Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 63


__ADS_3

Aku langsung bersiap untuk berangkat kembali ke tokyo, sebelum itu, aku minta bantuan pada Manabu san untuk mengerahkan semuanya di tokyo dan minta bantuan dia juga untuk menjaga Ayame dan Hikari di rumah. Lebih banyak yang menjaga mereka akan lebih baik, selama aku pergi. Kyoya dan Natsume bersama para ninja pergi lebih dulu ke tokyo, aku menginap dulu sehari di fukuoka dan akan naik pesawat besok ke tokyo. Youko nee san akan ikut bersama ku besok naik pesawat dan menjadi pengawal ku.


“Kita berangkat jam 11 siang bocchan....sebab jam 12 kita harus di bandara dan penerbangan nya jam 1 siang.” Ujar Youko.


“Ok nee san, sekarang kita siap siap dulu di sini, butuh waktu juga untuk Manabu san mengerahkan semuanya di tokyo.” Balas ku.


“Eike sudah meminta Kagenuma pergi bersama Iga lebih dulu ke tokyo dan mencari keberadaan mereka. Sekarang mereka sudah terbang dengan pesawat pribadi kita dan langsung bergerak begitu sampai.”


“Baik nee san.”


Alasan aku naik penerbangan umum dan tidak naik pesawat pribadi karena aku mau datang ke tokyo diam diam dan membuat kejutan. Setelah itu, aku kembali bersama nee san ke bar nya yang di penuhi sejenis nya haha. Ketika sampai, ternyata di dalam bar sudah ada Shindo, aku mencari cari Haruka, tapi sepertinya dia datang sendiri,


“Aniki, kenapa kamu tidak mengajak ku ?” Tanya Shindo sedikit kesal.


Oh benar juga, Shindo mempunyai dendam dengan Motoya, maaf Shindo kun, aku lupa.


“Maaf Shindo kun, suasana nya tidak mengijinkan aku bercerita pada mu, tapi masalah di sini sudah selesai, Touka chan sudah selamat. Sekarang aku mau ke tokyo, mau ikut ?” Tanya ku.


“Ok, aku ikut ke tokyo aniki, aku juga kesal karena mereka mengusik kita yang sudah tenang di kyoto.” Jawab Shindo.


“Nee san, pesankan tiket satu lagi untuk Shindo kun...bisa kan ?” Tanya ku sambil menoleh melihat Youko.


“Ara...apa sih yang tidak bisa bocchan, sekarang eike pesankan....” Ujar Youko.


Kemudian Youko keluar ruangan dan langsung memesankan tiket untuk Shindo berangkat besok. Aku menanyakan pada Shindo, apa Haruka tidak ikut, Shindo bilang Haruka berada di rumah ku bersama Ayame dan Hikari, rumah ku menjadi semakin aman. Selagi aku dan Shindo berbincang bincang, Kyoya menelpon ku, dia mengatakan kalau dia sudah tahu dimana tempat Naoto menginap dan memang Hana ada di sana. Kyoya memberikan alamatnya kepada ku dan terus mengawasi mereka bersama Natsume dan ninja dari dua clan lainnya.


****


Keesokan harinya, Aku, Shindo dan Youko sampai ke tokyo, tentu saja kita bertiga langsung menuju hotel yang sudah di beritahu Kyoya sebelum nya. Karena aku sudah tahu letak hotel itu yang juga merupakan hotel ku, dengan cepat aku sampai ke sana, seluruh anak buah ku di hotel itu sudah siap untuk menyergap kalau sampai terjadi apa apa sedangkan para ninja sudah berada di dalam hotel dan menyamar. Aku melangkah masuk bersama dengan Youko yang ku tugasi untuk menjaga Shindo. Aku mengambil handphone ku dan menelpon Naoto supaya menemui ku di lobby, Naoto turun dan aku melihat dia sendirian, kemana Hana, aku merasakan hawa kehadiran nya tapi dia tidak nampak,


“Masa kun.....” Tegur Naoto.

__ADS_1


“Hei, boleh ku tanya apa yang kamu lakukan di tokyo ?” Tanya ku.


