
Keadaan di kantin masih sama saja
"Astaga tampan sekali!" pekik seseorang
" dia siapa? kenapa tadi aku tidak pernah melihatnya?!" jerit anak perempuan lainnya
" astaga! dia sangat tampan andai aku bisa memilikinya!" ucap anak perempuan lainnya juga
" mimpi!" ujar anak perempuan yang disampingnya
Anak lelaki yang diteriaki itu hanya berjalan santai mencari tempat duduk kosong untuk ia duduki, ia tidak mendengar semua teriakan kagum tersebut karena sedang memakai earphone
Setelah tadi anak-anak perempuan yang menjerit, kini giliran anak laki-laki yang heboh sendiri..Bagaimana tidak heboh, dipintu utama kantin tersebut masuk seorang wanita cantik dengan pakaian seksi bersama teman-temannya masuk kedalam kantin
Koo Chi-Ra..biasa dipanggil dengan Chi-Ra, ia merupakan anak yang sedikit sombong dan ingin menjadi yang paling cantik sendiri
Anak lelaki yang mendengarkan earphone tadi sedikit melihat kearah pintu karena mendengar jeritan lagi. Anak lelaki itu melihat Chi-Ra dari atas sampai bawah sambil bergidik ngeri
'bagaimana bisa ia memakai baju seperti itu? apa pelatih tidak menegurnya karena jauh dari norma dan peraturan' batin anak laki-laki tersebut
anak laki-laki itu bernama Rayan Justin Prayoga, anak laki-laki tampan yang menjadi incaran semua anak perempuan.. sifatnya cenderung dingin dan juga cuek, ia sangat tidak suka didekati oleh perempuan, hanya adik dan juga ibunya saja yang ia perlakukan lembut
Rayan kembali memakan makanannya tanpa sengaja ekor matanya melihat wanita cantik yang duduk bersama Kayra dan Naura, siapa lagi kalau bukan Choi Na-Ra yang sedang asik memakan makanannya dengan santai
'cantik' gumam Rayan tanpa sadar memuji Na-Ra
' ah! apa yang aku pikirkan ini tidak mungkin tidak, tidak, tidak' Rayan yang sadar segera menepis pikirannya tersebut sambil geleng-geleng kepala
Chi-Ra sebelum berjalan kearah bangku kosong sempat melihat sekilas jika Rayan melihatnya intens, ia tersenyum setelah mengambil makanan ia datang berjalan mendekati bangku makan Rayan yang sedang makan sendirian
__ADS_1
" hai! apa aku boleh duduk disini?" tanya Chi-Ra
"banyak kursi kosong, duduk dengan temanmu saja sana!" ucap Rayan
"tapi aku sedang tidak ingin duduk dengan mereka! boleh ya aku duduk disini saja" Chi-Ra berlagak sedih karena ditolak
Rayan hanya diam karena ia sedang menatap Na-Ra yang sedang tertawa bersama teman-temannya itu, melihat Rayan yang diam membuat Chi-Ra salah paham dan mengira jika ia dibolehkan duduk dengannya
Rayan hanya menghela nafas, ingin mengusir ia tidak bisa ingin pergi tapi kemana karena semua tempat sudah penuh, sebenarnya Rayan mau saja pergi dan makan ditempat lain tapi entah kenapa tubuhnya menolak pindah
"cantik" gumam Rayan lagi saat melihat Na-Ra yang tersenyum manis bersama temannya
Chi-Ra yang mendengar gumaman Rayan menjadi lebih salah paham lagi mengira jika Rayan yang sedang memujinya
'astaga Rayan, mengapa kamu manis sekali sampai memujiku cantik' batin Chi-Ra dengan percaya dirinya
' siapa dia?! kenapa aku baru tahu jila ada perempuan yang cantik seperti mereka?! apakah Rayan melihat kearahnya itu?" batin Chi-Ra yang kesal
Chi-Ra lalu melihat Rayan dan juga Na-Ra bergantian ' jadi benar Rayan memperhatikan perempuan itu, jadi ia bergumam cantik itu apakah untuk perempuan itu?! tidak bisa diampuni!' Chi-Ra kesal sampai giginya gemeletuk menahan amarah
Chi-Ra lalu mengirim pesan kepada temannya tadi, setelah mendapat balasan ia lalu melihat temannya tadi sambil memberi kode dengan anggukan
