
Aditya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memedulikan Bintang yang sedang berteriak-teriak ketakutan tersebut..Beruntung jalanan sedang tidak ramai saat ini
Bintang terkejut karena Aditya tiba-tiba datang dan menggendongnya tanpa memedulikan apapun, membawanya masuk kedalam mobil dan diajak berkendara dengan kecepatan tinggi, Tapi yang membuat Bintang semakin terkejut adalah ternyata Aditya membawanya masuk ke area Kawasan sebuah Apartemen
Tak berhenti sampai situ, Aditya kembali menggendong Bintang seperti karung beras tersebut dan membawanya masuk kedalam gedung apartemen tersebut. Setelah sampai di sebuah apartemen yang dituju, Aditya segera membuka pintu apartemen tersebut dengan kartu khusus
setelah masuk, Aditya langsung saja mengunci pintunya dan langsung membawa Bintang amsuk kesebuah kamar. Setelah masuk tak lupa juga Aditya kembali mengunci pintu kamar tersebut
Setelah terkunci, Aditya langsung menghempaskan tubuh mungil Bintang diatas ranjang Berukuran king size tersebut
Terlihat Bintang meringis kesakitan karena tubuhnya tiba-tiba saja dihempaskan ke atas ranjang
Aditya melihat Bintang dengan muka datar dan tatapan datar
" Kamu! Apa yang kau lakukan hah?!" pekik Bintang
Aditya tidak menjawab, Pria itu malah tersenyum miring dan mencoba melepaskan semua kain yang sedang dia pakai
Aditya melepaskan jas yang sedang dia pakai dan membuangnya asal, Tak lupa dengan dasi yang terikat dilehernya juga dia lepas. Setelah itu, Pria itu membuka dua kancing kemejanya yang bagian atas
Aditya berjalan pelan menghampiri Bintang yang sedang menatapnya terkejut + takut + Panik bahkan setitik air mata sudah mulai jatuh membasahi pipinya yang putih mulus tersebut
Aditya berdiri dihadapan Bintang yang sudah gemetar ketakutan
__ADS_1
" Aku mohon..jangan apa-apain aku.." mohon Bintang dengan terisak kecil
Aditya yang melihat menjadi sedih dan langsung mengukung Tubuh Bintang
Bintang yang melihat langsung berteriak kencang dan bertambahlah tangisannya yang menjadi kencang
Aditya yang mendengar langsung menutup mulut Bintang dengan tangannya
" bisa diam tidak?!" sentak Aditya
Bintang yang mendengar, memejamkan matanya dan langsung diam membisu. Bintang lalu membuka matanya dan menatap Aditya dengan matanya yang memerah
Aditya yang melihat menjadi tidak tega dan langsung menjatuhkan dirinya diatas tubuh Bintang tapi masih menahan berat badannya dengan lengannya yang berada disamping kanan kiri tubuh Bintang
Bintang masih menunggu dengan perasaan was-was. Setelah 10 menit berlalu tidak ada yang terjadi, Bintang malah dibuat terkejut dengan suara orang yang seperti menangis dan merasakan bagian leher dan bahunya sedikit basah
dengan keberanian yang tersisa, Bintang memegang kedua pipi Aditya dan mengangkat kepala tersebut agar ia dapat melihatnya
Bintang dibuat terkejut saat melihat muka Aditya yang memerah karena menangis
" Hey..Kamu..nangis? " tanya Bintang lirih
Aditya bukannya menjawab malah kembali menaruh kepalanya di ceruk leher Bintang dan kembali menangani disana
__ADS_1
Aditya yang merasakan tidka mendapat respon apa-apa, kalau meraih salah satu tangan Bintang dan menaruhnya diatas rambutnya
Bintang yang tidak tau apa yang harus dilakukan, Hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan dilakukannya
Aditya yang merasa Bintang tidak mengerti langsung merengek
" Ihhhh...usaapiiinnn..rambut, Akuu" Rengek Aditya sembari menggerakkan tangan Bintang agar mengusap-usap rambutnya
Bintang terkejut melihat sikap Aditya yang merengek seperti ini. Jujur ini pertama kalinya, Wanita tersebut melihat sikap Aditya yang seperti ini
Tidak peduli tentang sekitarnya, Bintang segera saja mengusap-usap lembut kepala Aditya dengan tangan satunya mengelusi punggung Aditya yang tertutupi kemeja berwarna Abu-abu gelap tersebut
Aditya merasa nyaman saat tangan kecil Bintang mengelus-elus punggungnya dan mengusap kepalanya
" Udah?" tanya Bintang beberapa saat kemudian
Aditya yang sadar lalu beranjak dari tubuh Bintang dan duduk disamping Wanita itu dengan kepala menunduk
Bintang terduduk lalu menatap datar Aditya
Aditya mendongak dan mendapat tatapan dingin dari Bintang
" Apa maksudnya tadi?"
__ADS_1