
Keesokan harinya, seperti biasa, aku pergi ke kantor pagi pagi bersama Manabu, Hikari tidak ikut karena dia sedang bersama dengan Kyoya dan Natsume yang sedang libur, juga bersama Kenzo dan Megumi yang masih libur. Sepertinya mereka pergi ke taman bermain, yah semuanya ninja, aku tidak perlu khawatir, kalau ada apa apa mereka bisa mengatasi nya. Perjanjian dengan Lie fong sudah di tandatangani oleh kedua belah pihak, Lie fong masih di tokyo dan rencananya besok dia kembali, rupanya dia memanfaatkan kartu vip yang kuberikan secara maksimal hehe. Dia mengundang dua rekan bisnis nya dari korea dan dari amerika yang akan tiba hari ini, rencana nya malam ini kita mau berkumpul bersama untuk makan malam bersama dan berbincang bincang bisnis. Sebagai tuan rumah, aku memesan ruang vvip restoran termahal yang ku miliki di tokyo. Hidangan nya tentu saja otentik hidangan jepang.
“Manabu san, persiapan untuk nanti sore sudah di atur kan ?” Tanya ku.
“Sudah bocchan, tenang saja, semua sudah siap, koki yang akan memasak nanti koki terbaik yang mendapat penghargaan michelin. Di jamin tidak akan mengecewakan.”
“Oh urusan pembelian tanah 3ha di ginza sudah ok ?” Tanya ku lagi.
“Sudah, tinggal menunggu transaksi jual beli bocchan, arsitek juga sudah mengeluarkan gambarnya, kita sudah siap bangun mall di sana.”
“Bagus, mengenai ijin nya juga sudah beres kan ? Tidak ada kendala ?”
“Beres bocchan, kendalanya hanya masalah di kepala pertanahan kemarin, tapi sudah di bereskan. Tidak telalu besar juga.”
“Hmm...yah yang penting dia sudah tanda tangan...tidak masalah.”
Aku dan Manabu terus membahas mengenai bisnis kita yang sudah berjalan. Tak lama kemudian Youko nee san datang membawa laporan bisnis di fukuoka dan aomori, semuanya lancar dan pundi pundi perusahaan semakin tebal, bisa untuk merambah sektor bisnis baru, aku akan mengedepankan bisnis kuliner dan mendatangkan franchise dari luar. Aku juga tidak lupa janji ku, aku sering dapat inspirasi dari manga dan light novel, jadi aku akan membuat perusahaan untuk penerbitan karya karya generasi muda nanti.
***
Menjelang makan siang, Hikari menelpon ku, dia mengajak ku untuk makan bersama dengan Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi. Tentu saja aku mau, aku langsung berdiri dan berjalan keluar, urusan kantor sementara biar di urus oleh Manabu san yang juga sudah memliki asisten. Ketika keluar kantor, Hikari dan lainnya sudah menunggu di bawah,
“Apa kabar Masa kun....” Sapa Kyoya.
“Baik, kamu gimana ? sukses ?” Tanya ku.
“Haaah cape, lagi banyak permintaan, shooting drama, pemotretan, jadi seiyuu juga haha....” Balas Kyoya.
“Loh bagus dong, jangan bilang cape haha...kalau Nat chan gimana ?” Tanya ku.
“Sama saja, grup ku baru keluar dua orang dan sekarang lagi buka audisi untuk anggota baru, Hikari chan aja gimana hehe.” Natsume menawarkan.
“Whoooah khusus dia jangan, kenapa ga Megumi saja.” Ujar ku.
“Ah ga brani ah, aku mau jadi pengacara saja, kuliah ku belum selesai.” Balas Megumi.
“Dia mah ga bisa tampil di depan orang, nanti jadi pengacara awas saja gemeteran pas sidang hahaha.” Ledek Kenzo.
“Huuuuh...jangan gitu kek.” Balas Megumi sambil memukul mukul Kenzo.
Akhirnya kita semua jalan menuju restoran keluarga di depan jalan, tapi kita semua tegang karena merasa ada yang tidak beres.
“Masa kun, kita di ikuti...” Ujar Kyoya.
