Secret Love Girls (Baru)

Secret Love Girls (Baru)
DAGING DAN SUMPIT


__ADS_3

Kembali di Kediaman keluarga Dewantara


"Yang baru aja jadi pasutri baru, udah pamer kemesraan aja nih!" celetuk Devan yang jengah melihat Aurora dan Al yang sedang makan bersama sambil memandang satu sama lain


" Lo diem aja ngapa sih Dev! Del pacarmu nih manjain sana! daritadi ganggu orang liat drama aja deh ah!" ujar Abel


" kamu diem aja deh yang! daritadi gangguin mereka aja deh!" sama seperti Abel, Della juga jengah melihat sikap Devan yang selalu mengomentari perlakuan Aurora dan juga Al


Devan yang sudah dimarahi itu hanya diam, dan menyembunyikan wajahnya didalam ceruk leher Della, mencium dan menghirupnya sesekali..Tapi tidak membuat kissmark karena pasti Della akan memarahinya dan keluarganya juga


" astagfirullah! Devan! Lo ngapain sih kayak gitu?! bikin iri please" Nathan dan Aditya datang dan langsung disuguhi pemandangan indah didepan matanya


" Abel! Nathan iri tuh, manjain sana biar diem daritadi nggak bisa diem aja deh gangguin orang mau mesraan aja deh!" kesal Devan yang melihat sikap Nathan tersebut


" itu mulut lama-lama gue sobek aja deh ya! bikin emosi orang aja dah! tadi siapa duluan juga yang gangguin kita?! ini malah nggak mau balik digangguin!" Abel yang frustasi melihat tingkah temannya memijat pelipisnya yang terasa pusing


" Abang! adek Abang itu udah Abang kasih tau kan?!" tanya aurora yang melihat kedua abangbya datang


"Bel-"


" udah dikasih tau dia seneng, banget malah!" Nathan memotong ucapan Aditya yang ingin jujur, sebenarnya saat didalam villa tadi mereka sudah diancam untuk tidak memberitahukan bahwa Kayra belum diberi tahukan soal ini


" bagus deh." Aurora manggut-manggut mendengarnya


" ini udah matang dagingnya?! mau dong!" pekik Nathan yang senang karena dagingnya sudah matang

__ADS_1


Nathan lalu mengambil piring kecil dan mengambil daging menggunakan sumpit.


Memang Nathan saat memakan sesuatu seperti Mie, daging atau apapun lebih suka menggunakan sumpit daripada garpu


" Nathan! Abel dikasih itu kasian lho dia nggak ada yang nyuapin" Devan menyindir Nathan yang melihat nya makan sambil disuapi oleh Della


" Lo mau Gue suapin Bel?!" tanya Nathan sedikit berharap bahwa Abel bakalan mau disuapi


" ah- nggak! nggak usah aku udah ada sendiri kok!" sahut Abel, sebenarnya dia ingin juga disuapi atau bahkan menyuapi. Tapi ia tidak mau dibilang gadis yang mau-mau saja dengan rayuan manis laki-laki


" oke! fine, karena Lo nggak mau disuapin, kalo gitu siapin Gue aja gimana?!" tanya Nathan sambil manaik-turunkan alisnya


Nathan melihat Abel hanya diam dan sedikit menunduk, berasumsi jika Abel tidak mau melakukannya


" yaudah! nggak apa-apa kalo nggak mau " ujar Nathan sedikit lesu


" buka mulutnya! aa.." ucap Abel sambil menyodorkan daging didepan mulut Nathan


"kenapa mau nyuapin Gue ?! Gue pikir nggak mau?" tanya Nathan sambil memicingkan matanya kearah Abel


" jangan kepedean! aku anggap ini bentuk kemanusiaanku.. aku anggap tangan kamu lagi sakit terus nggak bisa buat makan jadi aku tolongin udah gitu aja!" jelas Abel


Nathan lalu membuka mulutnya dan setelah itu Abel memasukkan daging itu kedalam mulut Nathan


" dagingnya kurang lembut dan tidak terlalu matang" Abel lalu memakan daging satunya yang ada di piring yang ia bawa lalu memakannya dengan sumpit bekas Nathan tadi

__ADS_1


" Abel! itu bekas Gue kenapa dipake?!" pekik Nathan yang terkejut melihat sikap Abel


" dagingnya kurang empuk dan lembut! dipilih dong kalo mau makan daging!" Abel tidak memedulikan ucapan Nathan barusan..


Abel lalu langsung mengambil daging yang ada diatas pemanggang lalu menyumpitnya dengan lihat, Abel mengambil daging dengan sumpit yang ia pegang lalu melilitnya disumpit, setelah itu menyelipkan daging tersebut kedalam panci yang berisi sup khusus untuk daging tersebut


Abel lalu meniup-niup kecil daging tersebut agar tidak terlalu panas nantinya


" cepat buka mulutnya!" titah Abel, walaupun Nathan masih heran dengan apa yang dilakukan Abel tadi tapi ia tetap membuka mulutnya


" gimana enak nggak?!" tanya Abel sedikit berbinar


" iya enak!" Nathan tetap mengunyah daging yang dimulutnya


" daging itu kalo mau dipanggang atau dibakar harus tunggu sampai matang betul, jika sudah matang ambil gunakan pisau atau sumpit..


kalo gunain sumpit lilit kayak gini terus makan jangan cuma dicapit jarena bakal jatuh" jelas Abel


"kenapa Lo makan pake sumpit bekas Gue? nggak takut ada kumannya?!" tanya nathan kepada Abel


Abel hanya diam sambil memakan dagingnya tersebut


" kalo makan etika dirumahku yang ada diluar sana, nggak boleh menyela orang yang sedang makan, begitupun orang yang sedang makan dilarang berbicara ketika makan kecuali ada hal penting " ujar Abel


" rumah diluar sana? maksudnya gimana?!" tanya Aurora ia daritadi hanya diam sambil menyuapi Al dengan daging

__ADS_1


" aku itu anak blasteran" ucap Abel santai


...๐Ÿ’งโ„๏ธโ„๏ธโ„๏ธโ„๏ธ๐Ÿ’ง...


__ADS_2