Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja

Second Life : My Past Is My Future That'S Why I Become A Ninja
Chapter 56


__ADS_3

Keiko nee san dan Hikari keluar menemui ku, mereka melihat dua orang pria asing yang sudah tergeletak.


“Masa kun....mereka ?” Tanya Keiko.


“Ya, pembunuh yang di kirim Lie fong, mereka mencari Shizuka.” Jawab ku.


“Oh tidak.....” Keiko menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.


Hikari mengajak Keiko masuk kembali dan mengangguk pada ku, aku mengerti maksudnya, tentu saja Keiko merasa sedikit bersalah dan dia juga sedih karena adik nya di incar, aku paham tenang saja. Tak lama kemudian Ryota aniki datang dan langsung bertanya pada ku ada apa. Aku menceritakan semua nya pada aniki dan mengambil handphone yang tadi di tunjukkan pria itu pada ku. Ternyata Ryota juga mengenali pakaian Shizuka yang di pakai waktu datang ke rumah nya. Berarti ada yang mengawasi kita semua di sekitar sini.


“Aniki, kita harus waspada beberapa hari ke depan.”


“Aku setuju.....saat ini kita tidak kemana mana, pindah tempat juga percuma, mereka pasti mengikuti kita.” Balas Ryota aniki.


Aku menelpon bawahan ku untuk menjaga komplek perumahan ku 24 jam dalam beberapa hari ini, kalau ada yang mencurigakan sedikit saja harus melapor, terutama kalau ada orang asing datang ke sini. Sekaligus aku minta tim pembersih lapangan ke rumah ku, anggap malam ini tidak terjadi apa apa. Karena kebetulan Shindo dan Haruka masih di rumah Ryota, aku minta kepada aniki supaya mereka jangan pulang dulu. Aniki mengerti, dia langsung masuk ke rumah ku untuk menjemput nee san pulang. Baru saja aku mau masuk, dua orang ninja bawahan ku muncul di belakang ku. Mereka membawa seorang ninja yang aku tidak kenal,


“Bos, dia mengamati rumah bos dan rumah bos Ryota dari sebrang.” Ujar bawahan ku.


Tapi begitu aku mendekati ninja itu, rupanya dia sudah menelan racun sendiri, aku tidak perlu berbuat apa apa, tapi aku penasaran lihat pakaian nya, dia bukan ninja kouga, aku bertanya pada anak buah nya, dia dari clan ninja mana, menurut anak buah ku, dia dari clan Okutagawa, musuh dari Kagenuma. Berarti dia adalah anak buah Shizuka, aku langsung meminta anak buah ku mengusut nya dan taruh mayat nya di sini, supaya di bersihkan sekalian oleh tim pembersih. Dua anak buah ku langsung meletakkan nya di antara dua pembunuh asing itu dan menghilang kembali. Setelah itu aku kembali masuk ke dalam untuk menemui Hikari, Ryota dan Keiko. Di dalam aku mendengar Ryota sedang menelpon Gen dan meminta seluruh geng di kyoto untuk waspada. Tiba tiba handphone ku juga berbunyi, Xin liang menelpon ku, dia sudah tiba kembali di jepang dan sekarang dia di tokyo, tapi dia di jemput seseorang yang mengaku kenal dengan ku. Aku minta Xin liang memberikan telepon nya pada orang itu,


“Halo....siapa kamu ?” Tanya ku.


“Halo Masa kun......”


“Naoto ? kamu sudah kembali ke tokyo ?” Tanya ku.


“Aku sudah kembali dari semalam, begitu dari tempat mu, aku langsung terbang kembali. Shizuka chan masih di kyoto.” Ujar Naoto.


“Lalu, mau apa kamu dengan Xin liang.” Balas ku.


“Aku di minta menjemput dia oleh Shizuka, besok aku akan kembali ke kyoto bersama dengan Xin liang.” Balas Naoto.


“Sebenarnya ada apa saudaraku....” Xin liang langsung mengambil alih telepon Naoto.


