
" Aku pergi dulu.." Pamit Bintang setelah terdiam
Aditya yang mendengar segera mendongak dan terkejut melihat Bintang yang sudah beranjak meninggalkannya
Aditya lalu berlari dan mengejar Bintang sampai dia berhasil memeluk tubuh Bintang dari belakang
Aditya memeluk Bintang dengan erat. Terlihat Bintang berusaha memberontak agar terlepas dari pelukan Aditya
cukup lama Bintang memberontak sampai akhirnya dia lelah dan memilih berdiam sembari terisak kecil
" Tolong, jangan pergi lagi, Bii..aku nggak mau kehilangan kamu buat yang kedua kalinya!" gumam Aditya lirih
Aditya membalikkan tubuh Bintang, menghapus jejak air mata yang masih setia menetes dengan ibu jarinya, setelah itu langsung memeluk erat Bintang dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Bintang
Bintang hanya terdiam. Tapi tak lama kemudian, dia merasa jika area leher dan bahunya sedikit basah
Bintang terkejut lalu menangkap kedua pipi Aditya agar bisa melihat wajah pria tersebut
Aditya menolak saat Bintang memegang kedua pipinya dan berusaha melepaskannya dari pelukan
tak ada yang bisa dilakukan Bintang karena tenaganya juga sudah menipis karena kebanyakan menangis
yang hanya bisa Bintang lakukan adalah membalas Pelukan Aditya sembari mengusap-usap lembut punggung lebar tersebut
Aditya, semakin mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dalam ceruk leher Bintang. Bahkan karena terlalu nyaman, Aditya sampai tidak sadar jika dirinya sejak tadi terus mengecupi leher dan bahu Bintang, Bahkan tanpa sadar Aditya menggigit kecil leher Bintang sampai sedikit membekas merah
hal tersebut membuat Bintang merasa geli dan sedikit sakit sampai membuatnya meringis kecil. Bintang lalu melepaskan pelukannya dengan Aditya dengan paksa dan menatap tajam Aditya yang sedang menyengir tidak jelas sembari menatap lekat leher Bintang yang tadi dia tandai
Bintang mengikuti arah pandang Aditya dan terkejut saat melihat ada satu tanda kissmark di lehernya
" Ihhh..Dityaaa!! kenapa dibikin tanda?! nanti banyak orang yang curiga terus mikir macem-macem!" kesal Bintang yang semakin membuat Aditya menjadi sangat gemas kepada gadis didepannya ini
__ADS_1
Aditya memegang kedua bahu Bintang yang sibuk menggosok-gosok bekas Kissmark dari Aditya tadi
Aditya menatap lekat Bintang membuat Bintang salah tingkah dan menatap balik Aditya dengan tatapan polos
" don't remove the sign!" peringat Aditya
( jangan hapus tanda itu! )
" Why?" tanya Bintang
"You are mine now!" ucap Aditya tegas
( kamu milikku sekarang! )
Bintang mengernyit lalu menggeleng keras
membuat Aditya geram
" Kamu mau apa sama aku, Aditya? aku nggak mau dikasih harapan palsu. Kalo kamu cuma mau main-main, maaf aku nggak tertarik" sahut Bintang lesu
Aditya mengusap wajahnya kasar lalu men cium ganas bibir Bintang
Bintang terkejut bukan main karena ini kedua kalinya dia dicium dengan ganas
Aditya melepaskan ciumannya lalu menatap serius Bintang
" Tunggu aku besok! aku akan datang untuk melamarmu!" ucap Aditya seduktif lalu pergi meninggalkan Bintang yang terbengong
Aditya sengaja tidak menawarkan gadis itu untuk diajak pulang karena ingin membuat Bintang kesal kepadanya dan dia akan memberikan kejutan untuknya besok
Bintang tersadar dan menatap kemana arah Aditya pergi tadi. Bintang tidak menemukan siapapun karena memang hanya dia sendiri yang ada di rooftop ini
__ADS_1
" Ihhh!... dasar buaya! sudah kubilang semuanya hanyalah omong kosong! aku tidak akan pernah mempercayaimu lagi ADITYA!! " pekik Bintang yang kesal
...🚗🚗🚗🚗...
Mobil Aditya sampai di halaman sebuah rumah mewah
Aditya memberhentikan mobilnya tepat di depan teras rumah keluarganya dan dirinya. Setelah turun, Aditya memanggil seorang supir yang sedang berjaga untuk menyimpan mobilnya didalam garasi
Aditya masuk kedalam rumah dengan perasaan bahagia berharap akan disambut dengan gembira oleh keluarganya
" Assalamualaikum..Aditya, pulang.." ucap Aditya saat dirinya membuka pintu rumahnya
bukannya salam indah yang mungkin saja keluar dari mulut keluarganya tapi sebuah bantal sofa mendarat mulus di wajahnya dan terjawab sebuah salam ketus dari seseorang
Aditya terdiam sejenak Samapi dirinya sadar lalu mencari siapa yang berani-beraninya melempar bantal kearahnya
" Siapa yang berani lempar ban_" ucapan Aditya terpotong lantaran Kayra menyelanya
" Aku yang lempar! kenapa?! pantes Abang dapet itu tau nggak!" pekik Kayra sembari berdiri dan bersiap melempar satu bantal lagi kearah Aditya dengan wajah memerah Karen marah
" Ada apaan sih?! lempar-lempar sembarangan!" kesal Aditya seolah tidak tau masalahnya
Kayra ingin sekali mencakar wajah yang sok tidak mengerti itu
" Abang duduk!" titah Papi Arka setelahnya
Aditya lalu duduk disofa yang ada diujung karena merasa ngeri karena Kayra menatapnya dengan horor
Kayra menatap Aditya dengan tatapan membunuh bahkan kedua tangannya saya ini sedang dicekal oleh Nathan dan Aurora karena melihat tatapan nya kepada Aditya seakan-akan ingin membunuh pria tersebut
" Abang buat apa tadi Dia apartemen? "
__ADS_1
DEG