
Kejadian yang sama terjadi dikelas Kayra dan Naura yang memang mereka masih kelas 11
" Anak-anak semuanya, ada murid baru yang pindah kemari!" ujar Pak Wisnu, guru wali kelas tersebut
" silakan masuk kalian!" titah Pak Wisnu kepada Kayra dan Naura yang memang sudah menunggu didepan pintu kelas
Naura masuk disusul dengan Kayra
" silakan kalian perkenalkan diri kalian!" titah Pak Wisnu
" Salam kenal gue Kayra, Kayra Febriyan Dewantara" ujar Kayra
" Gue Naura, kalian panggil aja begitu!" salam Naura
" Kayra, kenapa jaket kamu diikat disitu?! cepat lepas lalu simpan!" titah Pak Wisnu
Kayra lalu menatap Pak Wisnu dan jaket yang melingkar di pinggangnya bergantian. Setelah sadar Kayra lalu melepas jaket tersebut, melipatnya asal dan memasukkannya kedalam tas
" kayaknya dia anak polos deh, cupu begitu! gimana kalo itu jadi target kita selanjutnya?" ujar Seorang gadis kepada temannya satu bangku nya
" boleh tuh! ntar kita bully aja dia!" sahut temannya
__ADS_1
" Baiklah silakan kalian duduk" titah Pak Wisnu
tidak ada bangku kosong yang dapat ditempati mereka berdua, jadi terpaksa mereka duduk dengan murid lain yang memang mejanya memanjang jadi dapat untuk 2 orang
Kayra mendatangi meja seorang murid perempuan yang sedari tadi menunduk
sedangkan Naura duduk dengan seorang murid laki-laki yang terlihat sangat datar dan seakan tidak memperhatikan sekitarnya. Setelah dapat izin untuk duduk, Naura lalu duduk disamping lelaki tersebut
" aku boleh duduk disebelahmu?" tanya Kayra kepada gadis pemalu tersebut
perempuan tersebut hanya mengangguk tanpa mengangkat wajahnya
Kayra hanya menatap gadis tadi dengan tatapan heran lalu duduk disebelahnya
" Baiklah, pelajaran akan kita mulai!" ucap Pak Wisnu
bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat
Kayra bergegas merapikan buku-bukunya yang ada diatas meja lalu menatap gadis disampingnya yang sedari tadi hanya menunduk di sampingnya
" halo..maaf, apa kamu mau kekantin? mungkin bisa mengajakku, karena aku masih belum hafal tentang denah sekolah ini?" pinta Kayra tidak enak
__ADS_1
gadis tersebut lalu mendongak. Saat mendongak terlihat seperti bekas sayatan di pipi kirinya dan itu langsung membuat Kayra syok karena luka tersebut seperti masih mengeluarkan darah walaupun sedikit
luka tersebut terlihat memerah dan belum kering
" Astaga! luka di pipimu itu apa?!" tanya Kayra panik
gadis tersebut lalu gelagapan dan menjadi salah tingkah sendiri
Kayra yang melihat hal tersebut langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna putih
Kayra lalu mengambil kapas, obat merah dan plester
Kayra langsung menarik pipi Gadis tersebut dengan lembut sehingga cewek tersebut mendongak dan menjadi menatap Kayra dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya
Kayra langsung memberikan tissu kepada gadis tersebut
" namaku Kayra, siapa namamu? kamu terlihat sedikit tidak baik, ada masalah?" tanya Kayra sembari tangannya sibuk mengobati pipi gadis tersebut setelah diizinkan
" maafkan aku, namaku Alveera, kamu bisa memanggilku Vera" sahut Gadis yang bernama Vera tersebut
" namamu kan Alveera, dibacanya dengan huruf i, kenapa panggilannya Vera?" canda akurat sembari terkekeh membuat Vera juga ikut tersenyum kecil
__ADS_1
" Mamaku yang memanggilku begitu, tapi sayangnya dia sudah pergi. Pergi ketempat yang tidak akan membuatnya sakit lagi. Mama, mengidap penyakit kanker, Dan Papa tidak mau bertanggung jawab menangani pembayaran untuk merawat Mama, dia pergi dengan selingkuhannya dan hanya akan pulang sesekali untuk melihat keadaanku dan memberiku uang untuk bertahan hidup" jelas Vera