
"Mama..ini maksudnya apa?" tanya Abel tidak paham
"Kamu belum ngerti? Ini Nathan, anak temen Mama mau Mama jodohkan sama kamu!" sahut Mama Renata gemas
"Di- jodohkan?" gumam Nathan tidak percaya
"Kalian kenapa sih? kok kagetnya gitu banget?" Tanya Mami Zara
"Jadi gini Mami, ini Kak Abel, ini Abang Nathan. Abang suka sama Kak Abel, dari lamaaa banget! Abang nggak berani confes karena takut ditolak, ada-ada aja emang Abang tingkahnya. Abang kesal karena Mami jodohkan Abang sama cewek lain, Abang nggak tau kalo ternyata cewek itu Kak Abel! Mami juga belum terlalu kenal Kak Abel karena memang Kak Abel jarang kerumah buat main" jelas Kayra mewakili isi hati Nathan dan Abel
Mami Zara dan Mama Renata sama-sama mengangguk
"Jadi ini ceritanya kalian mau tidak dijodohkan? Kalo nggak yasudah tidak apa-apa" ujar Papi Arka
Nathan dan Abel saling menatap satu sama lain
"5 detik dari sekarang kalo kalian tidak segera memberi jawaban, maka diputuskan perjodohan batal dan kalian tidak mendapat restu dari kami! satu...li~"
"ABANG MAU!"
"ABEL JUGA!"
Nathan dan Abel sama-sama menginterupsi seruan Papi Arka yang menghitung detik
Mama Renata dan Mami Zara sama-sama terkekeh lucu melihat kelakuan anak mereka
"Jadi mau?" Goda Papa Kevin
Nathan dan Abel sama-sama mengangguk malu-malu
"Hahaha..kalian ini ada-ada saja, sudah. Lebih baik kalian pergi ke suatu tempat dimana kalian bisa ngomong berdua tapi jangan jauh-jauh juga" suruh Papa Arka
__ADS_1
Nathan mengangguk cepat dan segera menggandeng tangan Abel untuk dibawa pergi dari sana
Papa Kevin dan Papi Arka menggeleng gemas
"Dasar anak muda" cela Papi Arka
"Namanya juga remaja Pak Arka..ini anak Pak Arka yang ini sudah punya calon juga belum? Kebetulan keponakan saya juga masih jomblo, tapi sudah kuliah anaknya. Barang kali mau berkenalan dengan keponakan saya" ucap Pak Kevin tiba-tiba sembari menunjuk Kayra yang sedang makan
Kayra terkejut lalu menoleh kearah Papa Kevin yang menatapnya
"Maaf Om, tapi Kayra udah ada juga.." ujar Kayra sembari menyengir
"Oalah..sudah ada to? Yaahh..padahal keponakan Om juga ganteng lho" kecewa Papa Kevin, Kayra hanya tersenyum kecil
...🌨️🌨️🌨️🌨️...
"Mau ngomong apa?" Tanya Abel, saat ini ia dan Nathan sedang berada di rooftop cafe tersebut, tidak terlalu ramai karena memang orang-orang lebih suka didalam cafe
"Mau bilang seneng aja, ternyata direstuin sama alam buat bareng sama yang tercinta" ucap Nathan menggombal
"Alah..direstuin juga lewat dijodohin, coba aja kalo yang dijodohin bukan aku, kamu mau apa?" Tanya Abel memancing
Nathan terkekeh
"Aku bakal tetap maksa semesta buat bareng-bareng" sahut Nathan
"Nggak berani tembak langsung, hm?" Pancing Abel
Nathan tersenyum miring, lalu berlutut dengan satu kaki menyangga membuat Abel terkejut bukan main
"Nathan ngapain?" Desis Abel
__ADS_1
Nathan menggenggam kedua tangan Abel yang dingin dengan erat
"Abella Nauma Handoko, saat ini, hari Senin, ditanggal sekian, di jam sekian, aku Nathan Julian Dewantara, meminta kamu untuk menjadi seorang kekasih dariku..do you want, Baby?" Ucap Nathan
Abel blank. Sungguh dirinya tidak akan menyangka akan ditembak oleh seorang laki-laki, yang ternyata ia cintai selama ini
"Terlepas dari perjodohan" ucap Nathan melanjuti
Abel mengangguk cepat, dan disambung oleh pelukan erat oleh Nathan
"Sekarang kamu punyaku! Nggak boleh deket-deket sama cowok apalagi cowok yang selalu kamu ajak ke taman yang suka kamu datangi itu!" Ucap Nathan posesif
"Cowok?" Tanya Abel tidak tau
"He'eum"
Abel terkekeh
"Dia sepupuku, Nathan.." sahut Abel gemas
"Nggak boleh deket-deket lagi! Sekarang kalo mau ketaman ajak aku aja! Jangan sama dia ya.." mohon Nathan
"Iya nggak deket-deket dia lagi kok, lagian sekarang dia udah pergi ke Jerman, pulang kerumah orangtuanya" jelas Abel
Nathan melepas pelukannya dan menatap dalam Abel, jujur saat ini Abel sedang menahan rasa saltingnya karena tatapan Nathan
"Now, boleh aku sebut kalo aku bukan jomblo lagi?" Ucap Nathan
Abel tertawa kecil lalu mengangguk beberapa kali
"Iya, udah nggak jomblo karena udah dilebel sama namanya Abel" seru Abel
__ADS_1
Nathan tertawa lalu merangkul Abel lagi, lebih erat dari sebelumnya