian pikir, dengan gerakan cepat, aku menyapu kaki seorang pria yang sedang mendang dan membuatnya kehilangan ke seimbangan, sebelum dia berdiri seperti semula, aku menusuk perutnya dengan payung ku dan dia terpental mundur kembali ke mobil nya yang di parkir di depan pagar ku. Yang seorang lagi terus melemparkan jarum, dengan gerakan bersalto aku menghindarinya, kemudian aku menghilang dan muncul di belakang nya, sebelum dia berbalik, aku mencekik lehernya dari belakang menggunakan payung ku yang melintang di depan lehernya, sampai dia lemas. Hah masih bisa di lawan pakai payung, aku tidak perlu menekan sabuk ku. Tapi kecemasan ku jadi nyata, ketika Shizuka datang semalam, ada yang melihatnya dan mereka sekarang jadi mengincar keluarga ku. Baru saja aku memberitahu Keiko nee san dan Hikari, sudah terjadi.