
"kamu sudah ada calon yang mau dikenalkan dengan Mami, Nathan?" Tanya Mami Zara saat ini semua keluarga Dewantara sedang berkumpul di ruang keluarga, pun dengan keluarga kecil Arfaz yang sedang menginap dirumah
Nathan menegang. Benar. Dia sedikit frustasi tentang masalahnya dengan adiknya sampai-sampai melupakan perjanjiannya dengan Mami Zara
"Perjanjian apa Mi?" Tanya Keyli yang sedang menyuapi anaknya makan
"Nathan akan Mami jodohkan, tapi dia nggak mau karena sudah ada yang disuka katanya, Mami bilang bawa dia kesini biar Mami lihat perempuan itu, tapi sampai sekarang nggak pernah diajak ke rumah tuh" ucap Mami Zara
"Nathan lupa Mi..besok mungkin Nathan bawa kerumah" ucap Nathan
"Ya, jangan lupa! Besok terakhir soalnya" ucap Mami Zara
Nathan meminta izin untuk kembali ke kamarnya dengan alasan ada pr yang belum dikerjakan
"Aku nggak tau kalo Mami akan menjodohkan Nathan" celetuk Al, Al memang memanggil Nathan hanya dengan nama karena itu juga permintaan Papi Arka, Al dan Nathan hanya berbeda bulan kelahiran, menurutnya Abang atau Kakak hanyalah formalitas yang tidak terlalu penting untuk penyebutan, jika usianya memang dekat yang sudah dianggap seumur
"Jadi itu yang buat Mami marah sama Nathan?" Aditya
Mami Zara menggeleng
"Tidak. Ada atau tidak adanya calon dari Nathan itu bukan masalah Mami, walaupun nantinya dia tidak menemukan perempuan, Mami juga masih melihat apakah Nathan mau dengan cewek itu apa nggak, gitu! Yang buat Mami marah itu sikapnya NATHAN sama Kayra" ucap Mami Zara
Keyli dan adik-adiknya mengangguk
"Mami hebat!" Seru anak-anak Papi Arka
Keesokan harinya 🌴
Nathan duduk di Cafe dengan seorang perempuan
"Ada apa Nathan?" Tanya Abel, yang saat ini sedang duduk bersama Nathan di sebuah cafe
"Gue mau..mau.." Nathan gugup
"Mau apa Nathan?" Tanya Abel tidak sabaran
"Gue mau dijodohin" ujar Nathan menatap kedua bola mata Abel
Abel terdiam 'jadi benar ya?' Batin Abel
"Tapi Mami bisa batalin perjodohannya kalo Gue bawa cewek buat ditemuin ke Mami!" Seru Nathan
"Terus?"
"Gue mau bawa ke Lo, ke Mami!" Nathan to the point
__ADS_1
Abel yang sedang meminum es coklatnya terkejut sampai tersedak
"Uhuk! Uhuk! Nathan! Serius!" Pekik Abel, mukanya memerah karena terbatuk
Nathan mengambil satu tangan Abel dan digenggam kuat
"Mau ya? Ke Mami? Asal kamu tau, aku udah lama suka sama kamu, tapi nggak berani confes.." seru Nathan lirih
"Cemen!" Bukan Abel yang mengatakan tapi seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Nathan dan Abel sembari menunjukkan senyum mengejeknya
"Kayra?" Ucap Abel tanpa sadar
Nathan melepas genggamannya dan menatap bingung Kayra
"Kamu ngapain disini, Kia?" Tanya Nathan bingung
"Lho kamu ngapain disini, Nathan?" Tanya Mami Zara yang tiba-tiba datang juga
"Mami? Mami ngapain disini?" Tanya Nathan kembali bingung
"Mami sama Papi ada perlu ketemu sama temen Papi, katanya mau bicarain tentang perjodohan kamu, tadinya mau ajak kamu biar ketemu eh udah disini yaudah sekalian aja ya..." ujar Mami Zara tanpa memperhatikan keberadaan Abel yang sudah mendengar sejak tadi
Abel yang mendengar menunduk, matanya memanas
"Abel tunggu!" Pekik Nathan
Nathan ingin mengejar tapi ditahan oleh Mami Zara
"Nathan, mau kemana?! Ini udah mau dateng orangnya" ucap Mami Zara
Nathan masih memberontak, matanya melihat Abel yang mulai meninggalkan cafe
Abel berjalan cepat menghiraukan panggilan Nathan, tapi tiba-tiba dirinya menabrak sesuatu yang keras
"Maaf saya nggak sengaja..Papa?!" Pekik Abel terkejut saat melihat yang ia tabrak ternyata Papanya sendiri
"Kamu ngapain disini, sayang?" Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda
Abel melihat wanita itu bingung "Mama?" gumam Abel
"Kamu ngapain disini? Ini Papa sama Mama ada mau ketemu sama seseorang, tadi Mama cari kamu karena mau ngajak tapi ternyata udah disini. Ikut Mama yuk?" Ajak Mama Abel, Mama Renata
"Iya, kamu ada mau Papa kenalkan dengan seseorang" ujar Papa Kevin, Papa Abel
"Eh? Euumm..tapi Abel masih ada urusan, Mama" Tolak Abel
__ADS_1
"Batalin dulu, ini penting!" Paksa Mama Renata
Mama Renata menarik tangan Abel untuk kembali memasuki cafe
"Jeng Zara!" Pekik Mama Renata saat melihat Mami Zara sedang duduk di sebuah kursi bersama suami dana anaknya
Mami Zara menoleh dan tersenyum melihat Mama Renata yang berkalan menghampirinya
"Maaf..nunggu lama ya?" Tanya Mama Renata sembari bercipika cipiki kepada Mami Zara
"Nggak papa, ini juga baru dateng kok.." sahut Mami Zara dirinya menatap Papa Kecil dan mengangguk
Papi Arka menjabat tangan Papa Kevin sembari menanyakan kabar masing-masing
Mami Zara menengok kebelakang Mama Reta, penasaran denga gadis yang dibawa oleh temannya ini
"Lho, jadi kamu ternyata anaknya Renata?!" Pekik Mamai Zara terkejut
Abel dengan canggung mengangguk
"Sebentar, saya kayaknya pernah lihat kamu deh, kau cewek yang sama Nathan tadi kan ya?!" Tanya Mami Zara antusias
Nathan yang sedari tadi mencoba acuh mulai penasaran dengan gadis yang dimaksud oleh Maminya itu
Niat hati hanya ingin mengintip, tapi malah terkejut dengan keberadaan sang gadis yang disuka
"Abel?!" Pekik Nathan terkejut
Abel sama terkejutnya dengan Nathan, apa maksudnya ini?!
"Mama, ini maksudnya apa?" Tanya Abel penasaran tingkat dewa
"Oh iya, Mama sama Papa belum kasih tau kamu ya?" Tanya Mama Renata
"Eh..kita sambil duduk aja yuk, ngobrolnya..nggak enak kok berdiri gini sih" interupsi Mami Zara
Abel dan orangtuanya lantas duduk berhadapan dengan keluarga Nathan
"Jadi gini, sayang..Tante sama Mama kamu berencana untuk menjodohkan anak Tante dengan Mama kamu, kebetulan Tante punya anak cowok yang masih bujang..ini!" Ucap Mami Zara menunjuk Nathan yang masih terdiam
Abel terkejut "a-apa? dijodohkan?" tanya Abel memastikan
"Iya...tapi Tante nggak tau kalo ternyata kamu kenal ya sama anak-anak Tante, dan kalian ternyata berteman" seru Mami Zara
"Mama.."
__ADS_1