“Besok kalau kita bertemu aku ceritakan, tidak mungkin aku bercerita di telepon. Tapi hati hati saudaraku, jangan lengah.” Jawab ku.


“Aku mengerti...besok aku ke tempat mu.” Balas nya.


Setelah telepon di tutup, aku masuk kembali ke ruang tengah dan berkumpul bersama Hikari, Ryota dan Keiko. Aku melihat Hikari dan Ryota sedang menenangkan Keiko yang masih merasa bersalah. Aku juga maju menenangkan Keiko dengan mengatakan kalau kejadian ini bukan salah dirinya, Shizuka dan bahkan Ayame. Kalau ada yang harus di salahkan, aku memilih menyalahkan Lie fong, sudah pernah mengkhianati ku dan sekarang dia malah macam macam. Aku tidak mau masalah ini berlarut larut, besok aku akan bicara kepada Xin liang dan diam diam aku mengirim pesan kepada Manabu san, aku minta tolong padanya supaya dia meminta anak buah nya mengurus paspor ku. Apa rencana ku besok ku jelaskan padanya, yang penting sekarang bergerak dulu.


***


Keesokan harinya, siang hari aku bertemu dengan Xin liang, Naoto dan Manabu di gedung yang baru saja kubeli, walau masih dalam proses transaksi, aku pakai dulu sebentar untuk bertemu, aku meminta tolong Endou untuk membukakan kunci nya dan meminta dia menunggu di luar. Setelah semua berkumpul, aku menceritakan apa yang terjadi semalam dan aku memperlihatkan foto dua pendekar yang datang ke rumah ku kepada Xin liang.


“Hmm...benar, pakaian nya memang taiwan, tapi wajah nya hongkong....” Ujar Xin liang.

__ADS_1


“Berarti ini anak buah Lie fong ?” Tanya ku.


“Bukan bukan, ini anak buah bos besar yang bernama Wu shang.”


“Ah...dia yang waktu itu datang untuk melamar Ayame chan dan di tolak oleh Ayame chan...” Tambah Naoto.


“Ya, jelas dia yang mengirim anak buah nya ke sini...tujuannya untuk menakut nakuti di sini.” Balas Xin liang.


“Berarti sudah jelas ya, lalu apa hubungan dia dengan Lie fong ?” Tanya ku.


Xin liang menceritakan kalau Lei fong itu pedagang, bos besar itu adalah salah satu pemodal dan penadah barang barang dagangan nya. Dia juga bercerita kalau bos besar itu memang terkenal suka memperistri paksa seorang wanita, tidak perduli dia sudah punya keluarga atau tidak, kalau dia sudah mau, dia harus mendapatkan nya bagaimana pun caranya dan dia tidak akan berhenti. Astaga, Ayame, kamu masuk ke dalam masalah besar kalau gini, pikir ku. Tapi Xin liang juga bilang, kelompok nya juga mengincar dia, karena dia pernah meniduri paksa anak perempuan salah satu tetua kelompok nya, tapi karena dia licin dan tidak memiliki celah, mereka kesulitan menangkap nya apalagi dia memiliki hubungan baik dengan pemerintah.


“Begitu ya, repot juga, baru aku berpikir mau ke sana menyelesaikan baik baik, tapi kalau seperti ini rasanya sulit.”


“Kalau boleh saran saudaraku, kamu sebaiknya pindah sementara dari rumah mu, supaya dia tidak datang lagi.” Usul Xin liang.


“Yang di incar bukan aku, saudaraku. Melainkan istri dia...” Aku menunjuk Naoto di samping ku.


 “Oh begitu, pantas kemarin anda menjemput ku.” Ujar Xin liang menoleh kepada Naoto.


Barulah Naoto buka suara, dia menceritakan semua yang di alami sampai menjadi kusut seperti ini, lalu dia bilang kalau sebenarnya Ayame tidak mengetahui semua ini terjadi, karena dia dan Shizuka menangkis semua masalah yang di timbulkan Ayame dan masalah sekarang adalah masalah yang paling besar, itulah sebab nya dia berpisah dari Ayame dan menikahi Shizuka. Tapi awalnya semua ini adalah ide Shizuka karena seperti yang Shizuka sendiri sudah cerita kepada Keiko dan Hikari, dia sudah cape mengikuti Ayame, karena Ayame seperti terobsesi akan sesuatu dan menimbulkan banyak masalah.


