
Kayra duduk di kursi kebesarannya, menatap layar komputer didepannya dengan serius
Liburan sudah usai dan semua sudah kembali menjadi semula lagi.
TOK
TOK
"masuk" ucap Kayra dingin
" Nona, ada yang ingin saya sampaikan " ujar Sekertaris Kim
" ada apa?" tanya Kayra tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer
" Kerjasama dengan wakil kantor PT Abadi Jaya berhasil, Nona. Beliau meminta laporan untuk kerjasama nanti " Lapor Sekertaris Kim
Kayra tersenyum kecil
lagi, usahanya untuk membuat maju perusahaannya kembali berhasil
Kayra berjalan kearah sofa diruangannya dan duduk di sebuah sofa single
" duduk, Nona Kim " perintah Kayra
Sekertaris Kim duduk di sofa yang ada disamping sofa Kayra
Kayra menatap lurus Sekertaris Kim membuat wanita tersebut sedikit gugup dan..takut
" ada yang ingin anda bicarakan, Nona? " tanya Sekertaris sopan, mau bagaimana lagi Kayra masihlah nona bossnya
" Nona Kim, apa kau berpacaran dengan Kakaknya Kaizo?" selidik Kayra
Sekretaris Kim tersentak, siapa kakaknya Kaizo? Apakah dia mengenalnya?
" maksud anda.."
" Keano Cakra Buwana, benar bukan?" tanya Kayra dengan alis yang naik
Sekertaris Kim menegang
" Nona, saya..maksud saya.."
" tidak apa-apa Nona Kim, aku tidak melarangnya itukan hak anda..hanya bilang, semoga langgeng sampai menikah " ucap Kayra dengan gembira dan senyum
" Anda tidak melarang? " tanya Sekertaris Kim
" aku tidak melarang? Kenapa harus melarang? Itu hak semua orang, yang mau mempunyai suatu hubungan. Apa hubungannya denganku? Pesanku, aku harap Nona Kim bisa membagi waktu antara pribadi dan pekerjaan " tutur Kayra
Sekertaris Kim mengangguk cepat dengan gembira, senyumannya merekah
Memang setelah kejadian di kamar villa itu, Keano dan Kim memutuskan untuk memulai hubungan
dan hubungan ini ternyata sangat rahasia, tidak banyak orang yang tau. Karena memang itu adalah keinginan Sekertaris Kim sendiri yang tidak ingin orang-orang tau tentang hubungan mereka berdua, dan Keano pun menyetujui karena dia juga tidak ingin gadisnya akan dilukai oleh orang-orang yang membencinya karena dekat dengannya
" siapkan berkas untuk laporan, besok aku mulai masuk sekolah lagi " perintah Kayra
" Baik Nona!" sahut Sekertaris Kim
...πΌπΌπΌπΌπΌ...
TIN
TIN
Kayra yang sedang sarapan terkejut mendengar suara klakson didepan rumahnya..Semua kakaknya sudah berangkat dan dia akan berangkat bersama Aditya dan Bintang pagi ini
__ADS_1
Aditya dan Bintang memang tinggal di mansion utama saat ini, walaupun sebenarnya Aditya ragu karena sekarang dia sudah memiliki Bintang sebagai istrinya, ia takut Bintang tidak nyaman nantinya
Tapi Mami Zara terus memaksa dan akhirnya ia menerima, karena istrinya juga mengizinkan dan terlihat Bintang merasa nyaman bahkan Mami Zara dan sekeluarga sangat menyayangi dan memperlakukan Bintang seperti anak sendiri
Mami Zara berjalan kearah pintu utama melihat siapa yang bertamu pagi-pagi ini
" eh! Ada Nak Kaizo.." sapa Mami Zara
Kayra tersedak minumannya karena mendengar ucapan Maminya dan melihat kearah pintu utama dan benar disana ada Kaizo yang sedang menyalimi Mami Zara
' buat apa dia kesini, sih! ' batin Kayra kesal
" Kayra! Kamu sudah sarapannya, sayang?" tanya Mami Zara dari luar
" Ya, Mam!" sahut Kayra
Kayra lalu berjalan kearah Papi Arka dan menyalimi tangan pria tersebut
" lho, nggak jadi bareng Abangmu?" tanya Papi Arka
" kayaknya nggak deh Pi, didepan ada Kak Kaizo.."
jawab Kayra ragu
" mungkin dia mau jemput dan antar kamu ke sekolah?" tebak Bintang
" ya, maybe "
" aku berangkat dulu Kak, Abang, Papi.. Assalamualaikum.." pamit Kayra
" waalaikum salam " jawab ketiga orang yang ada dimeja makan
" Kayra, nanti kamu berangkat sama Kaizo aja ya?" pinta Mami Zara, Kayra yang sudah menebak hanya bisa mengangguk pasrah
'apa kubilang?'
