
Kalian berdua! bawa perempuan ini bawa kemobil tim pisau!!" titah Kayra kepada dua agen yang sedang lewat
"baiklah.." dua agen tadi lalu mengangkat tubuh Chi-Ra. kedua antek anteknya juga mengikuti Chi-Ra dengan wajah kesal
" ekhm.. terimakasih..banyak" ujar Rayan yang sudah bersemu merah malu
Na-Ra yang baru saja sadar lalu melepaskan tangan Rayan dan memalingkan wajahnya yang juga sudah sangat merah malu
"maafkan aku lancang" ucap Na-Ra sambil menundukkan badannya hormat
"astaga Nona Na-Ra!!" pekik Kayra yang kaget melihat sikap Na-Ra barusan
"ada apa memangnya jika Na-Ra memberikan hormat?!" tanya Liam "kenapa kau teriak?!"
"tidak ada" sahut Kayra walaupun masih dalam mode terkejut
" aku baru tahu jika tadi Chi-Ra ikut masuk kedalam. sangat merepotkan. tapi kenapa ia sampai pingsan?!" tanya Hee-Jun
"dia terlalu banyak menghirup gas.." jawab Kayra
"gas??" beo Naura
ada beberapa kamar yang diberi gas pingsan oleh para penjahat tersebut. Tapi mungkin salah satu gas disana ada yang bocor dan karena semua kamar tertutup rapat jadinya ia pingsan." jelas Kayra
"ahh begitu..tapi kenapa Chi-Ra baru pingsan diluar sini?" tanya Hee-Jun
" dia menahannya karena tahu jika yang ada didalam itu adalah gas pingsan jadi dia menahan agar tidak pingsan, dia takut jika dia pasti pingsan didalam pasti tidak ada yang tahu"
"hey! semua penjahat sudah ada dimobil!" ujar seorang agen yang datang
"bagus! berapa orang yang meninggal karena ini?!" tanya Kayra
__ADS_1
semua orang yang ada disana hanya diam tidak berani berbicara
"kenapa diam?!" sentak kayra karena merasa jengah dengan diamnya teman temannya itu
"begini Kayra, ada sekitar tiga..puluh orang yang meninggal saat ini!" ucap Naura sedikit takut
itu disebabkan karena Kayra adalah ketua agen disini
"tiga..puluh?! ada sekitar tiga puluh orang meninggal ?!" tanya Kayra
semua orang hanya mengangguk takut
"astaga.. yang benar saja! apa yang harus aku lakukan saat ini..
apa kalian lupa itu sudah melanggar tertib kita?!" sentak Kayra
Kayra pusing tapi sedikit ia melihat sebuah bayangan dibelakangnya tadi. Lalu mengambil pistol dan
DORR
DORR
bayangan tadi adalah seorang penjahat yang bersembunyi
Kayra menyeret penjahat yang ia lukai kakinya tadi agar tidak bisa berlari
penjahat tadi pingsan..
semua orang yang melihat itu hanya bisa menelan Saliva takut melihat sikap tersembunyi Kayra
ayo kita pulang bawa ke markas..
__ADS_1
...🌳🌳🌳🌳...
semua anggota keluarga Dewantara sedang menikmati sarapan mereka masing-masing..
"selamat pagi?!" sapa Al yang kelihatan lebih cerah pagi ini
"pagi Al.." sahut Mami Zara
"maaf Al baru bangun, karena semalam.." Al tidak melanjutkan ucapannya hanya bisa menunduk
"heeemmm...kayaknya tercium bau-bau habis belah duren nih semalam" goda Nathan sambil menunjukkan wajah khasnya
"Bi, tolong bawakan makanan keatas ya?! buat Aurora" ujar Al kepada pembantu yang ada disana
" bener Al, semalam kamu habis perawanin Aurora?!" tanya Papi Arka
Al mengangguk lesu " iya Pi.." sahut Al dengan nada sedikit bersalah
"waahh..Mami nggak nyangka lhoo" pekik Mami Zara
"biasalah Mam, orang kalo udah liat yang enak mana tahan..apalagi kalo udah sah beeuuhh" sahut Papi Arka
"maafin Al Pi, Mi.." jawab Al dengan lesu
"kenapa minta maaf? kan itu udah gak kamu. nggak ada yang ngelarang kok " ujar Papi Arka
"tapi kamu jangan buat Aurora hamil dulu ya Al, kasihan dia..kamu boleh main tapi kalo bisa pake pengaman aja" ujar Papi Arka
"baik Papi" muka Al langsung bersemi cerah lagi
" iya, udah sana temenin istri kamu sarapan. Kasihan dia kalo sendirian" ucap Mami Zara dan Al hanya mengangguk senang
__ADS_1