
Epilog
Tahun 2022,
Namaku Yashiro Masamune, umur ku 40 tahun, hari ini aku bangun pagi pagi sekali, aku menoleh melihat istriku, Yashiro Hikari sedang tidur dengan nyenyak, aku mencium kening nya dan turun dari tempat tidur dengan perlahan supaya tidak membangunkan nya. Aku membuka pintu kamar perlahan dan keluar dengan cepat, kemudian dengan perlahan menutup kembali pintunya. Aku turun ke bawah dan langsung memakai celemek ku untuk menyiapkan sarapan. Tenang saja, aku sudah berpengalaman selama 40 tahun ini membuatkan sarapan untuk keluarga ku dan dengan senang hati aku melakukan nya. Setelah semua siap, aku ke atas untuk membangunkan anak anak ku yang akan berkuliah hari ini, aku membuka kamar anak laki laki ku,
“Takeru, bangun, sudah pagi, katanya kamu ada kegiatan pagi ini....” Teriak ku sambil menggoyangkan tubuhnya.
“Uhm....iya pa, aku bangun, nanti aku ke bawah.....” Jawab Takeru.
Aku kembali keluar dari kamar anak ku dan berjalan ke kamar sebelah nya, yaitu kamar anak ku yang perempuan. Aku melihat tidurnya berantakan dan seenak nya, aku menggelengkan kepala sambil mengangkat pakaian nya dan menaruhnya di meja.
“Hina chan....bangun...kamu kan mau pergi ke luar kota hari ini, kalau masih tidur gimana coba.” Ujar ku.
“Eh...sudah jam berapa pah....aaaaa...baru juga jam segini pah....sebentar lagi.....” Ujar Hinako sambil kembali merebahkan dirinya dan berbalik memunggungi ku.
Aku keluar dari kamar ku sambil menggelengkan kepala ku karena melihat tingkah kedua anak ku, tiba tiba, “Cklek.” Seorang wanita cantik yang baru bangun keluar dari kamar.
“Sayang.....anak anak sudah bangun ?” Tanya Hikari.
“Belum, susah di bangunkan nya.....” Jawab ku.
“Huh....serahkan pada ku.....” Balas Hikari.
“Ya sudah aku tunggu di bawah ya.....”
Aku langsung menuruni tangga dan turun ke bawah dan duduk di meja sambil menunggu mereka dan melihat smartphone ku. Aku mendengar sedikit suara berisik sampai jadi berisik sekali di atas. “Duk duk duk.” Dua orang berlari turun ke bawah,
“Pagi pah....” Ujar Takeru sambil langsung duduk di kursinya dengan pakaian sudah siap pergi.
“Pagi pah....” Ujar Hinako yang juga langsung duduk di kursinya dengan pakaian sudah siap pergi.
“Ya, cepat makan nanti terlambat....” Ujar ku.
“Iya cepat...jangan bikin mama marah....” Tambah Hikari yang baru turun.
"Oh ya mah, kalau ketemu Sayaka obasan mintain tanda tangan ya, buat Rinne senpai pacar ku hehe." Ujar Takeru.
"Huh dasar, iya kalau ketemu, dia kan sibuk..... " Jawab Hikari berjalan ke arah ku.
Aku melihat Takeru dan Hinako makan dengan lahap, hati ku senang mereka suka masakan ku. Hikari duduk di sebelah ku dan langsung mengambil smartphone ku.
“Kamu juga cepat sayang, nanti Touka chan keburu datang, rame lagi....”
“Oh hari ini ya....”
“Kamu gimana sih, masak lupa....”
“Iya iya ingat....makasih sayang...” Balas ku.
Aku juga langsung makan dengan cepat dan kemudian aku mulai naik ke atas untuk berganti pakaian karena aku juga harus pergi. Setelah itu aku turun kembali,
“Pah aku pergi ya......” Teriak Takeru sambil memanggul tas nya.