Naoto diam, dia menunduk, akhirnya dia bercerita kalau dia berniat membalas kan dendam Shizuka tapi dia di awasi oleh Hana dan tidak bisa bergerak, dia tidak punya dendam terhadap Hana karena dia sudah lama mengenal Hana dan dia sudah menganggap Hana adalah nee san nya. Aku mengerti alasan Naoto, sedari kecil, dia memang hidup dengan Hana, tapi masalah nya sekarang lain, Hana dengan mudah nya berpindah tangan dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang ada di pikiran nya. Sebenarnya aku ingin bicara baik baik dengan nya, tapi sepertinya tidak bisa, karena ada beberapa shuriken melesat menuju ke arah ku dan Youko. Tentu saja hal seperti itu tidak bisa melukai ku, setelah itu banyak bom asap di banting di tanah dan membuat seluruh lobby hotel di penuhi asap. Para karyawan, tamu dan pengunjung keluar dari lobby menuju keluar hotel.


“Senpai....sudah cukup main main nya, keluarlah, aku mau bicara....”  Teriak ku.


“Hehehe mau bicara apa lagi ?” Tanya Hana.


“Banyak senpai, kalau bisa aku tidak mau membunuh mu....”


Hana melangkah keluar, dia langsung berdiri di belakang Naoto dan menyilangkan pedang nya di leher Naoto. Aku tahu, dia tidak akan bertindak macam macam pada Naoto, tapi saat ini, jika aku melihat wajahnya, dia bersedia melakukan apa saja demi memenuhi ambisinya yang aku sendiri belum tahu apa.


“Kenapa melakukan semua ini senpai ?” Tanya ku.


“Hmmmm.....kamu tanya kenapa ? semua ini salah mu, kalau saja kamu tidak pergi dulu.” Jawab Hana.


Loh apa hubungan nya dengan aku menghilang waktu itu, alasan nya apa, aku semakin tidak mengerti.


“Aku tidak mengerti maksud senpai....” Balas ku.


Benar juga, Sakuragi mungkin di bunuh oleh Ayame semenjak dia mengambil alih keluarga Naoto di tambah Ayame menempatkan Naoto di kakinya dan dia menyalahkan aku karena Ayame berubah. Haaah aku paham sekarang, rupanya dia masih dendam sampai hari ini mengenai hal itu dan kenapa dia selalu bersebrangan dengan ku, sekarang aku tahu alasan nya. Baiklah kalau begitu, tujuan ku memang mau menyelesaikan semua nya.


“Kalau memang seperti itu, hadapi aku, kita selesaikan sekarang senpai, lepaskan Naoto kun yang tidak mungkin kamu lukai....”


“Baiklah, bersiaplah Masa kun......kita tuntaskan, aku sendiri sudah cape.”


Hana mengangkat tangan nya dan beberapa ninja koga langsung berdiri di sebelah nya, aku juga mengangkat tangan ku dan menekan ikat pinggang ku, aku memakai pakaian ku dan Kyoya, Natsume bersama beberapa ninja iga sudah berdiri di samping ku. “Trang...tring...trang..” Lobby hotel langsung semarak dengan benturan senjata tajam tapi tidak ada yang bisa melihat gerakan para ninja yang seperti bayangan, aku dan Hana masih berdiri saling berhadapan dan belum bergerak.


“Maju Masa.......”


Hana maju menyerang ku dengan cepat dan tiba tiba, aku masih bisa mengimbangi nya dan adu ayunan pedang katana terjadi, aku dan Hana berbenturan cukup lama tanpa ada yang mengalah. Setelah itu, kita berdua melompat ke belakang sambil melemparkan shuriken dan menjaga jarak, Hana masih kuat seperti dulu, sungguh tidak mudah menghadapi nya, sekarang aku rasa Hikari tidak akan menang kalau beradu dengan nya,

__ADS_1


“Teruskan senpai....selesaikan hari ini.....” Ujar ku.


“Ya.....maju Masa.....”


Aku dan Hana kembali maju, kali ini gerakan kita berdua jauh lebih cepat dari sebelum nya, para ninja koga dan iga mulai ada yang berguguran di sekitar pertarungan ku dan Hana. Ninja koga akhirnya mulai berjatuhan, nafas ku dan Hana juga sudah memburu dan sepertinya sudah saatnya penentuan, aku atau Hana yang akan mati. Aku maju menyerang Hana yang juga berlari ke arah ku, kita berdua saling melewati, aku terkena di lengan ku dan sedikit di pinggang ku, tapi aku yakin pedang ku mengenai Hana. Aku terjatuh dan berbalik, aku melihat Hana sudah berbalik dan masih bediri tegak,


“Hehehe kamu memang hebat Masa....aku mengaku kalah.”


