
" Siapa sih?! berani ya~"
Ucapan Rio terpotong karena ada yang menyumpal bibirnya, sesuatu yang hangat dan kenyal
Mata Rio membulat saat melihat Vera ada didepannya, dan semakin membuat terkejut saat gadis itu menciumnya
Vera ingin melepaskan ciumannya tapi langsung ditahan dengan Rio, laki-laki itu memeluk pinggangnya dan menahan tengkuknya agar memperdalam ciumannya
Vera dengan pasrah hanya bisa menerima
Rio merasakan tepukan didadanya, seakan paham ia lalu melepas ciumannya
Rio memalingkan wajahnya tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang memerah malu
Vera pun menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah malu juga
terdiam cukup lama, Vera kembali ke settingan awalnya, dia mendongakkan wajahnya, melihat Rio yang masih memalingkan wajahnya, tapi tak ayal Vera melihat ada semburat merah dipipi lelaki itu
Vera tertawa kecil, tangannya bergerak membersihkan sisa Saliva yang ada di sekitar mulut Rio
" masih marah ya? " tanya Vera lembut
Vera lantas menarik Rio agar duduk di bangku yang memang disediakan disana
Vera menatap lembut Rio yang menatapnya tajam
" masih marah? Maafin aku.." sesal Vera
" kalo Lo emang nggak cinta sama Gue, kalo gitu nggak usah terima pernyataan cinta Gue! Sakit tau, dipikirnya Gue nggak papa? Kita nggak ada perjanjian buat backstreet, nggak usah kasih harapan.." lirih Rio
Vera berkaca-kaca, jadi pria ini tidak bohong, dia sangat tulus mencintainya
" maafin aku..aku..aku takut kalo semua orang tau, kamu bakal di omongin karena pacaran sama cewek kayak aku.." ujar Vera menyesal, tangannya memegang erat telapak tangan Rio seakan tidak ingin Rio pergi darinya
" kalo Gue mikir kayak gitu, Lo nggak bakal Gue pacarin! Jangan pernah mikir kayak gitu lagi, Aku nggak suka! " sentak Rio tidak terima, laki-laki itu sudah kembali memakai kata aku-kamu
" maaf.." ucap Vera menatap Rio menyesal
Rio menghela nafas, lalu memeluk tubuh Vera menyembunyikan kepalanya di bahu Vera
" janji jangan tutupin hubungan kita ya? Aku mau semua dunia tau kalo kamu cuma punya aku! " ucap Rio posesif
Vera mengangguk, dirinya benar-benar beruntung dicintai oleh laki-laki seperti Rio
" mau di kiss lagi " ucap Rio tiba-tiba dengan menatap dalam Vera
Vera gelagapan, dia melakukannya kan untuk membujuk Rio
" nggak mau! " tolak Vera
Rio mengerucut " tapi tadi nyium! " rajuk Rio
Vera menggeleng tapi rengekan Rio benar-benar membuatnya tidak tega
Dengan sedikit keberanian, Vera mengecup bibir Rio, tanpa ******* karena dia tidak tau caranya
Rio tanpa babibu langsung ******* bibir Vera
Vera menepuk bahu Rio agar melepaskan ciumannya
__ADS_1
" sudah..ini di sekolah.." ujar Vera
" mau cium lagi.." rengek Rio
" nggak boleh! Udah berani ya sekarang.." ucap Vera
Rio menjatuhkan kepalanya diatas paha Vera, memeluk perut gadis itu dan menenggelamkan wajahnya disana
" ayo balik ke kelas, nanti dihukum lagi " ajak Vera
" nggak mau! Aku mau disini, mau berduaan! " rengek Rio
" tapi nanti dihu~"
" PANGGILAN UNTUK SELURUH GURU, DIMOHON UNTUK KE KANTOR KARENA AKAN ADA RAPAT SELURUH GURU, TERIMAKASIH "
dalam hati Rio bersorak gembira, bahkan gurunya pun tau jika dia ingin berpacaran, mungkin jika bertemu dengan guru dia akan mengucapkan terimakasih
" ada rapat, jadi disini aja ya.." ucap Rio seperti anak kecil
Vera hanya bisa menghela nafas pasrah, tangannya beralih mengelus kepala Rio yang ada di pangkuannya
" aku laper, Kak " celetuk Vera
Rio membuka matanya yang terpejam, menatap Vera yang menatapnya memohon
" ayo makan dulu " ajak Rio sembari berdiri
Rio mengulurkan tangannya kearah Vera yang masih duduk, dengan senang hati Vera menyambut uluran tangan dari kekasihnya itu
...
" eh? Udah balik? gimana baikan? " tanya Aurora
" Vera, I'm so sorry...aku nggak tau bakal jadi gini " ucap Naura menyesal
Vera tersenyum " nggak papa, ini juga salahku " sahut Vera
Naura tersenyum
" oke! Karena udah baikan, jadi..janlup peje nya ya Kaka.." ujar Kayra kembali memulai nyanyiannya
Aurora yang mengerti lalu membalas
" eeaaa...ditunggu ya Kaka.."
" eaaa.." Della menimpali
Rio menghela nafas
" oke-oke, makanan kali ini Gue yang bayar, terserah mau beli apa aja, Gue baru gajian hari ini " ujar Rio
" kamu kerja Kak?! " tanya Vera kaget
" sama Papa " jawab Rio dengan terkekeh, pasti gadisnya terkejut
" Aseeeekkk!! " sahut Devan
" mau pesen apa? " tanya Kayra
__ADS_1
" es lemon dua "
" siomay "
" es coklat, jangan lupa dikasih Boba "
" oke, Kak mau apa? " tanya Kayra kepada Kaizo
" ngapain Lo tanyain pacar Gue?! Mau caper kasih dia sesuatu, Hah?! " sewot Kyra
" cuma nawarin, kalo nggak mau yaudah! " ketua Kayra, gadis itu ingin pergi tapi Kaizo mencekal tangannya
" mau peanut cake " pinta Kaizo
Kayra mengernyit
" kan alergi kacang, yang lain deh! " sahut Kayra
Kaizo terkejut, sejak kapan Kayra tau dia alergi kacang?
Kaizo tergagap
" mau.. strawberry milkshake " pinta Kaizo
" oke "
Setelah kepergian Kayra, Kyra bertanya kepada Kaizo
" kamu alergi kacang? Kok aku nggak tau, kenapa dia bisa tau? " sewot Kyra
" iya..aku lupa kasih taunya " jawab Kaizo asal
" terus selama ini aku kasih coklat yang ada kacang nya nggak kamu makan?! " sentak Kyra
Kaizo dengan polos menggeleng
" aku kasih ke Rio atau Mama " jawab Kaizo
Tangan Kyra terkepal, bagaimana bisa dia tidak tau hal ini?! Kenapa malah orang baru yang tau hal ini?!
.
.
.
Alohaa!!
I'm back!!
gimana kabarnya?
masih nungguin secret love girl nggak?
jangan lupa di like komen ya Guyss..
😎😎👋😁
TBC..
__ADS_1