
" Kalo kamu cuma nyelidikin, berarti masih ada waktu luang bebas kan? kenapa kamu nggak coba sekolah biasa? hitung-hitung mungkin kamu juga bisa menyelidiki sekolahan itu, barangkali ada penyusup yang masuk?" Mami Zara masih mencoba membujuk Kayra
'bener juga, nanti kalo aku sekolah mungkin aku bisa sekalian nyelidikin sekolahnya, Kaki tangan itu pintar dia bisa menyadap berbagai internet, bahaya kalo nggak segera diselesaikan, lagipula aku juga akan punya waktu luang lebih banyak kalo disini. Aku juga perlu merefresh otakku yang sudah rada-rada menurun kepintarannya. Oke jadi nanti aku akan sekolah' Kayra sedang berperang dengan batinnya
" gimana Kayra?" tanya Mami zara lagi
" oke Kayra mau sekolah, lagipula Mami bener penjahat itu sedang merencanakan suatu rencana, jadi aku mau sekolah bareng Abang sama Kakak. Tapi soal penyelidikan ini cuma kita aja yang tau, jadi kayra minta kalian juga bisa tutup mulut ya?" pinta Kayra
" itu beres, Mami bakal cincang mulut-mulut orang yang berani CEPU " ujar Mami Zara
Ditempat lain..
khususnya dikamar Al dan Aurora
" sayang jangan ngambek dong" rengek Al saat ia kembali ke kamarnya
Al terus mengganggu istrinya yang ingin berganti pakaian dikamar mandi, tapi selalu gagal karena Al yang selalu menghalanginya
Flashback on 🍥🍥
Ceklek..
pintu kamar dibuka oleh Al pemandangan pertama yang ia lihat adalah Aurora yang baru keluar dari kamar mandi dan ingin mengambil pakaian
Aurora tidak tau jika Al datang ke kamarnya karena tadi sedang mandi. Ya Aurora sedang kedatangan tamu bulanan, dan siang pagi ini ia rasa kalo masa PMS-nya sudah selesai
setelah tau jika sudah selesai, Aurora segera masuk kekamar mandi untuk bersuci
sampai-sampai lupa membawa baju ganti kedalam
betapa terkejutnya Aurora melihat Al sudah kembali ke kamarnya, eh ralat kamar mereka berdua
Al menatap Aurora sampai lupa untuk berkedip. Al melihat Aurora dari atas sampai bawah
' rambut basah, mandi disiang bolong kayak gini, berarti...' senyum licik tiba-tiba muncul diwajah tampan Al
Al menutup pintu kamarnya tak lupa juga menguncinya, lalu berjalan menghampiri Aurora yang sedang menatapnya kaget dengan senyum smirk
__ADS_1
Aurora yang merasa ada tanda-tanda bahaya langsung ancang-ancang berlari kearah lemari bajunya
Al yang melihat Aurora ingin kabur langsung menarik tubuh Aurora, punggung mulus Aurora menabrak tepat dada Al. saat itu handuk yang dipakai Aurora hampir saja terlepas jika saja Aurora tidak menariknya kembali
" sayang..kamu udah nggak libur lagi?" tanya Al sembari mengendus-endus leher jenjang Aurora
" ahh...Ka-kak Al lepasin aku mau pake baju" berontak Aurora
" udah wangi" cetus Al tiba-tiba. Tangan Al yang memang tidak bisa dikondisikan sudah memegang ujung handuk yang dipakai Aurora ingin menariknya
Aurora yang merasa Al ingin menarik handuknya langsung mencekal pergelangan tangan Al
" kak Al! aku masih marah ya sama kamu! lepasin nggak?! aku mau ganti baju!" sentak Aurora
" marah kenapa sih?" bukannya takut Al malah semakin gencar menggoda Aurora
Aurora hanya diam menunggu sampai Al bosan dengan tatapan datar
Al membalikkan badan Aurora dan langsung menjatuhkan wajahnya keatas pundak Aurora
" aku minta maaf.." ujar Al lirih
" aku minta maaf sayang, aku nggak bermaksud bohongin kamu" terdengar isakan kecil dari Al
Aurora sudah tidak tahan dengan sikap gemas Al. Aurora memeluk tubuh Al dan mengelus puncak kepala Al
" kenapa sihh, suami aku ini?! kenapa hm?" tanya Aurora lembut
Al mengangkat kepalanya dan langsung mengecup bibir Aurora
" kamu udah nggak marah sama aku?" tanya Al
" nggak! dosa aku marah-marah sama suami, cuma sedikit kecewa aja dibohongin suami" sahut Aurora ketus sembari memainkan dada Al dengan jarinya
" maafin aku sayang" ujar Al lirih
Aurora menatap lembut suaminya tersebut "nggak papa aku udah maafin"
__ADS_1
wajah Al langsung sumringah, Al langsung mengangkat tubuh Aurora dan membaringkannya diatas ranjang
" ka-kamu mau ngapain?" tanya Aurora gugup saat melihat Al yang menatapnya lapar
" kamu udah nggak libur lagi?" tanya Al
Al mengendus-endus puncak kepala Aurora turun kebawah dan sampai lah diatas dada Aurora yang masih tertutup oleh handuk tersebut
" sayang boleh ya?" rengek Al
"nggak!" satu kata yang sudah membuat Al yang mendengarnya lemas
" tapi aku udah nunggu lama sayang" Al masih mencoba membujuk Aurora dengan rengekannya
" aku udah mandi, minggir!" timpal Aurora dengan ketus
bayangkan saja, Aurora sudah Libur selama satu Minggu, sulit bagi Al untuk menahan diri agar tidak kelewat batas dengan orang yang bahkan sudah halal baginya, belum lagi dengan Aurora yang selalu menggoda Al dengan menggunakan atau bahkan mencoba-coba memakai baju panas dimalam hari saat ingin tidur. ingin melihat pas atau tidak, katanya
sungguh Aurora sudah berhasil menguji iman Al
" Nanti mandi lagi sama aku sayang.." rengek Al
" nggak ya! lagipula ini masih jam segini, kamu udah nggak sabaran aja..nanti nunggu malem aja!" ketus Aurora lalu beranjak pergi dari ranjang dan menghampiri lemari pakaiannya
belum usai lagi kejahilin Aurora, Aurora dengan sengaja menjatuhkan pakaiannya kebawah dan otomatis Aurora harus mengambilnya
Aurora mengambil pakaiannya dengan cara jongkok, jadi memperlihatkan paha putih yang terekspos
Al meneguk Salivanya kasar
Flashback off 🍏🍏
Dibawah ada Kayra yang sedang memperhatikan keluarganya diruang TV, tapi entah kemana pikiran Kayra yang sedang duduk bersandar sambil melamun tersebut
'aku senang akhirnya kalian bisa bersatu setelah janji yang kalian ucapkan waktu itu' batin Kayra
🌱🌱🌱🌱
__ADS_1
Waahh.. kira-kira janji apa ya yang Al dan Aurora ucapkan semasa dulu?
jadi penasaran nih author taunya 🤣