“Iya hati hati....”
Tiba tiba Hinako mendekati ku, dia langsung sok imut memeluk ku dan memandang wajah ku dengan mata mengharapkan sesuatu.
“Pah, hari ini kan aku keluar kota, kalau tidak keburu pulang boleh nginap di rumah Haru chan ga ?” Tanya nya.
“Bener di rumah Haru chan ga ?” Tanya ku.
“Iya bener, nanti aku sampai di rumah Haru chan aku video call.” Jawab Hinako.
__ADS_1
“Ya sudah, hati hati ya.....”
“Aku pergi ya pah...bye bye....” Teriak Hinako sambil berlari keluar rumah.
Hikari mendekati ku dan aku langsung merangkul nya, kita berdua memandangi Takeru dan Hinako yang pergi.
“Mereka sudah besar ya....” Ujar Hikari.
“Iya, senang melihatnya.....kamu hari ini mau kemana ?” Tanya ku.
“Aku mau ke butik mengurus pembukuan sama Keiko nee san, nanti Gen mengawal kita....eh..kamu kok pakai baju ini ? nanti Touka chan marah marah.....” Ujar Hikari sambil melihat pakaian ku.
“Loh memang kenapa ? aku suka kok pakai jas putih ini....” Balas ku.
“Haaah...warna kita kan bukan putih.....”
“Sudahlah tidak usah di pikirkan....”
“Braaaak.” Tiba tiba pintu rumah ku di buka kencang, seorang wanita yang mengenakan blazer hitam dan memakai kacamata yang tampak sebagai wanita kantoran masuk ke dalam bersama seorang pria yang memakai jas hitam.
“Onii chan sudah siap....lah...kan aku sudah bilang jangan pakai baju itu....gimana sih....sudahlah ayo...lagian ngapain sih masih pakai celemek begitu.....” Teriak Touka.
“Hahaha aniki tidak berubah....” Ujar Makoto di sebelah nya sambil menertawai ku.
“Hah kamu juga sama kalau aku ga marah marah.....” Teriak Touka.
“Hehe maaf sayang....ayo aniki, kita nanti terlambat, Ryota aniki dan Shindo aniki sudah langsung di sana....” Ujar Makoto.
“Ok ok....aku ganti baju...sebentar...” Ujar ku.
Tapi tangan ku langsung di tarik oleh Touka yang membawa ku keluar, kemdian dia menoleh.
“Hikari onee chan aku jalan dulu, tolong nasihati onii chan dong, aku repot nih...aku pergi ya....” Teriak Touka sambil menunduk kepada Hikari.
****
Di mobil limo ku, aku di suruh ganti baju oleh Touka, baju yang akan ku kenakan ini adalah pakaian tradisional jepang yang pernah di pakai para penguasa jaman dulu bernama haori.
“Lain kali jangan gini ya onii chan...malu kalau sampai kelihatan orang lain...” Ujar Touka.
“Iya iya....istrimu bawel ya Makoto hehe.” Ledek ku.
“Haha tapi aku sayang sama dia aniki...” Balas Makoto.
“Dasar...jangan menggoda ku...huh...” Balas Touka sambil tersenyum tapi memalingkan wajah nya.
Setelah selesai berpakaian aku hanya melihat keluar jendela melihat kota yang sudah berubah banyak dan sudah semakin canggih. Akhirnya aku sampai di sebuah bangunan mirip dengan stadion yang cukup besar, mobil ku masuk melalui jalan depan, banyak sekali mobil yang terparkir di lapangan parkir. Setelah sampai aku turun dari mobil, para wartawan mengambil foto ku ketika aku sedang berjalan masuk ke dalam gedung. Begitu sampai dalam, semua orang ramai yang berbaris memenuhi ruangan yang sangat luas dengan pakaian serba hitam, mengiringi aku berjalan di karpet menuju podium yang berada di depan, Touka dan Makoto berjalan di belakang ku. Aku melangkah naik dan langsung duduk di kursi kosong besar di tengah.