“Jadi kalian berkorban demi Ayame ?” Tanya ku.


“Iya Masa kun, Shizuka tiba tiba mendekati ku dan bicara panjang lebar pada ku. Demi Ayame aku rela jadi kusut begini.” Ujar Naoto.


“Ajak aku menemui Ayame....sekarang juga kita berangkat.” Ujar ku.


“Tapi Masa kun.....”


“Tidak apa apa, Naoto san, ajak saja......aku dampingi.” Terdengar suara wanita masuk ke dalam ruangan sebelum Naoto selesai bicara.


Kita semua menoleh dan melihat Shizuka berjalan mendekati kita ber empat. Shizuka langsung mendekati Naoto dan menampar Naoto.


“Maaf Masa kun, dia terlalu banyak cerita.....” Ujar Shizuka.


“Lalu ? mau apa kamu ke sini ? kamu masih di incar kan ?” Tanya ku.


“Aku berniat menyelesaikan nya, dengan menjadi istri bos itu.” Jawab Shizuka.


“Ok selamat ya, kita pergi....ayo saudara ku, Manabu san....” Balas ku.


“Saudaraku.....” Teriak Xin liang.


“Bocchan.....” Teriak Manabu.

__ADS_1


Loh apa lagi, solusi terbaik memang itu kan, dengan Shizuka jadi istri bos besar itu maka keluarga ku aman, bisnis juga lancar, tidak perlu ada kekerasan lagi, win win. Aku tetap melangkah keluar dari gedung, Xin liang dan Manabu mengejar ku, aku tahu kok apa yang mau mereka katakan, biarkan saja dulu, kita lihat sampai di mana Shizuka bisa bertahan. Tapi ada yang tidak ku sangka, seseorang menarik tangan ku. Aku langsung menoleh dan melihat siapa yang berani menarik ku,


“Masa kun.....tolong....tolong Shizuka chan........aku yang memohon padamu...tolong.” Ternyata Naoto yang menarik tangan ku dan menyembah di depan ku dengan kepala yang menyentuh lantai.


Shizuka langsung berlari mendekati Naoto dan menendang nya, kemudian dia marah marah tidak jelas di depan kita semua. Hah yang seperti itu mau di tolong ? yang benar saja, pikir ku. Tapi Xin liang dan Manabu san melihat ku dengan pandangan aneh, apa ? apa aku salah, maaf saja ya, kalian tidak tahu derita apa yang sudah ku alami sampai menjadi seperti ini. Bukannya aku tidak menghargai Naoto, aku ingin memberi pelajaran pada anak kembar itu. Tapi karena pandangan mereka semakin aneh, aku berbalik dan berjalan mendekati Naoto yang sedang di pukuli oleh Shizuka.


“Hei....” Aku menangkap tangan Shizuka yang mau memukul Naoto.


“Jangan ikut campur Masa kun....” Teriak Shizuka.


“Ah tidak, tapi ini gedung ku, kalau kalian mau berbuat macam macam tolong keluar dari sini, jangan nodai gedung yang akan ku pakai nanti.” Balas ku.


Shizuka langsung diam dia berjalan pergi dan malah langsung keluar dari ruangan. Aku langsung jongkok di depan Naoto yang sedang duduk tak berdaya, ahh kesal aku melihat nya, dia cowo kan hadeh, tapi keberanian nya untuk membuat ku berbalik aku akui.


“Naoto kun, ajak aku menemui Ayame....” Ujar ku.


Aku menoleh dan melihat Xin liang juga Manabu tersenyum, iya lah, aku mana bisa tinggal diam, yang mau berkorban orang yang tidak bersalah sedangkan pembuat masalah nya masih berleha leha dan makin seenak nya. Aku menjulurkan tangan dan menarik tangan Naoto supaya dia bangkit berdiri.