“Ya Kyoya kun.....di depan belok saja, di ujung gang itu ada lapangan sepi.” Ajak ku.
Aku, Hikari, Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi langsung berlari masuk ke dalam gang dan melompati dinding demi dinding supaya cepat sampai di ujung. Akhirnya kita tiba di sebuah lapangan tersembunyi yang sepi karena tidak ada jalan menuju kesana. Aku dan lainnya berdiri di tengah,
“Ayo keluar, jangan hanya bisa mengikuti saja.” Teriak ku.
Benar saja, ada sekitar 8 orang ninja melompat keluar, mereka langsung mengepung kita ber enam.
“Koga....kurang ajar...” Ujar Kyoya.
“Iya benar.....” Tambah Natsume.
Tiba tiba seorang perempuan berpakaian ninja melompat turun dan mendarat persis di depan kita ber enam. Aku langsung mengenali perempuan yang datang itu.
__ADS_1
“Apa kabar Hana san.....” Ujar ku.
“Ternyata benar rumornya ya, kamu dan Hikari masih hidup....tapi rupanya kamu menyenggol ojouchan kemarin, jadi ya mohon maaf Masa kun, kali ini kita berseteru.” Balas Hana sambil membuka maskernya dan tersenyum.
“Langsung saja koga, jangan banyak bicara...” Teriak Kyoya.
“Wah ada iga di sini rupanya....baiklah, tenang Masa kun...kamu terakhir....pertama dia....”
Hana langsung menyerang Hikari dan mereka langsung bertarung di udara. Para ninja mulai maju menyerang, aku, Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi menghadapi semua ninja penyerang.
“Hichan....” Teriak ku.
“Tenang saja Ma kun, aku bisa atasi.....” Teriak Hikari membalas.
“Hahaha....memang hebat Hikari chan....teruskan...” Teriak Hana.
Walau pun Hikari berkata seperti itu, tetap aku merasa tidak tenang, aku langsung menyelesaikan dua ninja di depan ku dan melompat mengejar Hana. Akhirnya Hana melawan ku dan Hikari bersamaan, kita mengadu pukulan, tendangan dan sabetan katana. Setelah beradu cukup lama, kita bertiga menjaga jarak,
“Kenapa kamu menyerang kita Hana san ?” Tanya ku.
“Aku tidak menyerang mu...yang aku serang dia...” Balas Hana sambil mengacungkan katana nya kepada Hikari.
“Maju sini, aku tidak mungkin kalah dari kamu....Ma kun, biar aku atasi dia..” Balas Hikari.
“Baik Hichan, hati hati jangan memaksakan diri...” Ujar ku.
Hikari dan Hana langsung menghilang, yang terlihat hanyalah kilatan pedang yang beradu dan suara benturan nya. Aku bisa dengan jelas melihat gerakan mereka, tapi Megumi dan Kenzo terlihat bingung. Semua ninja sudah di bereskan oleh Kyoya dan Natsume. Setelah lama berbenturan, Hikari dan Hana menjaga jarak, keduanya tampak lelah,
“Hichan...tangkap....” Aku melemparkan katana ku kepada Hikari.
Dia langsung menangkap nya dan merubah gaya kuda kudanya untuk menggunakan dua pedang. Hikar langsung maju menyerang Hana yang sedikit kewalahan karena di serang dari dua arah sekaligus. Karena terdesak, Hikari berhasil memukul lepas pedang Hana dan menggores pipinya. Hikari langsung mengacungkan sebelah pedang nya kepada Hana dan pedang satunya dia taruh melintang di belakang lehernya.
Hana membanting bom asap dan dia menghilang entah kemana. Kyoya berteriak dan ingin mengejarnya, tapi aku mencegah nya.
“Kenapa kau hentikan aku ?” Tanya Kyoya.
“Dia tidak ada niat membunuh, dia hanya menyelidiki kita dan kalau bisa membunuh kita.” Jawab ku.
“Tapi apa benar dia dari koga ?” Tanya Hikari.
“Iya, pakaian dan lambang nya menunjukkan dia ninja koga. Tapi yang lain ini, kenapa mereka memakai pakaian khas kagenuma ?” Tanya Natsume sambil mengamati ninja yang sudah terkapar di depan nya.
