
Aditya mulai mencium lembut bibir Bintang. Perlahan-lahan ciuman itu berubah menjadi ciuman yang kasar dan menuntut
Bintang menepuk dada Aditya dan Aditya yang paham lalu melepaskan pagutan bibir mereka
Aditya tersenyum gemas melihat Bintang dengan wajah yang memerah sedang mencari oksigen sampai terengah-engah itu
Aditya lalu memeluk tubuh Bintang dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Bintang
Bintang tersenyum. Ia mengelus lembut kepala Aditya dan sesekali meringis saat merasakan Aditya yang menghisap dan menggigit kecil lehernya sampai membekas
" Ihhh...jangan digigit.." rengek Bintang
Aditya terkekeh lalu kembali mencium Bintang
Setelah Pemanasan selama 10 menit lamanya. Aditya mulai bersiap ke permainan inti mereka
Aditya menatap lekat mata Bintang
"Boleh?" tanya Aditya ragu
Bintang tersenyum lalu mengelus lembut rahang Aditya seraya mengangguk kecil mengizinkan
Aditya tersenyum. Sekarang fokusnya beralih di bawah sana yang siap menyatu
Aditya mulai memasukkan dan mendorong miliknya masuk kedalam lubang Bintang
" emmhhh..ahhh" terdengar rintihan tertahan dari mulut Bintang
Aditya yang mendengar lalu mencium dan menge cup bibir Bintang untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan oleh gadis tersebut yang sebentar yang sebentar lagi akan menjadi wanita itu
Aditya terus mendorong miliknya untuk masuk dan..
Jleb
Milik Aditya masuk seluruhnya didalam lubangnya
Mata bintang berkaca-kaca merasakan perih dan hal baru yang baru pertama kali di rasakannya
Bintang tersenyum kecil kearah Aditya dan menatap lekat Aditya yang juga menatapnya khawatir
Aditya yang melihat senyum Bintang, bernafas lega dan ikut tersenyum
__ADS_1
" terimakasih, Sayang.." ujar Aditya sembari mencium seluruh permukaan wajah Bintang
Bintang hanya tersenyum kecil dan mengelus rahang kokoh Aditya
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Pagi harinya, tepatnya pukul 05.10, Bintang terbangun. Gadis itu-ralat, maksudnya wanita itu terbangun karena suara dering alarm dari ponsel diatas nakas yang ada disampingnya
Bintang terbangun lalu melihat jam yang ada di handphone milik Aditya. Bintang terbangun dan merasakan tubuhnya sedikit berat, saat menunduk, Bintang melihat Aditya yang tidur dengan kepala bertumpu di dadanya dan tangan yang memeluk pinggangnya posesif
Bintang tersenyum kecil lalu mengelus lembut rambut Aditya dan mengecup kening lelaki itu pelan
Bintang masih tidak menyangka bahwa, ia sudah menjadi istri dari seorang Aditya Januar Dewantara. Laki-laki yang sangat ia cintai
Bintang menggeser kepala serta tubuh Aditya kesamping, setelah selesai Bintang berniat beranjak untuk mandi tapi dia meringis merasakan perih dibagian intinya
Saat Bintang melihat kebawah, Bintang melihat miliknya masih menyatu dengan milik Aditya. Dia ingin melepasnya tapi malah berujung sakit dibagian intinya. Bintang lalu menatap tajam Aditya dengan bibir mengerucut lucu
tidur Aditya terusik saat mendengar sebuah isakan kecil. Aditya terbangun dan melihat Bintang yang menangis di dadanya dan sesekali memukul kecil dada Aditya
" Sayang..hey..What happened?!" tanya Aditya panik
Bintang mendongak dan Aditya rasanya ingin tertawa lantaran gemas melihat Wajah Bintang yang memerah karena menangis
" Aku mau mandi..huaaa.." Isak Bintang
Aditya terkekeh lalu menghapus air mata Bintang dan mengecup sekilas bibir Bintang
" lepasiinn.." rengek Bintang
Bukannya melepaskan,.Aditya malah sengaja menggerakkannya sedikit yang berujung membuat Bintang mendesah tak karuan
" ahh.ahh..Mass!" sungut Bintang
Akhirnya, satu ronde pun terjadi dengan Aditya yang memimpin permainan
Bintang keluar kamar mandi dengan Wajah tak bersahabat. Memang miliknya tadi sudah tak sesakit seperti sebelumnya karena dikamar mandi tadi dia sudah berendam di dalam bathtub jadi rasa sakitnya sedikit menghilang
Setelah menunaikan sholat subuh, Bintang memutuskan untuk kebawah saja daripada dikamar dia disuguhi oleh wajah tampan Aditya yang menurutnya menyebalkan. Walaupun awalnya Aditya menolak, tapi ujung-ujungnya dia memperbolehkan Bintang untuk keluar dari kamar, itupun tidak akan terjadi jika Bintang tidak mengancamnya tidak akan memberikan jatah selama sebulan
Bintang pergi ke dapur untuk memasak sarapan untuk dirinya dan sang suami. Walaupun sedang kesal, tapi Bintang tidak akan melupakan kewajibannya untuk membuatkan suami makanan
__ADS_1
Aroma sedap tercium di Indra penciuman Aditya. Dia awalnya bodoamat, tapi setelah mengingat aroma ini adalah masakan istrinya, Aditya buru-buru turun untuk pergi ke dapur
" Sayang!" pekik Aditya panik
" hm?"
" Kamu ngapain sih?!" sentak Aditya
" Masaklah" jawab Bintang ketus
Aditya melongo lalu merebut spatula yang dipegang oleh Bintang, dan langsung mendudukkan Bintang diatas kursi
" Kenapa?!" protes Bintang
" udah biar aku aja yang masak, aku tau kamu capek layanin aku semaleman, aku nggak mau buat kamu capek lagi " Aditya buru-buru mematikan kompornya setelah selesai memasak dan langsung memeluk erat tubuh Bintang membuat Bintang keheranan
" Ada apa?" tanya Bintang lembut
Aditya menggeleng " Maafin aku udah buat kamu sakit semalam" lirih Aditya
Bintang melongo setelah itu tersenyum lembut sembari mengelus-elus kepala Aditya lembut yang berada dilehernya
"udah ih, nggak papa..kan udah kewajiban aku.." ucap Bintang menenangkan
" Tapi..tapi..ini udah nggak sakit lagi kan?" tangan Aditya terulur menyentuh daerah intim Bintang yang ada dibawah sana
Bintang melotot setelah itu langsung menggeplak keras tangan Aditya yang seenaknya saja
" Tangan kamu kebiasaan deh! Main nyosor aja!" sentak Bintang
Aditya terkekeh melihat kemarahan istrinya lantaran kesal. Sungguh momen seperti ini, tidak pernah terbayangkan oleh Aditya. Menikah dengan orang yang dicintainya dan juga mencintainya
...πππππππ...
segitu dulu ya guys, cerita Malam pertamanya Aditya dan Bintang. Nggak bisa buat yang lebih hot lagi karena takut gagal revisi lagi π
jangan Lupa like, vote dan komen siapa lagi kiraΒ² yang bakal nyusul Aditya Bintang
Tetap tungguin kelanjutannya ya guys...
...Bye bye ππ...
__ADS_1
TBC....