Hana langsung ambruk terlungkup ke depan, Naoto langsung berlari menghampiri Hana dan membalikkan nya, kemudian meletakkan Hana di pangkuan nya. Aku berusaha berdiri dan di bantu Natsume yang kebetulan di dekat ku, aku berjalan menghampiri Hana yang sudah terbaring tak berdaya di pangkuan Naoto yang mengelus ngelus kepalanya,


“Senpai, semua sudah berakhir.....” Ujar ku sambil berlutut di sebelah Hana.


Hana menoleh dan menaikkan tangan nya. Aku memegang tangan nya dan menggenggam nya, aku sedikit sedih, karena bagaimana pun, Hana adalah teman yang berharga sewaktu aku di osaka dulu.


“Aku...tidak akan minta maaf pada mu Masa.....aku masih marah pada mu, tapi....aku minta, teruskan perjuangan ku, jaga Naoto kun dan Ayame chan....aku mohon.....kita koga, juga takut kalau Amagaoka bangkit, untuk itulah aku setuju membunuh Shizuka, kamu harus paham itu. Tolong habisi aku, paling tidak aku mati terhormat karena kalah bertarung....” Ujar Hana.


“Aku mengerti senpai.....”


Ketika aku mengangkat pedang ku, Naoto memegang tangan ku dan dia mengambil pedang ku, kemudian dia menyilangkan pedang ku di leher Hana,


“Lakukan Naoto kun.....sampai kapan pun aku sayang pada mu....” Ujar Hana.


“Aku juga sayang pada mu Hana nee san....terima kasih atas semuanya.” Ujar Naoto.


“Sama sama....selamat tinggal Naoto kun, kita pasti akan bertemu lagi di alam lain....”


“Selamat tinggal nee san.....”


Naoto langsung menyayat leher Hana dan menutup matanya, Hana meninggal dalam keadaan tersenyum dan wajah nya terlihat tenang, akhirnya dia bisa beristirahat dan tidak terombang ambing lagi. Aku langsung bicara kepada Kyoya dan Natsume kalau aku akan membawa jenazah Hana pulang dan memakam kan nya. Kyoya dan Natsume menyetujuinya, karena aku memakam kan nya bukan sebagai ninja koga, tapi sebagai Hana, senpai yang bersama ku selama di osaka. Aku memanggil beberapa anak buah ku di luar untuk mengevakuasi jenazah Hana dan seperti biasa, bersihkan seperti tidak terjadi apa apa di dalam.


****

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, pemakaman Hana ku adakan di kyoto, tentunya banyak yang tidak hadir karena memang banyak yang dendam padanya, tapi bagiku dan Naoto sudah cukup. Sesuai permintaan Hana yang tertulis di kertas di balik pakaian ninjanya, aku dan Naoto akan menaburkan abunya di laut. Rupanya Hana memang sudah siap sebelum nya, dia menuliskan surat panjang lebar yang dia bawa di pakaian nya, di surat itu dia juga mengatakan soal Suzuki dan Lie fong, kemudian dia juga mengatakan kalau Suzuki dendam kepada Isami, karena Isami sudah meninggal karena di bunuh Touka, dendam nya mengarah kepada Touka, Hana juga mengatakan kalau Suzuki juga saat itu tinggal di osaka untuk berobat juga mengasingkan diri dan dia tahu Sayaka sedang hamil anak dari Jinta, itulah sebab nya dia berkerjasama dengan Godou Kaneshiro untuk diam diam menghabisi Jinta, pria yang di bunuh Sayaka di hotel, memang sengaja datang ke convini tempat Jinta berkerja untuk menghabisi nya, tapi karena saat itu sedang perang dengan keluarga Godou Ichiro, ayah Naoto, Sakuragi secara tidak langsung menyelamatkan Jinta walau dia membuat Sayaka keguguran, tapi pria suruhan itu sengaja masuk lagi dan langsung menembak Jinta sampai mati di depan Sayaka.


Sekarang semua jelas, berarti memang dari awal, sejak orang tua ku terbunuh sampai detik ini, musuh ku cuma satu, yaitu clan Kirishima. Wah maaf saja, sekarang jadi urusan nya personal bukan hanya clan lagi. Setelah selesai mengkremasi jenazah Hana, aku bersama Naoto, Ayame dan Hikari pergi ke laut untuk melepaskan abu jenazah Hana, masing masing mengambil segenggam abu dan melepaskan nya di lautan lepas. Air mata Naoto, Ayame dan Hikari tidak terbendung lagi, aku berjanji tidak akan menyia nyiakan kematian Hana dan manusia bernama Kirishima Suzuki itu akan merasakan sakit berkepanjangan sampai dia memohon untuk di bunuh.


__ADS_2