“Salam semuanya, ketua group sudah datang.....pertemuan akbar Yashiro group segera dimulai.” Teriak Makoto di podium.
“Ozzzu....Salam ketua.” Teriak semua hadirin yang memenuhi stadion.
Benar benar seperti lautan manusia terhampar di hadapan ku, aku tersenyum melihat nya karena semua anak buah ku, aku menoleh, melihat Ryota aniki dan Shindo kun di sebelah ku, Manabu san yang sudah tua duduk di kursi roda di sebelah Ryota aniki, Youko nee san yang berdiri di belakang Shindo kun, Haruka chan yang duduk di kursi roda di sebelah nya dan Ayame yang duduk di kursi roda juga di sebelah Haruka dan Naoto di belakang nya. Kita semua sudah tua hahaha. Aku berdiri dan mengangkat tangan ku,
"Uoooooohhh....ketua..... " Teriak semua hadirin sampai menggema memenuhi ruangan.
Ryota dan Shindo juga berdiri mendampingi ku di depan dan mengangkat tangan mereka bersama ku, Manabu, Haruka, Ayame dan Naoto bertepuk tangan di belakang. Suasana menjadi meriah.
"Pertemuan akbar Yashiro group ke 30....resmi di buka." Teriak ku di atas podium.
Ya, namaku Yashiro Masamune, umur 40 tahun, aku bapak rumah tangga, aku suami untuk istriku Hikari, aku ayah untuk anak anak ku, Takeru dan Hinako. Aku pendiri sekaligus ketua Yashiro group yang bisnis nya menguasai hampir seluruh kepulauan jepang dan aku adalah seorang Ninja oh salah pemimpin seluruh clan Ninja di jepang hehe.
FIN ?
__ADS_1
Belum, Ayame ada di podium bersama ku kan, kenapa bisa begitu ? begini ceritanya, semua terjadi ketika Ayame terbangun dari koma nya selama 3 tahun setelah dia tertembak.
****
[POV] Ayame.
“Ugh...aku...di rumah sakit ?”
Aku membuka mataku, aku melihat aku berada di ruangan penuh alat alat yang aku sendiri tidak tahu alat apa itu semua.
“Yo, sudah bangun Ayame ?” Tanya seorang pria di sebelah ku.
Aku menoleh dengan perlahan, aku melihat orang yang benar benar ingin ku peluk ada di sebelah ku. Dia melihat ku sambil tersenyum dan di sebelahnya, oh Hikari chan ? dan dua anak itu anak mereka ? kok mereka sudah besar ? bukankah mereka baru lahir dan aku dengar Hikari chan meninggal. Apa yang terjadi, kenapa ini, kok aku tidak bisa bicara. Oh aku tidak bisa bergerak, kenapa ini, kenapa ini, onii chan, aku takut onii chan.
“Gimana perasaan mu Ayame chan ?” Tanya Masa kun atau onii chan ku yang paling ku sayang sambil memegang keningku dan tersenyum hangat.
Aku tidak bisa menjawab nya, tapi dia melihat ku penuh kasih, penuh senyum, apa ini, bukankah dia benci pada ku atas apa yang sudah aku perbuat, atau atas apa yang sudah kulakukan di masa lalu walau dia tidak tahu. Aku menyesal, kenapa semua jadi begini, tujuan ku mau mengulang hidup hanya satu, yaitu minta maaf padanya, tapi aku malah menyiksa nya lagi. Aku ini kenapa, aku merasa aku ini bodoh sekali. Tanpa sadar air mata ku mengalir deras, wajah onii chan tidak terlihat lagi, air mataku menutupi pandangan ku tanpa aku bisa menghapus nya, tapi sesuatu yang di luar dugaan ku terjadi, aku tidak menyangka dia menghapus air mataku dengan sapu tangan nya, terima kasih onii chan. Oh, Naoto kun, suami ku juga ada di situ, maaf Naoto kun, alasan ku mau menjadi istrimu, karena kamu mirip dengan onii chan di kehidupan ku yang lalu, kehidupan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan sekarang.