“Aku sudah tahu ini ulah siapa...” Celetuk Hikari.
“Aku juga sudah tahu....” Balas ku.
“Kalian kenal dia ?” Tanya Kenzo.
“Kami berdua dulu bekerja sama dengan dia, tapi rupanya dia pengkhianat.” Ujar ku, sebab tidak mungkin kan aku bilang dulu kita teman.
“Yah memang seperti itulah koga....” Tambah Megumi.
“Berarti aku akan mengontak desa untuk memberitahu papa kalau koga ada di tokyo.” Ujar Kyoya.
“Ya, sekalian minta bantuan juga, perasaan ku mengatakan kita akan butuh bantuan.” Balas ku.
Setelah itu, aku, Hikari, Kyoya, Natsume, Kenzo dan Megumi pergi menuju ke restoran kembali melalui gang tempat kita sebelum nya.
__ADS_1
***
Malam nya, aku dan Hikari pergi ke restoran yang sudah di reservasi. Kita memakai ruang vvip dan menunggu kedatangan para tamu yang di undang Lie fong. Setelah kita duduk di dalam, tak lama Lie fong datang bersama penterjemah nya, kali ini pengawal nya tidka masuk ke dalam, mereka menunggu di luar. Aku dan Hikari menyambutnya, kita sempat berbincang bincang dengan Lie fong yang setiap kata katanya di terjemahkan.
“Maaf malam ini yang di undang siapa saja ?” Tanya ku pada Lie fong.
Setelah di terjemahkan kepada Lie fong oleh penterjemah nya, dia membalas berbisik pada penterjemah nya, kemudian menoleh dan tersenyum.
“Yang ku undang pertama Park Joo won, pemilik pabrik hanphone dan pengembang sistem operasi (os) untuk handphone dan Karen Smith dari california amerika, perwakilan perusahan yang merancang, mengembangkan, dan menjual barang elektronik, perangkat lunak komputer, dan layanan daring.” Ujar penterjemah menyampaikan kata kata Lie fong.
“Baiklah, semoga pembicaraan malam ini ada hasil.” Balas ku sambil tersenyum.
Pintu di buka, seorang wanita muda asing masuk ke dalam, Lie fong, aku dan Hikari berdiri menyambut nya, wanita itu langsung memperkenalkan diri, dia adalah Karen Smith, perwakilan dari perusahaan di california amerika. Aku berbincang bincang dengan nya menggunakan bahasa inggris, salah satu skill ossan 40 tahun hehe. (percakapan berikut menggunakan bahasa inggris)
“Selamat datang di jepang, miss Karen.” Sapa ku.
“Terima kasih, mr Lie fong sudah menjelaskan siapa anda, salam kenal, mr Masamune.” Balas Karen.
“Ah anda rupanya bisa bahasa inggris, seharusnya dari kemarin saya bicara dengan anda menggunakan bahasa inggris hahaha.” Ujar Lie fong.
“Hahaha benar mr Lie fong, lebih enak seperti ini.” Balas ku.
“Um kalau di sebelah anda itu....” Tanya Karen sambil menjulurkan tangan nya.
“Ah perkenalkan saya istri Mr Masamune, nama saya Yashiro Hikari.” Jawab Hikari memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Karen.
“Wah seperti nya kita baru bertemu ya miss Hikari...” Tambah Lie fong sambil menjulurkan tangan nya.
“Salam kenal, mr Lie fong.” Balas Hikari sambil menjabat tangan Lie fong.
Aku langsung menoleh penuh arti melihat Hikari, ternyata Hikari juga fasih berbahasa inggris. Hikari menoleh dan mengedipkan mata nya pada ku. Ah aku lupa, dia juga punya skill obasan umur 40 tahun haha. Akhirnya penterjemah hanya sebagai hiasan di meja dan kita semua berbincang bincang menggunakan bahasa inggris. Tak lama kemudian, tamu terakhir masuk ke dalam ruangan, dia benar benar orang korea, walau masih muda tapi terlihat elegan dan berwibawa. Kita semua yang di dalam berdiri menyambutnya.