“Baik Masa kun, aku bawa kamu menemui Ayame chan.”


“Baik, kita berangkat hari ini.....aku telepon keluarga ku sebentar.”


Aku keluar ruangan dan aku melihat Shizuka menunggu di depan pintu, dia belum pergi rupanya, wajahnya sudah mau menangis. Aku berjalan melewati nya dan turun ke bawah. Tiba tiba,


“Masa kun.....” Teriak Shizuka.


Aku menutup telepon ku yang memang belum di angkat dan mengetik pesan kepada Hikari memberitahu aku akan ke tokyo beberapa hari untuk menyelesaikan masalah dua anak kembar itu. Aku berbalik dan melihat Shizuka  di belakang ku sedang berdiri di atas. Karena dia tidak bicara, aku berbalik lagi dan berjalan turun. Tapi dia malah mengejar ku dan menarik tangan ku yang baru saja mau menelpon.


“Masa kun.....” Teriak nya lagi.


“Ada apa lagi ?” Tanya ku sambil melepaskan tangan ku yang di pegang oleh Shizuka.


Shizuka tidak berkata apa apa dan dia hanya diam mematung di depan ku sambil menunduk, memang sih, wajah nya yang cantik itu seperti orang yang sedang menahan menangis, marah dan apapun itu aku tidak mengerti, dengan kata lain wajah nya kusut. Tiba tiba handphone berbunyi dan aku melihat ternyata Hikari yang menelpon ku. Aku mengangkat nya dan berbicara dengan Hikari, dia mengerti pesan yang ku kirim dan mengatakan supaya aku hati hati. Aku menutup telepon dan berbalik lagi, mau apa lagi, Shizuka hanya mematung di depan ku tanpa bicara, aku kembali berjalan menuruni tangga,


“Maafkan aku........maafkan aku, Masa kun......maafkan Ayame chan dan aku, Masa kun.” Teriak Shizuka.


Oh jadi itu yang mau dia katakan, aku diam dan tidak meneruskan langkahku, tapi aku tidak berbalik karena wajah ku sedang tertawa dan tersenyum lebar hehe. Susah sekali menghentikan perasaan senang yang mengalir deras ini, musuh utama ku saat ini minta maaf hehehe, puaaaas banget. Walau sudah banyak banget hutang mereka pada ku, kata maaf saja belum cukup seharusnya atau paling tidak itu yang di ajarkan jisan dulu, tapi maaf saja aku bukan jisan. Kata kata itu saja sudah membuatku senang.


“Maaf ? untuk apa ?” Tanya ku.


“Semuanya....” Teriak nya.


“Lalu ?” Tanya ku.


“Tolong bantu kami, aku tidak tahu kenapa tapi beberapa bulan terakhir ini, semenjak kamu pergi, semua berantakan.” Ujar nya.

__ADS_1


Hah jelas saja, awal rusak nya kalian adalah kehamilan Hikari, sedangkan markas kalian di nara pasti di acak acak oleh Youko walau dia baru melaporkan nya pada ku minggu lalu dan di tambah sekarang di bantu Jinguji haha, Amagaoka hancur. Akhirnya, terucap juga kata kata itu, “Tolong.” Kata yang paling ku tunggu sejak dia datang ke rumah. Aku berbalik dan melihat Shizuka yang gemetaran menangis di belakang ku, semua make up nya luntur. Tahan Masamune, jangan tertawa, setengah mati aku menahan diri ku untuk tidak tertawa. Akhirnya aku mengajak Shizuka kembali naik ke atas dan masuk kembali di mana Naoto, Xin liang dan Manabu menunggu kembali, karena aku bilang hanya mau menelpon sebentar kan. Ketika aku masuk ke dalam, ketiganya kaget karena aku merangkul Shizuka yang menangis, ketiganya langsung menghampiri ku.


“Baiklah, ayo kita ke tokyo, jemput Ayame chan.....” Ujar ku.


__ADS_2