“Ayame chan....dengarkan aku....” Ujar Masa onii chan.
Aku menoleh perlahan melihat wajah nya, kemudian dia membuat ku duduk dan menopang punggung ku dengan lengan nya yang besar.
“Operasi mu sudah berhasil, sekarang kamu bisa bergerak lagi tapi mungkin kaki mu akan lumpuh dan tidak bisa berjalan seperti biasanya...”
“Aa...aa...aa.” Suaraku tidak keluar dari mulutku.
Eh Hikari chan berbisik sesuatu pada Masa kun. Mereka bicara apa ? loh loh, kenapa tiba tiba onii chan memeluk ku, apa ini, aku mau membalas pelukan nya, tapi tidak bisa, apa ini.
“Aku jelaskan semuanya Ayame chan.....”
Onii chan langsung menjelaskan pada ku semuanya, dari aku tertembak, di diagnosa lumpuh seumur hidup sampai akhirnya aku koma dan baru bangun setelah 3 tahun habis di operasi. Onii chan juga bilang kalau orang yang menembakku Suzuki sudah mati sekarang, rupanya dia melarikan diri, tertangkap dan di deportasi dari amerika, begitu mendarat dia langsung pergi ke kyoto dan ke rumah sakit karena mendengar istri onii chan sedang melahirkan, yang memberitahu info kepada Suzuki sudah di bereskan juga oleh onii chan. Aku kaget, aku tidur selama ini, pantas onii chan sedikit berubah dan Hikari chan juga terlihat lebih dewasa, kedua anak mereka sudah 3 tahun. Apa saja yang sudah ku lewatkan selama ini ?
“Ayo Takeru, Hinako, beri salam sama Ayame obasan...”
Hehe dasar onii chan, nama anak nya pun sama dengan kehidupan lalu, aku mau mengangkat tangan ku, tapi tangan ku tidak bisa bergerak, kemudian onii chan mengangkat tangan ku dan aku bersalaman dengan kedua anak mereka. Setelah onii chan menaruh tangan ku di ranjang, tiba tiba dia berdiri dan mendekatkan wajah nya ke telinga ku,
“Terima kasih ya Ayame, kalau kamu tidak menjemput ku di tk waktu itu bersama jiisan, aku tidak akan menjadi seperti sekarang dan akan mengulang hidup seperti kehidupan yang lalu, kehidupan yang sia sia....jadi sekarang, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mu.” Bisik nya di telinga ku.
Apa ? apa yang ku dengar barusan ? apa tidak salah dengar ? dia juga mengulang hidup ? Aku melihat onii chan dan Hikari saling melihat, mereka tersenyum dan saling mengangguk, kemudian mereka bicara kepada Naoto, tiba tiba Naoto langsung keluar ruangan mengajak kedua anak mereka, kemudian onii chan menutup pintunya. Hikari chan duduk di sebelah kanan ku dan onii chan di sebelah kiri ku, ada apa ini.
“Ayame, kamu kenal aku tidak ?” Tanya Hikari.
Jelas aku kenal, dia Hikari chan, tapi setelah itu dia bertanya sesuatu yang membuat kepalaku rasanya mau ku banting ke dinding.
“Kamu kenal Misaki, mungkin lebih tepatnya Kujou Misaki ?”