" Kaizo juga Tan.."
" jangan panggil Tante, panggil Mami aja, okey!" perintah Mami Zara
Kayra seketika mendongak menatap Maminya dengan ekspresi terkejut
'mangsud?'
" tapi..Tan~"
" No tapi-tapi! panggil Mami, mulai sekarang!" mutlak Mami Zara
" yasudah, Kaizo berangkat dulu ya.Mami, assalamualaikum.." pamit Kaizo dengan suara yang gugup tak lupa menyalimi tangan teman Mamanya itu
Kayra sedari sudah panas dingin, antar malu dan kesal
" ayo naik! " suruh Kaizo setelah memberikan helm nya kepada Kayra
" iya, bentar.."
" pegangan! "
" udah " sahut Kayra, dirinya hanya memegang kedua pundak Kaizo
" pegangan..Kayra! "
" iya udah.." Kayra kesal lalu beralih memegang jaket Kaizo yang tidak dikancingkan saja
Kaizo yang lelah lalu mulai mengeras motornya tapi langsung direm mendadak yang membuat Kayra lalu terjengkang dan spontan memeluk pinggangnya
__ADS_1
Kayra yang sadar langsung melepaskan diri tapi ditahan oleh Kaizo
" jangan dilepas! " perintah Kaizo
" belum sah! Nggak boleh peluk-peluk! " kesal Kayra
" Lo lepas, Gue tinggal!" ancam Kaizo
Kayra dengan ogah-ogahan kembali memeluk pinggang Kaizo walaupun tak seerat tadi
" udah! " kesal Kayra
Dibalik helm full facenya, Kaizo tersenyum kecil. Ahh..seru juga menjahili kucing kecil nya ini,
padahal tadi dia melupakan sikapnya yang juga ogah-ogahan untuk menjemput Kayra
Yang benar saja! dia tidak akan ada disini jika bukan karena Mamanya
Flashback on π
" Kaizo, nanti kamu jemput Kayra ya.." ucap Mama Rere kepada putranya
Kaizo terkejut
" Kok aku sih Mam?! " protes Kaizo
Papanya dan Keano sudah lebih dulu berangkat karena ada meeting penting sekarang sisalah dirinya yang belum berangkat ke sekolah
" Papa kamu sempat kesal setelah kejadian hari pertama masuk kemarin, dia takut sama kerja gagal karena sikap kamu yang kemarin " ujar Mama Rere
" tapi itu karena dia yang kurang ajar sama Ira, Ma!" ucap Kaizo tidak mau tau
" iya Mama tau, tapi bahaya kalo marahnya berimbas ke Papa.."
" Papa selalu pikirin pekerjaan, nggak pernah pikirin kesenangan aku! " kesal Kaizo
" bukan Papa yang nggak pikirin Kaizo, tapi dia tau watak gimana pacar kamu itu sama Papa.." Mama Rere ikut kesal
" Mama nyalahin Ira?" tanya Kaizo terkejut
" Mama tidak menyalahkan siapapun sayang..sudah, anggap saja kamu jemput Kayra agar keluarganya nggak melihat kamu sebagai laki-laki yang kurang ajar.." Tutur Mama Rere
" Apa perjodohan ini akan terus berlanjut sampai ke pernikahan, Mam?" tanya Kaizo lesu
" maafin Mama, Kaizo..tapi Mama juga masih cari cara, supaya kamu bisa bebas tanpa mengorbankan kerjasama Papa kamu "
Kaizo hanya mengangguk lesu
" Kaizo berangkat dulu, Ma.. assalamualaikum.."
" waalaikum salam, hari hati sayang.." sahut Mama Rere
Kaizo berjalan kearah motornya setelah menyalimi tangan Mamanya dan mencium kedua pipi Mamanya
Flashback off π
.
.
.
JanLup like dan komennya ya, Yeorobun!!
Bye Bye
__ADS_1
ππ
TBC..