“Perkenalkan nama saya Park Joo Won, saya dari seoul, terima kasih undangan nya Mr Masamune, Mr Lie fong.” Ujar Joo won.
Setelah semua berkenalan dan saling berjabat tangan, sebelum mulai pembicaraan, kita semua bersulang dulu dan minum minuman yang sudah di sediakan sebelum nya. Pembicaraan berlangsung satu jam lebih, pembicaran mengenai kerjasama bisnis, seperti aku berencana memakai os yang sedang di kembangkan oleh Karen untuk produk ku nanti dan mendistribusikan nya. Karen juga bilang kalau pemimpin perusahaan nya sedang membuat rancangan untuk “smartphone” yang bisa memiliki banyak fungsi, menggunakan layar sentuh. Kalau mereka sudah meluncurkan produk nya aku bersedia memasarkan nya di jepang dan Lie fong malah bersedia membuka cabang perusahaan Karen di hongkong. Selain itu, karena modal cheat ingatan kehidupan lalu yang sudah tahu kalau perusahaan yang di wakili Karen berhasil dan meluncurkan produk smartphone nya tahun 2007 dan perusahaan tempat joo won berkerja akan meluncurkan produk smartphone nya yang mendunia tahun 2009 menggunakan os berbentuk robot hijau, aku berani menginvestasikan dana ke perusahaan mereka dan membeli saham perusahaan mereka. Dan jangan khawatir, aplikasi nya biar aku yang kembangkan hehe.
Setelah semua pembicaraan di sepakati dan di tuliskan oleh penterjemah yang bertindak sebagai notulen, kita mulai makan malam bersama kita. Aku menepuk tangan ku dan para pelayan mulai masuk membawakan makanan dan menghidangkan nya di meja. Koki pun hadir menjelaskan makanan yang sudah di hidangkan di meja,
“Wah luar biasa, terima kasih perjamuan nya Mr Masamune.” Ujar Joo won.
“Hebat, benar benar luar biasa keramah tamahan nya, terima kasih Mr Masamune.” Tambah Karen.
“Semoga kedepan nya kita semua bisa berkerjasama dengan baik.” Ujar Lie fong.
“Baiklah, silahkan semuanya, sebelum nya bersulang untuk masa depan yang gemilang.” Aku mengangkat gelas ku sebagai pembukaan.
“Bersulang.” Teriak semuanya.
Dan mulailah makan malam bersama, ketika semua sedang makan. Tiba tiba pintu di buka dengan kencang, semua yang ada di dalam ruangan menoleh melihat pintu yang di buka dengan kencang dan membuat semua kaget, seorang wanita cantik yang berpakaian mewah, berkaca mata hitam dan bertopi lebar, masuk kedalam, dia berdiri di depan pintu sambil merokok dan seorang wanita seperti pekerja kantoran berdiri di belakang nya. Aku dan Hikari langsung berdiri melihat wanita yang masuk itu. Wanita itu membuka topi dan kacamata nya, kemudian dia melihat ku dengan pandangan yang tajam. Hati ku langsung menjadi kecut melihat nya, bukan karena takut, tapi aku tidak tahu harus bagaimana, karena sangat tiba tiba bertemu dengan nya. Bagaimana dia bisa masuk dan bagaimana dia tahu aku ada di sini, pikir ku.
“Ayame.......” Ujar ku, sambil menggandeng tangan Hikari yang juga berdiri di sebelah ku.
“Apa kabar Masa kun......” Balas Ayame dengan wajah dingin yang tersenyum, sedangkan Hana di belakang nya tersenyum lebar.
“Kenapa kamu ke sini Ayame ?” Tanya ku sambil berjaga.
Ayame berjalan dan duduk di depan ku, Karen, Joo won, Lie fong hanya menoleh melihat nya, dia menaruh topi nya di meja. Hana berdiri di belakang nya dengan tangan di belakang.
__ADS_1
“Aku hanya ingin bertemu dengan saudaraku yang sudah lama hilang dan di kabarkan sudah mati.” Balas nya sambil tersenyum dan menyemburkan asap rokok. Tapi pandangan nya sangat dingin dan tajam.