Aku benar benar tidak bisa bicara, benar di kehidupan masa lalu, wanita bernama Kujou Misaki selalu mengganggu dan menghalangi ku mendekati Masa kun, akhirnya aku membunuh nya. Hikari chan adalah Kujou Misaki ? Oh tidak, apa mereka berdua mau membunuh ku sekarang ? Jadi alasan mereka bersama dulu itu karena mereka sudah tahu identitas mereka masing masing yang mengulang hidup dan aku hampir memisahkan mereka lagi dengan ulah ku sekarang, maafkan aku, kalau aku tahu aku tidak akan melakukan nya, maafkan aku yang merasa cemburu dengan Hikari. (berpikir) Tapi aku sadar, perbuatan ku sudah keterlaluan, ini kesempatan bagus mengakhiri semua, aku sangat rela mereka bunuh kalau memang mereka menginginkan aku mati, tapi sebelum aku di bunuh paling tidak aku mau minta maaf untuk yang terakhir kalinya, kalau saja aku bisa bicara, aku harus bicara. Aku harus bisa bicaraaaaaaa.
“A...a...a...k...u....m.in...ta....ma....a.”
Hikari chan langsung memeluk ku dan Onii chan memeluk kita berdua, apa ini ? aku sama sekali tidak mengerti. Kenapa kalian memeluk ku, seharusnya kalian menembak ku kan.
“Aku sudah lama memaafkan kamu Ayame, Masa kun juga sudah memaafkan mu, kita bertiga bisa mengulang hidup seperti ini adalah berkat, jadi sudah ya, kita akhiri semuanya, kubur semua masa lalu kita bertiga, mulai sekarang kita harus bisa hidup bahagia bersama.” Ujar Hikari chan sambil memeluk ku dan menangis.
“Sesuai dugaan ku, kalau mendengar nama anak anak ku, kamu pasti bereaksi hahaha, memang aku sengaja menamai mereka sama dengan kehidupan yang dulu, tapi kali ini aku mau melihat mereka tumbuh besar sampai dewasa, bersama Misaki yang sekarang sudah menjadi Hikari dan Ayame adik ku yang kusayangi. Aku juga sama seperti Hikari, aku sudah memaafkan kamu. Jadi sekarang mau kan kamu hidup bersama kita berdiua ? menjadi satu keluarga yang bahagia sampai tua.” Tambah Onii chan sambil memeluk ku dan aku tahu dia juga menangis karena air matanya menetes membasahi pipi ku.
Di sini lah aku langsung bertekad mau hidup, aku harus hidup, aku mau hidup untuk bisa bersama keduanya, aku mau memeluk anak anak mereka, aku mau bahagia bersama mereka, hati ku lega sekali, beban yang selama ini ku simpan dan genggam sendirian akhirnya terangkat menghilang di udara, aku sudah di maafkan, aku harus pulih. Airmata ku sudah tidak bisa kutahan lagi, aku menangis sejadi jadi nya dan tanpa sadar mulutku mengeluarkan suara, terima kasih Onii chan, terima kasih Hikari chan, aku sayang kalian, aku pasti akan hidup bahagia bersama kalian. Aku janji. Aku akan berusaha.
“Aaaaaaaaa.....t..er...i....ma....ka...sih....o..nii...ch...an.....a..ku...mau.....”
Dan itulah yang terjadi ketika aku bangun dari koma, setelah itu, aku melakukan rehabilitasi besar besaran di dampingi suami tercintaku Naoto dan onii chan tersayang ku, Masa Onii chan. Nah sekarang, aku bisa berada di podium, namaku Yashiro Ayame (nama yang ku dapat ketika aku dan suami ku resmi menjadi keluarga Yashiro), usia ku 40 tahun, aku dan onii chan berkerja sama oh mungkin istilahnya bukan berkerja sama, tapi bergabung, semua milik ku dan onii chan sekarang menjadi satu, tergabung di dalam Yashiro group, aku juga setia dengan Naoto kun yang merupakan cerminan onii chan di masa lalu nya dan aku mencintai nya, jadi sekarang aku sudah bahagia. Baiklah, sudah boleh di akhiri onii chan hehe.
Sip, jadi sekarang benar benar sudah tamat, sampai jumpa di cerita selanjutnya. Terima kasih dan bye.
__ADS_1
True Fin