Chi-Ra berdiri sambil diikuti oleh antek-anteknya tersebut, Rayan bingung apa yang yang akan dilakukan Chi-Ra.. Chi-Ra berjalan kearah meja Kayra dan temannya
Chi-Ra datang dan langsung menggebrak meja Kayra dan temannya tadi " bisa tidak kau jadi orang tidak usah tebar-tebar pesona?! kau kira dirimu itu cantik hah!" pekik Chi-Ra
" apa yang kau maksud? aku tidak mengerti?" tanya Na-Ra bingung
" Yak! tidak perlu sok polos deh kamu? kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan?" tanya Chi-Ra sambil berteriak
__ADS_1
tentu saja pertengkaran tersebut membuat satu kantin heboh tak terkecuali Rayan yang langsung berdiri terkejut ingin sekali rasanya ia menghampiri mereka tapi ia urungkan
Na-Ra menggeleng bingung sambil menunjukkan wajah polos
Chi-Ra yang melihat itu merasa muak sampai tangannya bersiap-siap untuk menampar Pipi Na-Ra, tapi tangannya langsung dicekal oleh Naura yang kesal melihat temannya akan ditampar oleh perempuan aneh
" jangan berani-beraninya ya kau menyentuh temanku ini! kau tidak berhak menyentuhnya dengan tanganmu yang kotor itu!" ujar Naura kesal, ia lalu melepaskan tangan Chi-Ra dengan kasar sampai Chi-Ra merasa kesakitan lalu memegang tangannya tadi
Naura lalu melap tangannya menggunakan tisu " haah! ottoke-yo tanganku jadi yang kotor sekarang" sindir Naura sambil melap tangannya yang ia gunakan untuk mencekal tangan Chi-Ra tadi
"kau-" ucapan Chi-Ra terpotong karena tidak ingin meladeni Naura
"Nona muda Koo Chi-Ra, betulkah itu namamu? putri dari seorang pemimpin perusahaan Koo.. Nona muda Chi-Ra seharusnya anda bersikap lebih baik dengan Nona muda Na-Ra, karena hidupmu akan habis jika sampai melukainya" ucap Kayra sambil tersenyum smirk
" Koo Chi-Ra, seorang agen yang masuk tim beladiri dengan senjata.." Kayra memotong ucapannya lalu mengambil pisau daging yang digunakan oleh Hee-Jun tadi lalu melapnya hingga bersih menggunakan tisu
Kayra berjalan maju dengan anggun kehadapan Chi-Ra sambil mengusapkan ujung pisau tersebut kejarinya lalu mengusapkannya kebahu Chi-Ra " anda seharusnya bisa menjaga etika jika dihadapan Na-Ra nona, saya tidak tahu apa jadinya jika Na-Ra sampai terluka olehmu" ujar kayra santai sambil menaruh kembali ketempat semula
"Apa maksudmu?! aku tidak takut ancamanmu memangnya kau siapa hah?! berani mengancam ku begitu?!" pekik Chi-Ra yang kesal bercampur takut melihat senyuman smirk dari Kayra
" oh aku? perkenalkan! saya anak dari tuan besar Arkana Dewantara, pemimpin Dewantara group.. sudah kenal bukan dengan saya" ucapan Kayra membuat semua orang yang ada di kantin terkejut, pasalnya semua orang sudah mengenal dengan pemimpin Arkana Dewantara pemimpin Dewantara group tersebut
" saya dengar-dengar perusahaan ayah anda menjual saham yang besar kepada tuan Arka, apakah benar? jika benar anda seharusnya bisa menjaga etika didepan saya Nona, saya bisa saja menyuruh ayah saya untuk.. melepaskan saham yang dibeli dari ayahmu itu" ucapan kayra kali ini membuat Chi-Ra mati kutu tidak bisa melawan lagi
Kayra yang melihat tersebut tersenyum penuh arti lalu membuka bungkus permen dan memakannya lalu berbalik " ayo kembali kita sudah cukup meladeninya" ujar kayra kepada temannya
" sebenarnya siapa Choi Na-Ra ini sampai harus aku segani dan hormati ?!" pekik Chi-Ra tidak terima diperlakukan dengan begitu
Kayra berhenti sejenak tanpa berbalik lalu berkata "orang yang akan membuat mu mendapatkan kesengsaraan jika melawannya " setelah mengucapkan hal tersebut, ia kembali pergi bersama teman- temannya lagi
__ADS_1