
" Kami bukan pengecut! tapi memang Angel yang tidak bilang-bilang dulu kepada kami! jadi kami tidak ikut untuk ini kan?!" pekik Cewek lain
"Perjanjian tetaplah perjanjian, ku tunggu kesiapan kalian mulai besok! 2 Minggu penuh kalian harus melayaniku setiap aku disekolah" ujar Kayra
"kalian tenang saja, hanya aku yang akan menjadi majikan kalian. walaupun kakak-kakakku ada disekolah ini, tidak akan aku biarkan mereka juga menganggap kalian pembantu. Hanya aku, Promise!" setelah mengucapkan itu Kayra berjalan santai
"Kutunggu besok, disekolah" bisik Kayra sembari menepuk bahu Angel saat ia melewatinya
"Ayo pulang" ujar Kayra saat sampai di parkiran
"A-"
"Nanana...nggak ada pertanyaan, gas pulang go to home!" ujar Kayra sembari naik kemotor Nathan
"Nggak jadi latihan Lu dek?" tanya Al
Kayra melirik jam tangan yang ada ditangan kirinya
"Nggak! Capek, ngadepin lampir-lampir sombong tuh" sahut Kayra sembari menunjuk Teman-teman Angel dengan dagunya
Sampai dirumah keluarga Dewantara
"Assalamualaikum, Mami Papi?!" teriak Kayra
"Waalaikumsalam, nggak usah teriak-teriak gitu dong!" ujar Mami Zara jengah
Kayra menyengir sembari menunjuk Aurora yang ada disampingnya
"Aurora mah, suka banget deh teriak-teriak sampe bangunin ponakannya" sahut Mami Zara kesal
Aurora langsung bengong mendengar ucapan Maminya tersebut
"Kok aku?! tadi Kayra Mi, dia fitnah tuh fitnah! bener kan bang?! Hubby, Kayra kan ya yang teriak tadi?!" bela Aurora
__ADS_1
sang dalang hanya bisa melihat drama pertengkaran yang ia buat sendiri tersebut dengan tenang dan sebotol yogurt ditangannya
"Kamu sayang, jangan diulangi lagi ya! kasian sikembar bangun" jawab Al lembut
Kayra hanya bisa tertawa tanpa suara
"Kamu mah malah belain adik ipar kamu yang sesat nauzubillah itu?!" tanya Aurora
"Wait, ini kan hari Rabu, bukannya Ariel sama Ken ada sekolah full day ya?!" celetuk Kayra tiba-tiba
'sangat hebat, memang cocok jadi aktor' batin Nathan cengo
Aurora yang kadung kesal langsung berjalan kearah kamar dengan menghentakkan kakinya kesal
"Oh iya ya, Mami lupa! si Aurora udah kesel tuh" ucap Mami Zara sembari menatap pintu kamar aurora dan Al yang ada dilantai 2
Al yang melihat hal tersebut langsung berlari cepat masuk kearah kamarnya yang ada dilantai 2
"Hahahaha.." tawa kayra pecah "ngakak liat drama ni keluarga, hahaha!!" Kayra benar-benar merasa menang saat ini
"Duh duh sakit aduh.." telinga Kayra tiba-tiba dijewer oleh seseorang, siapa lagi kalo bukan Mami Zara
"kamu nih ya, suka banget buat kakak-kakak kamu kesel kayak gitu, tiru siapa sih?!" tanya Mami Zara kesal sembari menjewer anak bungsunya tersebut
"ampun Mi, aduh.. iya-iya Kayra janji nggak bakal kayak gitu lagi, suer" ucap akurat sembari menyengir dan menunjukkan jarinya berbentuk 'V'
Mami Zara melepaskan jewerannya dan berjalan kearah dapur
"Hahaha..sukurin, kena jewer" sekarang giliran Nathan yang tertawa terbahak-bahak melihat kondisi adik bungsunya tersebut. Kayra hanya cemberut melihat abangnya tersebut
Dikamar Al dan Aurora
"Sayang.." saat ini Aurora sedang mengganti pakaiannya dan bercermin didepan kaca, sedangkan Al sedang duduk ditepi ranjangnya
__ADS_1
"sayang.." rengek Al
"hm, apa?"
"sayang.."
"apasih? ngomong dong jangan panggil-panggil aja!" jawab Aurora ketus
"duduk sini.." pinta Al sembari menunjuk pahanya
"nggak! ganti dulu sana!"
"gantiin.." rengek Al
"nggak mau"
"kamu marah?.."
"G"
"Kamu marah.."
Aurora hanya diam, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Al dan alhasil ia jatuh tepat diatas pangkuan Al
Aurora berusaha lepas dari Al, tapi sayangnya Al memeluk sangat erat pinggangnya
"lepas.." desis Aurora
"G" jawab Al datar
Aurora hanya diam dan menatap Al dingin. Al yang merasa Aurora sudah tenang langsung menyambar bibir istrinya tersebut, me ***** nya dengan kasar
"ahh.." suara desa han Aurora keluar saat ciuman Al pindah ke telinganya lalu turun ke leher, menghisapnya sampai menimbulkan bekas merah keunguan
__ADS_1
"Kak..Al.."
Al tidak mengindahkan panggilan Aurora ia terus menyerang Aurora dengan ciuman dengan tangannya yang sudah bergerilya kemana-kemana