
Setelah menempuh perjalanan pulang yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit, akhirnya Kayra dan orangtuanya sampai dirumah juga
"Gimana td acaranya?! lancar?!" belum juga kaki menapak dilantai dalam rumah, suara menggelegar yang memekikkan telinga terdengar
AURORA
orang tersebut adalah Aurora yang ternyata sedang menunggu kepulangannya
"baru juga pulang, udah ada gangguan.." gumam Kayra sembari menghela nafas
"ada apa?" tanya Mami Zara datar
" gimana Mi?! acaranya?!" tanya Aurora antusias
"ya kayak gitu.." sahut Mami Zara
"ditolak?!" pekik Aurora
"diterima, kok" jawab Kayra
"terus?" tanya Aurora lagi. Al yang melihat itu hanya bisa menghela nafas gusar dan mencoba menenangkan istri kecilnya tersebut
"sayang..tenang, oke?!" bujuk Al
kayra bukannya menjawab malah mendekat kearah Aurora dan memeluk tubuh wanita berumur 17 tahun tersebut
"eh?"
__ADS_1
Aurora yang mendapat perlakuan tersebut membeku. Al yang melihat hanya bisa tersenyum kecil
setelah tersadar dari lamunannya, Aurora memeluk balik Kayra tak kalah erat
"terimakasih Kak!" ucap Kayra saat pelukannya terlepas
Aurora hanya tersenyum lembut dan langsung memeluk Kayra kembali
"sama-sama" sahut Aurora
"terimakasih sudah mau menjadi keluarga dan teman yang baik untuk Kayra. Terimakasih karena sudah mau menerima Kayra apa adanya dan mendapat kasih sayang yang sama kedua kalinya, Maafin Kayra kalo sering buat ulah dan nakal. Jangan bosan buat sayang sama Kayra ya?" ungkapan hati Kayra yang membuat hati keluarganya terenyuh tak terkecuali Keyli, Arfaz dan Aditya yang baru saja pulang dari bekerja dan mendengar penuturan Kayra
"kami juga sayang sama kamu Sayang..kamu udah Kami anggap seperti adik dan anak kandung kami sendiri" ucap Mami Zara
"sebagai hadiahnya, Nathan, Kayra, Al, dan aurora akan Papi pindahkan kesekolah baru" ucap Papi Arka tiba-tiba yang membuat seisi rumah terkejut
...🌱🌱🌱🌱...
Papi Arka yang mendapat teriakan hanya santai dan kembali meminum teh hangat yang dibuat oleh istri tercintanya
Nathan, Al, Aurora dan Kayra sedang duduk tegap disofa sembari menatap Papi mereka dengan tatapan tajam
"Papi udah dapet izin sama Orang tua kami Al" bukannya menjawab malah mengalihkan pembicaraan
"Iya, cuma kenapa kita harus pindah Pi? kita punya salah?" tanya Al takut
"kalian nggak ngapa-ngapain kok, cuma tadi Papi bicara sama Papanya Kaizo, cowok yang dijodohin sama Kayra " ujar Papi Arka
__ADS_1
"terus?" tanya Nathan
Kayra yang merasa dibicarakan hanya diam dengan muka datar dan kesal
"Kayra bilang, dia nggak mau pacaran dan juga langsung nikah, tapi dia maunya perkenalan dulu" jelas Papi Arka
"Kenapa nggak mau pacaran?" tanya Al
Kayra yang mendengar menatap Al dengan tatapan tajam
" Mau cerai sama Kak Rora? pertanyaan nya itu lhoh!" ancam Kayra
Al yang mendengar langsung memeluk erat tubuh Aurora dari samping
" males pacaran! repotin!" sahut Kayra
"kalo diharuskan?!" tanya Nathan
"nikah aja udah! ngajak kok yang bikin dosa?! minimal langsung yang dapat pahala gitu dong!" sahut Kayra
" jadi, apa hubungannya sama kita Pindah sekolah Pi?" tanya Al kembali ke pembicaraan sebelumnya
"biar Kayra lebih kenal sama Kaizo, lagipula Papi ada tugas jadi kita juga harus pindah rumah!" sahut
Kembali ucapa Papi Arka membuat Semua orang terkejut
"terus Kak Keyli sama Abang gimana?" tanya Nathan
__ADS_1
" Arfaz bilang apartemen yang dia tinggali dulu udah selesai direnovasi, jadi mereka juga bakalan pindah ke sana" jelas Papi Arka
"yah..nggak ada temen main kalo malem lagi.." rengek Nathan. Memang saat malam hari tepatnya pas malam mingguan, jika Keluarga Papi Arka tidak jalan-jalan mungkin akan dirumah saja bersantai, Biasanya Arfaz dan Keyli akan menginap dan Kenan pasti sudah diajak main oleh Pamannya, Nathan